Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Kebersamaan yang manis


__ADS_3

Kebersamaan yang begitu manis dan akrab di rasakan Aryanti terutama dengan Ibunya Adrian,layaknya seorang anak dan Ibunya,saat Aryanti menawarkan aerobic bareng di sambut dengan tawa Ibunya Adrian.


"Ayo Bu bakar lemak dulu biar sehat"


"Ayo boleh aja walau Ibu merasa sudah tua tapi nggak mau kalah sama anak muda,Ibu sudah lama nggak ikut sanggar senam sudah lupa jadwalnya juga heee..."


"Yang penting gerak Bu haaa..."


"Ya ya ya..."


Senangnya hati Aryanti bisa mengajak calon Ibu mertuanya dan dia begitu aktif dan masih energik untuk segala kegiatan dia masih bisa mengikuti gerakan-gerakan senam walau lama katanya dia nggak ikut senam,karena mungkin dulunya juga dia terbiasa dengan kegiatan seperti ini dan dia juga berpesan besok pagi dia minta ditemenin renang dan Aryanti dengan senang gati mengiyakan dengan antusias.


Malamnya pulang aerobic, setelah mandi Ibunya Adrian ngajak Aryanti makan malam bareng,sama Pak Surapraja Ibu Handayani dan Aryanti satu meja sambil ngobrol akrab,dan tak lupa Ibu Handayani memposting kebersamaan mereka di tiap moment nya dan di kirim ke Adrian dengan suka cita.


Aryanti mengantar Ibu Handayani ke kamar bungalo nya dan ngobrol berdua,sementara Pak Surapraja masih ngobrol di Restourant sama Pak Edi.


"Dek Aryanti, Nak Adrian berapa hari sekali nelephon ?"


"Ya tergantung senggangnya waktu kali Bu,kadang seminggu sekali kadang dua minggu gitu"


"Ya syukurlah asal tetap ada komunikasi Ibu merasa bahagia dan merasa senang kalian baik-baik saja"


"Kami sepakat Bu kalau diantara kami terjebak kesibukan nggak usah memaksakan diri jadi kami maklum untuk hal itu,saat kami cape, ngantuk,sibuk, Mas Adrian dengan tugas kuliahnya dan aku dengan pekerjaan juga tanggung jawab di sini"


"Bagus bagus seperti itu,kamu juga dek Aryanti banyak waktu jangan habis untuk bekerja, cari kesenangan sendiri dengan yang positif sudah bagus seperti yang tadi itu bisa senam bareng,bisa jalan-jalan kan katanya tadi sudah punya SIM mengendarai kendaraan,jangan hanya pekerjaan yang di fikirkan,untuk diri sendiri juga fikirkan juga"


"Iya Bu"


"Ibu bawa oleh oleh ini nggak tau cocok apa nggak,tapi syukur syukur bisa dipakai,buka saja coba lihat" Bu Handayani menyodorkan tas jinjing kertas ke hadapan Aryanti.


"Oh ya ampuuuuun Ibu ngerepotin banget,tapi terima kasih pasti aku pakai cardigan ini,bagus banget Bu..."


"Ibu nggak tahu seleranya anak muda tapi Ibu pengen beli aja buat kamu..."


Aryanti begitu berbinar matanya menerima hadiah oleh-oleh pemberian dari Ibu Handayani,dan Ibu Handayani juga begitu gembira melihat Aryanti antusias dengan pemberiannya merasa dihargai Ibu Handayani mengusap usap tangan Aryanti.


"Dek Aryanti apa Dek Aryanti sudah ngobrol dengan Nak Adri mau seperti apa konsep pernikahan kalian nanti ? nanti Ibu bicara sama kenalan Ibu yang punya event organizer..."


"Oh belum Bu,kami belum punya konsep apa apa,dan ngobrol tentang itu..."


"Ya harus punya keinginan,sekali seumur hidup jadikan itu moment yang sakral dan sangat berharga bagi kalian berdua, jadikan sesuatu yang tak terlupakan..."


"Iya Bu"


"Mau modern,mau tradisional banyak pilihan apalagi kalian anak anak milenial,executive muda pasti bisa mencipta yang unik unik"


Aryanti tersenyum menanggapi obrolan Ibunya Adrian, kelihatan begitu inginnya Ibu Handayani hari H itu segera datang, seperti juga Aryanti dan Adrian betapa ingin mereka juga segera mewujudkan angan angan bahagia mereka, menjadikannya satu tujuan bersama.


"Kita telephon Mas mu Adri sekarang pasti dia sangat gembira lihat Ibu sama siapa di sini heeee..."


Bu Handayani menyodorkan ponselnya pada Aryanti,tapi Aryanti menolaknya dengan sopan dan mempersilahkan pada Ibunya Adrian saja yang menelephon.


"Assalamualaikum Ibu...Ibu itu di mana ?" suara Adel di sebrang jauh.


"Waalaikum salaam...coba tebak Ibu di mana juga sama siapa hayo...?"

__ADS_1


"Idiiiih...Ibu kok lagi sama Kak Aryanti siiih...?"


"Kakakmu mana ?"


Adel berlari ke kamar kakaknya dan menggedor pintunya.


"Kak,Ada telephon dari Ibu..."


"Apaan sih teriak teriak kayak Tarzan aja lu"


"Nih, Ibu sama Kak Aryanti"


"Hah...? ya ampun Ibu jadi ya ke Pangandaran ?"


