
Bangun tidur pagi Aryanti tak menyadari kalau semalam ada seseorang yang masuk ke kamarnya,dan baru sadar Aryanti setelah membuka pintu terkunci tapi kuncinya nggak menggantung di lubangnya,setengah panik Aryanti memeriksa isi kamarnya,ke belakang ke ruang depan sampai ke kamar mandi tapi nggak ada sesuatu yang mencurigakan.
Mengulur lagi ke semalam apa yang di lakukannya Aryanti pulang dari Pangandaran Beach Hotel,nggak keluar lagi membuka laptop dan mungkin ketiduran,ya aku ketiduran dan pintu belum di kunci,dan ini pasti Adrian yang menguncinya juga menyelimuti dirinya.
Aryanti tersenyum sendiri,mungkin Adrian semalam memandangi dirinya,atau mencium keningku ? lalu menyelimutiku, aaaaaaah... sepertinya romantis banget seperti di drama korea gitu haaaaaaaa... tapi kenapa nggak membangunkan aku ?
Aryanti mencari ponselnya dan masih di dalam tasnya, terakhir memegang ponsel memasukkan nomor ponsel Habil kemarin, Aryanti menelephon Adrian tapi tak di angkat, di coba lagi dan lagi tetap sama nggak di angkat,Aryanti melihat jam pukul
06.10 pasti masih tidur,coba melongokan kepala keluar nggak ada orang, masih terlalu pagi,Aryanti duduk di sofa sambil memegang ponselnya,apa aku telephon resepsionis saja minta kunci cadangan ? tapi ah malu Aryanti tak menemukan alasan bisa terkurung sendiri di kamarnya.
Mencoba video call dan di angkat...
"Haaaaaaaa, udah bangun putri tidur ?"
"Mas buka kuncinya !"
"Rupanya udah nggak ngambek ya,tapi kok cemberut gitu ? coba senyum nanti aku buka kuncinya"
Aryanti senyum tapi senyum yang di paksakan dan sengaja di jelek jelekin wajahnya sejelek mungkin semakin kesal Aryanti,pagi pagi sudah di suruh senyum,Adrian malah terkekeh sendiri di kasurnya
"Haaaaaaaa,aku nggak mau senyum itu mah jelek,udah nggak usah senyum tapi jangan harap kuncinya di buka"
"Maaaaaas...!
"Aku mau buka kuncinya tapi ada syaratnya"
"Hai aku siang mau joging nih,pake syarat segala kayak dukun,cepat bangun buka kuncinya,awas pokoknya nanti aku balas pagi pagi sudah bikin kesal orang aja..."
"Haaaaaaaa ...ngomel ngomel kayak nenek nenek nanti cepat tua lho....terus nggak cantik lagi pasti kamu nyesel"
Aryanti mematikan ponselnya,dan duduk saja di sofa nya di biarin ponselnya bunyi panggilan,
dan tak lama cekrek pintu di buka,Adrian berdiri masih pake celana kolor dan kaos dalam.
"Teledor tidur nggak kunci pintu,kenapa tidur segitu lelapnya sakit nggak ?"
"Enggak hanya cape aja"
Adrian mendekatinya memegang kening Aryanti yang terdiam dan nggak panas.
__ADS_1
"Sudah kalau mau joging,aku mau tidur lagi"
"Mas nggak ikut ?"
"Nggak masih ngantuk,mending kamu ikut aku sini,mau ?"
"Yeeee.... joging di mana mana juga di jalan atau di lapangan bukan di kamar"
Adrian hanya nyengir saja,jawaban Aryanti selalu praktis walau ada nada lucu juga meledeknya.
Aryanti memakai sepatu olahraga dan Adrian masih berdiri di pintu memperhatikannya lalu keluar bersamaan, Aryanti mengunci pintu dan melirik Adrian.
"Mas makasih ya" Adrian mengangguk baru itu senyum yang benar dalam hatinya,melihat Aryanti tersenyum padanya.
Aryanti berlari lari kecil di pelataran parkiran dan sesekali sampai di jalan raya,semua karyawan nya tahu kebiasaannya itu,kalau hari minggu walau bukan saatnya libur bagi karyawan,tapi bagi staf ada kelonggaran bisa lebih santai berangkat dan juga pulangnya,seperti Aryanti juga Adrian bisa berolahraga dulu juga pergi ke kantor mungkin hanya mengontrol saja,nggak kena sip sip an seperti karyawan lainnya.
