Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ku katakan cinta dengan bunga


__ADS_3

Begitulah kebahagiaan pasangan muda Adrian dan Aryanti yang tak habis rasa cinta mereka dan tak lekang oleh waktu tak tergantikan oleh siapapun yang mencoba mengusik kebahagiaan mereka, mereka kukuh pada rasa yang telah terpatri di hati mereka,cinta tak pernah salah membidik hati mereka dan berdua terpanah bersama,waktu dan kedewasaan menunjukan jalan dan membimbingnya menuju jalan yang lebih baik.


Adrian yang begitu keras kepala dan begitu tak sabar dalam hal apapun main marah dan bikin rusak apapun yang ada di hadapannya sebagai pelampiasan rasa emosi setiap ada permasalahan yang mengusiknya di balik gagah dan tampan penampilannya, berbanding terbalik dengan pembawaan sang Istri yang cantik, lembut, murah senyum dan sangat mempesona dengan penampilan kantor dan kesehariannya jangankan seorang laki laki pasti akan terpesona memandangnya perempuan manapun juga akan iri di buatnya dan tak bisa untuk tidak memuji...ketegasan dalam memimpin membuat semua tak bisa membantahnya,Aryanti memang punya daya tarik tersendiri.


Saat perkenalan pertama Aryanti tak mendapatkan sebelah mata pun pandangan simpatik Adrian... Kecantikan yang masih terselimuti dan belum terpoles tak membuat Adrian berpaling memandangnya walau hati Aryanti saat itu sudah mengagumi ketampanan dan kegagahan laki laki yang mulai jadi teman kerjanya.


Baru setelah Aryanti memperlihatkan kecemerlangan dan kesuksesan dalam bekerja juga mulai memoles dirinya permata itu mulai berkilau menyilaukan mata siapa saja yang memandang termasuk mertuanya Pak Surapraja begitu mengaguminya dan selalu membanggakannya.


Sampai pada akhirnya Adrian sendiri jatuh hati begitu dalam dan jatuh cinta pada Aryanti kasmaran habis habisan...seperti baru pertama mengenal yang namanya cinta,berontak dengan hatinya dan ingin memiliki sepenuhnya tak bisa di bendung lagi, satu kata Aku harus mendapatkan hati Aryanti dan membuatnya jatuh cinta pada dirinya...


Dan mulailah penjajakan cinta Adrian dengan warna warni perjalanan cintanya dengan Aryanti ada drama, tawa,airmata, dan kebahagiaan,perpisahan dan pertemuan juga kerinduan yang tak tertahankan...


Pantai menjadi tempat awal kisah cintanya dan pantai tempat terindah memadu kasih mereka dan semilir senja adalah saksi ungkapan rasa sayang mereka juga pantai dan deru ombak adalah saksi gemuruhnya setiap gelora asmara mereka, menanti dan selalu di nanti menunggu sampai hati mereka bisa berpadu dalam satu ikatan resmi yaitu pernikahan.


Aryanti tersenyum sendiri di meja kerjanya menatap karangan bunga mawar merah hati yang sudah di pindahkan ke vas bunga,Aryanti tahu siapa yang memesannya dan di kirim ke mejanya kalau bukan suami tercintanya...satu tangkai di biarkan di atas map dan sesekali di ambil dan ciumnya dengan perasaan berbunga dan di pandangnya tiap kelopak tangkai dan benang sari yang masih belum kelihatan karena bunganya masih kuncup.


Seperti hatinya yang lagi penuh kebahagiaan dan bunga bunga Aryanti menikmati rasa di hatinya Aryanti baru merasakan kebahagiaan cinta tidak harus mahal tapi perhatian yang begitu romantis dengan seikat bunga begitu membuat hatinya melambung tinggi.


"Ku katakan cinta dengan bunga"


Itulah tulisan di kertas kartu ucapan yang tergantung menyertai di pita ikatan bunga sebagai pelengkap dan hiasan penambah cantik buket itu di rasa Aryanti begitu romantisnya suaminya dan sampai saat ini belum melihatnya dari pagi tadi.


Lagi mencium dan mengamati indahnya mawar merah Aryanti ada yang memeluknya dari belakang secara perlahan,dan Aryanti tahu dari parfum yang tercium wangi melintas di hidungnya.


"Suka dengan bunganya sayang ?"


"Heemght...banget Mas...terimakasih ya" Aryanti tengadah ke atas menatap senyum Adrian yang mengembang.


"Hanya bunga sayang..." Adrian mengusap pipi istrinya.


"Tapi bunga adalah simbol rasa yang terdalam,mewakili sebuah hati,walau semua ini akan layu dan berakhir menjadi sampah tapi makna dari tangkai tangkai ini telah begitu meresap di sanubari terdalam,akan ada bibit yang di semai baru dan tumbuh tunas baru pula dan tumbuh besar lalu berbunga lagi seperti hati dan perasaanku padamu... Mas Aku mencintaimu tanpa batas waktu selalu dan selalu setiap waktu..."


"Sayang Aku tak bisa ungkapkan perasaan seperti indahnya kata katamu tapi Aku hanya ingin memberi sesuatu yang kamu suka dan aku bisa"

__ADS_1


"Jangan ungkapkan perasaan Mas,semua senyuman,tatapan, perhatian, usapan, dan belaian adalah perasaan Mas yang begitu besar untukku Aku merasakan semua itu..."


