Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ini semua nggak salah ?


__ADS_3

Waktu terus bergulir tanpa terasa menggulirkan hari demi hari Minggu dan bulan,begitu banyak perubahan di dalam kehidupan Adrian dan Aryanti selain Hotel yang di rubah secara bertahap dari mulai management nya juga tampilannya juga mendapat sedikit perombakan,selain lebih cantik dan elegan juga semua taman tamannya di rombak ada yang di kurangi juga ada yang di tambah.


Pengecetan tampilan depan gedung bangunan yang paling dominan perubahan,semua terasa beda dan segar kelihatannya menandakan bedanya pimpinan dan pengelola sudah memperlihatkan ada warna lain di satu tempat,dan Aryanti menganut pedoman dasar,adanya dirinya di sini jelas harus ada perubahan,di segala sudut harus kena dengan polesan dan sentuhan tangannya.


Secara bertahap semua bagian mendapat bagian perubahan berawal dari bangunannya sendiri dengan tampilan warna barunya,terus ke management setiap bagian,lanjut pada Restourant dan cafe nya yang memberikan fasilitas lebih bagi para pengunjung,pergantian menyeluruh kostum semua karyawan menurut bagiannya masing masing yang lumayan menyedot anggaran yang tidak sedikit, tetapi Adrian dan Aryanti sebagai pengelola juga sekalian pemilik The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali merasa begitu puas dengan pencapaiannya sekarang ini.


Begitu juga kesejahteraan semua pegawainya layak di perjuangkan karena semua karyawan adalah layaknya mesin perusahannya yang memaju mundurkan jalannya roda perusahaan juga harus hidup layak dan sejahtera dengan tunjangan dan gaji yang memadai,perusahaan maju otomatis semua pegawainya harus menikmati juga,Adrian dan Aryanti tidak suka mengumbar kerugiannya saja tapi giliran target tercapai dan laba meningkat perusahaan diam diam saja,itu yang sangat jarang pimpinan yang begitu di zaman sekarang ini.


Enam bulan sudah Aryanti dan Adrian berada di Kuta Bali tak ada hari tanpa kerja dan kemesraan yang begitu romantis di lalui pasangan ini,membuat iri orang yang melihatnya,semakin semangat bekerja dengan penyemangat harmonisnya hubungan suami istri dan anak mereka yang sehat dan begitu lincahnya yang kini berusia hampir sepuluh bulan Alinea kecil sudah mulai bisa berdiri dan belajar melangkah.


Sedikit demi sedikit terlihat perubahan yang begitu berarti kemajuan Hotel semakin meningkat saja dengan pompaan di ujung lidah dan teknik marketing yang di terapkan Aryanti memang tepat sasaran dan sangat mengena,Hotel menjadi tak pernah sepi pengunjung yang menginap atau sekedar berkunjung ke Restourant dan cafe atau juga ke kolam renangnya.


Melanjutkan pada program selanjutnya Aryanti mulai melihat Hotel mulai stabil dengan melihat semua data di Koming Putri asistennya juga sekretarisnya Aryanti bisa menyimpulkan Hotelnya mulai menanjak kembali,juga laporan keuangan pada management pusat membuat Aryanti dan Adrian di beri pujian dan rating tinggi dari Pak Daud setelah Aryanti dan Adrian memberikan presentasi pencapaian per bulannya.


Aryanti mulai mengeluarkan inovasi barunya yang sudah menjadi program jangka panjang dan tujuannya dari pengembangan Hotel ini yang ingin membuat kebun Binatang mini sebagai edukasi pengenalan awal hewan hewan bagi anak anak itu bagian dari pelestarian Alam dan edukasi juga bahan observasi bagi dunia hewan untuk dunia pendidikan.


Beberapa kali Adrian dan Aryanti melihat lokasi samping dan belakang Hotel juga rumah hunian mereka yang kosong dan ingin segera di manfaatkan se efektif mungkin dan memposisikan nya juga mengatur atur semuanya, sampai pada saat makan siang Aryanti dan Adrian mengajak Komang Putri untuk makan bersama sambil menggali sedikit informasi tanah di belakang Hotel yang merupakan tanah Keluarga besarnya.


"Pak Adrian sama Bu Aryanti ada perlu dengan saya ?"


"Ya saya ada perlu,tapi hanya ngobrol biasa saja..." Aryanti memandang pada Komang Putri sambil tersenyum.


Komang Putri kelihatan agak malu,apalagi duduk makan berhadapan dengan Adrian dan Aryanti,tetapi semua harus di jalaninya.


"Apa Khabar semua keluargamu semua pada sehat ?"


"Ya semua baik baik saja Bu Aryanti"

__ADS_1


"Apa Pak Made Suardika ada, bagaimana khabarnya ? selalu pulang pada orang tuanya atau dia tinggal di mana sekarang ?"


Komang Putri tertegun,tak di sangka Bu Aryanti bertanya langsung pada saudara sepupunya yaitu Made Suardika, yang Komang Putri juga tahu kesalahan yang ada di Bli nya itu.


