Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Lamaran


__ADS_3

Sehabis maghrib semuanya selesai,di rumah Orangtuanya Aryanti lengang hanya hamparan karpet dan suguhan berjejer di sekeliling Karpet dan hanya menyisakan untuk duduk di sekelilingnya, Ada tetangga terdekat dan yang di anggap tokoh masyarakat telah hadir duduk sambil ngobrol.


Aryanti masih sibuk di kamarnya dengan seorang penata kecantikan dan busana yang sengaja di datangkan ke rumahnya,dengan menggunakan kebaya moderen sama seperti Mamanya Aryanti tampak kelihatan pangling banget, dengan polesan make up yang tidak begitu tebal aura cantiknya begitu tampak dengan tubuh langsingnya dan walaupun tetap dia menggunakan hijab tidak menghilangkan kesan kaku dari penampilan kesehariannya.


Bapaknya hilir mudik dengan sudah memakai baju batik terbaiknya melengkapi semua yang di rasanya masih kurang dan di bereskan nya, sejarah pertama kalinya keluarganya mengadakan acara yang begitu resmi setelah sekian tahun terlewati dari mulai selamatan kehamilan istrinya sampai selamatan kelahiran Anaknya dan sekarang sampai pada waktunya anaknya dilamar,dan sebentar lagi selamatan pernikahan putri semata wayangnya.


Begitu suka citanya tetangga tetangga Aryanti yang diajak Mamanya untuk membantu mempersiapkan segalanya terasa ringan beban keluarga kecil ini menerima uluran tangan dan bantuan dari para tetangganya.


Seperti kejatuhan bulan dan bintang-bintang mungkin bahkan meteor keluarga Pak Nurhadi dimata tetangga-tetangganya selain punya jejak yang begitu bagus di mata para tetangganya begitu mulus perjalanan rumah tangganya, punya Anak shalihah, mengurus anak sampai bisa menguliahkan dengan baik dan Anaknya bekerja dengan mudahnya,mendapat rezeki yang tidak terkira sampai mendapatkan jodoh seorang anak pemilik tempat Anaknya bekerja.


"Selesai sudah ...wow cantik dan pas banget dengan kebaya ini,silahkan berdiri,luwes saja berjalan biasa ada yang nggak nyaman ?"


"Nggak,enak,nyaman..."


"Jangan sampai nggak nyaman dan merasa terikat ya terutama di lilitan kain nya"


"Iya mbak"


Aryanti sekali lagi bercermin di meja riasnya meneliti setiap detil dan dananya dari atas kerudung yang di belit belit memakai kain motif kombinasi,kebaya senada sampai bawah semua sempurna, Aryanti tersenyum sendiri di depan cermin membayangkan Adrian dengan sorot matanya memandang dirinya dengan perasaan cinta dan masih dalam suasana kangen-kangenan.


"Sudah selesai Nak,jangan lama lama takut tamunya keburu datang ya..."


"Ya Ma ini juga sudah selesai..."


Mbak mbak penata kecantikan dan busana membereskan semua peralatan dan semua pernik-pernik ke dalam koper jinjingnya yang tadinya semua berantakan di meja rias dan di kasur tempat tidurnya Aryanti.


"Mbak,boleh tanya nggak,kalau di lamar seperti saya ini saya harus ada di mana pas saat tamunya datang ?"


"Heeee... duduk aja di situ nanti juga kalau udah saatnya pasti Teteh di panggil keluar atau di jemput..."


"Heeee...berarti saya nggak usah menyambut tamunya ?"


"Nggak usah kan yang menyambut udah banyak di luar sama Mama Bapaknya kan ?"


''Ya ya ya..."


"Teh kerja ya ? kerja di mana ?"


"Jauh Mbak saya kerja di Pangandaran..."


"Oh,Kerja apa kalau di daerah pantai seperti itu ?"


"Saya kerja di Hotel,kenapa memang Mbak ?"

