Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Malam yang temaram


__ADS_3

Malam yang syahdu dan begitu indahnya,Adrian dan Aryanti duduk di bangku kecil tepi kolam renang di halaman rumah samping,riak air di kolam renang begitu menghasilkan riak kecil kata tertiup angin Sepoi Sepoi, temaramnya lampu di taman yang tertata dengan rapi begitu asri terurus, Aryanti seakan berada di mana...dan sampingnya seorang Adrian menggenggam tangannya,sengaja mengajak Aryanti bersantai duduk di halaman setelah mereka makan malam bersama keluarga dan Adelia sama Fath keluar entah mau ke mana pergi berdua sama Fath mungkin mau nonton atau sekedar jalan-jalan ke pusat kota.


Bagi Adrian dan Aryanti jalan-jalan pacaran sudah terlewati bukan seleranya lagi mereka lebih ingin berdua, mereka ingin melewatkan semua itu dan kini hanya menikmati cinta mereka dengan sesungguhnya.


Mereka hanya ingin menikmati berdua di ruangan pribadi tak ada orang lain yang mengganggu bukan di tempat terbuka yang semua orang bisa melihatnya.


Adrian yang tersenyum memandang wajah di tengah-tengah lampu taman.


"Kamu begitu menggoda aku malam ini sayang...maukah bercinta denganku ?"


"Iiiiiiiiiih...apaan sih Mas gombal kayak ABG..."


"Serius sayang, perasaanku kangen terus sama kamu"


"Itu kali efek jamu yang Mas minum udah bekerja..." Aryanti cemberut.


"Haaaaaaaa kamu bisa aja sayang...,aku mau kamu ikhlas nggak terpaksa,aku sayang banget sama kamu..."


"Sudah malam naik yu,kita lihat pemandangannya dari atas aja"


Adrian menarik tangan Aryanti dan menuntunnya masuk ke dalam rumah, Aryanti tak menemukan siapapun di dalam rumah mungkin karena luasnya rumah atau mereka berada di mana di ruangan yang mereka inginkan entahlah...


"Mas memang dari kamar Mas bisa melihat pemandangan keluar ? bagus nggak pemandangannya ?"


"Kalau dari dalam kamar aku ingin melihat pemandangan lain sayang yang lebih indah dari semuanya nggak mau melihat kemana mana lagi heee..."


"Dasar nggak bisa serius !" Aryanti mencubit pinggang Adrian dan Adrian tertawa kegelian.


Adrian masuk kamar dengan Aryanti dan sekaligus membuka anak kunci itu dan memperlihatkan anak kunci itu ke Aryanti.


"Nih sayang kuncinya aku buka,kamu sekarang adalah milikku kamu nggak bisa menghindar,nggak bisa lepas haaaa..."


"Apaan sih Mas bikin drama segala emang belum puas sudah dua malam kemarin ? makanya jangan ber sugesti segala lah mentang mentang resep dari Bapak ku,emang aku mau ke mana ? aku ada di depan mu..."


"Haaaaaaaa...jangan marah sayang..."


Aryanti tidur terlentang di tempat tidur duluan seperti menantang Adrian,dan membuka sendiri kancing depan baju santai blazer nya, tinggal memakai lapisan dalan tangtop hitam,kerudungnya dan juga celana panjangnya di buka juga,dan dalaman celana memakai short sepaha.


"Hait Hait ...jangan dulu semua itu bagian ku...serius nih mau bercinta nggak malu lagi ?"


"Aku juga bisa lebih dari ini Mas,bisa lebih nakal bisa lebih panas,tapi tadinya ada rasa malu di hatiku,tapi biarlah kalau Mas menginginkannya kita maksimalkan malam ini resep yang aku buat tadi itu...kita buktikan,

__ADS_1


"Haaaaaaaa...sayang sayang..."


"Tapi ingat penerbangan pagi ini kita bersiap siap berangkat jam tujuh pagi,aku nggak mau gagal, dan itu janji Mas..."


"Oke sayang aku ingat itu,kalau nggak aku tak akan tidur semalaman..."


"Wih...jagoan banget kedengarannya..."


Aryanti bangun mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur yang remang remang,menyimpan bajunya di kursi meja komputer yang sudah ada tas yang di simpannya tadi.


Adrian tertegun melihat Aryanti begitu beda,seperti benar-benar memancing gairahnya,Adrian menangkap tangannya dan di letakkan di dadanya yang sudah tak berbaju,perlahan Adrian memeluknya dan tangannya melingkar ke belakang membuka kancing penutup dada istrinya dan jatuh di lantai,Aryanti mengalungkan tangannya ke leher Adrian dan jinjit sedikit mereka berciuman begitu lama dan tangan keduanya begitu liar tak terarah mencari titik titik sensitif mereka.


