Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Perjuangan Seorang Ibu


__ADS_3

Manisnya cinta dalam suka duka telah Aryanti dan Adrian jalani seiring waktu yang mereka lalui,hari demi hari yang mereka lewati selalu diisi dengan perasaan sukacita dalam mengisi hari-hari kehamilannya Aryanti, sesuatu yang baru telah mereka jalani yaitu semua proses demi prosesnya untuk menjadi orangtua baru.


Perasaan cinta yang membara lambat laun berganti dengan perasaan sayang dan rasa kasihan melihat payah dan beratnya seorang Ibu hamil sembilan bulan dan menanti saat saat kelahiran anaknya,hanya usapan dan ciuman sayang di kening dan kepala Aryanti yang bisa di lakukan Adrian,ada sedikit rasa tenang karena Mama mertuanya sudah ada menemani mereka di sini.


Setiap saat seperti menghitung hari detik demi detik Adrian menanti tanda tanda istrinya akan melahirkan,segalanya menjadi tak tenang,semuanya di persiapkan seperti siaga satu,semua harus ikut andil dan ambil peran baik Pak Edi,Linda juga stafnya yang lain begitu instruksi Pak Adrian.


Seperti pemeriksaan dokter spesialis kandungan Aryanti sama bayinya dalam keadaan sehat dan normal,dan Aryanti mengkonsultasikan apa bisa dirinya melahirkan secara normal dan alami ? dan jawaban yang pasti dari dokter kandungan menambah semangat Aryanti yang berkeinginan dirinya melahirkan secara alami...


Seperti bangun tidur pagi hari ini Aryanti begitu tak enak badannya juga perutnya,Aryanti merasakan selentingan perut yang mulas tapi hilang lagi,dan datang lagi secara berkala,dan semua di konsultasikan sama Mamanya,


"Ma apa ini tanda tanda akan lahiran ?"


"Mungkin itu adalah tanda awal,mulai jam berapa merasa tak nyaman di perutnya ?nikmatilah rasa sakit,mulas dan lain lain itu adalah bagian dari perjalanan dan proses menjadi Ibu yang sejati,semua perempuan melahirkan pasti merasakannya"


"Sekitar jam lima pagi Ma,tapi Aku tak bilang sama Mas Adri biarin dulu..." Aryanti tersenyum sambil meringis menahan rasa mulas di perutnya.


"Ma berapa lama ini sampai nanti waktunya lahir ?"


"Itu yang lain lain...lain orang lain juga waktunya ada yang lama ada juga yang sebentar..."


"Apa kita sudah perlu ke klinik sekarang Ma ? saya telephon dulu Mas Adri biar dia persiapan.."


"Silahkan agar bisa siap siap kendaraan, apa mulasnya sudah semakin sering ? Mama mempersiapkan pakaian,selimut dan segalanya keperluan bayi ,jalan jalan saja pelan pelan di bawa gerak jangan di bawa diam biar lancar pembukaannya, juga mengurangi rasa mulasnya, nanti ada tahapannya dari mulai pembukaan satu dua tiga dan seterusnya..." Mamanya Aryanti mengambilkan ponsel dan di berikan pada Aryanti.


Aryanti meringis sambil memegang perutnya dan mengusap usapnya perlahan, Mamanya mendekati dan mengelap keringat di kening Anaknya saat mulas datang.


"Iya Ma semakin sering Aku lihat per menitnya,asalnya setengah jam sekali datang mulas,lalu seperempat jam"


"Ya ya ya...telephon saja Mas Adrian"


"Ya halo...Mas ke kamar dulu sekarang..."


"Ada apa sayang...aku lagi tanggung nih sedikit lagi,kirim makanan apa ?"


"Aku mau di antar ke klinik,siapkan kendaraan sekarang mulasnya semakin sering"


"Hah !? sudah mulai ada rasa ?"

__ADS_1


Klik ! ponsel di tutup dan Adrian berlari keluar memanggil pak Edi yang lagi ngobrol sama Satpam entah lagi memberi instruksi apa.


"Pak Edi tunda segala urusan,istri saya mau lahiran,tolong persiapkan kendaraan mundurkan ke belakang sekarang saya ke kamar dulu..."


"Oh iya Pak Adrian siap..!"


Adrian setengah berlari ke belakang dan mendapatkan Aryanti lagi jalan jalan kecil di ruangan tamu sambil meringis sebelah tangannya memegang pinggangnya yang terasa mulai panas dan sebelah tangannya seperti menahan perutnya bagian bawah...


"Sayang Ayo kita ke klinik sekarang ? apa perlu dokternya di telephon dulu ?"


Aryanti tak menjawab,Mamanya yang menjawab malah...


"Jangan panik persiapkan semuanya,apa mobilnya sudah siap ? ini tas persiapan Ibunya pakaian selimut dan segalanya, dan ini tas persiapan buat bayinya silahkan di bawa ke mobil duluan Nak Adrian"


Adrian menjinjing kedua tas dan menyimpan di luar mobil Pak Edi memasukkannya ke bagasi mobil dan membuka semua pintu mobil menunggu Adrian dan Aryanti juga Mamanya.


"Ayo sekarang sayang..."


"Aduh tunggu dulu Mas nanti dulu saat mulasnya lagi reda...ini semakin sering hampir lima belas menit sekali"


"Ya sudah..."


