
Semua usai sudah,liburan yang begitu berkesan dan meninggalkan catatan indah dalam hati ,perjalanan trek di Grand Canyon yang begitu baru di jelajahi,menikmati semilir angin pantai Pangandaran dan taman lautnya juga pasir putihnya,merasakan senja di Pantai Batu Hiu yang begitu romantis,
penaklukan semua wahana outbound,camping akrab dan makan makan di depan api unggun begitu nikmatnya semua hanya ada di frame camera nya Adelia dan Fath,dan berharap suatu hari bisa datang kembali mengulangi kenangan dan mengukir memory lagi bersama sama.
Adrian dan Aryanti berdiri dekat mobil yang mau mengantar Adelia dan Fath pulang ke Bandung,dan melihat dari kejauhan Adelia dan Fath berjalan bergandengan dan sebelah tangan Fath menarik roda kopernya.
Ada rasa sedih dalam hati Aryanti dan Adrian melepas Adiknya pulang dan besok bertolak langsung Bandung - Australia, begitu singkat kebersamaan mereka dan ingin lebih lama lagi menikmati keakraban dan kebersamaan,tetapi semua orang punya jalan nya masing masing apalah daya semua harus berproses,Pak Tono cepat menjemput dan mengambil koper dari Fath dan di masukannya ke dalam bagasi.
Adelia berlinang Airmata di pelukan Aryanti,dan Adrian mengusap usap kepala Adiknya,hanya pesan hati hati dan jaga diri baik baik dan semoga kita bisa bertemu lagi yang bisa di ucapkan dalam haru perpisahan.
"Kak Aryanti sehat selalu juga semoga cepat punya buah hati biar aku punya ponakan yang cantik dan lucu juga sama Kak Adrian rukun rukun selamanya,kalau bandel jewer saja..."
"Iya Del...Aamiin terimakasih semua do'a do'a nya...doa terbaik juga buat Adik Kak Aryanti,semoga Adel sama Fath lancar studinya segalanya di mudahkan..."
Dan pesan seorang Kakak laki laki pada teman dekat Adiknya yang di ucapkan Adrian pada Fath,titip dan jaga baik baik Adiknya dan jaga nama baik keluarga,Fath begitu terharu dan memeluk Adrian juga menyalami Aryanti,drama pun usai diakhiri lambaian tangan dan mobil menghilang di kejauhan membawa kenangan dan meninggalkan kesan mendalam berharap waktu mempertemukan mereka kembali dalam suasana yang bahagia lagi.
Aryanti masih begitu terbawa perasaan sampai tak sadar kalau Adrian berbisik di telinganya.
"Sayang kita masuk ke office malu di lihatin orang kamu meluk aku dari tadi heee..."
"Astaghfirullahaladzim...Mas nggak ingetin aku..."
"Yeeee...tak kira sengaja kangen sama aku"
"Mas...jangan mulai ini masih pagi,ayo kita mulai serius kerja malu kita pada dunia, kita udah mau sebulan menikah"
Adrian terkekeh sendiri,melihat Aryanti sewot sendiri padahal itu kesalahannya sendiri.
"Aku justru bangga pada dunia sayang karena aku punya istri yang sangat cantik seperti Laudya Chintya Bella haaaa..."
"Mas...!"
__ADS_1
"Iya iya ayo..."
Mereka berjalan ke office dan Adrian sambil tertawa tawa merasa lucu melihat tingkah Aryanti yang lagi malu.
"Mas Aku mau bicara sama Mas ada hal yang sangat urgent"
"Apaan ?"
"Nanti saja istirahat makan siang sekarang aku banyak kerjaan"
"Nggak mau sekarang saja,aku nggak bisa kerja kalau dalam menunggu"
"Yeee...maksa banget"
Adrian menarik tangan Aryanti berdiri dan menatapnya serius dengan tajam,dan Aryanti balik menatap Adrian tak kalah dengan tatapan lembutnya dan senyum di bibirnya.
"Duduklah Mas..."
"Ayo kita ke cafe dulu,aku mau minum"
Adrian mengikuti Aryanti berjalan menuju cafe tak enak hati ada apa dengan istrinya seperti ada yang begitu serius tak seperti biasanya dan ini di bicarakan di kantor,Adrian mengingat ingat perasaan dirinya tak membuat salah apa apa dan kembali hati nya tenang.
Aryanti memesan minuman untuk dirinya dan untuk Adrian dan duduk berhadap hadapan.
masih dengan senyumnya Aryanti mengusap tangan Adrian yang begitu tak sabar apa yang akan di bicarakan sama istrinya.
"Mas aku sekarang adalah istrimu,kita satu kerjaan dan kita sama sama bertanggung jawab sama management Group The Praja Hotel,Aku menuntut keseriusan Mas dalam bekerja,dalam arti profesional tidak seperti setahun yang lalu"
"Terus selama ini aku nggak benar kerja gitu ? kan baru mau kerjanya juga"
"Ssssssssst...sayang bukan begitu,aku ingin melihat sesuatu yang beda dari dirimu setelah menimba ilmu memperdalam di bidang Hotel,kita terapkan bersama,kita diskusikan semua berdua dulu apa apa itu"
__ADS_1
"Oke Bu Aryanti,selama ini aku memang belum serius kerja mengandalkanmu dari segala gala nya,tapi aku mulai akan berubah haluan karena aku nggak mau istriku terlalu capek,karena suatu saat kamu pasti istirahat dan aku yang akan ambil alih"
"Mas soal capek itu bagian dari kerja,bagus Mas punya fikiran begitu,bukan soal itu saja,ada amanat dari Bapak mu yang juga mertuaku, yang waktu mas di Australia mereka datang ke sini dan begitu banyak pepatah yang mereka berikan dan aku ingat semua,Bekerja bersama sama dengan hati dan ikhlas,ajaklah calon suamimu bekerja dengan benar,terapkan ilmu yang di dapatnya jangan sampai Bapak lebih percaya sama orang lain"
"Aku mengerti fikiran Bapak,sekarang kamu kan bagian keluarga Surapraja juga,apa masih di sebut orang lain ?"
