
Aryanti menyenderkan kepala di bahu Adrian di jok pesawat penerbangan pertama Husen Sastranegara - Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, jarak tempuh kurang lebih 1 jam 45 menit, membuat Adrian dan Aryanti santai bermesraan,sambil mengingat rentetan yang mereka lakukan semalam,mengingatnya adalah hal terindah,dan betapa berkesan di hati mereka,dan setiap ingat selalu ada senyuman di hati masing masing.
Betapa tidak mereka nggak tidur semalaman sampai pagi menjelang dan bersiap siap Pak Agum mengantar mereka,mereka belum memejamkan mata sakit pun, mereka menghabiskan waktunya dengan bercinta,bermesraan karena pikiran Adrian nanti juga di pesawat bisa tidur dan sesampainya di Bali mereka bisa langsung istirahat.
Entah sugesti ramuan jamu atau keduanya lagi mabuk pengantin,begitu tak ada rasa kantuk mereka,mulai dari bercinta,belai sayang,cium peluk dan semua di tumpahkan dan istirahat browsing lagu paforitnya masing masing, atau mencari daerah wisata yang paling mengasyikan, terkadang tertawa,terkadang sunyi,atau terkadang juga nafas yang memburu dan ngos ngosan.
Cuti pernikahan mereka benar benar di habiskan dengan melampiaskan rasa sayang mereka,dan dengan suka cita yang mendalam seakan tiada hari esok lagi dan waktu tak akan datang kembali.
Aryanti tidur di bahu Adrian,Adrian mengecup keningnya,dan membiarkan istrinya terlelap,di raihnya jemari Aryanti dan di genggamnya sambil memainkan cincin pernikahan mereka,cincin tunangannya tidak di pakai di ganti dengan cincin pernikahan.
Pacaran kurang lebih setahun dan tunangan setahun waktu yang begitu penuh tantangan,juga penantian juga menggunungnya rindu mereka,dan kini semua terbayar lunas.
Penerbangan 1 jam 45 menit tak terasa,Adrian membangunkan Aryanti dengan mencium pipinya,sambil menggesek gesekkan kumis dan dagunya yang belum cukuran saat pesawatnya akan landing, Aryanti kaget dan lumayan ada rasa paranoid.
"Sayang sudah mau sampai,bangun kamu tidur lama banget..."
"Memang Mas nggak tidur ?"
"Enggak"
"Kenapa ?"
"Aku mau tidurnya nanti di perut kamu saat kita sudah sampai kamar Hotel"
"Mulai lagi ya...!"
"Heee...kan ini bulan madu kita sayang"
"Iya kalau aku ngantuk juga capek Mas prasmanan sendiri ya,tapi aku sediain dulu bahannya heeee..."
__ADS_1
"Enak aja emang enak apa bercinta sama pohon pisang yang nggak ada perlawanan..."
"Haaaaaaaa..."
Pesawat turun dengan mulus nya menurunkan semua penumpang termasuk Adrian dan Aryanti yang melangkah menuju ruangan bandara menunggu koper mereka keluar, Adrian menyuruh Aryanti duduk di ruangan tunggu,dan lalu mereka menuju
ruang penjemputan dan pemesanan taksi,Adrian celingukan dan melihat ke arah orang orang yang menjemput dengan memakai nama yang ditulis di kertas untuk menjemput siapa jadi tertulis di situ,Adrian berjanji dengan Pak Made Ardika untuk menjemputnya di bandara ini.
Adrian tersenyum saat melihat seorang laki-laki paruh baya mengacungkan kertas dengan tulisan 'Welcome Adrian Surapraja dan Aryanti' itu berarti sopir Hotel atau sopir pribadinya Pak Made Ardika yang menyuruh untuk menjemputnya.
Adrian melambaikan tangan dan bersalaman memperkenalkan diri, Adrian menyerahkan kopernya Pak sopir langsung memasukannya ke bagasi belakang Adrian dan Aryanti masuk ke mobil,mobil pun berjalan dengan perlahan di tengah kemacetan lalu lintas di dalam bandara.
Jarak antara bandara sampai Pantai Kuta kurang lebih 9,3 km ditempuh barang beberapa menit saja udah sampai di The Praja Hotel dan Restourant Bali terletak di Pantai Kuta, walaupun tidak persis di pantainya tetapi memiliki atmosfer pantai yang begitu kuat terasa seperti The Praja Hotel dan Restourant Pangandaran,Pantai Kuta termasuk salah satu pantai terindah yang ada di pulau Bali dengan pasir putih yang membentang memanjakan setiap wisatawan yang berkunjung membuat semuanya menjadi indah apalagi di lalui saat melewatkan bulan madu mereka.
Begitu strategisnya The Praja Hotel dan Restourant yang berada di Kuta Bali karena begitu dekatnya dengan bandara, akses yang tidak terlalu jauh otomatis tidak memakan biaya banyak dan langsung sudah menikmati liburan dengan suasana pantai dan pelayanan Hotel, pantas saja The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali yang paling tinggi dalam hal income kepada The Praja Group.
