
Tinggal di rumah bukannya tenang, Adrian malah seperti uring uringan sendiri,perasaannya nggak enak aja sendirian, tidur nggak lelap,makan juga nggak selera cuma haus yang terasa begitu di tenggorokannya,Ibu Handayani memperhatikan anak lali laki nya yang sebentar lagi akan melepas masa lajang nya.
Tiduran di kamarnya sebentar sebentar keluar,ke dapur melihat kesibukan mamanya dan Bi Ani,atau ke kamar Adiknya hanya sekedar usil, catur sama Fath juga malas, atau seperti anak kecil saat di hukum karena nakal melihat ke luar jendela berlama lama melihat ke bawah ke taman semua tidak menenangkannya dan yang terbayang di benaknya adalah lagi ngapain ya Aryanti ? dan selalu berakhir dengan memijit ponselnya dan menelephon nya.
"Ya mas lagi di mana ini ?"
"Aku ya di rumah lah kan nggak boleh keluar,kamu di mana sayang ? "
"Aku lagi luluran aroma terapi di kamarku nih...heeee,hari ini terapi menghilangkan keringat,dan gugup juga tegang heee..."
"Memang ada ? Biar apa sih ? cewek kayaknya suka banget gitu gituan berlama lama,malas malasan,di salon di spa di tempat senam..."
"Ya biar cantik lah Mas ngaco aja,memang nggak mau Aku cantik ?"
"Kamu sudah cantik kok,nggak di bumbui apa apa juga"
"Emang masakan di bumbui apa hah...?"
"Iya nanti pasti aku yang pertama nyicipin nya haaaaaaaa..."
"Huh... dasar nggak ada kerjaan,keluar kamar sono jangan mengkhayal melulu lemas tuh jantung..."
"Kan katanya nggak boleh keluar,ya mengkhayal kamu lah,bawa baju tidur saja besok itu untuk salinan sama pamit Mamamu kalau habis resepsi kamu ada yang culik dan nggak pulang ke rumah"
"Masa keluar nggak boleh,yang nggak boleh itu jalan jauh jauh,kalau ke halaman ke terras apalagi di rumah Mas ada kolam renang enak banget tuh renang sambil olah fisik...,Iya aku juga sepertinya siap di culik heeee..."
"Nggak sabar rasanya pengen cepat menculik kamu dan menyekapnya didalam kamar heee..."
Aryanti sejenak merinding, seolah itu sesuatu yang menakutkan,tapi semua seakan ingin di rasakan nya berdua dengan Adrian,bagaimana rasanya sudah halal,sudah sah menjadi suami istri,akankah dirinya malu di hadapan suaminya ?
__ADS_1
"Aku sendirian di kamar bete tahu...yang enak tuh kamu tiduran nggak pakai baju ada yang ngusap usap usap,ada yang pijitin"
"Hai hai... kata siapa aku nggak pakai baju enak aja,berlapis lapis begini,lihat nih... sana renang tuh biar nggak ngeres fikirannya heeee..."
"Aku mau sama kamu renang nya...dan renangnya nggak mau di kolam renang,maunya di tempat tidur haaa..."
"Hai hai jangan mulai memancing ya...Kalau mau sama aku ya nanti renangnya habis resepsi heee...jaga tuh staminanya nanti banyak acara malah loyo kecapaian ntar ngedrop lagi,renangnya bisa bisa gagal,malam habis resepsi aku milikmu sudah nggak bisa bela diri lagi heee..." Aryanti nggak mau kalah malah lebih berani menggoda Adrian.
"Sayang jangan malah menggoda aku,aku jadi lemes nih...sore ini habis masa pingitan kita,dan sudah boleh ketemu kan ?"
"Ya ampuuuuun Mas nggak sabaran banget sehari lagi ini sama malam nanti besok kita sudah ketemu di Hotel tempat resepsi kita, makanya sana renang biar fikirannya nggak ruwet, nih seperti aku tenang kelihatan nyaman banget kan ?"
"Ya sudah aku mau coba berenang dan nanti sore sama Ibu juga Adel mau ke Hotel melihat persiapan buat acara besok"
"Gitu dong semangat Pak Adrian...sampai ketemu besok pagi ya sayang..."
"Nggak mau ! malam aku masih nelephon kamu,video call di kamar masing masing ya...
"Haaaaaaaa..."
