
Adelia begitu cantik dan anggunnya dengan beberapa kali ganti gaun dan baju pengantin muslimah dan kali ini semua bernuansa hijau tua,begitu kontras kecantikannya dalam balutan gaun hijau yang di hiasi kerlip mute dan hiasan renda senada di sekelilingnya.
Pelaminan yang semerbak berbunga segar mendominasi nya, dan aula resepsi yang lapang membuat nyaman semua yang ada di dalamnya,begitu juga Fath gagah dan tampan dengan pakaian adat Malaysia nya senada dengan pakaian istrinya hijau tua, Fath tak henti hentinya menebar senyum dan sesekali memandang Adelia yang sudah sah menjadi istrinya.
Aryanti merasa mual dan pusing melihat berduyun duyun orang memasuki aula resepsi,sampai Duta Besar asal Fath berasal yaitu Malaysia juga tamu tamu dari pemerintahan dan swasta juga turut hadir,menunjukkan status sosial orangtuanya yaitu keluarga Pak Surapraja.
Bu Handayani yang melihat perubahan Aryanti merasa cemas dan Aryanti sejak pagi sudah kelihatan tidak mood, terlebih Adrian saat melihat istrinya muntah di wastafel dan kelihatan lemas langsung membawanya istirahat di salah satu kamar Hotel,tetapi karena tidak merasa nyaman Adrian berinisiatif membawanya pulang saja sekitar habis tengah hari bersama Bapak dan Mamanya.
"Bi Ani tolong bikinkan teh manis hangat ya dan bawa ke depan"
"Iya Mas Adri..."
Adrian kembali duduk di kursi terras bersama Bapak dan Mamanya, datang Bi Ani dengan segelas gede teh hangat dan Aryanti langsung meminumnya dan kelihatan mulai agak segeran.
"Ya ampuuuuun Mas kita jadi nggak enak sama Adel...kita nggak ada di resepsinya"
"Nggak usah di pikirkan...yang penting kesehatanmu,benar kata Ibu kamu harus banyak istirahat sayang...mereka semua mengerti"
"Iya Nak yang penting kan kita telah menghadiri akad nikahnya,apa kamu mau tiduran ? kelihatannya mulai seger,kalau nggak apa apa biar Bapak sama Mama pulang dulu bagaimana ?"
"Iya Ma,nggak apa apa aku sudah baikan,sebenarnya aku mau istirahat di rumah tapi nggak enak Ma apalagi Ibu sama Bapak belum pada pulang"
"Iya Ma Pak,paling kita nginep semalam lagi di sini kalau Yanti nggak apa apa kami besoknya balik lagi ke Pangandaran" Adrian menambahkan.
"Nggak apa apa hanya mual biasa nanti juga hilang setelah melewati tiga bulan pertama, yang penting masuk makanan nggak perlu khawatir"
"Ya sudah Biar Pak Agum yang antar Bapak sama Mama..." Adrian bangkit memanggil Pak Agum dan Bapak Mamanya Aryanti berpamitan.
Adrian membimbing istrinya naik ke kamarnya.
"Aku nggak apa apa kok Mas,kalau sudah hilang mual nya aku kuat lagi"
"Tapi aku cemas sayang,takut kamu apa apa..."
"Yang aku takutkan yaitu aku takut di apa apa sama Mas heee..."
"Sayang kan aku ikuti syaratnya...kita kan ikutan Adel kita bulan madu lagi"
"Idiiiih bulan madu aja yang di fikiran udah ada isinya juga di sini" Aryanti menunjuk perutnya.
"Heee...bercanda sayang,aku sayang banget sama Mamanya juga dede yang di dalam perutnya" Adrian mencium perut istrinya yang masih rata dan mengusap usap perut Aryanti yang lagi tiduran.
__ADS_1
Sementara di tempat resepsi Adelia celingukan mencari Kakak dan Kakak iparnya Aryanti saat Jihan dan Habil datang dengan antusiasnya,di peluknya erat sahabatnya itu dan Jihan berbisik sambil diakhiri tertawa.
"Sepertinya aku tidak melihat seseorang..." Jihan membuat kode huruf A dengan jarinya.
"Tadi ada kok Ji mungkin istirahat istrinya lagi ngidam heee..."
"Oh ya ? sebenarnya aku mau kenalan sama Kakak ipar mu Del tapi tak apa mungkin suatu saat"
"Ya sudah,silahkan cari posisi cicipi ya makananya santai saja..."
"Iya Del itu Kak Habil masih ngobrol sama Bapakmu"
"Oh alah kehormatan buat saya ini generasi ke tiga Bapak Harun Al Rasyid rupanya,gimana pada sehat Abi Abi nya keluarga semua ?" Pak Surapraja menyalami dan menyambut Habil hangat.
"Alhamdulillah sehat sehat saja Pak..." Habil tersenyum.
