Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Perjalanan


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati Aryanti dan Adrian juga seorang sopir Pak Tono jam sembilan sudah mengabari mobil sudah menunggu di ujung gang,Aryanti yang sudah selesai berkemas dan berdandan menghampiri kedua orangtuanya,dengan sigap Pak Nurhadi dan Ibunya siap siap membawakan koper Anaknya ke depan dan Ibunya menjinjing tas yang kecil Aryanti mengikuti di belakang keduanya dengan perasaan tak menentu.


Sampai depan Adrian dan Pak Tono pada berdiri di samping mobil, Pak Tono cepat mengambil koper dan bawaan Aryanti lainnya dan memasukannya ke dalam mobil,Adrian menyalami Bapak dan Ibunya Aryanti basa basi ngobrol entah apa yang di bicarakan nya,Aryanti memeluk Ibunya sambil berlinang airmata.


"Nggak ada kata lagi dari kedua orangtuamu Nak selain jaga diri baik baik"


"Ya Ma Pak"


Sekali lagi mereka berpelukan di saksikan Adrian dan Pak Tono yang tak lama Pak Tono masuk dan menghidupkan mobilnya,di susul Aryanti dan terakhir masuk mobil Adrian,Aryanti menyeka airmatanya dan Adrian meliriknya mereka duduk di kursi barisan kedua,Adrian memegang tangan Aryanti tanda menguatkan dan memberi kekuatan juga meyakinkan semua akan baik baik saja,Aryanti gelagapan dan menarik perlahan tangannya yang di genggam Adrian,Adrian hanya tersenyum dan mengangguk.


"Pertama kali berpisah dengan Ortu ya ?"


"Heemght"


"Pantesan sedihnya kebangetan,Bandung Pangandaran deket kok,banyak Dari Bandung yang pada ke pantai liburan 4 jam 5 jam nyampai"


"Iya"


"Orangtuamu bisa sekali kali datang sambil liburan"


Aryanti hanya menunduk dan Adrian menepuk halus bahu Aryanti,Adrian berusaha mengalihkan fikiran Aryanti ke hal hal yang lebih ceria tapi Aryanti diam saja.


"Temanmu di pamitan nggak ?"


"Oh temanku Mitha ? udah kemarin"


"Ya kali kali kalau nanti kita udah stabil ajak juga temanmu itu liburan"


"Heemght"

__ADS_1


Terus temanmu yang lainnya gimana pada tahu kamu kerjanya sekarang jauh ?"


"Temanku yang mana lagi ?"


"Ya nggak tahu barangkali aja teman cowokmu kali ?"


"Aku kan nggak ada teman cowok,paling teman di taekwondo,hampir semua cowok"


"Cantik cantik masa sih jomblo ?"


"Mas Adrian sendiri pamitan nggak sama ceweknya ?"


"Nggak !"


Aryanti balik bertanya sembari mukanya agak memerah dan di jawab Adrian dengan tegas.


"Aku udah nggak sejalan lagi,terlalu jauh berbeda fikiran, kami masing masing punya prinsip,dan nggak ada titik temunya,sudah nggak ada kecocokan lagi"


"Maka nya itu hanya teori saja kalau saling sayang nggak melihat pasangan kita ada apanya tapi apa adanya"


Aryanti terdiam dalam hatinya mengiyakan apa kata Adrian,walau pada kenyataannya Aryanti belum pernah yang namanya pacaran seperti orang lain,cuma tahu teorinya saja yang suatu saat nanti pacaran akan seperti ini itu,baru ada dalam khayalannya saja. bahkan tipe cowok idamannya seperti apa belum terbayangkan,yang ada di fikirannya hanya kuliah dan sekarang kerja dengan hati dengan kejujuran dan semangat yang tinggi,jangan sampai mengecewakan orang yang memberi kepercayaan pada dirinya.


"Hai kok jadi melamun?" Adrian mengagetkan Aryanti yang dari tadi diam mencerna apa yang di ucapkan Adrian.


