Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kembali


__ADS_3

Akhirnya Bali pun berakhir,tak ada liburan yang tak usai,tak ada piknik yang tak kembali dan tak ada tamasya yang tak pulang,walaupun bulan masih penuh dengan madu cinta dan gelora asmara,aktifitas menanti dan rutinitas menunggu juga kreatifitas di tuntut harus aktif kembali.


Begitupun Aryanti dan Adrian seminggu di habiskan di Hotel dan di sela sela nya jalan jalan ke objek objek yang indah dan unik di pulau Bali,yang rencana awal hanya tiga hari jadi panjang seminggu dan Adelia tiap hari nelephon dan agak ngomel melulu karena lama nunggu pengen segera pergi ke Pangandaran.


Kesan yang begitu tertoreh di hati Aryanti,dan tiba saatnya selamat tinggal kenangan bulan madu yang indah, setiap waktu boleh berbulan madu tapi bulan madu bukan segalanya dan kehidupan baru Selamat datang dan terbentang luas jauh ke depan.


Adrian dan Aryanti berpisah di antar Pak Made Ardika dan isak tangis sedih Aira,habis akal Aryanti membujuk dan merayu Aira kalau suatu saat mereka akan bertemu lagi,dan mereka masih bisa telephon atau video call melepas rindu,atau Aira bisa berkunjung ke Pulau Jawa,Aryanti dan Adrian dengan senang hati menantinya.


Ada rasa sakit di dada Pak Made Ardika melihat air mata putrinya saat Aryanti memeluk dan merayu Aira dengan lembut dan mengusap usap kepala dan punggungnya,serasa melihat istrinya yang ada di diri Bu Aryanti,dan Aira pun mungkin merasakan itu.


Sekali lagi Aryanti mencium pipi Aira sambil menyerahkan gendongannya ke Pak Made dan Aryanti masuk ke mobil dengan berlinang airmata dan Adrian yang sudah ada di atas mobil duluan mereka melambaikan tangan dan Aira juga melambaikan tangan masih terisak di pelukan Papanya.


Selamat tinggal Bali ! Aryanti melihat ke bawah saat pesawat playing,dan menyandarkan kepalanya di bahu Adrian,dan Adrian menggenggam tangan istrinya,yang Adrian tahu masih terbawa perasaan,perpisahan dengan Aira yang tiap hari menyempatkan diri bisa menemuinya dan sedikit menghiburnya dengan bermain bersama.


Seminggu di Bali terasa begitu cepat,apalagi menikmati setiap hari dan malamnya diisi dengan madu cinta dan lelehan asmara yang masih saja bergejolak hebat,Adrian tersenyum sambil mengecup kepala istrinya,terasa telah menjadi pemenang yang sesungguhnya saat seseorang membawa istrinya pulang berbulan madu.


"Sayang sudah jangan sedih lagi,suatu saat kita mau kita liburan lagi Bali kan setiap hari ke depan itu juga bulan madu kita,cuma kita menyusuri jejak cinta kita di Pangandaran..."


"Iya Mas,terimakasih honeymoon indahnya"


"Ya sayang,apapun yang kamu mau dan aku mampu akan aku berikan,aku juga terimakasih untuk segalanya,malam dan hari indahnya bersamamu"


Aryanti melirik Adrian dan tersenyum mengangguk,dan tangannya mengusap pipi suaminya dan Adrian mengecup bibirnya lembut.


Sampai rumahnya sore hari Aryanti maraton membereskan semua keperluannya dan rencananya matang tidur di rumahnya malam ini melepas sedikit capeknya,besok bertolak ke Pangandaran bersama Adelia dan Fath sekalian pamit mertuanya.


Mamanya juga ikut sibuk membantu Aryanti memberikan tumpukan pakaian yang mau di bawa dan telah de setrikanya.


"Makasih Ma,jadi Mama yang setrika baju kami heeee..."


"Habis orangnya nggak ada,betah banget kalau sudah ada yang nemenin segalanya,tapi jangan sampai lupa Mama sama Bapakmu..."

__ADS_1


"Nggak atuh Ma..."


"Terus tinggalnya mau di mana nanti di Pangandaran apa di tempat yang kemarin kemarin itu ?"


"Yanti belum tahu Ma,Yanti nggak masalah tinggal di mana mana juga terserah Mas Adrian soal itu mah,di bawanya di mana Yanti ikut saja"


"Harusnya seperti itu Nak,jangan melihat mampunya dan melimpahnya harta mertua dan orang tua tapi semua orang harus beranjak dari bawah,jadi tidak hanya menikmati,tapi ada perjuangan agar kita pandai bersyukur..."


"Iya Ma...