Nafas begitu memburu dan tak beraturan, Adrian menangkap sisi nakal istrinya yang sebenarnya belum terpancing dari kemarin,begitu bergairahnya Adrian perlawanan yang seimbang dan begitu bernafsunya dirinya.


"Sayang aku bergairah banget,dan kamu begitu mempesona malam ini aku serasa mabuk di buatnya,aku ingin semalaman menikmatinya"


"Aku juga Mas,aku begitu ingin bercinta total seperti ini lepas selepas lepasnya,dan aku bebaskan fikiran ku,aku ingin menikmatinya Mas"


"Aku suka banget sayang..."


"Aku akan mengimbangi mu malam ini,aku tak akan menolak,karena aku juga minum jamu yang Mas minum tadi heeee..."


Ariyanti menarik Adrian ke tempat tidur,Adrian mengikutinya,yang tadinya mereka berpelukan berciuman posisi berdiri mereka tenggelam dalam kasur empuk,di remang malam dan dingin AC suhu terendah,menikmati sepinya malam,mereka berpacu dalam hasrat yang mengalirkan lahar panas Merapi yang tak tertahankan,seperti baru menemukan sesuatu yang baru,semua di ekspresikan dalam beragam gaya.


"Aku begitu berkhayal tentang kamu di sini sayang,dan sekarang kenyataannya,kita puaskan malam ini sayang,cium aku...peluk aku...aaaaaaah sayang satu sesi hampir selesai..."


Malam begitu senyap,hanya nafas keduanya yang begitu ngos ngosan,Adrian menggenggam tangan Aryanti sambil di pandangnya muka istrinya,lalu di tariknya kepala Aryanti ke dadanya sambil di elus elus rambutnya.


"Terimakasih sayang...untuk malam terindahnya"


Aryanti mengangguk,sambil membelai wajah Adrian,dan mengusap usap semua bagian wajah Adrian,begitu jelas kelihatan sempurna wajah suaminya.


"Emang ini malam terindah ya ? yang malam kemarin nya bagaimana ? apa biasa saja ?"


"Sama sama indah sayang ,tapi saat ini begitu istimewanya karena kita berdua ada di kamarku,Semua pasangan pasti ingin membawanya ke kamar pribadinya"


Aryanti mengambil kembali pakaian dan mengenakannya kembali bangun dan menghidupkan kembali lampu dan mematikan lampu tidur.


"Mas aku mau ke kamar mandi..."


"Ayo sama aku,nggak usah turun yang di atas saja.

__ADS_1


Adrian bangun dan berpakaian lalu menarik tangan Aryanti dan Adrian membimbingnya membuka kunci dan keluar ke kamar mandi.


Dan tak lama mereka masuk lagi


Seperti tak ingin kehilangan waktu dan moment istimewa mereka yang terasa begitu sangat penting dan berharga.


"Mas turun yuk aku mau minum..."


"Ya sudah kamu tunggu aja biar aku yang ambilkan"


"Makasih ya sayang,kamu baik banget heee..."


"Apa sih yang enggak buat kamu sayang"


Adrian keluar dan turun, Aryanti mengambil laptop Adrian dari meja yang ada di pinggir lemari pakaian dan membawanya ke tempat tidur lalu membukanya tapi di kunci.


Adrian datang dengan air di tumbler besar dan gelas juga sekotak makanan dan buah.


"Hai sembarangan aja main buka laptop orang"


"Emang ada rahasia apa sih di dalamnya sampai di kunci gembok begini ?"


"Rahasia laki laki doooong..."


"Boleh aku tahu ?"


"Nggak !"


"Iiiiiiiiiih Mas apaan sih main rahasia rahasiaan segala,aku aja yang di dalam,yang di umpetin,yang di tutupin udah terbuka semua..."


"Haaaaaaaa..."


"Buka aja password nya nama kamu kok..."


Aryanti tersenyum dan mengklik nya dan terbukalah,menjelajah satu demi satu dan semua gambar dirinya ada disitu,juga puisi puisinya.


" Aku sih nggak heran semua copy paste dari laptopku,mungkin kalau kita belum menikah aku pasti marah,tapi sekarang aku nggak marah"


"Kita tonton satu film dewasa mau nggak sayang ?"


"No no no...apaan lebih seru kita yang bikin adegan,nggak dosa dan halal"

__ADS_1


__ADS_2