__ADS_1


"Nggak,seperti nggak kelihatan orang kerja gitu, Teteh bersih banget,cantik dan begitu terawat..."


"Ah Mbak bisa aja...sama saja kali,cuma saya kerja nya di ruangan ber AC"


Aryanti mengambil dompetnya dan memberi satu kartu namanya dirinya sambil tersenyum,dan Si Mbak tukang rias membacanya dan melongo saking terkejutnya membaca jabatan Aryanti,Kepala Pimpinan The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran,


pantesan saja orang nya beda dengan kebanyakan orang pada umumnya,dalam arti penampilannya begitu modis dan sangat menarik,selain badannya terawat dari gaya bicaranya dan sopan santunnya seperti orang yang terpelajar dan berintelektual tinggi.


Dan Si Mbak tukang rias jadi mikir siapa calon pangeran tampannya ? kalau perempuannya saja seorang pimpinan perusahaan ? apa mungkin karyawannya atau bawahannya ? nggak mungkin paling tidak yang punya perusahaan lagi atau jabatan yang sama di tempat kerjaan perusahaan lain.


"Boleh main ke Pangandaran saya akan senang menerima Mbak heee..."


"Oh semoga kesampaian,paling kalau tahun baru atau piknik saat habis lebaran pernah beberapa kali saya ke Pangandaran tapi nggak nginep di Hotel,sekarang punya kenalan orang Hotel pasti saya nginep heee..."


"Ya ya ya saya tunggu Mbak..."


"Nak tamunya sudah datang"


Mamanya Aryanti memberi tahu,dan melongokan kepalanya ke dalam kamar Aryanti,Aryanti menjadi deg degan juga, ketemu keluarga Adrian,mungkin akan komplit,Bapaknya,Ibu Handayani mungkin Pak Daud,Adelia juga Fath dan entah siapa lagi.


Setelah basa-basi penyambutan tamu yang dipersilahkan masuk dan duduk semua, yang di pertuakan kedua orang tua dari keluarga Aryanti yaitu pemuka tokoh masyarakat di lingkungan setempat dan semua tamu telah duduk tempatnya masing-masing dari pihak keluarga Aryanti mulai membuka acara dengan menyambut tamu yang datang dan bertanya maksud serta tujuannya.


Sampai pada Pihak keluarga Adrian yang menjawab pertanyaan pihak pribumi,dan langsung Pak Surapraja yang bicara.


Aryanti keluar sambil tersenyum di ikuti Mbak penata rias dan di bimbing Mamanya dan di beri tempat di sebelah Bapaknya jadi bersebrangan dengan pihak dari keluarga Adrian.


Semua mata jelas tertuju dan fokus pada Aryanti yang sangat cantik dengan kebayanya, juga setelan lainnya,begitu pangling dari penampilan keseharian nya,begitu sempurna semua dandanan yang melekat di tubuhnya seolah klop dengan pembawaannya


Adrian tersenyum dan matanya tak lepas dari Aryanti yang kebanyakan menunduk nya dengan tetap tersenyum,Adelia yang duduk di belakangnya bersama Fath merasa geli dan lucu melihat Adrian yang tak lepas memandang Aryanti yang ada di depannya,lalu Adelia berbisik di telinga Kakaknya sambil mengusap mukanya Adrian.


"Tarik nafas Kak ...jangan sampai pingsan ini baru lamaran belum nikah..."


Adrian menyikut Adiknya Adelia.


"Apaan sih lu"


Adelia dan Fath tertawa kecil berdua.


"Silahkan Nak Adrian bertanya langsung pada Dek Aryanti,biar Bapak yang tuntun atau bisa sendiri ?" Pak Daud bicara memulai lagi.


"Oh di tuntun aja Pak heee...."


"Tuh kan Anak sekarang ngomong aja mesti di tuntun,bagaimana bisa meyakinkan calon istrimu yang cantik itu ? haaaaaaaa haaaaaaaa... " semua pada tertawa.

