Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Istirahat


__ADS_3

Pagi pagi menjelang siang Aryanti habis renang sama Adelia mereka masih ngobrol seputar Jihan sahabatnya,Fath masih ngorok di tempat tidur dan Adrian sudah ke kantor,Aryanti berencana nggak masuk kantor hari ini karena kemarin telah melihat agenda seminggu ini dan sudah mengkondisikannya dengan Linda tidak ada yang urgent dan penting untuk hari ini.


Adelia dan Aryanti berdiri di kolam renang tapi sudah istirahat di pinggir tepi di bibir kolam renang sambil mengambil dan mengatur nafas mereka.


"Si Jihan datang pertama kali ke sini ya Kak...dia minta maaf sama Kak Aryanti"


"Sudahlah Del...nggak baik terus membahas orang lain ujung ujung nya kita malah ngegosip Kakak sudah memaafkannya"


"Iya Kak,tapi Kak Aryanti harus tahu dan saya tegaskan lagi


kalau Jihan sama Kak Adrian nggak pernah ada apa apa,masalah Jihan suka sama Kak Adrian itu urusan pribadinya,mungkin kalau masalah perasaan kita nggak tahu itu hak dia mau suka sama siapa saja,asal jangan sampai menjadi ganjalan bagi orang lain"


"Susah kalau semua hanya cinta sendiri dan bertepuk sebelah tangan,tetap nggak akan bersuara bagaimanapun kita berusaha mencintai dan menarik perhatiannya"


"Syukurlah kalau Kakak mengerti"


"Iya Del semoga Pak Habil menjadi yang terbaik buat sahabatmu,Pak Habil adalah orang baik yang aku kenal"


"Hai hai hai...sayang sudah berenang nya jangan cape cape ah...nggak baik buat kamu sama janinnya,ayo sini naik aku bantuin..." Adrian menyodorkan tangannya dan membantu menarik istrinya pelan pelan


"Yeeee...Kakak kita hanya renang saja bukan ikut perlombaan atau turnamen, Kak Aryanti hanya renang pelan lebih banyak berendam nya justru baik buat olah nafas Ibu hamil"


"Eh di ingatkan malah ngeyel...kamu juga tuh hati hati siapa tahu perutnya sudah ada isinya"


"Emang ini ada isinya,tapi roti panggang sama coklat hangat heeee..."


"Suamimu tuh ajak renang jangan tidur melulu banyak lembur harus juga banyak olahraga" Adrian menyodorkan tangannya pada Adiknya dan pelan pelan membantu naik dari kolam renang.


"Kak Adri juga kan paling malas olahraga,kata Kak Aryanti maunya kelonan melulu heee...


Aryanti tertawa dan Adrian hanya senyum.


Aryanti mengambil handuknya dan mengelap mukanya dan Adrian menyodorkan piyama mandinya.


"Del cepet ganti bajunya sana nih lihat Kakakmu sudah kedinginan"

__ADS_1


"Kak Aryanti mau ganti di kamar ganti apa ke kamar saja ?"


"Aku di kamar saja Del"


"Aku juga di kamar ah..."


"Hati hati jatuh sayang itu sendalnya basah dari badan jadinya licin nggak usah pake sandal biar aku bawain buka saja"


Aryanti menurut saja membuka sandalnya dan membiarkan Adrian menjinjing nya dan mengikuti di belakangnya,


Adrian memastikan istrinya sudah pulang ke kamarnya sudah mengganti pakaiannya dan sudah duduk di sofa dengan santainya.


"Perasaannya enak nggak sayang ?"


"Enak Mas nggak apa apa,nggak usah khawatir berlebihan aku baik baik saja" Aryanti menyandarkan kepalanya di bahu suaminya,dan Adrian mengusap bahunya dengan perlahan.


"Aku ke kantor lagi ya..." Adrian mengecup kening istrinya dan berdiri keluar kamarnya,Aryanti mengambil remote tv dan menyalakannya walau nggak fokus untuk di tonton.


Aryanti berencana menelphon Mamanya,tapi perutnya begitu lapar mencari makanan di belakang dan membuka kulkas dan memandanginya lama tapi nggak ada yang kepilih,dan berganti ke lemari makanan ada roti tawar, biscuit,dan makanan kalengan,sepertinya yang enak mie ayam hangat pedas, sepertinya menggoda banget,kalau minta di beliin sama Mas Adrian pasti harus debat dulu,pagi pagi sudah makan ini itu nggak sehat,nggak baik nggak bergizi,mending telephon Linda biar anak anak hotel suruh beliin.


