
Dengan perasaan ragu tetap saja Aryanti minta izin suaminya walau sekedar ingin melihat Aira dari balik kaca,yang terpenting minta izin kalau di izinin ya syukur kalau nggak ya nggak apa apa...
"Mas...boleh Aku minta izin untuk sesuatu hal ?"
"Izin ? izin untuk apa ? ke salon ? perawatan ? mau belanja ?"
"Bukan bukan itu..."
"Lantas ?"
"Izinkan Aku melihat Aira walau dari jauh dan dari balik kaca ini..."
Adrian menatap Aryanti lekat lekat terlihat Aryanti merasa bersalah di hadapan suaminya, dan Adrian merasa nggak tega mengamati keseriusan di wajah istrinya dan menarik nafas dengan rasa berat,perasaan Adrian tak banyak yang di pinta istrinya pada dirinya kenapa kali ini permintaan yang dirasa aneh apa perlunya juga untuk apa lagi bukankah semua sudah selesai dan tak ada perjanjian apapun sepengetahuan Adrian antara istrinya dan keluarga Anak itu ?
Adrian berfikir dan menimbang nimbang apa ini ada manfaatnya atau sekedar memang perasaan saja ?
"Mas sayang ada ikatan bathin antara Aku dan Aira dan jangan katakan juga sebut nama siapapun juga siapa siapa lagi,Aku hanya ingin melihat wajah gembiranya,itu juga kalau Mas izinkan kalau nggak ya nggak apa apa..."
"Apa sebegitu pentingkah kamu tahu kondisi Anak orang lain sayang fikirkan itu dan apa tak akan menimbulkan permasalahan baru lagi buat mu ?"
"Bagiku iya Mas terlepas dari permasalahan dan siapa orangtuanya juga atas tindakannya yang tak terpuji pada kita,tapi Aira menganggap Aku ini Mamanya...dalam hati kecilku berkata apa salahnya memberi kebahagiaan dengan berkah yang di berikan Yang Maha Kuasa anugrah wajah ku yang mirip dengan Mamanya ? Tak ada kerugian apapun dari diriku Mas,Aku juga sangat menjaga perasaan Aira seandainya bertemu muka langsung pasti akan lain ceritanya Aku nggak mau,Aku kasihan dan aku nggak tega menimbulkan sejuta pertanyaan di otak kecilnya, biarlah Aku memandangnya dari jauh,dan Aku pastikan dia bahagia"
Adrian hanya diam dan menghela nafas begitu beratnya.
"Lihatlah sayang jika itu akan menjadi kebahagiaanmu, Aku tidak melarang kamu bersahabat dengan siapapun,lihatlah dari dekat juga tapi jangan sampai dia mengenalimu akan ada masalah nanti seandainya Dia melihat dan mengenalimu" Adrian berlapang hati pada istrinya semua Alasan Aryanti sangat di fahami nya,Adrian memang orang paling pengertian tapi semua harus sudah di mengerti nya dan di terima dengan baik oleh pemikirannya.
"Mas izinkan Aku ? terimakasih Mas sayang Mas memang suamiku yang paling pengertian"
Aryanti bangkit memegang tangan Adrian lalu meninggalkan jus pesanannya di meja dan sebelumnya Adrian mewanti wanti lagi dan mengingatkan istrinya.
"Pergilah pakailah aksesoris penyamaran yang rapi Aku yakin kamu orang baik dan ikhlas sayang" secepat kilat Aryanti mencium pipi suaminya dan beranjak setengah berlari menuju office dan ke mejanya,memakai kaca mata agak hitam,syal, dan lain lain lalu bergabung keluar bersama rombongan anak anak yang mulai bergerak ke samping Hotel.
__ADS_1
Aryanti mencari cari Anak yang berjaket pink ternyata bukan cuma satu anak yang berjaket pink itu,dari sekian banyak Anak ada beberapa juga yang memakai jaket pink tapi coraknya lain lain,dan akhirnya sampai pada Anak yang bergandengan tangan dengan temannya Aryanti mendekatinya dan berjalan berjejeran.
Perasaan seorang Ibu,dan anak yang yang pernah dekat dengan dirinya dan memandang dengan pandangan pada seorang Ibu pada dirinya, pernah tidur di pelukan dirinya dan mandi di mandiin dirinya, Aryanti tak bisa menyembunyikan perasaan kangen dan ingin menyentuhnya tapi semua serba terbatas hanya melihat dari balik kacamatanya.
Komang Putri yang mulai memperkenalkan satu satu binatang mengangguk pada Aryanti dan Aryanti pun sama,dan Komang Putri tak menyangka Aryanti akan hadir di tengah tengah anak-anak dan sangat dekat sekali dengan Aira.