Ibu Handayani hanya tersenyum melihat kedua anaknya gembira apa lagi melihat Adelia anak perempuannya yang teriak-teriak di belakang Kakaknya sedangkan Ibu Handayani juga mengarahkan kameranya ke arah Aryanti yang lagi dadah dadah di belakangnya sambil tersenyum.


"Ibu,Bapaknya di mana Kok gak bertiga aja nelephonnya ?"


"Bapak masih ngobrol di sono sama Pak Edi"


"Ibu Adel jadi pengen ke sana, Ibu habis ngapain sama Kak Aryanti ngerumpi ya ? mau nginep lama nggak di situ ?"


"Bilangin dek Aryanti Ke Adel nih heee..."


"Hai Adel, Kakak habis aerobic sama Ibu,terus makan malam bersama deh heeee..."


"Sini bagian gue ngomongnya sekarang"


Adrian merebut ponsel dari tangan Adelia,dan Adelia nggak terima jadinya rebutan ponsel yang menang pasti yang kuat Kakaknya.


"Hai sayang...kamu senang ya di tengok Ibu sama Bapak ?"


"Iya seneng banget Mas..."


"Terus apa yang akan kami lakukan besok hayo tebak...?" Bu Handayani menambahkan.


"Ah.... Ibu,apaan sih pake tebak tebakan segala ?"Adrian merasa penasaran.


"Ibu menantang Dek Aryanti balap renang besok pagi heeeee..."


"Ibu nanti aja kalau Aku sama Adel udah pulang balapannya... haaaaaaaa"


"Ya kalau kalian pulang kita balapan lagi ya dek Aryanti..." Aryanti hanya tersenyum.


"Mas Adrian do'ain aku menang ya besok haaaaa..."


"Iya sayang saya do'ain menang dua duanya heeeee..."


"Kami di sini sayang kalian semua..."


"Sama kami juga sayang...sudah ya ini sudah malam kasihan dek Aryanti takut kecapaian"


"Ya sudah,kalian ini bersenang senang nggak ajak ajak,awas ya kalian kalau ketemu suatu saat nanti pasti aku tenggelamkan !!! haaaaaaaa..."


Adrian bicara dan mengancam menirukan gaya dan jargon seorang pejabat negara perempuan yang menjadi menteri perikanan dan kelautan yang berasal dari Pangandaran,semua pada tertawa.

__ADS_1


"Sudah malam tidurlah dan istirahat,Ibu juga sudah ngantuk"


"Ya Bu"


Aryanti pamit permisi sama Ibu Handayani, dan Ibu Handayani mengangguk sambil tersenyum pada Aryanti, Aryanti keluar sambil menenteng tas jinjing kertas, dan berjalan menuju kamar bungalonya.


Aryanti menyimpan tasnya di atas kasur dan membuka sepatu lalu berganti pakaian tidur,Aryanti duduk bersila di atas kasur sambil membuka laptopnya dan ponselnya lalu mentransfer foto foto kebersamaan tadi dengan Ibu Handayani di data laptopnya.


Aryanti mengerutkan dahinya karena ponselnya berbunyi Adrian memanggilnya kembali,apa lagi ini orang fikirnya kan baru tadi nelephon dan bicara,Aryanti meraih kembali kerudung instannya dan memakainya kembali.


"Mas...ada apa lagi hemght ?"


"Ya aku belum memandang kamu,tadi kan kita bicara ramai ramai,sekarang aku hanya ingin berduaan saja"


"Ya ampuuuuun Mas sama saja kali"


"Nggak lah,beda dong"


"Ya sudah terserah Mas saja"


"Bicara dan ngobrol apa sama Ibu tadi sayang...?"


"Mau tahu aja itu kan rahasia dan urusan perempuan"


"Tuh kan kamu curang"


"Mas tadi siang aku kaget banget pas Pak Edi ngasih tahu Bapak sama Ibu ada di sini"


"Itu kan aku yang nyaranin sama Ibu biar Ibu nengok kamu, aku mau kamu senang bukan kaget heee..."


"Mas masa sih segitunya ? Mas menyuruh Ibu sama Bapak nengok aku ? Aku jadi malu tahu..."


"Orang Ibunya juga sudah rencana kok,aku hanya kasih tahu kamu lagi kurang enak badan doang,ya jadi Ibu kepikiran terus mungkin"


"Mas jangan segitunya sama Ibu, kasihan lho jauh jauh datang ke sini aku sendiri nggak apa apa kok..."


"Ibu juga senang ketemu kamu sayang..."


"Lebih seneng aku Mas,Ibu ngasih ini ni sama aku heeee..." Aryanti memakai cardigan nya.


"Perempuan tahu aja,aku juga pengen dong di kasih sama kamu..."


"Mas mau di kasih apa sama aku ?"


"Maunya sih itu semua dari atas sampai bawah" Adrian melingkari gambar Aryanti di layar ponselnya.


"Boleh tapi harus ada izin dulu"


"Izinnya sama siapa ?"


"Sama Bapakku,sama Mama ku juga penghulu,sudah itu aku milikmu"


"Aku pengen hari itu cepat datang sayang..."


"Ya ya ya...biar ngelamunnya nggak keterlanjuran,juga aku begitu capek,udah malam juga kita harus istirahat,sementara kita peluk guling dulu ya..heee"

__ADS_1


__ADS_2