"Khabarin Mama ya jangan lupa kalau sudah sampai besok di Pangandaran,jangan lupa setiap saat berdoa mohon rumahtangga yang harmonis,rezeki yang berlimpah jalan keluar dari permasalahan dan keturunan yang shaleh salehah"


"Aryanti tersenyum dan mengangguk"


Mamanya keluar dari kamar putri nya dan kelihatan Bapaknya lagi ngobrol dengan menantunya di terras depan...


Sore sore begini enaknya ngeteh sambil makan cemilan dan ngariung ngobrol dengan keluarga tercinta,Aryanti bawa minuman dan makanan ke terras depan,juga Mamanya menambah beberapa toples lagi makanan kecil lainnya.


"Makasih sayang..." Adrian duluan mengambil satu cangkir minuman dan meletakkannya dihadapan.


"Ma Apa dengar nggak Mita udah lahiran belum ya"


"Mama nggak lihat Nak,biasanya masih suka ke pasar sambil jalan kaki olahraga,tapi sekarang udah nggak kelihatan,mungkin sudah hamil masa masa mau lahiran,jadi nggak jalan jauh jauh..."


"Nengok aja dulu sayang,kalau mau ketemu dulu mah"


"Kan kita berangkatnya besok Mas,entar Adel ngomel ngomel nunggu kita lama lagi..."


"Halah...Si Adel ini sudah biasa begitu,ke situ juga cuma pengen main doang"


"Biarin aja kapan kapan lagi lah Mas"

__ADS_1


"Malam nanti kalau mau kita nggak kemana mana kan ?"


"Mas serius mau antar aku ? iya Mas iya aku mau...kita naik motor Bapakku aja,boleh kan Pak ?"


"Haaaaaaaa... masa minjem motor tua aja nggak boleh,ya boleh lah...cuma hati hati aja apalagi Nak Adrian kelihatannya sudah lama nggak bawa motor"


"Bisa Pak pasti aku hati hati apalagi bawa ini nih heee..." Adrian mengusap kepala Aryanti.


Aryanti hanya mendelik manja.


"Sebenarnya saya belum tahu Pak,kerja saya bagaimana sekarang posisinya,soalnya saya kemarin tinggalkan setahun posisi saya itu digantikan sama Yanti jadi saya tidak tahu apa dikembalikan kepada saya dan Aryanti ke posisi semula atau seperti apa ya kita nanti dengarkan saja apa kata management"


"Ya ya ya...pokoknya Bapak sama Mama sekarang sudah tenang melepas kalian,mau apa apa gimana juga terserah,kalian sudah suami istri, Bapak sama Ibu tinggal menunggu kabar baik dari kalian dan Aryanti bisa istirahat dan cuti heee..."


"Haaaaaaaa...semoga Pak, Ma...dan kami akan bekerja dan berusaha lebih keras lagi untuk itu"


"Haaaaaaaa..." semua tertawa.


"Satu lagi Pak,karena saya sama Yanti pulangnya mepet,untuk melihat rumah kemungkinan nggak jadi,tapi biarlah nanti kapan-kapan saya pulang kita bareng ke sana,soal yang bersih bersih biar Ibu yang cariin"


"Nggak apa apa...Bapak hanya bisa mendoakan kalian semoga pada sehat dan lancar segalanya..."


Begitulah suasana sore di rumah Aryanti begitu penuh keakraban dan kebahagiaan


"Aamiin...Bapak sama Ibu di tunggu di Pangandaran,atau nanti kalau kita pulang bareng ke sana..."


"Haaa...kalian sajalah bersenang senang Bapak sama Mamamu sudah sebentar sebentar banyak keluhan,capek lah ,pegel lah,masuk angin lah...


Suasana sore yang sangat hangat dan akrab,Adrian begitu suka,ada kebahagiaan tersendiri di hatinya sebagai anggota keluarga baru di rumah ini.


Kehangatan yang terpancar bermula dari anggota keluarganya yang hidup sederhana, mereka adalah potret kebahagiaan yang nyata,

__ADS_1


Jauh dari kata mewah walau Adrian tahu Pak Nurhadi punya banyak tabungan,dan Aryanti sebagai Anak kerja dua tahun uangnya di pakai apa ? Adrian tak tahu paling ada di tabungan nya,Adrian melihat begitu hemat hidup istrinya dan semua mencontoh pasti dari orangtuanya.


Dan Adrian selama menjalin hubungan pacaran dengan Aryanti tak pernah terdengar sedikit pun permintaan Aryanti yang berlebihan terhadap dirinya, menuntut ini meminta itu atau yang lainnya, Aryanti begitu dewasa dan kelihatan mandiri dalam memanage dirinya memanage pekerjaan dan juga keuangannya


__ADS_2