Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Rindu dalam diam


__ADS_3

Aryanti keluar ruangan suaminya dengan perasaan dongkol dalam hatinya,lalu mengambil tasnya dan keluar berjalan jalan di kebun binatang mininya dan membaurkan dirinya dengan pengunjung lain yang lumayan agak rame...tanpa pamit pada siapapun Aryanti langsung pulang ke rumahnya, mendapatkan Alinea lagi tidur dan Bi Inah lagi beres beres...


Aryanti membuka blazernya menyimpannya di kursi dan merebahkan badannya di tempat tidur,begitu penat lelah,capek seluruh badan dan fikirannya.


Di kantor Adrian bertanya pada Komang Putri kalau Bu Aryanti tak ada di mejanya kemana lagi dia...


"Saya belum bertemu Bu Aryanti Pak sejak makan siang tadi dan terakhir saya bertemu saat Bu Aryanti mau masuk memenuhi panggilan Pak Adrian"


"Coba telephon"


Komang Putri menelephon dan memijitnya lagi dan lagi...


"Nggak aktif Pak"


"Aaaaaah...kemana lagi tuh orang...! coba lihat semua mobil kantor ada nggak dan tanya semua sopirnya"


Komang putri pergi ke resepsionis menanyakan kunci mobil juga sopir sopir yang biasa antar jemput keperluan Hotel...dan Komang Putri balik lagi sambil memandang Pak Adrian.


"Semua mobil ada Pak juga sopir sopirnya jangan jangan Bu Aryanti pulang ke belakang Pak ?"


Dan Adrian baru kepikiran, langsung tanpa menghiraukan Komang Putri yang masih mau bicara Adrian tinggalkan... bergegas Adrian pulang dan masuk rumahnya dengan perasaan khawatir...


"Ibu sudah pulang dan ada di rumah Bi ?"


"Iya Pak mungkin tidur sama Neng Alinea di kamar"


Adrian menghela nafas lega dan duduk membuka sepatunya di sofa ruang tamu,Adrian meraba bibirnya yang masih terasa perih dan terasa gede tapi hatinya merasa geli mengingat pemberontakan istrinya tadi...


Adrian membuka pintu kamar dan melihat istrinya sedang memeluk Anaknya Alinea yang sama sama tidur pulas,dan pemandangan seperti kemarin terulang kembali di mata Adrian, Aryanti tidur hanya memakai atasan tangtop dan bawahnya kini memakai rok span panjang... Adrian keluar lagi dan masuk ke kamar depan dan tidur dengan memeluk guling.

__ADS_1


Ada rasa malu di hati Adrian dan rasa hati yang begitu menginginkan istrinya mengesampingkan semua malunya,rasa rindu di hatinya yang tak pernah kehilangan satu malam pun bersama istrinya selama pernikahannya selalu melewatkan malam dengan pelukan dan ciuman ciuman panasnya,dan sekarang hampir sebulan Adrian menahan diri dan menahan gengsinya atas nama suara hati yang tak percaya dan tanpa pembuktian apa-apa hanya dugaan dan prasangka saja...


Kerinduan memang begitu menyiksanya mengalahkan segala gala nya dan Aryanti semakin aktif keluar kantor dan menjadi acara rutinnya merawat diri menghabiskan waktu di tempat perawatan bahkan menjadi member satu salon terkenal.


Jiwa bisnis dan peluang usaha yang di miliki Aryanti dari merawat diri membuka peluang Aryanti untuk kerjasama antara salon dengan The Praja Hotel dan Restourant Kuta Bali,semua telah menjadi pegangannya tinggal di bawa ke rapat dan minta persetujuan pimpinan semua semoga lancar...


Aryanti bangun tidur hampir maghrib dan Alinea sudah bangun duluan dan sudah mandi lagi main dan di suapi sama Bi Inah,Aryanti melihat kemeja dan dasi suaminya yang ada bercak darahnya tergeletak di senderan sofa dan Aryanti mengambilnya menyimpannya di keranjang cucian dan Aryanti mandi dengan terburu buru dan keluar lagi karena sebentar lagi mau maghrib.


"Bi tolong bangunkan Bapak sudah mau maghrib,nanti tidurnya kebablasan..."


"Iya Bu"


Adrian bangun dan langsung main dengan Alinea yang begitu senangnya bersama Papanya... tawanya begitu renyah terdengar dan Adrian begitu pasrah saat badannya penuh tumpukan tumpukan boneka...Aryanti duduk di sofa membiarkan Alinea anteng main bersama Papanya dan Aryanti menyalakan tv.


"Dedek mainnya sama Mama dulu ya Papa mau mandi nanti main lagi ya..." Alinea mengerti mengangguk dan tersenyum senyum yang hampir mirip dengan senyum Mamanya.