"Mungkin seperti aku Mas,Aku belum.pernah pacaran serius dan yang ku tahu hanya teori dari buku dan novel bacaan saja heeeee"


"Banyak pilihan dan prinsip dalam hidup ini,aku salut sama kamu gadis secantik dan sepintar kamu mustahil nggak banyak yang ngejar"


"Ah Mas bisa aja,Aku merasa biasa aja"

__ADS_1


"Emang seperti itu tak banyak gadis yang menyadari dirinya menarik cantik pintar,tapi kebanyakan gadis gadis merasa paling cantik dan paling tahu segalanya,akhirnya apa ? kepedean sendiri"


Lima bulan kurang lebih Adrian bersama sama dengan Aryanti belajar,bekerja dan diskusi segala sesuatu menyangkut pekerjaan tak bosan-bosan nya Adrian setiap kali memandang wajah tirus berlesung pipi dengan kulit eksotik putih enggak begitu,tapi hitam juga nggak lebih ke kuning buah langsat.


Adrian melirik Aryanti yang tertidur di sebelahnya,sekali lagi Adrian mengamati Aryanti yang tertidur pulas dengan tangan di lipat di dadanya,Aryanti memang cantik,kecantikan khas wajah Indonesia,Adrian begitu mengagumi sosok Aryanti walau pada kenyataannya dia pintar tapi terlihat sangat polos dengan dandanan stelan hijab yang tak pernah lepas dari badannya,membuat Adrian segan di buatnya.


Dengan perlahan Adrian menggeser lebih dekat ke dekat Aryanti yang lagi tertidur walau guncangan mobil kadang menggoyahkan badannya,entah rasa apa yang ada di hatinya Adrian begitu ingin melindunginya,dan akhirnya Aryanti dalam keadaan tertidur menyenderkan kepalanya di bahu Adrian,Adrian tahu Aryanti tak sadar dalam keadaan tidur dan Adrian membiarkan kepala berhijab itu tertidur di sebelah bahunya.


Musik lembut yang mengalun dari tape mobil menambah orang menjadi ngantuk seperti di Nina bobo kan,tapi Adrian tak bisa tidur asik dengan perasaannya sendiri atau terkadang ngobrol dengan Pak Tono sopir di depan biar tetap fokus dalam membawa kendaraan.


Harum parfum dari sebelahnya membuat Adrian memejamkan mata menikmatinya,wangi khas Aryanti setiap berdekatan selalu tercium wangi seperti ini,begitu hafal dan tak mudah lupa apa yang ada di diri Aryanti,senyumnya,kerlingannya, atau saat merasa malu kedua pipinya merona merah,dan entah kenapa semua itu membuat Adrian hatinya berbunga.


Separuh perjalanan telah di lewatinya tapi Adrian belum ingin berhenti walau Pak Tono nanya berkali kali takut majikannya sudah mau istirahat atau makan sekedar ngopi,tapi selalu di jawab nanti kalau Bu Aryanti sudah bangun.


Tak tega rasanya Adrian membangunkan Aryanti yang kelihatannya pulas banget dalam tidurnya,sepertinya cape banget mengepak segala kebutuhannya belum lagi perasaan yang akan berpisah dengan kedua orangtuanya pasti malam tadi Aryanti kurang tidur.


Sampai pada palang lintasan kereta api mobil terguncang agak kuat dan Aryanti terbangun,menyadari dirinya tidur di bahu Adrian Aryanti gelagapan dengan mata merah meminta maaf,tapi Adrian malah menempel kan telunjuk di bibirnya.


"Tidur aja lagi kalau masih ngantuk"


Aryanti terdiam,dan Adrian menarik kembali perlahan kepala Aryanti ke posisi semula dan menarik sebelah tangannya dan di genggamnya jemari lembut itu,Aryanti menurut aja entah ngantuk entah apa,tapi tak bisa di pungkiri hatinya bergejolak deg degan tak menentu,kakinya lemas tapi berusaha tenang setenang tenangnya dan menikmati genggaman tangan itu.


Adrian tahu Aryanti nggak tidur kali ini tapi membiarkan nya dalam posisi itu,Apa Aryanti juga menikmati kedekatan ini seperti dirinya ?


Adrian tak melepaskan genggaman tangannya malah ibu jarinya mengelus elus bagian tangan yang kejangkau dengan jarinya itu.


Menyadari semua itu Aryanti membuka matanya dam memandang wajah simpatik di sebelahnya seakan meminta jawaban arti dari semua itu,Adrian mengangguk dan mencium punggung tangan Aryanti dan Aryanti kaget banget langsung gelagapan dan mukanya memerah sambil menarik tangannya tapi Adrian tak menghiraukannya.


"Pak Tono berhenti aja kalau ada rest area kita makan siang dulu"

__ADS_1


"Oh baik Pak Adrian,saya juga udah kebelet pengen ke WC heeeee"


"Ya sudah pilih aja tempatnya yang nyaman"


__ADS_2