Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Mengingat masa bahagia


__ADS_3

"Linda apa kamu pernah merasakan sakit hati yang sangat dalam ? mungkin seperti sakit hatinya aku saat ini"


"Bu Aryanti semua orang juga pasti pernah mengalami sakit hati,kecewa,walaupun permasalahannya berbeda-beda"


"Coba kamu fikirkan Linda di mana letak kesalahan ku,yang objektif aja dan tidak pro kepada siapa siapa, aku ? apa Adrian ? perasaanku semua tindakan yang aku lakukan penuh dengan perhitungan dan pertimbangan"


"Sudahlah Bu Aryanti, mencari letak kesalahan seseorang tidak akan selesai selesai masalahnya, menurut saya pendapat pribadi ini Bu Aryanti salah Pak Adrian juga salah jadi semuanya sama-sama salah,rasa cemburu Bu Aryanti dan Pak Adrian menurut saya itu berlebihan mungkin seperti rasa cintanya juga kali heeee...."


Aryanti menghela nafas panjang menerawang dengan bola matanya jauh ke langit-langit kamar.


"Pak Adrian sorot matanya begitu marah mungkin cemburu berat saat melihat Bu Aryanti naik ke panggung bersama Pak Habil lalu bernyanyi dengan mesranya dan dia langsung ke office mengacak-acak semua meja kerja Bu Aryanti, melampiaskan amarahnya di kantor"


"Apa seandainya kamu di posisi saya Linda melihat teman dekat kita bersama perempuan lain di dalam kamar dalam keadaan mabuk apa yang akan mereka lakukan selanjutnya kalau kita tidak datang waktu itu ? bagaimana perasaan kita ?"


"Sudahlah Bu Aryanti jangan terus diingat-ingat semua malah akan menambah sakit hati kita, simpanlah semua hal hal buruk jauh di sudut hati, mungkin ini ujian kita menuju ke arah hubungan yang serius, karena kata orang tua kalau hubungan tanpa permasalahan sama aja seperti tak ada tantangannya"


"Mungkin juga seperti itu Linda"


"Saya melihat Pak Adrian begitu mencintai Bu Aryanti,sudahlah sabar kasihan Mamanya Bu Aryanti jadi terbebani melihat anak kesayangannya sakit,istirahat biar cepat pulih dan bisa pulang ke Bandung untuk menenangkan diri"


Aryanti tersenyum kecut dan mengangguk,Mamanya masuk dan duduk di samping Linda.


"Anak Mama kelihatan seger sekarang,tapi matanya masih bengkak kelihatan habis nangisnya,pejamkan matanya kosongkan fikiran ingat hal hal yang membuat kita bahagia"


"Yanti belum bisa Ma..."

__ADS_1


Merasa terusik perasaannya atau mungkin merasa diingatkan air mata Aryanti meleleh lagi dari sudut matanya.


"Menangis lah kalau itu membuat perasaanmu lega NakW,karena menangis akan menjadi obat juga, curahkan hatimu pada tangisan,puaskan lah menangis jangan ada yang di tahan dan jangan ada yang menjadi beban"


Ibu mana yang tak sedih melihat anak kesayangannya menangis tersedu-sedu,sepertinya sakit hati yang sangat mendalam,Aryanti memeluk Mamanya satu satunya orang yang bisa menenangkan dirinya saat dirinya terjatuh dan duka,usapan Mamanya laksana siraman air yang begitu menyejukkan hati,juga sebagai pembangkit semangatnya kembali,juga penghibur saat dirinya terpuruk.


"Sudah sudah,urusan cinta semua orang mengalaminya, seandainya kita bercerita kepada orang lain kita juga yang akan malu karena itu menyangkut urusan pribadi kita, tutup rapat semua aib kita dan pasangan kita itu yang terbaik,saling memaafkan dan menghargai adalah obat sakit hati kita"


Aryanti terdiam meresapi semua apa yang dikatakan oleh Mamanya begitu kena di hatinya dan itu memang benar tidak ada salahnya sedikit pun.