"Saya kenal dengan Abi mu dari dulu,karena mungkin sama sama pelaku usaha di bidang yang sama heee..."
"Jadi Pak Habil ini yang sekarang memegang Pangandaran Beach Hotel ?"
"Alhamdulillah Pak,Abi sudah tidak aktif mau fokus dengan dunianya ya kita sebagai generasi selanjutnya...heeee"
"Ya bagus bagus mungkin sebentar lagi saya juga pensiun,mau main bersama dan ngasuh cucu haaa..."
Apa dunia ini begitu sempitnya ? atau semua serba kebetulan dan tiada yang tanpa perencanaan atau sudah diatur Yang Maha Kuasa ? Aryanti yang Habil sukai adalah menantunya Pak Surapraja,dan Adelia Anak perempuan Pak Surapraja temannya Jihan kuliah di Australia.
Habil dan Jihan duduk setelah berkeliling mencari makanan yang mereka sukai dan membawanya ke meja.
"Anak Pak Surapraja rupanya temanmu kuliah di Australia Ji..."
"Iya Kak...rupanya Kak Habil juga kenal ya Orangtuanya Adelia ?"
"Ya semua kenal lah...Kakaknya Adelia juga Kakak Iparnya kan semua di Hotel...Malah sama di Pangandaran,tapi aku tak melihatnya mereka di sini"
"Oh...Deg !" Jihan merasa,berarti Kak Habil juga kenal sama Mas Adrian ???"
"Pengantinnya cantik juga pengantin prianya ganteng heee...rasanya aku ingin segera menyusul mereka" Habil mencairkan suasana saat mereka mulai menyantap makanannya.
Jihan hanya tersenyum,dan teringat tadi waktu Jihan sama Habil datang Adelia begitu serius ngomong sama dirinya.
"Wah wah wah... serasi banget ini...tak kuduga dan tak ku sangka ternyata kamu punya kejutan yang luar biasa Ji haaaa...pokoknya jangan larak lirik lagi aku tunggu khabar baik dan keseriusan kalian, cepat halalkan nunggu apalagi ?"
__ADS_1
"Ah kamu bisa aja Del kan kamu nggak bakal ada di Indonesia,ikut juragan Minyak sawit di Malaysia kalau aku serius nanti kamu nggak bisa hadir..."
"Pokoknya aku usahain Ji...aku janji apalah artinya jarak Malaysia Indonesia ?"
"Pokonya do'a kan saja ya Del..."
"Pasti Ji,tapi kalau aku belum isi haaaaaaaa...." Adelia mengusap perutnya, semua tertawa termasuk Fath.
Fath mencium pipi Adel dan tertawa.
"Udah halal Ji..." Fath bercanda dan Adelia tersenyum sambil mengusap pipi Fath.
"Kapan kita merencanakan dan merancangnya Ji ?" Habil membuyarkan lamunan Jihan.
"Oh eh Iya Kak apa tadi ?" Jihan gelagapan dan salah tingkah dan juga malu karena dirinya nggak fokus,dan Habil tertawa.
"Kamu ngelamun apa ?"
"Heeeee..."
"Ya sudah kalau kamu sudah kangen kangenan nya sama teman kamu itu kita pulang sekarang gimana ?"
"Oh sudah sudah Kak,emang mau apa lagi,ayo kita pamitan dulu" Jihan bangkit duluan dan merapikan sedikit hijabnya juga pakaiannya.
Mereka berpamitan ucapan do'a dan terimakasih dari kedua pengantin mengiringi langkah Habil dan Jihan,dan sekali lagi Habil menyisir semua ruangan dengan pandangannya,tapi tetap wajah Aryanti juga Adrian tak ada.
Habil melajukan mobilnya dengan perlahan di sela sela sempitnya parkiran yang begitu penuh mobil mobil tamu undangan dan karangan bunga ucapan selamat untuk kedua mempelai.
Habil melirik Jihan yang duduk di sampingnya setelah mobil memasuki jalan raya.
"Apa kamu mau langsung pulang Ji setelah menghadiri resepsi ini ?"
Jihan melirik dan Habil meraih sebelah tangannya lalu menggenggamnya.
"Ya Kak emang kenapa ?"
"Bisa nggak kamu tinggal beberapa hari lagi di Pangandaran,aku masih kangen sama kamu...aku janji aku ajak kamu ke destinasi wisata yang ada di situ"
Jihan tertegun,mungkinkah perasaan mereka telah terpanah satu sama lain dengan begitu seriusnya ?
"Tapi aku janji sama Abi ku aku pulang besok Kak..."
__ADS_1
"Soal itu biar aku yang minta izin, nanti aku bicara aku telephon pada Abi mu,biar sopirmu suruh pulang saja nanti kamu pulang aku yang antar"
Jihan tersenyum dan mengangguk pasti,dan Habil semakin erat menggenggam jari jemari Jihan di sela sela ngover gigi kendaraannya...