"Bli Ardika baik kelihatannya juga selalu tanya khabar Bu Aryanti juga khabar keadaan Hotel dan pekerjaan saya"


"Oh ya ?"


Komang Putri tersenyum dan mengangguk di sela sela suapan makannya.


"Begini ya,bukan saya ingin memaksakan keinginan tapi saya hanya ingin merealisasikan pengembangan Hotel ini" Adrian tersenyum menenangkan Komang Putri yang belum menangkap kata kata istrinya.


"Pengembangan seperti apa lagi Bu Aryanti ?" Komang Putri seperti ingin tahu cepat apa yang di ingin di bicarakan Ibu Aryanti,perasaannya Hotel ini sudah cukup berkembang dengan baik


"Saya sama Pak Adrian ingin memajukan Hotel ini dengan pengembangan fasilitas pendidikan dan hiburan yaitu ingin membangun "Mini Zoo" di bagian belakang dan samping Hotel ini sebagai bahan hiburan keluarga dan pengunjung"


Komang Putri mengangguk angguk tapi belum mencerna semua omongan Aryanti, kelihatan dari kerutan di kening manisnya,karena apa hubungan dengan dirinya ?


Komang Putri mengerti sekarang dan tetap pada sikap awalnya tertegun dan berfikir.


"Nggak usah terlalu jadi beban hanya saya mau tahu yang percis di belakang Hotel itu tanah siapa ? bukan saya mengutus Komang jadi mediatornya ada nanti Pak Bharata,ada Pak Daman yang akan bicara ke warga di belakang Hotel"


"Semua itu yang saya tahu adalah tanah Bapa yaitu Kakek kami,semua sudah pada menjualnya untuk keperluan keluarga sekolah anak anaknya dan keperluan lainnya, dan sebagian ada yang mempertahankannya dengan menjual sebagian dan sebagian lagi sebagai warisan dan buat kami tinggal juga buat keturunan selanjutnya dan bercocok tanam"


Aryanti manggut manggut.


"Sepertinya kami di tentang tetua adat kami,jiga kami menjual tanah warisan kami semua walau itu buat modal usaha dan keperluan anak anaknya,dan keluarga Bli Ardika sudah hampir habis di jual pada orang asing dan pengembang usaha lainnya dan sekarang seperti ada sesal di keluarganya''

__ADS_1


''Itu yang sangat kami sayangkan dari Pak Made Ardika,kenapa dia mengundurkan diri dari Hotel ? yang kami semua menghargai juga memfasilitasi pada keluarga besarnya untuk bisa sama sama mengelola dan mengambil manfaat dari Hotel ini,kami tahu keluarga Pak Made Ardika begitu berjasa pada Kami semua''


''Aku juga merasa khawatir dengan keadaan Bli Ardika Bu Aryanti,sekarang begitu terpuruk,mencoba mengelola di Hotel lain malah mendatangkan masalah baru entah apa yang terjadi kami semua tak mengerti''


''Ya seperti itulah pilihan hidup yang kita pilih akan ada resikonya,kita cari jalan pintas tak semudah dalam bayangan dan khayalan kita'' Adrian menambahkan.


''Komang Putri gimana kerja di sini merasa betah nggak ?'' Aryanti seperti mengakhiri pembicaraan pada hal pokok tadi.


''Saya betah betah saja Bu Aryanti Pak Adrian,saya kerja bebas tanpa beban apa apa tak seperti Bli Ardika''


''Maksud Komang beban Pak Made Ardika seperti apa ?''


Giliran Aryanti dan Adrian yang terkejut,mengingat Made Ardika seakan biasa saja,tapi Komang Putri seperti ada kesalahan dalam bicaranya dan keceplosan sendiri.


''Maaf Bu Aryanti Pak Adrian walau saya saudara sepupu sama Bli Ardika tapi saya tidak suka cara pandang dan pemikirannya''


''Katakan apa yang kamu tahu tentang pandangan dan pemikiran yang Komang Putri nggak suka dari Pak Ardika ?'' Aryanti begitu ingin tahu semuanya.


''Sekali lagi maaf Pak Adrian dan Bu Aryanti atas ketidak sopan an saya juga Bli Ardika,kalau Bli Ardika "mencintai" Bu Aryanti dan itu terobsesi saat Bu Aryanti dan Pak Adrian bulan madu di sini beberapa tahun yang lalu,itu yang saya tahu"


"Apa ??? ini semua nggak salah ? Aryanti tertawa kecil dan nggak percaya.


"Hah ??? kurang ajar banget,apa yang ada di fikirannya ? apa nggak Ada perempuan lain lagi ? berani beraninya dia mengatakan itu semua"


Brak !!! Adrian menggebrak meja dan semua pengunjung hotel pada bengong seperti melihat pertunjukan yang begitu menegangkan.


Komang Putri terhenyak merasa bersalah dan hanya diam menunduk.

__ADS_1


"Komang kita teruskan ngobrol ya nanti di office silahkan Komang pergi duluan maafkan kami ya..."


Komang Putri mengangguk pergi dengan tergesa dan Aryanti memegang dan menarik tangan suaminya keluar dari Restourant.


__ADS_2