
Pulang dari rumah Aryanti Adrian balik lagi ke rumahnya,rencana nanti malam menemui Livia di rumahnya sekalian mampir ke cafe tempat teman temannya berkumpul,dan baru besoknya ke kantor Bapaknya menemui Pak Daud,satu misi terselesaikan berkunjung ke rumah Aryanti dan membawa laptop nya.
Masuk kamarnya terasa dingin dan asing lama tak menempatinya,tapi kamarnya tetap terurus semua rapih dan terjaga,Adrian rebahan di tempat tidur dan iseng membuka laptop milik Aryanti.
File demi file di bukanya,materi kuliah,rancangan skripsi, isi skripsi,foto foto pribadi,foto penyanyi,foto teman temannya,aktris idola dan puisi puisi,jago juga menulis puisi ternyata,juga diary ada di file laptopnya,laptop cewek memang begini isinya Adrian tersenyum sendiri.
Foto masa kecil ABG dan dewasa juga orangtuanya komplit ada di situ dan yang membuat Adrian tertegun melihat foto Aryanti tanpa hijab cantiknya melebihi Laudya Chintya Bella,mau di copas tapi di urungkan nya takut jadi masalah dan mungkin itu koleksi pribadi yang orang lain nggak boleh tahu.
Kembali acak membuka file lainnya Adrian penasaran dengan file yang di beri label "my secret heart" dan di klik keluarlah banyak foto dirinya dan Aryanti,Adrian melongo mengingat ingat entah di mana dan hampir lupa tapi sepertinya itu foto foto saat Adrian mengantar Aryanti ke kampusnya,ada yang di taman,ada yang di Gedung olahraga di mobil juga di rumah makan,banyak foto yang bagus tanpa editan dan kata kata puitis di setiap bawah foto foto itu.
Yang paling lucu di salah satu foto dirinya dan Aryanti di bawahnya ada tulisan "Ken & Barbie" lucu dan kreatif memang,menggambarkan imajinasi dan khayalan nya.
Adrian walau dirinya laki laki tapi tahu Ken siapa dan Barbie siapa sepasang mainan boneka anak anak dari luar negeri yang populer dan tak asing bagi anak anak perempuan seluruh dunia,dan dalam kehidupan nyata banyak orang yang terobsesi oleh sepasang boneka itu.
Mereka sama sama saling menyukai,dan jatuh cinta tanpa ungkapan,tapi Adrian bisa melihat sorot mata itu ada yang berbeda dan benar adanya cinta telah bersemi di hati mereka.
"tok to tok..." kamarnya di ketuk dari luar, Adrian terperanjat dan menutup laptopnya.
"Mas,Ibunya sudah datang"
"Ya Bi Ani ntar aku keluar"
Adrian keluar, mencium tangan dan pipi Ibunya sambil tersenyum mereka duduk di ruang keluarga,ibunya menelisik dari atas kepala sampai bawah anak bujang nya,ada rasa curiga kok baru beberapa hari kerja udah pulang.
"Anak Ibu ada apa pulang ? bagaimana pekerjaannya ?"
"Semua baik baik saja Bu semoga berjalan sesuai rencana,Adri kesini justru mau mengajukan peresmian kalau bisa sebelum tahun baru"
"Oh itu bicara nanti sama Bapakmu,tadinya Ibu sudah khawatir saja kamu mangkir kerja lagi dan kembali ke dunia dulu kamu pasti tahu sikap Bapakmu akan seperti apa"
"Nggak lah Bu,Adri betah banget kerja di situ,semua serba baru suasana baru,semoga cepat stabil Hotelnya"
"Itu semua tergantung kamu dan temanmu itu,siapa Namanya ? Bapakmu bangga pada kalian berdua"
"Aryanti Bu"
__ADS_1
"Semoga bisa kerjasama yang baik"
"Iya Bu"
"Jangan jangan ada pandangan lain yang membuat anak Ibu betah di sana heh ?" Ibunya tersenyum penuh selidik.
"Ah Ibu,kalau memang iya kenapa ?"
