Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Jangan menangis sayang...


__ADS_3

Adrian membuka kembali ponselnya dan membuka laptop juga telah lama rasanya ia tidak membuka laptop pesan e-mail atau apapun yang ada di laptopnya dan benar adanya Adrian menemukan e-mail yang telah berapa hari dikirim Aryanti pada dirinya, sebait puisi kerinduan dan curahan Aryanti yang begitu mendalam dan juga harapan kepada dirinya, dibaca Andrian dengan perasaan sangat lemas dan hati bergetar.


Mendengar khabar Aryanti dari Pak Edi yang menurut pandangan Pak Edi Aryanti kelihatan murung banyak melamun,sensitif,tak bergairah dan berusaha mengalihkan ingatannya,dengan kerja tanpa ingat waktu membuat perasaan Adrian sakit,dan begitu nyelekit di tenggorokannya,tetapi kenapa dirinya tidak berpikir sejauh itu dirinya malah sibuk mengikuti keinginan hatinya menjaga perasaan Jihan bahkan dirinya sampai berantem segala dengan Adiknya sendiri Adrian sungguh merasa bersalah,walau di satu sisi Jihan adalah temannya juga.


Ingin rasanya Adrian sekali lagi minta maaf kepada Adel ingin dirinya menelepon Aryanti mungkin akan lebih ceria kalau bisa bersama Adel, tetapi saat ini Adelia mungkin masih marah sama dirinya Adrian mengaku dirinya sangat salah, begitu banyak kesalahan dalam hidupnya seandainya dulu dia tidak melakukan hal konyol di malam tahun baru menjaga perasaan Livia mungkin kejadian ini tidak akan terjadi akhirnya dirinya berpisah dengan Aryanti,juga kalau dulu dirinya tidak cemburu sama Habil mungkin dirinya tidak mengacak acak dan merusak semua peralatan dimeja kerja Aryanti di fikir sekarang betapa sakitnya hati Aryanti saat itu, dan sekarang seandainya dia berpikir kemarin itu dan mendengar kata-kata Adiknya untuk tidak pergi bersama Jihan dan sekarang dia bisa mengajak Adel untuk menelepon Aryanti bersama-sama.


Penyesalan tidak datang diawal,semua datang saat sudah kejadian dan merasakan, selalu datangnya di akhir saat kita menyadarinya


Adrian mengetuk kamar Adel,dan Adel membukanya lalu kembali duduk sambil menatap laptopnya,Adrian masuk seperti anak yang baru di hukum Ibunya karena nakal,lalu ikut duduk depan Adelia di salah satu sisi tembok.


"Lu masih marah sama gue ya..?"


Adel diam saja,nggak ngomong nggak nyahutin melirik juga nggak malah seperti nggak denger.


"Pokoknya gue nggak enak gue minta maaf,gue menyesal,gue janji nggak mengulangi lagi,gue sadar itu salah,nggak mikirin perasaan banyak orang seperti kata lu"


"Tadinya gue berfikir hanya akan berteman biasa saja sama si Jihan,tapi lu benar kelihatannya dia suka sama gue"


"Lu maafin gue nggak ? kalau nggak di maafin gue pasrah saja,kalau lu mau menghukum,gue siap melakukan apa aja..."


Adelia baru melirik Adrian dan melihat kesungguhan di mukanya,melihat muka Kakak nya Adelia seperti melihat muka Bapak nya,ada rasa kasihan di hatinya,dan kelihatan Kakaknya begitu menyesal.


"Apa setiap kesalahan harus di hukum baru sadar ? apa Kak Adrian sadar kenapa Kakak sampai di kirim ke Australia ini karena apa ?


mulailah berubah Kak jangan di sadarkan dengan hukuman,sangsi dan lain lainnya,yang jadi korban bukan hanya kita yang melakukan orang lain yang tak tahu menahu jadi kebawa bawa..."


"Iya lu benar,sekali lagi gue minta maaf"


"Jangan minta maaf sama aku,aku sudah memaafkan Kakak dari kemarin juga,tapi tuh minta maaf sama Kak Aryanti,sama Ibu juga sama Bapak"


"Mereka nggak tahu apa apa,yang terpenting aku janji dengan sepenuh hati semua akan berubah"


"Pokoknya aku nggak mau lagi melihat Kakak berlaku sembarangan,berlaku seenaknya, menyepelekan masalah"


"Iya aku ngerti,sebagai permintaan maaf dan perdamaian gue kasih lu jajanan banyak banget ayo ke kamar gue...."


"Aaaaaaah Kakak...!"


Adrian menarik tangan Adel ke kamarnya dan menutup pintu karena Adel teriak-teriak tetangga kamarnya pada nongol di depan pintu termasuk Jihan semua heran Ada apa dengan adik Kakak ini semua geleng-geleng kepala.


"Nih gue beliin semua buat lu,tapi gue minta tolong sama lu sekarang..."


"Minta tolong apaan ? berarti Kakak kasih jajanan ini semua sogokan lagi ?"


"Lu negatif thinking aja sama orang,gue mau minta tolong itu kita telephon Aryanti sekarang,soalnya kalau di telephon sama lu kelihatan bahagia banget,gue mau dia bahagia, gue banyak salah sama dia,apa yang bisa gue lakukan untuk dia sekarang selain membuatnya tersenyum,itu cukup bagi gue..."


"Begitu dong,baru nyadar kalau permata yang berkilau itu ada di genggaman,bukan di angan angan dan khayalan..."