Adrian dan Aryanti sampai di pelataran The Praja Hotel,dan di sambut Pak Made Ardika selaku pimpinan utama di The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali.
"Selamat datang Pak Adrian sama Bu Aryanti,selamat atas pernikahan nya semoga langgeng dan bahagia sukses selalu,maaf saya tidak bisa hadir waktu itu karena urusan keluarga,ayo mari silahkan masuk,kami telah menyediakan kamar VIP buat Pak Adrian sama Bu Aryanti juga guide wisata Hotel kami siap mengantar anda kapanpun di butuhkan...semoga liburannya menyenangkan"
"Sama sama Pak Made Ardika saya sama istri saya merasa terhormat bisa di terima di sini...heee..."
"Mari saya antar ke kamarnya barangkali mau istirahat" Pak Made Ardika menyerahkan kunci kamar pada Adrian dan mempersilahkan mengikutinya, staf yang lain pada tahu siapa Adrian tapi bagi karyawan yang lain merasa heran kok sampai Pak Made Ardika yang mengantar tamu ini,sebegitu istimewanya kedua tamu ini.
The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali begitu megah dengan bangunan khas nuansa Bali begitu kental,kekaguman Aryanti bukan hanya pada bangunan Hotel yang begitu megahnya tapi ke Pak Praja sang pemilik dan pemimpinya, yang sekarang menjadi mertuanya,satu Hotel saja memiliki aset yang berjalan begitu besarnya,belum keseluruhan modal awal sampai bisa seperti ini ratus M mungkin ukurannya kalau di taksir rupiah,belum hotel hotel lain yang ada di Bandung,Bogor,Pangandaran, Batu Malang, Medan,dan Bali total 6 Hotel kelas bintang,berapa keuntungan bersih per bulan,dan yang utama bisa merekrut tenaga kerja sampai ratusan bahkan ribu...
Aryanti tak bisa membayangkannya,tapi satu yang begitu selalu jadi perhatiannya keluarga Pak Surapraja begitu sederhana,seperti masyarakat pada umumnya,juga Ibu Handayani tidak kelihatan begitu glamor dan mencolok,apalagi anak anaknya Adrian kelihatan biasa saja hanya royal untuk segala yang berhubungan dengan dirinya,bahkan Adrian sempat tak di beri kartu kredit atau uang cash,dan Aryanti pernah mentraktirnya makan saat awal awal kerja,Adelia apalagi senangnya makan dan bikin cilok juga rujak di rumahnya dan di makan bareng bareng, begitu kontras sebaliknya dengan keadaan harta tak ternilai keluarganya.
"Silahkan Pak Adrian , Bu Aryanti...selamat istirahat,ada perlu apa apa silahkan hubungi kami,kalau butuh mobil nggak pakai sopir untuk privasi tinggal kontak saya"
__ADS_1
"Ya ya ya...terima kasih Pak Made Ardika terimakasih banyak"
Pak Made Ardika permisi dan Adrian menutup pintu,Aryanti keliling kamar dan membuka gorden view pantai yang begitu indah di kejauhan mengundang Aryanti untuk segera menginjakkan kaki di Pantai Kuta,Aryanti menyimpan tasnya di atas kasur yang ada taburan bunga melati nya,juga di kedua sisinya di pasang lampu minyak aroma terapi yang menyala selalu,lemari pakaian,sofa untuk dua orang,kulkas dan kamar mandi dengan harum khas rempah rempah menenangkan.
Adrian keluar kamar mandi dan telah berganti pakaian santai,dengan celana pendek dan kaos,lalu meloncat ke atas kasur dan melemparkan diri.
"Janji aku sudah terpenuhi,sekarang kita ini di Bali sayang..."
"Iya tapi belum kemana mana..."
"Ngapain kemana mana,enakan di sini di kamar emght....nyaman banget..."
"Jadi kita jauh jauh ke Bali hanya untuk tidur doang ?"
"Emang mau ngapain ?"
"Maaaaaas...!"
Aryanti melempar bantal pada Adrian dan Adrian tertawa ngakak.
"Kalau begini ngapain kita ke Bali ke Pangandaran saja,sama sama pantai sama sama tidur..." Aryanti cemberut.
"Iya sayang bilang mau ke mana ?"
"Ya aku nggak tahu,pokoknya keluar nggak mau di kamar melulu"
"Haaaaaaaa...,iya tapi besok ya,sekarang tidur dulu,aku belum tidur sama sekali dari semalam,kamu enak bisa tidur di pesawat tadi walau beberapa jam..."
Aryanti diam melihat Adrian tertidur dengan lelapnya,Aryanti melihat pemandangan pantai Kuta dari balik jendela kamar Hotelnya.
__ADS_1