Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Gairah suasana baru


__ADS_3

Lanjut Aryanti dan Pak Daman berjalan sambil ngobrol menuju Cafe dan Restourant,sore sore seperti ini cafe penuh dengan pengunjung pemandangan khas Bali orang yang habis santai di pantai dengan pakaian pantai semua tampak santai menikmati minuman menikmati hidangan yang ada di cafe.


Aryanti beralih ke Restourant memandang semua sudut tidak melihat kemerosotan Hotel ini dari sudut pandangnya, semua sewajarnya orang yang berkunjung yang hadir mengisi meja meja Restourant dengan pelayan yang sangat sibuk dan Aryanti menyapu seluruh ruangan Restourant dan menghitung meja kosongnya bukan meja yang isi pengunjungnya...


Balik lagi ke cafe Aryanti duduk berhadapan dengan Pak Daman dan memesan minuman Pak Daman copi mix dan Aryanti Jus jeruk.


"Pak Daman,saya sedikit banyak mendengar permasalahan yang ada di Hotel ini dari management pusat dan saya sebagai seseorang yang akan memimpin di tempat ini juga ingin tahu hal dan masalah yang sebenarnya di sini agar saya bisa menyikapi semua permasalahan di sini dengan bijaksana"


"Bu Aryanti saya orang Bandung juga sama seperti Bu Aryanti, saya bukan orang Bali, saya loyal pada pimpinan pusat dan saya yang di percayakan sementara di sini dan saya yang mendampingi team manajemen pusat saat investigasi menyeluruh di Hotel ini, saya siap menjadi team kedepannya untuk memajukan kembali The Praja Hotel dan Restourant ini, dan sedikit banyak saya akan memberi bocoran sebatas pengetahuan saya,permasalahan permasalahan yang ada di sini semoga menjadi bahan masukan buat Ibu Aryanti dan Pak Adrian"


"Istri dan Anak Pak Daman juga di sini ?" Aryanti memotong bertanya tentang keluarganya Pak Daman


"Iya Bu Aryanti,anak saya yang besar baru kelas lima SD dan yang kecil baru TK"


Aryanti tersenyum dan mengangguk


"Selamat bergabung di teamwork baru Pak Daman,saya dan Pak Adrian akan banyak mengandalkan Pak Daman"


"Ya ya ya Bu Aryanti semoga kita semua solid kembali dan semua berjalan sesuai harapan kita,Bu Aryanti besok besok kalau mulai dinas boleh mengecek semua data di Komang Putri,tadi lagi kemana nggak ada...dan Pak Bharata yang lebih tahu dan lebih lama di sini juga lebih tahu seluk beluk permasalahan di sini,selain beliau juga orang Bali paling senior di sini juga paling tahu segalanya di banding saya mungkin"


"Iya terimakasih Pak Daman...Saya ingin ngobrol lebih jauh lagi soal yang lebih dalam tentang satu permasalahan di sini Pak Daman,soal Pak Made Ardika boleh saya tahu dari Pak Daman soal itu ?"


"Bisa kita ngobrolnya di office Bu biar kita enak dan berisik atau di Lobby ujung ?"


"Oh mari mari..."


Aryanti pindah dan menyudahi minumnya berdua berjalan kembali ke Lobby dan duduk di sofa pojok.


"Sebenarnya begini Bu Aryanti kalau harus diurut dari awal permasalahannya,mungkin Ibu Aryanti juga tahu siapa Pak Made Ardika sebelumnya mungkin juga tidak tahu ! sebenarnya Pak Made Ardika itu adalah keturunan keluarga besar dari pemilik tanah ini yang di pakai Hotel ini sebelum di beli Pak Surapraja,awal awal berjalan baik Pak Made Ardika lulusan sekolah luar negeri, Juga awal-awalnya Pak Ardika begitu baik bisa memegang amanat dalam menjalankan kepemimpinan jujur dan secara struktural perusahaan ini berjalan dengan baik dan sangat pesat kemajuannya juga sampai mungkin Ibu Aryanti juga tahu Hotel ini menduduki peringkat tertinggi di Group The Praja Hotel selain mungkin paling strategis tempatnya juga pengelolaannya yang baik, ditunjang juga dengan SDM pengelolanya punya banyak faktor lah dari segala segi sangat menunjang untuk maju untuk menjadi nomor satu"


"Ya ya ya..."


"Sampai pada suatu waktu terbongkar juga ini yang menurut yang saya dengar dan telisik dan melihat fakta kalau sebagian dari keluarga itu tidak setuju menjual tanah ini kepada pengembang Hotel ini yaitu Pak Surapraja, termasuk keluarga Pak Ardika dan setelah itu saya tidak tahu perkembangannya seperti apa cuman itu menurut pandangan saya dan menjadi konflik keluarga besar mereka istri Pak Ardika yang sakit-sakitan waktu itu sampai meninggal dunia entah itu dari pikiran konflik keluarga nya,entah itu dari penyakitnya yang pasti menurut pandangan kita secara nalar itu sudah menjadi takdirnya, dari situ semuanya berawal konflik keluarga Pak Ardika merambah kepada konflik di Hotel ini yang Pak Ardika sebagai pimpinannya"


"Semakin menarik Pak Daman..."