Tanpa sadar mereka berpelukan di balik meja kerja Aryanti...dan Aryanti memegang satu tangkai mawar merah di tangannya, stafnya yang melihat pemandangan itu saling berbisik termasuk Komang Putri.


"Apa Bu Aryanti ulang tahun ?"


"Atau Pak Adrian yang ulang tahun ?"


Tapi semua tak pada tahu dan tak mendapatkan jawaban dari pertanyaan mereka


"Ehemght..." Komang Putri batuk batuk kecil dan menyadarkan Adrian dan Aryanti...Aryanti melepaskan pelukannya dan menyadari semua kesalahannya dan mendorong Adrian agak renggang.


"Maaf Bu Aryanti mengganggu heeee...ini ada berkas yang mesti di review...sepertinya ada yang ulang tahun ya ?"


"Oh eh enggak ...nggak ada yang ulang tahun kok ya kan Mas ?maaf juga kami terbawa perasaan heee...jadi malu jadi tontonan orang..." Adrian hanya tersenyum melihat istrinya mukanya merona merah dan Adrian masuk lagi ke ruangannya.


"Nggak apa apa Bu...di kira ada yang ulang tahun heee..."


"Sini silahkan duduk Ada yang harus di bahas ya ?"


"Justru Kamu Komang yang menyadarkan kami sebelum kami jadi tontonan gratis semua orang heee..."


"Tak apa suami istri ini,apa Bu Aryanti sama Pak Adrian terinspirasi sama yang booking kamar pada bulan madu para pengantin baru itu ya ?"


"Ah kamu bisa aja Komang Putri ! tiap hari tiap malam juga kita selalu merasa bulan madu...heee"


"Wow indahnya dan ada mawar juga sepertinya lagi romantis romantisnya ya Bu.."


"Ssssssssst... haaaaaaaa"


Komang Putri tersenyum merasa iri pada kehidupan asmara atasannya yang kelihatan selalu mesra.... terkadang mempertontonkan hal tak terduga seperti tadi,selalu romantis dan mesra meski perkawinan memasuki usia ke ke lima,tetap saja memperlihatkan rasa yang selalu hangat.


"Gimana belum ada yang keluar orang orang yang lagi bulan madu itu ?"

__ADS_1


"Yang Adiknya Pak Adrian dan suaminya sudah keluar dan memakai mobil yang biasa di pakai Pak Adrian tadi saya bertemu... sebelum Bu Aryanti datang"


"Wow Adelia memang suka akan kejutan dan penjelajahan biarkan saja dia..."


"Yang satu pasang lagi ?"


"Belum itu Bu..."


"Heeee...mungkin dia nggak keluar keluar"


"Sebenarnya orang lain juga ada yang booking bulan madu Bu cuman kita tak tahu aja...kata resepsionis kemarin bulan ini jauh jauh hari orang pada booking kamar di masa masa awal pernikahan mereka..."


"Ya syukurlah semoga semua tambah berkah...Rapat masih berjalan dengan lancar kan Komang ?"


"Masih Bu...dan hari ini akan ada rombongan anak anak SD yang mau ke Mini Zoo kita Bu...siang sekitar jam sepuluh sebelas biar Aku saja yang memandu..."


"Oh ya ? boleh boleh nanti Saya temani dan pasti sangat menyenangkan..." Aryanti membayangkan Alinea kalau sudah bisa sekolah seperti anak anak yang lainnya pasti sangat menyenangkan mengantar dan menjemputnya juga.


Komang Putri kembali ke mejanya dan Aryanti tenggelam dalam map map di hadapannya ada yang di tanda tangani ada juga yang hanya di beri tanda saja juga ada yang di pisahkan dari tumpukan yang lainnya dan Aryanti berdiri dan berjalan ke ruangan Adrian yang lagi melihat lihat sangat fokus pada komputernya.


Adrian meliriknya saat pintu di ketuk dan Adrian tersenyum siapa yang masuk, Aryanti menaruh map di meja suaminya dan melihat apa yang lagi di lihat suaminya,Adrian lagi melihat lihat kuda di daerah Sumbawa juga burung merak untuk menambah koleksi kebun binatangnya,dan Aryanti begitu antusias banget ingin menambah koleksi kebun binatangnya.


"Mas mau nambah koleksi binatang kita kan ? wah...lucu lucu banget Mas tambah banyak Aku suka banget Mas..."


"Sayang dasar ini semua adalah rezeki kita...kita dapat hibah binatang ini dari kebun binatang asal binatang ini berada karena kekurangan tempat dan mereka tak bisa menampung lagi sudah berkembang biak dengan baik di sana...kita hanya membayar ongkos perjalanan sama perawatan di jalan saja gimana kamu setuju kebun binatang kita menambah dua koleksi ?"


"Wah Aku sangat setuju banget Mas...kok Mas baik banget sih sama Aku kenapa heh ?" Aryanti menatap suaminya sambil senyum.


"Heeee... emang kamu baru tahu kalau Aku itu baik banget ?" Adrian menarik Aryanti ke pelukannya sampai terduduk di pangkuannya di kursi kerjanya.


"Maaaaas aaaaaaah sakit pelan dong..." Adrian mencium bibir istrinya dengan penuh hasrat.


"Ini juga sudah pelan sayang..."

__ADS_1


Teriakan Aryanti membuat Pak Daman berhenti di balik pintu dan mengurungkan niatnya masuk ke ruangan Adrian,dan balik lagi sambil tersenyum sendiri.


__ADS_2