__ADS_1


Adrian menyodorkan ponselnya ke depan Adel dan Adel membukanya dan mencari nama yang di tuju lalu memijitnya, Adrian membiarkan Adel yang meneleponnya membiarkan juga Adel yang bicara pertama kali.


"Lama Kak nggak di angkat tidur kali..."


"Masa jam segini tidur? coba sini gue sambung lagi"


"Nih nih...nyambung tuh"


Aryanti tersenyum lebar di layar


"Hai Adel... Assalamualaikum"


"Ya Kak Waalaikum salaam, Kok suaranya serak gitu lagi nggak enak badan ya ? Kak Aryanti sakit ?"


"Nggak Kok cuma masuk angin sedikit,Adel sehat juga Kak Adrian ?"


"Sehat Kak Alhamdulillah,kak Aryanti kecapean kali,kerjanya terlalu semangat apa tugasnya terlalu banyak heee..."


"Nggak juga Del,biasa aja kebetulan ini mah cuacanya lagi enggak bersahabat terus kondisi badannya lagi kurang fit"


"Kak Aryanti kangen nggak ke orang ini nih heee..." Adelia mendekatkan layar ponsel ke dekat muka Adrian yang lagi melototi layar laptop.


"Heee...sama aja kali seperti Adel kalau jauh sama itu tuh... yang orang mana kata Kak Adrian waktu itu Malaysia ya ? kapan kenalin ke Kakak ?


"Heee...ntar Kak Aryanti Adel ajak deh jalan-jalan ke Malaysia sama Kak Adrian..."


"Aamiin...Kakak nya mana Del kok anteng aja kayaknya"


"Sayang..."


"Lagi sibuk banget ya kayaknya"


"Sibuknya mikirin kamu heee..."


"Alah... gombal nya mulai..."


"Kak Aryanti mau nggak nih potato chips,kak Adrian yang beliin tumben lagi baik hati...beliin jajanan banyak banget"


"Iya Del makasih,buat Adel aja..."


"Udah udah bawa semua ke kamar lu..."


"Kak Aryanti Adel pulang dulu ya daaaaah..."


"Iya Del"


"Sayang maaf aku baru buka laptopnya jadi aku baru baca heee...kayaknya aku nggak tidur malam ini"

__ADS_1


"Mau ngapain nggak tidur ?"


"Mau mengkhayal kamu"


"Kan kita pernah bersama,dan aku ingin kita tetap bersama bukan dalam khayalan"


"Tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang sayang,selain menepuk bantal tiga kali dan memanggil namamu heeeee..."


"Heeeeeee... Mas ingat aja"


"Apa yang nggak ingat dari kamu sayang...kamu jangan sakit ya nanti aku jadi kepikiran terus jaga kesehatan,makan pada waktunya..."


"Iya Mas,ini mah cuma masuk angin biasa aja, batuk sedikit,mungkin batuk rindu heee..."


"Aku cuma enam bulan lagi,nanti kita isi senja di pantai Pangandaran bersama lagi, aku ingin memelukmu semalaman,dan kita rencanakan lagi semua rencana kita yang tertunda,aku ingin menikah dengan mu sayang..."


"Mas..."


Merasa di ingatkan kembali,merasa tempat mengadunya ada dihadapannya Aryanti tak kuasa menahan air mata nya, apalagi sekarang dirinya dalam keadaan kondisi kurang enak badan kesedihannya semakin memuncak yang tadinya ia ingin terlihat tegar dihadapan Adrian tapi itu tak bisa,tak bisa disembunyikan nya.


Aryanti menyimpan ponselnya di senderin di bantal kedua tangannya menutup mukanya,bahunya naik turun menahan tangisan.


Adrian melihat semua itu hatinya remuk redam,tak bisa apa apa,hanya membiarkan belahan jiwanya merasa lebih tenang dan bisa bicara kembali.


"Jangan menangis sayang,maafkan aku ya...aku begitu banyak salah padamu...kalau kamu kuat aku juga pasti kuat melewati semua ini"


"Maafkan aku juga Mas, aku tak sekuat yang Mas kira"


"Sudah sudah kita jangan saling membebani,ayo lapangkanlah hati kita,bebaskanlah jangan tekan hati kita dengan perasaan yang lain lain yang penting kita komunikasi,aku janji seminggu dua kali pasti telephon kamu ya sayang..."


Aryanti merasa sedikit tenang dan bisa menatap Adrian walau dengan linangan air mata


Adrian mengusap air mata Aryanti walau hanya ada dalam layar ponselnya.


"Aku ingin memberi kebahagiaan sayang bukan malah mengundang air matamu,aku ingin menghapusnya dengan menghadirkan senyummu kembali yang tak akan pernah hilang dari ingatan"


"Maafkan aku Mas..."


"Apa yang harus di maafkan sayang,kamu adalah setitik cahaya di dalam hidupku,penyemangat ku,pembawa perubahan besar di dalam hidupku,aku cinta kamu,aku sayang kamu sepenuh hatiku,sudah jangan menangis lagi,sabar dan sabar semua akan berakhir...damaikanlah hatimu,coba senyum manisnya mana ?"


Aryanti mengangguk sambil tersenyum kaku ,hatinya tenang melihat Adrian. begitu tenang.


"Mana cincinnya sayang ?"


Aryanti senyum sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya,dan mereka berdua tertawa kecil bersama."


"Sudah ya,istirahat minum obat dan tidur,besok nggak usah kerja kalau belum baikan mah ya...

__ADS_1


"Iya Mas....


"Yu Salamualaikum...!


__ADS_2