__ADS_1


"Ya sudah biar Bapak tuntun saja..."


.................................


"Dek Aryanti saya membawa keluarga sebagai saksi,saya Adrian melamar Ananda untuk menjadi istri saya,Sudi kiranya Dek Aryanti menerima lamaran saya ?


Aryanti tersenyum mendengar penuturan Adrian dan dengan memandang mata Adrian Aryanti menjawab walau agak pelan tapi terdengar jelas.


"Saya Aryanti Arifah menerima lamaran Mas Adrian,dan saya bersedia menjadi istrinya"


Semua pada tersenyum,Mamanya Aryanti merengkuh bahu anaknya sambil mengusap usap punggungnya mencurahkan kebahagiaan kalau dirinya begitu merestui pilihan anaknya.


Begitu juga Ibunya Adrian dan Adelia serentak memeluk Anak dan Kakak mereka tanda kebahagiaan.


"Saya atas nama keluarga Bapak Surapraja membawa sedikit bingkisan untuk keluarga di sini khususnya Dek Aryanti dan juga sedikit biaya seandainya keluarga di sini ingin membuat syukuran kebahagiaan sampai pada saatnya nanti hari pernikahan mereka yang akan dibahas selanjutnya"


"Mengingat keluarga Pak Surapraja masih punya anak yang sekolah di luar negeri yang kebetulan sekarang lagi pulang karena liburan, jadi pihak keluarga kami ingin secepatnya melangsungkan pernikahan agar semua bisa menghadiri dan memberi do'a restu termasuk keluarga atau adiknya Nak Adrian sebelum dia berangkat lagi ke Australia,jadi kita tentuin saja tanggal pernikahan dan resepsinya sekarang bagaimana dari pihak keluarga Aryanti ?"


"Saya sebagai orangtuanya saya mengikuti saja silahkan atur sebaik baiknya" Pak Nurhadi menyerahkan kembali penentuan tanggal dan hari pernikahan Anaknya


"Ya sudah satu minggu dari sekarang,cukup untuk persiapan semuanya ? jadi hari minggu akad nikah dan sore sampai malam resepsinya,kami siap menampung tamu kedua belah pihak,semua biaya segalanya,di tanggung keluarga pihak laki laki,dan tempat nya di The Praja Hotel Bandung bagaimana ?"


Semua tidak ada yang tidak setuju semua kesepakatan dengan penawaran yang begitu tidak memberatkan dari pihak laki-laki dan semua ditanya persetujuannya, lamaran usai


semua ngobrol santai dan sambil makan semua jamuan yang telah di sediakan.


Dan sesi fhoto seolah sesuatu yang wajib ada di setiap momen dan acara apalagi ini acara penting keluarga,Pak Daud menyerahkan beberapa gepok uang di amplop coklat,juga parcel parcel berisi dari mulai pakaian,perhiasan dan juga makanan sampai buah buahan...


Adrian mencium tangan Aryanti,sambil matanya memandang dengan perasaan bangga sebentar lagi kamu jadi milik aku seutuhnya,dan Aryanti hanya tersenyum.


"Hai Kakak...mulai besok Kak Adrian nggak boleh ketemu kak Aryanti seminggu sampai hari H nya iya kan Bu ?"


"Heeee...harusnya seperti itu di pingit dulu,biar katanya nanti pas hari H nya begitu ketemu jadi pangling"


"Yaaaaah.... baru ketemu udah nggak bisa ketemu lagi,berpisah setahun aja belum terobati,bisa nggak di tawar di pingitnya sehari saja ?"


Semua tertawa.


"Ya biarlah di pingit juga asal masih bisa video call"


"Ya nggak bisa Kakak,namanya di pingit ya nggak komunikasi sama sekali"


"Sepertinya menyiksa banget aturannya"

__ADS_1


"Sudah Mas tenang,paling tiga hari kok di pingit nya kita masih bisa ketemu tiga hari kedepan heeee...." Aryanti memberi pengertian.


__ADS_2