__ADS_1


"Keluarga besar Pak Ardika merasa menjual tanah ini adalah suatu kesalahan dan melimpahkan kepada keluarga Pak Ardika sampai ada tudingan meninggalnya istri Pak Ardika adalah kualat dari menjual tanah leluhur mereka"


"Astaghfirullahaladzim...Pak Daman ini benar benar serius rupanya ya...?"


"Betul Bu Aryanti tetapi kita adalah orang luar dari konflik mereka, kita fokus aja kepada pekerjaan kita jangan terganggu dengan cerita saya dengan kenyataan yang ada,toh kita disini ada hitam diatas putih nya kepemilikan Hotel sah ada badan hukumnya ada bukti-bukti otentiknya dan Insya Allah tidak ada apa-apa kepada kita semua"


"Pak Daman terus Pak I Gustu Made Suardika bagaimana ?"


"Bu Aryanti apa tidak sebaiknya saya cerita ini di hadapan Pak Adrian juga ? maaf bukan saya tidak menganggap Ibu Aryanti tapi saya ingin semua ini di dengar secara bersamaan agar tidak ada lagi saling menerangkan antara Ibu Aryanti sama Adrian dan saya tuntas membahas semuanya yang saya tahu agar menjadi bahan masukan dan pertimbangan yang baik untuk semuanya"


"Betul Pak Daman saya juga berpikiran begitu nanti saya telepon dulu ya siapa tahu dia sudah bangun sudah mandi dan lagi santai mungkin dia bisa kesini"


Baru saja Aryanti mau nelpon Adrian sudah berjalan kearahnya sambil melihat-lihat sekeliling ruangan yang terlihat masih sangat asri dan tertata sangat rapi Adrian berjalan di antara tamu tamu Hotel dan Aryanti berdiri menghampirinya dan menarik tangannya dan menggandengnya untuk duduk dihadapan Pak Daman,Adrian bersalaman dan Pak Daman tersenyum sambil membungkuk.


"Cari minum Ma sayang..." Adrian melirik Aryanti di sampingnya.


"Oh iya Pak Adrian mau minum apa biar saya yang pesankan sama waiters,Bu Aryanti duduk saja..."


"Saya mau kopi saja Pak perasaan saya agak puyeng bangun tidur"


"Baik baik Pak Adrian,Bu Aryanti barangkali mau pesan lagi ?"


"Nggak nambah sayang ?" Adrian meraih kepala istrinya sambil tersenyum nakal dan di tariknya ke dadanya setelah Pak Daman pergi memesan minuman.


"Maksudnya nambah apa tuh ?"


"Nambah apa saja juga boleh..."


"Sepertinya ada yang haus segalanya ya...?" Aryanti kembali duduk dan membetulkan hijabnya.


"Itu sudah mengerti"


Adrian meraih tangan istrinya dan meremasnya sambil matanya tak melihat ke arah Aryanti yang tersenyum.


"Dedek bangun nggak Mas ?"

__ADS_1


"Udah,udah diambil Bi Inah lagi jalan jalan di luar"


Adrian memandang istrinya yang begitu bersemangat sampai sampai tidak istirahat,walau hanya melihat lihat sebagian dari Hotel yang akan menjadi tempat kerjanya tetap saja Adrian agak sedikit kesal,saat bangun bertanya pada Bi Inah Mamanya Neng Alinea ke depan seperti mau kerja begitu.


"Sabar sedikit sayang...masih banyak pekerjaan semua perlu polesan tangan kita untuk sampai pada posisi yang kita inginkan,suami masih kangen di tinggalkan"


"Heeee... memangnya kita habis berpisah jauh ? Ini Aku dekat banget setiap saat selalu ada dan selalu siap sedia..." Aryanti memeluk tangan suaminya.


"Emangnya nggak boleh kalau orang deket kangen harus berjauhan dulu baru kangen ?"


"Idealnya seperti itu heee..."


"Pokoknya nanti malam aku masih kangen titik"


"Pokoknya nanti malam Aku mau kita ke Pantai dulu titik"


"Oke apalagi permintaanmu hemgh ? cuma itu ?"


Adrian memandang wajah istrinya dengan sorot kerinduan dan hasrat yang begitu tinggi menginginkan kebersamaan, entah ini tempat baru bagi mereka,entah atmosfir bulan madu mereka ada di sini semua seakan begitu gairah dan romantis bagi Adrian.


Dan Aryanti pun merasakan hal yang sama,seakan keluar dari rutinitas yang berbeda padahal sama sama di Hotel,kerja,dan aktivitas hanya mungkin ini suasananya dan orang orangnya baru semua.


"Mas aku sudah melihat ruangan mu,apa Mas juga mau melihat ?"


"Sama saja kan namanya ruangan ya seperti itu,tak ada yang menarik selain kita berduaan dalam satu ruangan heee..."


"Yups... Aku sudah menduga jawaban itu"


Adrian tersenyum dan Aryanti menarik tangan suaminya memasuki ruangan yang di peruntukkan untuk dirinya sebagai pimpinan,membuka pintunya menyalakan lampunya dan melihat pemandangan keluar lewat kaca jendela dan Adrian memeluk istrinya dari belakang,Aryanti berbalik menghadap suaminya dan Adrian perlahan mencium kening,pipi hidung dan perlahan ke bibir dengan penuh perasaan,suasana baru begitu membius keduanya.


"Mas..."


"Heemght...apa sayang"


"Aku juga kangen banget..."

__ADS_1


"Iya sebentar lagi juga malam..."


Aaaaah... bersambung !


__ADS_2