Yang terbayang sama Aryanti sehabis taekwondo suka beli Mie seperti ini bersama sama temannya,atau sepulang kuliah kalau perutnya lagi lapar banget suka mampir dulu,atau kalau lagi santai nungguin odong odong malah Si Emang tukang Mie Ayamnya sudah kenal karena mangkal nggak jauh dari odong odong Bapaknya dan suka ngobrol sama Bapaknya.


Sesuatu yang begitu terbayang dari awalnya,Aryanti begitu nikmat menyantap makanannya dengan lahapnya habis sampai kuah kuahnya...kenapa aku nggak minta di beliin dua porsi ya ? apa ini yang di namakan ngidam itu ? kok aku begitu menginginkan sesuatu makanan yang pernah singgah di lidahnya dulu,Aku malu kalau minta di belikan lagi,biarin besok besok saja aku yang beli sendiri sekalian dua porsi.


Aryanti membuka lemarinya melihat lihat tumpukan dan lipatan bajunya yang berantakan apalagi di bagian lemari suaminya,memang kalau ngambil baju suka seenaknya dan sembarangan apalagi kalau nggak cocok yang satu ngambil lagi dan main lempar saja,atau di lipat sekedarnya saja.


Aryanti mengusap perutnya,kata Mamanya kalau mau bekerja apapun ajak anaknya juga dan bilang atau kasih tahu.


"Sayang mari kita bereskan baju di lemari ini" Aryanti mengusap perutnya yang memasuki minggu ke empat,nafsu makannya mulai kelihatan dan Aryanti mulai agak gemuk an,tapi mual dan pusingnya masih suka datang di saat panas atau pagi pagi menjelang bangun tidur.


Baju di keluarin semua dan di tumpuk di tempat tidur,dengan tujuan mau di tumpuk ulang biar kelihatan rapi,semua pakaian di cuci di laundry berangkat kotor datang sudah rapi kecuali underwear di cuci sendiri.


Aryanti mulai pusing di tambah dengan wangi pewangi pakaian yang begitu banyak khas baju dari binatu membuat mual yang begitu hebat, perut kosong habis renang hanya makan sereal dan barusan makan mie ayam,mata dan pandangan Aryanti berkunang kunang dan sempat meraih ponselnya memijit satu nomor darurat yaitu nomor suaminya Adrian dan tak sempat di jawab atau ngomong Aryanti keburu muntah di kamar mandi...


Adrian tahu ini pasti ada apa apa dan berlari ke belakang ke kamarnya dan mendapatkan istrinya sedang muntah muntah di closet kamar mandi.

__ADS_1


Adrian panik merengkuh bahu istrinya dan mengambilkan air di gayung buat kumur kumur dan handuk,keringat dingin membasahi kening dan pakaian istrinya Ardian memijit tengkuk istrinya perlahan...


"Astagfirullah...Mas mual banget"


"Sudah ? Ayo duduk dulu biar aku yang bersihin semua"


Adrian membimbing Aryanti sampai duduk dan kelihatan begitu lelah dan mengambilkan minum yang agak hangat.


"Katanya tadi nggak apa apa..."


"Tadi memang nggak apa apa Mas, Aku mau beresin pakaian tapi wangi dari pewangi pakaian begitu menyengat hidungku aku langsung mual Mas..."


"Ah kamu lagian ngapain di beresin segala biarin saja...nggak usah capek capek malah kecapekan katanya mau istirahat"


"Kalau sampai ketahuan Ibu semua ini pasti aku yang di omelan habis,nih Ibu sama Bapak lagi di jalan mau ke sini..."


"Masa Mas memang ada apa ?"


"Ya nggak tahu...nengok kamu mungkin"


Aryanti memejamkan mata dan bersandar di sandaran kursi,merasakan mual yang masih ada,Adrian meraih kepala istrinya dan memeluknya,mau tiduran tapi tempat tidurnya penuh sama tumpukan baju,dan akhirnya Aryanti tiduran di sofa di pangkuan Adrian,Adrian mengusap usap rambut dan kepala istrinya.


"Sudah agak mendingan ?"


Aku ambil bantal dulu ya, Aku bersihin dulu kamar mandi malu takut Ibu melihatnya"


Aryanti mengangguk sambil tetap memejamkan matanya dan langsung tiduran di sofa.


Adrian keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang istirahat.


"Sayang... Aku meninggalkan tamu tadi di depan,ada yang survey tempat buat gathering perusahaan, Aku ke depan dulu sebentar ya...kamu yakin baikan ? nggak mau muntah lagi ?"


"Iya Mas, Aku sudah agak enakan tapi masih pusing...


silahkan kalau mau kedepan"

__ADS_1


Adrian memandang istrinya dan mengusap rambutnya.


__ADS_2