Benar saja Adrian keluar dari kamarnya dan hanya memakai celana kolor tanpa baju,dan menuju kolam renang samping rumahnya mencoba relaksasi dirinya dengan berendam di air,sebenarnya paling malas Adrian menghabiskan waktu untuk hal seperti ini,tapi kali ini mencoba menyukainya.
Adelia yang baru datang jalan jalan sama Fath tertawa melihat Kakak tersayangnya lagi bolak balik berenang sendirian seperti sedang melepas beban ketegangan hatinya, lalu Adelia masuk dan keluar lagi membawa dua gelas jus mangga kesukaan Kakaknya di simpan di dekat Kakaknya yang lagi berhenti berenang dengan nafas masih memburu dan duduk di pinggir kolam renang.
Lalu Adelia menyodorkan satu gelas ke hadapan Kakaknya dan dalam beberapa teguk 1 gelas jus mangga habis di minum Adrian.
"Wahai Aryantiiiiiiii ku sayang,aku nggak enak makan hanya doping minum jus saja...aku nggak sabar menunggu hari esok,dan juga malamnya... haaaaa aku bertekuk lutut di hadapanmu apapun akan ku berikan asal malam itu menjadi malam...
Adrian menyipratkan air ke arah Adelia sambil tertawa lalu menarik Adelia ke kolam dan mereka sama-sama menceburkan diri ke dalam kolam renang, Adrian tertawa merasa menang,melihat Adelia basah kuyup.
__ADS_1
"Iiiiiiiiiih Kak Adrian suka iseng banget,aku tadi baru saja mandi juga dandan" Adelia ngomel di kolam renang.
"Haaaaaaaa,Fath tolongin nih ceweknya..." Adelia nggak terima lalu menyipratkan air lagi membalasnya ke arah Andrian dengan kedua telapak tangan yang disatukan lalu Adrian menangkisnya dan menghindar sambil tenggelam dengan sesekali muncul sambil tertawa.
"Fath ayo turun ...!!!"
"Fath ayo balapan kalahin nih Kak Adrian"
Fath yang lagi duduk di kursi taman membuka celana panjangnya juga membuka bajunya tinggal kaos dalamya saja lalu ikut menceburkan diri ke kolam.
Terjadilah renang bareng,dan balapan juga,suara Adelia yang teriak teriak mengundang Bu Handayani keluar sama Bi Ani sambil tersenyum dan geleng geleng kepala, juga Pak Surapraja yang baru datang hanya tersenyum melihat anak anak dan calon menantunya lagi berenang, sepertinya anak anaknya baru kemarin kecil kecil tumbuh dewasa dan sekarang pada gede semua begitu cepat berlalu.
Sampai sekarang sampai pada masa dewasanya semua pergi satu persatu menuntut ilmu begitu jauhnya untuk masa depannya dan mengantarnya pada kedewasaan dan ke gerbang rumah tangga mengikuti jalan dan nasibnya masing masing.
"Bi lagi jus nya ya..." Adrian berteriak.
"Iya Mas Adri..."
"Lu belum ajak Fath kemana mana,ajak aja ke Bali bareng gue mau dia nggak ?"
"Nggak mau lah,ngapain ikut yang bulan madu nggak enak banget... kalau mau mah kapan aja libur kita pergi aja ke manapun kami mau,sekarang lagi mau di Bandung ya di sini aja"
"Sudah berenangnya,kita lihat persiapan buat besok ke Hotel sudah di tunggu sama teman Ibu yang punya event organizer lagian panas banget tuh mataharinya...nanti sore kan di rumah kita ada pengajian dan pembekalan buat pengantin dan santunan anak anak dari yayasan..."
"Aryanti ikut nggak Bu ? biar aku yang jemput heee..."
"Nggak usah,di rumahnya juga mungkin sama ada acara pengajian dan doa,biarin jangan di ganggu terus,Kan kalian lagi di pingit sama" Bu Handayani memberi pengertian
"Di pingit kok ikut keluar juga, Ibu ajak aku ke Hotel ?"
__ADS_1
"Ini kan keperluan kamu juga Nak,lagian kamu jangan bawa mobil biar Pak Agum aja yang antar,di pingit juga telephonnya jalan terus jaman Ibu dulu mana bisa seperti itu,apalagi dulu mah di pingit nya sebulan"
Adrian naik dari kolam dan handukkan diikuti sama Adel juga Fath,Bu Handayani memberikan handuk pada Adelia dan Fath,terasa segar rasanya badan Adrian.