
Aryanti seperti di suntik semangatnya, dan memang dirinya juga mendambakan hadirnya buah hati kedua pelengkap sempurna kebahagiaan dalam rumah tangganya.
Apalagi Aryanti seorang anak tunggal perempuan dirinya begitu menginginkan anak laki-laki dari seorang yang dicintainya begitu juga mungkin kedua orang tuanya sama berkeinginan seperti dirinya dan akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Aryanti seandainya nanti dirinya bisa hamil kembali dan melahirkan seorang anak laki-laki adiknya Alinea.
"Aku akan tambah rajin sayang mungkin setiap malam aku pinta jatahku heee..."
"Nggak apa apa asal kita sama sama sehat dan sama sama menikmati jika suatu saat hadir di sini adiknya Alinea itu bonus kerajinan Mas"
"Kok bonus kerajinan aku doang ? kan kita berdua yang capeknya, jadi bonus kita berdua dong, Aku nggak akan pernah bosan dan akan selalu nikmat dan semangat sayang"
"Ngaco akh"
"Aku nggak sabar ingin cepat mengelus perut gendut kamu sayang dan merasakan lagi tendangan tendangan halus dari dalam perut kamu"
"Sabar Mas jangan dulu berkhayal jauh,aku harus buka dulu kontrasepsi nya,persiapkan mental dulu cek up ke dokter konsultasi kesehatan dan kesiapan juga liburan dulu ke Malaysia"
"Siap nyonya aku akan jadi suami siaga lagi horeeeeee..."
"Jangan lupa resep yang dulu itu sayang ?"
"Resep yang mana ?"
"Itu yang habis anu kaki kamu naik ke tembok itu"
"Hehehe...Mas masih ingat aja"
"Aku malah terbebani waktu kamu belum hamil-hamil belum lagi teror dari Ibuku seakan aku laki-laki tak berguna dan tak ada kerjaan tiap malam,"Istrimu pakai jangan di lihatin cantiknya saja biar hamil,kapan Ibu punya cucunya kalau kamu jadi suami tak ada kelihatan hasil kerjanya ?" Lucu kedengarannya belum nikah kapan nikahnya, belum punya anak ditanyain anak melulu sudah punya anak kapan punya adiknya enggak ada habisnya memang mengikuti keinginan orang.
"Kadang aku kangen Pangandaran Mas dan ingin membuat adiknya Alinea di Pangandaran hehehe..."
"Kenapa enggak boleh kita kunjung ke sana Pangandaran adalah tempat menyimpan sejuta cerita buat kita"
"Apa khabarnya Pak Habil di sana ya Mas ?"
"Kenapa kok jadi tanya orang itu sih ?"
"Emangnya kenapa ?"
"Aku tetap nggak suka !"
"Dia sahabat Aku Mas dan Istrinya teman Mas Adri juga kan ? apa salahnya kita mengingat atau sekedar tahu khabarnya ?"
"Jangan jangan kamu mau ke Pangandaran hanya ingin ketemu orang itu ya ?"
"Apaan sih Mas ngarang saja, cemburu ya ?"
"Iya lah istri sendiri mau tahu khabar laki laki lain masa aku nggak cemburu ?"
"Lucu deh kalau Mas cemburu, aku juga mau cemburu akh biar ikut ikutan nggak lucu kayak Mas"
"Ngapain ikut-ikutan segala ? Aku ini serius nggak suka apapun itu alasannya"
"Katanya mau adiknya Alinea kok malah cemburu nggak jelas gitu,biarin nggak usah jadi programnya" Aryanti bangkit dari posisinya duduk di terras dan masuk ke kamar.
Adrian masuk mengikuti langkah Istrinya dan Aryanti duduk di sofa mini kesayangannya sambil membuka ponselnya.
Adrian merebutnya dan mengambil menyimpan ponsel Aryanti di meja rias dan menarik tangan Aryanti yang mau mengambil sisir, mereka berhadapan begitu nggak ada jarak.
__ADS_1
"Mas apa apaan sih mau ngapain ?"
"Aku kangen kamu dan Aku ingin sekarang"
"Masih sore Mas,Alinea masih main sama Bi Inah nggak enak dong kita dua-duaan di dalam kamar"
"Aku nggak perduli pintu sudah aku kunci"
"Cemburu kok ujung ujungnya minta jatah yang seharusnya itu acara malam"
"Sebenarnya kita nggak perlu ke Pangandaran aku jadi nggak mood takut ingatan kamu ke hal hal lain,rasanya aku nggak ikhlas pikiran kamu terbagi"
"Ya ampuuuuun...Mas, Aku ini ada di depanmu bukan kita lagi berpisah,akh aku nggak mau ngomong lagi apalagi soal Pangandaran, Aku menikmati segala yang ada di sini"
"Aku semakin cemburu sama kamu sayang walau hanya ucapan saja Aku serasa nggak rela kamu mengingat seseorang"
"Masa segitunya Mas ?"