"Sini sayang nonton film kartun saja mau ?"


"Bibi masak apa hari ini ?"


"Bibi nggak masak Neng... soalnya tiap kali masak selalu dibuang...yang makan cuma Bibi doang,masak buat Neng Alinea tadi Bibi mah goreng telor juga cukup"


"Tapi di kulkas ada bahan nggak Bi ?"


"Ada banyak Neng..."


Aryanti bangkit dan membuka kulkas memandang dan berfikir apa kira kira yang enak tapi di pasak bisa cepat,membuka kantong kantong plastik dan mengeluarkannya.


Aryanti mulai memisahkan yang mau di masak dan meracik bumbu.

__ADS_1


"Bibi bantu Neng ?"


"Nggak usah Bi temani saja Dedek..."


Adrian yang keluar kamar mandi melihat punggung istrinya yang lagi masak begitu cekatan Aryanti mengerjakan dari yang satu ke yang lainnya,Adrian memandang dan mencium wangi masakan melewati hidungnya...


Aryanti kelihatan begitu cantik walau Adrian melihatnya dari belakang dengan dress batik khas Bali warna hitam bunga bunga coklat santai tanpa lengan dan leher rendah sangat kontras dengan tubuh dan lengannya yang begitu putih dan rambut yang diikat semua ke atas semakin memperlihatkan lehernya yang jenjang...kalau saja bukan dalam suasana seperti ini pasti Adrian sudah menghampirinya dan memeluknya dari belakang dan menggesek gesekan bagian dagu dan kumisnya di leher istrinya...dan Adrian hanya berlalu membiarkan kesibukan istrinya sendiri.


Habis maghrib semua selesai Aryanti melakukan sholat dulu dan memanggil Bi Inah untuk menemaninya makan di meja makan dan suruh mengajak Adrian suaminya untuk makan... Bi Inah mengerti Neng Aryanti dan suaminya lagi diam diaman semua memakai dirinya sebagai perantara untuk menyampaikan apa apa...begitulah suami istri dan rumah tangga semua pasti mengalaminya...


Bi Inah tahu Pak Adrian tidur di kamar depan atau terkadang di kantornya,entah sampai kapan semua itu akan berlangsung dan entah masalah apa yang membuat mereka seperti itu kalau mungkin Bi Inah ingin mendamaikan kembali mereka tapi apa kemampuan dirinya ? malah takut di kira mencampuri urusan yang bukan urusannya...


"Pak Adrian Neng Aryanti memanggil makan bareng katanya..."


"Oh iya Bi nanti Aku pakai baju dulu..."


"Ayo Bi sekalian makan bareng..." Aryanti mengajak sekali lagi


"Bibi nanti saja Neng gantian...ini Neng Alinea nggak ada temannya..."


Adrian menarik kursi makan di samping istrinya dan Aryanti yang makan duluan berdiri menyentongkan nasi bagi suaminya ke piring dan meletakan di hadapan suaminya membiarkan Adrian memilih sendiri lauk dan sayurnya dan Aryanti mendekatkan tempat sendok garpu dan pisau ke hadapan Adrian dan Adrian mengambilnya,mereka makan dalam diam dan tanpa bicara...hanya Adrian yang sesekali mencuri pandang pada istrinya yang cuek dan sibuk dengan makanannya.


Adrian menyuap dengan hati hati dan tak tahu 'pelecing' kangkung yang Aryanti buat begitu pedas... dan Adrian tak sadar kalau bibirnya terluka dan kena makanan pedas kontan perihnya luar biasa Adrian berteriak mengaduh dan mengipasi bibirnya...Aryanti kaget dan berusaha menuangkan air minum ke gelas Adrian dan menyodorkannya bersama tissue,airmata Adrian sampai mengembang dan Aryanti hanya mesem saja.


"Kompres dulu pakai es lalu makan lagi...!" Aryanti mengambil es batu di mangkuk juga saputangannya dan menyimpan di hadapan Adrian.


Adrian masih mematung dan mencoba mengerjakan apa yang di sarankan istrinya lumayan juga agak enakan fikirnya...


Aryanti menyudahi makannya dan membawa piring kotor ke tempat cucian piring dan mencucinya setelah selesai Aryanti melihat kondisi bibir Adrian dan membantu mengompresnya,Adrian hanya diam saja... seperti menikmati tangan halus istrinya yang memegangi pundaknya dan satu tangannya mengompres bibirnya,sebelum sadar Adrian Aryanti telah berlalu.

__ADS_1


"Sudah baikan tuh...lanjutkan makannya..."


Karena merasa lapar Adrian melanjutkan makannya yang walau sudah nggak selera lagi... tapi karena beberapa waktu tadi makan Adrian juga tak enak akhirnya memaksakan diri menghabiskan makanannya.


__ADS_2