Aira yang kenal betul pada Komang Putri merasa begitu senang bisa bertemu di tempat itu, dan manjanya seorang anak yang tak mendapatkan perhatian seorang Ibu begitu kelihatan,dan Aryanti hanya bisa melihat dan memperhatikan Aira yang bergelayut di tangan Komang Putri.
Rasa iba dan kasihan memenuhi ruang hati Aryanti betapa tidak seorang Anak yang sudah Aryanti anggap seperti anak sendiri tapi Aryanti tak bisa menyentuhnya juga tak bisa memperlihatkan mukanya di hadapan Aira...dan hanya memandang punggung Aira saat semua keluar dari kebun binatang itu,tapi ada kegembiraan dalam hati Aryanti setidaknya melihat Aira dari dekat dan kegembiraan di wajahnya,itu juga sudah merasa cukup.
Cepatlah besar Aira biar bisa mengerti arti kehidupan dan akan ada cerita yang tertunda dan bab bab yang hilang akan terungkap,bukan kebohongan tapi bentuk rasa sayang sebagai orangtua pada dirimu.
Akan ada cerita lain yang seperti di kisah kisah dongeng di hadapanmu,tapi Aku akan tetap menyayangimu...seperti pertama Aku dulu saat bulan madu datang ke Pulau Bali ini dan ceritamu sudah menyentuh hati dan perasaanku.
"Sayang sudah ikut acara anak anaknya di kebun binatang ?"
"Oh Mas...sudah tapi Aku nggak sampai selesai biar Aku melihat mereka dari sini saja"
"Terserah Mas di sini juga boleh" Aryanti merasa enggan kalau harus keluar.
"Ikut Aku !"
"Kemana Mas ?"
"Pokoknya ikut aja... takutnya bosan di sini sini saja..."
Adrian berjalan ke parkiran dan membukakan pintu bagi Aryanti,dan Aryanti tersenyum...begitulah suaminya kalau ada maunya atau ini memang lagi baik hati banget atau pengen romantis saja ?
Mobil melaju ke arah Beachwalk sepanjang perjalanan yang tak begitu jauh Aryanti hanya diam saja.
"Adel sudah makan belum ya juga Linda orang orang pada hilang termasuk kita nih Mas..."
__ADS_1
"Heeee...ngapain di pikirin sudah pada gede ini biar mencari sendiri sendiri lah kalau merasa lapar ya pasti makan...biasanya menikmati liburan dan bulan madu lupa yang namanya makan saking asyiknya dengan dunianya sendiri"
"Iya juga ya Mas...tapi Aku dulu lapar terus waktu awal awal kita menikah..."
"Memang iya ?"
"Maksudnya lapar ciuman kamu Mas heeee..."
"Genit juga istriku ini ya ?"
Merasa ingat saat dulu awal awal mereka menikah Adrian dan Aryanti mereka tertawa bareng,juga Aryanti di sebut genit sama suaminya lalu menggodanya sambil tangannya menyasar paha Adrian,dan Adrian menangkap tangan itu dan menciumnya.
"Kamu itu terlalu perasa banget juga terlalu menjaga perasaan orang lain sayang"
"Apa iya begitu Mas ?"
"Heemght"
Sampai dan parkir langsung Adrian memarkir mobilnya dan berjalan menuju Restourant yang ada di lantai dua Mall terbesar di Kuta Bali itu,dan mereka duduk di kursi yang benar benar ujung dengan pemandangan pantai yang begitu tergambar jelas...
Aryanti memilih menu dan Adrian membuka melihat lihat ponselnya dan setelah selesai lalu menyerahkan pada pelayannya dan menyapu semua isi Restourant yang mulai padat pengunjung saat akan siang begini dan pandangannya tertuju pada satu meja yang di isi dua orang tak asing bagi Aryanti.
Aryanti mencolek tangan Adrian dan menunjuk dengan mukanya ke Arah Adelia dan Fath yang kelihatan sama menunggu menu makanan datang,Adelia duduk begitu rapat dengan suaminya Fath bahkan kepala Adelia bersandar di bahu kanan Fath dengan santainya,Adrian melirik pada apa yang di pandang istrinya dan tersenyum.
Lalu Adrian berbisik pada Aryanti dan Aryanti mengangguk sambil tertawa,ternyata Adrian mengajak Aryanti mengagetkan mereka dengan mendatangi meja mereka tapu setelah menu makanan mereka datang,dan Adrian pergi sebentar membeli dua kuntum mawar merah di dalam Mall satu buat Aryanti dan satunya lagi buat yang lagi mesra mesra an.
Adrian memberikan mawar pada istrinya dan Aryanti mukanya merona merah dan langsung mencium pipi suaminya.
"Sepertinya akhir akhir ini lagi musim bunga heee..."
"Sama musim bercinta" Adrian melirik istrinya.
__ADS_1