"Pokoknya Aku nggak suka aja"
"Kan ingatan orang nggak bisa di kendalikan seperti juga perasaannya, itu sesuatu yang tak terlihat yang ada hanya bisa di tahan atas dasar menghargai pasangan kita,coba sekarang aku tebak Mas lagi mikir apa sekarang dan Mas juga bisa bohong bisa jujur dalam menjawab, aku sungguh nggak bisa nebak !"
"Masa kamu nggak bisa nebak aku ini lagi mikirin kamu dan membayangkan kamu sayang"
"Yeeeee...mana aku tahu itu benar apa bohong ?"
"Yang pasti Aku saat ini menginginkan kamu,boleh kan ?"
"Yang pasti juga aku inginnya nanti malam"
Aryanti duduk di sofa ruang keluarga dan menonton tv sambil tiduran dengan santai memilih channel dari remote control, Adrian yang keluar mengikutinya duduk juga dan diam di samping kepala Istrinya.
"Mas lihat tuh tayangan Bali indah ya kalau di lihat dari hasil kamera" Aryanti seakan biasa saja dan anteng melihat tayangan acara destinasi wisata di televisi.
Adrian diam saja, Aryanti melihat ke atas suaminya masih cemberut.
"Katanya mau ajak kita nginep juga liburan ke tempat dingin itu"
"Kan kamu sudah liburan dua minggu di sana apa tidak menyenangkan ?"
Aryanti memandang dalam dalam manik mata hitam suaminya dengan marah Aryanti bangun dari santainya.
"Maksud Mas apaan? Aku serius ingin Mas bisa ajak aku ke tempat itu,perasaan nggak berlebihan,kenapa malah ngomong ke hal hal lain yang semua ingin aku lupakan ?"
"Mas senang saat aku nggak ada ?"
"Sorry aku nggak sengaja ngomong begitu,oke kita ganti topik ngobrolnya ya"
"Nggak !"
"Lho ?"
"Memang Mas pikir saat aku ada di bukit Kintamani itu piknik,berwisata apa ? dari sebelum ada kejadian itu juga aku sudah sering ingin berkunjung ke wilayah yang menjadi tempat paling indah di Bali ini tapi semua belum kesampaian"
"Kok jadi kamu yang marah sayang ?"
"Ya jelas marah lah aku nggak suka semua di ingatkan lagi, aku anggap itu kebaikanku pada sesama manusia bukan melihat Made Ardika nya,aku tahu Mas pasti cemburu juga ya kan ?"
__ADS_1
"Biasa aja"
"Jangan bohong,aku tahu kalau Mas lagi cemburu"
"Tahu dari mana kan kata kamu hati nggak bisa di tebak"
"Tapi bisa di kira-kira"
"Hasil kira-kira kamu apa ?"
"Aku yakin Mas cemburu"
"Sok tahu"
"Tahu lah"
"Memang kelihatan ?"
"Ya kelihatan,Mas nggak ganteng kalau lagi marah sama lagi cemburu jelek tahu !"
"Dasar kamu bikin aku gemes aja"
"Aaaaaaah...sakit tahu Mas"
"Biarin"
Adrian memeluk kepala Aryanti yang lagi tiduran di sofa, didekapnya dengan kuat di dadanya,dan tak melepaskannya walau Aryanti meronta.
Adrian tertawa-tawa puas dan melonggarkan pelukannya membiarkan kepala Aryanti tiduran di pangkuannya.
"Mas jangan sembarangan ikh, kalau aku habis nafas karena sesak gimana ?"
"Nanti aku kasih nafas buatan, sekarang juga kalau mau ayo"
"Eith...sembarangan banget mau bikin drama depan Alinea sama Bi Inah apa ?"
"Ayo kita ke kamar ,mau ya ?"
"Mas sabar sebentar lagi mau maghrib apa-apaan sih nanti malam sudah Isya Alinea sudah tidur baru waktunya acara kita"
"Lagian aku kan maunya di Kintamani heee..."
"Iya nanti malam kita ke sana, anak kita gimana ?"
"Kan ada Bi Inah yang jagain"
"Serius kamu mau ke sana ? daerahnya dingin lho"
"Kan ada Mas" Aryanti tersenyum genit dan Adrian tak bisa menolak untuk tidak tersenyum penuh arti.
"Ya ya ya..."
"Pagi-pagi pulang,malam jalan-jalan dan nginep ganti di hotel yang waktu itu kita nggak jadi"
"Ya sudah siap-siap"
Aryanti tersenyum senang dan menang di hadapan suaminya, dan langsung memberitahukan pada Bi Inah kalau dirinya ada perlu keluar bersama Mas Adrian, dan mungkin akan menginap Bi Inah supaya hati hati menjaga Alinea di rumah,hidupkan ponsel agar bisa dihubungi saat dirinya dan suaminya mau mengecek keadaan Anaknya.
__ADS_1