"Mas,justru Bapak sama aku mau kepercayaan itu ada di pundak mu,bukan di pundak ku,dan aku juga nggak mau berpisah lagi sama kamu,aku sayang kamu aku nggak bisa jauh lagi sama Mas,aku nggak sanggup lagi kalau harus berjauhan,jangan sampai Bapak dan team management memberikan sangsi pada Mas hanya karena ketidakseriusan Mas dalam bekerja,juga keteledoran Mas dalam bekerja"
"Sayang aku ini pewaris Bapakku,pewaris perusahaannya,semua orang tahu itu,aku bukannya sombong"
"Mas jangan berlindung di balik itu semua, kepercayaan Bapakmu setiap waktu bisa berubah,bukan saatnya kita lemah dan santai karena kita adalah anak dan menantu Pak Surapraja,saatnya kita tunjukkan kemampuan kita agar kita mendapat kepercayaan dari semua orang,menerima warisan itu hal mudah dan gampang tapi memegang citra baik dan memajukan perusahaan apa kita mampu ? di situlah inti dari semua pepatah Pak Surapraja yang bisa aku tangkap dan aku rangkum"
Adrian terdiam se diam diamnya kata kata Aryanti sebagai istrinya begitu kena di hatinya,begitu menusuk terasa di hatinya dan Adrian merasakan benar dan tak ada cela nya,selama ini dirinya bekerja hanya setengah hati dan tak begitu serius,memang ini urgent dan sangat beralasan,pantas istrinya merasa khawatir dan cemas melihat cara kerjanya yang masih seperti dulu,santai...
"Aku tidak tahu Mas bisa bekerja di sini berapa tahun lagi,bisa menyumbangkan ide dan tenagaku membangun untuk memajukan Hotel ini lebih maju lagi,nanti kalau saatnya Yang Di Atas memberikan Anugrah pada kita keturunan otomatis aku istirahat dan mengurus anak,dan Mas harus siap dengan semua itu bekerja tanpa aku dan memberi warna dan inovasi baru di setiap kehadiran kita di suatu tempat"
"Sayang pemikiran kamu begitu jauh dan benar pantas Bapakku begitu kagum dan sayang sama kamu,ayo kita mulai hari ini berubah ke arah yang lebih baik"
"Ya Mas Aku senang mendengarnya "ayo kita mulai hari ini berubah ke arah yang lebih baik" bulan madu kita seumur hidup jadikan hari hari kita bulan madu setiap saat tapi hal utama dan pokok adalah tanggungjawab kita pada diri sendiri dan orang lain juga pada pekerjaan,aku mau Mas yang pimpin rapat,aku mau Mas yang periksa ke ke semua bagian,aku mau Mas menyumbangkan ide yang bagus untuk Hotel ini dan aku mendukung sepenuhnya"
"Aku mengerti Bu Aryanti,Aku harusnya malu sama kamu,tapi karena kamu istriku aku nggak malu, aku merasa Bapak akan percaya sama kita,tapi aku fikir itu salah harusnya aku yang benar benar jadi pemimpin itu"
"Ya benar banget Mas aku hanya istrimu jadi Mas adalah pemimpin di perusahaan ini juga di rumah tanggaku,telah lama Aku ingin dengar itu darimu Mas, Mas adalah anak Pak Surapraja semua orang tahu,aku kini juga bagian dari keluarga Mas,kalaupun kita nggak kerja main tiap hari,bersenang senang tiap hari,bulan madu tiap hari aku percaya Mas mampu,tapi bukan itu yang aku inginkan Mas...bukan kita jadi parasit orangtua kita,tapi aku mau makan dari hasil kerja kita Mas...kita ukir kemampuan kita,kita ciptakan prestasi yang lebih dari orang lain,kita sudah ada wadahnya tinggal kita mengolahnya di sini"
"Sayang aku mengerti semuanya,jangan habiskan energi lagi untuk bicara aku sayang kamu,aku lakukan apapun untukmu, aku mengerti keinginanmu,keinginan seorang istri yang baik,istri yang pintar dan mengerti sopan santun dan tata krama"
Adrian memeluk Aryanti dan mengajak Aryanti kembali ke office.
"Oke kita mulai hari ini,Aku adalah pimpinan di sini" Adrian duduk di mejanya dan menyalakan komputer,dan memakai kacamata bacanya lalu menarik tumpukan map.
"Terimakasih Mas sayang..." Aryanti mencium pipi Adrian sambil tersenyum, dan berlalu ke meja kerjanya,Linda yang melihatnya mengerutkan dahi,Ada ada saja tingkah laku pengantin baru ini fikirnya.
__ADS_1