"Tuh kan,nggak apa apa yang penting jangan keluar dari etika dan merusak suasana kerja,jaga nama baik kamu sendiri,juga orangtuamu"
"Iya Bu"
"Tuh Bapakmu sudah pulang"
Ibunya Adrian bangkit dan belok ke ruangan depan menyambut Pak Surapraja yang baru datang,di ciumnya tangan suaminya dan di ambil agenda di tangannya,dan kedalam sambil menjinjing sepatu suaminya,Adrian menyaksikan semua yang di lakukan Ibunya,Adrian menghampiri Bapak nya mencium tangannya dan duduk bersebrangan.
"Bi Ani minum buat Bapak..."
"Ya Bu"
"Semua baik Pak,semoga berjalan seperti yang di harapkan semua"
"Heemhgt" Pak Surapraja meminum air yang di bawa Bi Ani dan matanya tetap memandang anaknya.
"Kalau bisa sebelum tahun baru aja Pak peresmiannya,biar kami bisa fokus kedepannya,itu juga sudah mulai ada tamu harian yang nginap di Hotel kita walau dalam masa pembenahan di mama mana"
"Iya nanti persiapannya kita ngobrol sama Pak Daud,malah tadi sudah datang umbul umbul dari sponsor untuk Hotel yang di sana"
"Iya nanti kita bicarakan lebih lanjut, Adri berapa hari di sini ?"
"Maunya besok juga balik lagi,eh satu lagi Pak kami minta untuk kepala Restourant yang sudah berpengalaman ke Pak Daud itu biar Bapak aja yang sampaikan,biar Restourant nya cepat buka dan pengunjung semakin banyak"
"Besok Adri ke kantor sama Bapak biar besok rapat terbatas dan ada hasil yang di dapatkan,baru sore sore bisa balik ke sana sama sopir kan ?"
"Iya Pak,sopir juga ikut takut ngantuk kalau sendiri"
__ADS_1
"Ya ya ya..."
"Sudah makan belum,ayo makan dulu"
Adrian bangkit mengikuti Bapaknya dan duduk di meja makan yang melingkar,Ibunya menyusul duduk dekat Bapaknya.
"Gimana khabarnya Adel kuliahnya Bu lancar ?"
Adrian nanya adiknya ke Ibunya.
"Adel baik baik aja kuliahnya lancar,sampai saat ini kelihatannya mulai betah"
"Syukurlah,semoga cepat selesai dan bisa membantu kita di sini"
"Kalau mau kamu bisa ikut nanti kalau Ibu nengok dia akhir tahun"
"Jadi pas tahun baru ya Bu ?"
"Iya kalau nggak kita sekeluarga liburan ke sana sekalian" Bapaknya yang dari tadi ikut menimpali.
"Tapi Adri mungkin lagi repot repot nya kalau tahun baru mah Pak"
"Semua bisa di atur kalau mau,mumpung Adikmu kuliah ada di sana"
"Ya gimana nanti aja,nanti Adri pikirkan lagi Pak"
Sebenarnya bukan nggak mau pergi sama orangtuanya itu yang dipikirkan Adrian tapi lebih enggak tega meninggalkan Ariyanti sendiri apalagi pas momen tahun baru ingin Adrian melewatkannya bersama Aryanti.
Selesai makan Adrian masuk lagi kamarnya dan duduk di tempat tidurnya,fikirannya melayang pada Aryanti lagi ngapain ya dia,pasti sudah istirahat,biasanya senja begini mereka di pantai menikmati semilir angin,udara pantai yang khas dan deburan ombak tiada henti buih air terbawa ombak dan suara camar camar di atas air berkilauan di antara cahaya senja yang semakin temaram menuju malam.
Adrian duduk menatap dan mengusap laptop milik Aryanti,seperti ingin menelusuri jejak jari jemari halus Aryanti saat menggunakan laptop itu,Aku mencintaimu Yanti,kenapa aku begitu terpesona padamu ?
Seperti Bapakku yang punya kekaguman khusus padamu Aryanti,sampai kamu di anak emaskan oleh Bapakku di titip titip seperti pada anaknya sendiri,Aku merasakan semua itu,dan seperti apakah sikap Bapaknya seandainya tahu Aryanti telah menjadi kekasihnya kini dan mungkin akan jadi anak menantunya yang sesungguhnya,akankah Bapaknya bahagia atau sebaliknya marah takut dan khawatir dirinya nggak bener dan serius ?
Adrian hanya tersenyum dalam hatinya, hanya waktu yang akan menjawab semuanya.""
__ADS_1