Adrian mengambil satu botol air mineral dan Aryanti meminumnya dalam beberapa tegukan...


"Makan minum boleh saat mulas tidak datang malah di anjurkan biar ada tenaga pada saatnya nanti,makan buah ya Nak ?" Mamanya menawarkan dan Aryanti mengangguk,pagi hanya baru sarapan menemani suaminya sebelum berangkat kerja,sepertinya Aryanti nggak mood sarapan karena sudah ada yang di rasa selentingan sejak bangun pagi pagi.


Aryanti makan pisang sunpride habis satu,keringat mengucur deras dari kening punggung dan dadanya membasahi baju yang di pakainya,Aryanti meminta untuk ganti baju dan Adrian memilihkannya dan memakaikannya,Mamanya hanya tersenyum menyaksikannya.


Dengan di bimbing Suami dan Mamanya Aryanti menaiki mobil sambil meringis, Mamanya membawakan tas kecilnya,Pak Edi yang membawa mobil karena Pak Tono sedang ada keperluan keluar sama Linda,mobil melaju perlahan Aryanti mengusap usap perutnya sambil memejamkan matanya,Adrian bingung apa yang bisa di lakukannya selain menggenggam tangan istrinya dan mengusap usap punggung dan bahunya sambil sesekali mengelap keringat yang segede gede biji jagung di kening istrinya.


"Mas sakit sekali mulesnya ya ampuuuuun..."


"Berdo'a Nak perbanyak ingat Yang Maha Kuasa kita hanya berpasrah diri dan hanya pertolonganNya yang menjadi harapan kita,setiap merasakan sakit sebut Nama Allah,dan minta Ridho suamimu"


Aryanti memandang Mamanya dan mengangguk.


"Mas,maafkan Aku dan do'akan Aku juga bayi kita sehat selamat"

__ADS_1


Adrian mencium kedua tangan Istrinya,dengan berlinang airmata,tak mampu sepatah katapun terucap,hanya anggukan,dan kecupan sayang di kepala istrinya dan mengusap usap perutnya juga punggung Aryanti yang mulai nggak enak dalam posisi apapun.


Mobil memasuki area parkir klinik pak Edi sigap mengambil kursi roda di sebelah post Satpam dan membantu menaikan Aryanti sampai bisa duduk dan Adrian mendorongnya memasuki pintu gerbang utama ada dua suster segera menyambutnya,mereka tahu dan langsung di bawa masuk ke ruangan bersalin,Adrian menatap Istrinya saat suster menyuruh Adrian dan Mamanya di suruh menunggu untuk di periksa dan di pasang infus dan selang oksigen.


Pak Edi langsung mendaftar atas nama keluarga untuk segera di tangani dokter Ratih SpOG, Adrian duduk di kursi ruang tunggu sambil sesekali melihat ke pintu ruang bersalin,dengan menutup kedua tangannya di muka,dan Mamanya Aryanti mengusap usap pundaknya.


"Berdo'alah Nak semoga semuanya lancar..."


Adrian menatap Mamanya Aryanti seraya mengangguk.


"Pak Adrian !"


"Ya,saya suster..." Adrian terperanjat menghampiri suster yang memanggilnya.


"Anda di panggil dokter silahkan masuk"


"Dokter bagaimana keadaan istri saya apa dia baik baik saja ?


Dokter Ratih tersenyum menenangkan.


"Pak Adrian istri anda sudah di tangani sudah di bantu tenaga sama infusan,di bantu nafas dengan oksigen,banyak berdo'a semoga semuanya lancar,istri Pak Adrian sedang mengalami kontraksi yang lumayan saya periksa sudah memasuki pembukaan ke lima,Bapak atau saudara juga orang tua sebagai wakil boleh memberi semangat dan mendampingi Ibu Aryanti,dua orang ya..."


Ya dokter..."


"Saya kasih sedikit pengetahuan apa itu kontraksi dan pembukaan,Kontraksi akan terjadi semakin sering dan kuat,


yaitu mengalami sakit dan mulas yang hebat,Ibu mungkin mengalami rasa sakit yang hebat juga sakit dan panas di pinggang, bahkan seolah ada tekanan ingin buang air besar


Namun meski telah merasakan sakit dan adanya tekanan untuk mengejan, bidan, dokter, atau tim tenaga kesehatan akan melarang Ibu mengejan sebelum pembukaan sempurna, pembukaan itu di awali dari satu sampai sepuluh sempurna.


Kepala bayi sudah berada di rongga panggul, akan semakin turun ke bawah setiap kontraksi"


Adrian mengangguk menatap dokter.


"Mari saya antar tolong kasih support,untuk lebih semangat lagi terutama dari orang-orang tercintanya"


Adrian memanggil Mama mertuanya dan memasuki ruangan bersalin di dampingi satu suster yang terus menyemangati,sesekali dokter Ratih memeriksa pembukaan Aryanti.

__ADS_1


Mamanya di sebelah kiri dan Adrian di sebelah kanan,tak tega rasanya Adrian melihat perjuangan istrinya bersimbah keringat merasakan rasa sakit dari kontraksi,Aryanti memejamkan mata sambil menyatukan gigi,menarik nafas dan menghembuskanya.


"Ya Allah Mas sakit banget..."


__ADS_2