"Jangan ikuti emosi dan kata hati yang salah jangan sampai kita disadarkan setelah kita kehilangan seseorang yang kita sayangi, semua orang pernah salah dan itu tidak akan selamanya salah pasti suatu saat kebenaran akan datang pada kita"


"Iya Ma, Yanti juga bersalah, mengikuti kata hati dan emosi sesaat"


"Mama nggak tahu jatuh cintanya kapan,tahu tahu ada kejadian seperti ini,juga ada yang memperkenalkan diri dan berkata semoga kita jadi besanan nya.... heeeeeee"


"Ah Mama,Yanti kan repot rencana baru mau pulang habis tahun baru ini,sambil sekalian ngasih tahu Mama sama Bapak"


"Iya Mama mengerti,kamu pasti sibuk,


Bagaimana kepalamu sekarang sudah agak mendingan,makan ya sesuatu apa aja buah apa kuenya biar ada tenaga dan cepat segarnya"


"Kepalanya masih berat Ma dan belum mau makan apa apa"


"Mama jadi pengen tahu tempat kamu kerja,boleh Mama nanti ikut ke tempat kerjamu melihat dulu sebelum kita pulang ke Bandung untuk pemulihan dan istirahat sampai kamu fit kembali"

__ADS_1


"Boleh banget Ma,malah kapan kapan Mama boleh datang lagi ke sini liburan sekali kali"


"Kamu sudah nggak marah lagi sama Mas Adrian mu kan Nak ?"


"Kenapa malah bertanya begitu ?"


"Mama hanya khawatir saja kamu marahan terlalu lama,nggak baik itu,sebaik baiknya orang itu lebih dulu meminta maaf,terlepas siapa yang salah dan yang benar itu siapa, dan untuk lebih bisa memaafkan seseorang ingat ingat kebaikannya dan jangan keburukannya yang hanya diingat kalau lagi kita marah pasti keburukannya tapi kita harus belajar sebaliknya"


"Ma sedari awal pun juga Yanti sudah memaafkan Mas Adrian tetapi hati Yanti belum bisa menerima biarlah Yanti memberi sedikit pelajaran buat Mas Adrian untuk pelajaran kami kedepannya biar kami bisa sama-sama introspeksi diri"


"Mama hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk hubungan kalian selanjutnya, Mama sama Bapakmu melihat begitu baiknya Ibunya Adrian juga Bapaknya begitu menghargai kepada orang kecil seperti kita"


"Iya Ma semua keluarganya menerima baik Yanti Ma, walau terkadang Yanti juga merasa risih dan malu sendiri,terlebih Pak Surapraja selalu berlebihan mengistimewakan ku,yang padahal Yanti sama aja seperti karyawan yang lain,kadang Yanti juga suka berfikir keluarga kita sama keluarga Pak Surapraja bagaikan tanah dan langit"


"Itu yang selalu harus disyukuri tidak semua orang bisa dihargai dengan baik oleh setiap orang,coba beristirahat Mama mau ke mushola dulu mau ashar"


"Iya Mama..."


Aryanti mencoba menutup kedua matanya yang dirasa bibir matanya begitu berat, bibir matanya terasa berat karena bengkak terlalu banyak menangis Aryanti mengurut urut atas alisnya yang terasa nyeri di bawa berkedip dan meraba raba perban yang melingkar di atas kepala bekas benturan masih terasa sakit, belum luka-luka bekas pecahan gelas yang tertimpa sebagian tubuh dan tangan Aryanti masih belum begitu kering menimbulkan sakit dan kaku sebagian tubuhnya


Fikirannya melayang ke hal hal manis dan baik dalam hubungannya selama ini dengan Adrian seperti yang di katakan Mamanya,memang benar adanya begitu banyaknya kebaikan yang Adrian berikan dan lakukan untuk dirinya,Adrian memperlakukan dirinya terkadang berlebihan,mengikuti keinginannya dan begitu memanjakan dirinya,tapi kembali teringat penghianatan pada perasaannya begitu menusuk jantungnya.


Senja senja yang dilaluinya bersama tak mungkin bisa terhapus dari memorinya semua terbayang dalam bingkai sketsa yang jelas di pelupuk matanya jelas di hadapannya semua begitu indah tak terlukiskan.


Belum lagi tutur katanya,rayuannya,kata kata sayang dan cintanya begitu melelehkan hatinya walau terkadang gombalannya membuat dirinya marah dan kesal, hangat pelukannya,lembut bisikan nya, ucapannya dan juga ciuman ciuman sayangnya sungguh Aryanti tak mungkin bisa melupakan.

__ADS_1


Gambaran kerinduan tergambar jelas di pelupuk mata mereka setiap mereka berpisah walau bukan waktu yang lama, betapa Adrian mengungkapkan kerinduan yang teramat sangat pada dirinya begitu juga Aryanti sendiri sama menggebunya mengungkapkan perasaan rindunya.


Dan sekarang mereka berpisah dengan diawali konflik dan kemarahan Adrian dan Aryanti sendiri,entah seperti apa nantinya mungkin hanya berharap cinta akan membawa mereka datang kembali dan menuai rindu bersama-sama,dan rasa cinta bisa membasuh luka mereka.


__ADS_2