Aryanti berhenti di pelataran halaman depan dan melihat banyak anak anak abg dengan seragam taekwondo mau latihan taekwondo sepertinya, Aryanti mendatangi salah satu gurunya memperkenalkan diri dan bersalaman lalu ngobrol sebentar,lalu guru nya menyiapkan seluruh barisan yang masih acak acakan.
"Baiklah Ade Ade sekalian marilah kita berdo'a dulu sebelum melakukan aktifitas latihan,semoga kita bisa mengambil manfaat dari semua kegiatan kita hari ini, berdo'a mulai..."
"Merupakan kehormatan bagi kita,kebetulan manager di hotel ini Ibu Aryanti juga pelatih taekwondo juga anggota salah satu Klub di Bandung dan ikut latihan bersama kita"
Semua bertepuk tangan dan menyerukan yel yel semangat, go... Bu Aryanti ! go Bu Aryanti...! go go go...!
"Maaf Ade Ade saya sudah lama tidak latihan dan ini sekedar berolahraga saja,saya selalu tertarik dengan dunia ini karena yang saya rasakan begitu terasa manfaatnya"
Aryanti balik badan dan masuk barisan dan latihan pun di mulai, seperti masa masa masih suka latihan dengan semangat tinggi walau sudah agak kaku tapi Aryanti faham gerakan demi gerakan dasar yang biasa di pakai dalam latihan,lumayan mandi keringat apalagi matahari mulai bersinar.
"Bu Aryanti rupanya banyak juga penggemarnya abg abg lagi heeeeee..."
Aryanti kontan melirik dan Adrian ada di belakangnya ikut latihan juga, Aryanti tertawa kecil.
"Ini terang matahari bukan bulan Pak Adrian,apa Pak Adrian bukan ngalindur ?"
"Haaaaaaaa, kalau yang malam malam masuk kamar orang lagi tidur lelap itu ngalindur"
Aryanti mendelik,sambil berjalan berdampingan dengan Adrian ke arah lobby dan latihannya selesai,Adrian mengambil Air mineral dari kantin dan membuka tutupnya lalu menyodorkannya satu botol pada Aryanti.
"Makasih Mas"
__ADS_1
"Heemhgt ..."
"Katanya mau tidur lagi"
"Nggak enak tidur sendiri"
"Biasanya juga sendiri"
"Kan Ada kamu di sebelahnya"
"Ngeres amat sih Mas,emang aku cewek apaan juga kapan aku tidur di sebelah kamu ...?"
"Haaaaa,maksudku ada kamu di kamar sebelahnya"
"Maaaaas...!!! Adrian lari kecil di samping Hotel menuju kamarnya dan Aryanti mengejarnya lalu pura pura meninju pinggangnya dan Adrian menangkap tangan Aryanti dan tak melepaskannya.
"Ampun Bu Aryanti ampun hamba nggak lagi lagi menggoda"
"Udah ah Mas cape duduk dulu di taman yu"
"Ayo,kenapa sayang kamu belum pernah berenang di kolam renang itu ? kan sama itu juga olahraga bisa kan berenang ?"
"Bisa,cuma aku nggak pede kalau harus pake baju renang,walaupun pake baju renang muslimah"
"Beli dong bajunya nanti renang bareng sama aku"
"Ups aku nggak bisa,apalagi renang sama Mas maaf aja,tapi kalau udah jadi suami istri suatu saat mungkin bisa...bukan sok idealis ini masalah prinsip aja"
Adrian mengangguk dan mengerti alasannya.
"Kamu pake baju ini kayak siswa SMA jadi kayak abg abg tadi heee..."
"Terus kalau pakai baju kerja kayak ibu ibu gitu?" Aryanti mendelik lucu.
"Bukan sayang maaf,aku suka dari semua yang ada di dirimu,tapi aku lebih suka kamu pakai baju kerja jadi kelihatan dewasa,kelihatan cantiknya dan dewasanya"
"Iya iya Mas,nanti aku malah mau pakai baju daster dan aku mau tanya pendapat dan pandanganmu heeeee..."
"Itu mah nanti kalau kamu sudah menyusui anak kita..."
__ADS_1
Aryanti mendelik lagi,sambil mencubit tangan Adrian,Adrian menutup mulutnya sambil tersenyum.
"Ups salah lagi...!"