
Adrian kembali ke kamarnya tapi nggak sendiri,tapi Aryanti masih merasa kurang enak badan dan masih saja tiduran di sofa,
perasaanya masih agak pusing tapi sudah agak lumayan baik daripada tadi, mungkin itu Linda yang mau bertemu dan di kasih tahu sama Adrian tentang kondisinya,Aryanti tak tidur hanya memejamkan matanya saja yang begitu berat,maunya tidur barang sebentar bias nanti bangun sudah baikan lagi.
"Sayang masih pusing ?" Adrian memegang keningnya dengan belakang jarinya.
"Panas nggak ?" Ibu Handayani memandang Anak lelakinya.
"Enggak Bu" Dan Aryanti kaget berarti Ibu mertuanya sudah datang dan Aryanti berusaha membuka mata dan mau duduk, tetapi Adrian mengusap usap kepalanya,dan Aryanti mencium tangan Ibu mertuanya dan tersenyum
"Sering seperti begini ? sampai muntah muntah ?"
"Jarang Bu"
Aryanti berusaha bangun dan duduk,dan Ibu Handayani duduk juga di sampingnya dan mengambil bantal di kasih sama Anaknya,lalu mengusap usap punggung menantunya.
"Masuk nggak makanan Dek Aryanti ?"
Aryanti mengangguk.
"Sekarang makan lagi ya kan tadi habis di muntah kan,Nak Adri harusnya ada buah biar buat cemilan itu bagusnya buah,jadi kalau makan buah bisa mengurangi mual juga"
"Iya Bu nanti Adri beli ke pasar"
"Sekarang cari makanan maunya apa,coba Dek Aryanti bayangin yang enak kira kira maunya apa,makan jangan terlalu banyak juga sedikit sedikit tapi sering"
"Biar nanti Ibu saja sama Adikmu yang beli,coba telephon Adikmu apa sudah kelihatan hari ini ?"
"Sudah Bu,malah tadi habis renang sama Aku" Aryanti menjawab.
"Pasti tidur lagi,soalnya Fath tadi belum bangun katanya"
"Biarin jangan di ganggu,kirim pesan saja,biar kalau bangun nanti dia baca pesannya" Bu Handayani begitu pengertiannya
"Iya Bu..."
Adrian mengambil ponselnya dan menulis pesan buat Adiknya Adelia,kalau Ibu mereka sama Bapaknya ada di sini.
"Ibu ada perlu datang ke sini atau mau liburan saja ?"
"Ya Ibu sama Bapak kangen kalian, anak menantu Ibu semua kumpul di sini jadi ingin Ibu juga berkumpul di sini,mau melihat perkembangannya Dek Aryanti,juga mau liburan di sini barang berapa malam"
"Aku sama Istriku senang sekali Bu" Adrian tertawa.
"Mungkin Bapakmu ada yang mau di bicarakan barangkali mumpung Adikmu masih di sini,soalnya sama Pak Daud juga di ajak ke sini"
"Oh ya ? kira kira soal apa ya Bu ?"
"Mungkinkan soal Bapakmu mau pensiun atau juga soal pengelolaan Hotel atau juga soal hibah buat kalian,mungkin juga yang lain..."
__ADS_1
Semua diam.
"Sayang mau makan apa ?" Adrian memandang pada Aryanti yang punggungnya lagi di usap usap sama Ibunya.
"Aku mau makan mie ayam Mas"
"Beliin saja selagi yang di minta itu makanan"
Adrian bangkit berdiri.
"Mas Aku mau dua porsi"
"Hah !? memangnya mau habis ?" Adrian berdiri memandang pada istrinya seakan tak percaya.
"Heee...rupanya cucu Ibu ini kemaruk juga,beliin saja Nak Adri sayang...terkadang Ibu yang hamil itu aneh aneh,apa yang di ingat,apa yang di rasa itu yang di pinta dan nanti kalau sudah datang yang di pinta lain lagi maunya" Bu Handayani mengusap perut Aryanti.
"Maafkan Aku Mas perasaan Aku lapar banget"
"Jangan meminta maaf sayang,untuk hal kecil seperti ini Aku akan membelikannya kalau perlu Aku datangkan sama gerobaknya heee..." Adrian mengusap kepala Aryanti.
"Harus banyak sabar Nak Adri sayang...Istri hamil itu anugrah tak ternilai di banding dengan apapun juga"
"Iya Bu...Aku ke depan dulu ya"
Adrian berlalu keluar dan membiarkan pintu terbuka.
"Itu namanya bukan istirahat sama saja capek" Ibu Handayani memandang tempat tidurnya Anak dan menantunya yang penuh dengan tumpukan pakaian.
"Duduk saja biar Ibu yang beresin"
"Aduh Ibu jangan... biarin sama Mas Adri saja nanti..."
"Heee...dia paling bisanya nge berantakin bukan beresin" Bu Handayani berdiri dan mulai menumpuk sesuai spesifikasi nya kemeja sama kemeja lagi,kaos sama kaos lagi celana panjang kerja dan juga celana panjang santai,dan di masukin kembali ke lemari sampai selesai dan membuka lemari satunya lagi lemari pakaian Aryanti,begitu rapi tertata dan teratur kelihatan banget mencerminkan orangnya.
Bu Handayani melihat lihat lagi ke bagian lain ke dapur buka buka lemari makanan,kulkas,
sampai ke kamar mandi segala semua tampak rapi dan bersih lemari juga kulkasnya kosong nggak ada stok makanan dan kembali duduk di dekat Aryanti.
Bu Handayani memandang menantunya begitu sayangnya dirinya sama seperti sayangnya pada Anaknya sendiri,wajahnya yang cantik kelihatan agak pucat dan sedikit agak gemuk, mengingat betapa sayangnya perasaan Anak lelakinya pada sosok Aryanti ini terlebih sekarang dalam keadaan hamil,membuat Ibu Handayani juga tak terkira perasaan sayangnya.
Aryanti yang lagi anteng melihat lihat pesan di ponselnya segera menyimpan ponselnya kembali saat Ibu mertuanya duduk di dekatnya.
"Saya jadi merepotkan Ibu..." Aryanti merasa malu.
"Beresin di tempat Anak sendiri nggak bikin repot,kan kalau Dek Aryanti lagi sehat pasti semuanya sudah rapi..."
Aryanti hanya tersenyum,dan Adelia datang ke situ kelihatan seger sudah mandi dan memeluk Ibunya.
"Ini Anak Ibu yang lagi pengantin baru,baru kelihatan..."
__ADS_1
"Suamimu mana Nak ?"
"Lagi mandi Bu,Ibu kalau kemarin kemarin tahu mau kesini ya bareng sama Aku ?"
"Iya Ibu kan banyak yang harus di urus dulu,lagian kan Ibu takut mengganggu yang lagi seneng senengnya heee..."
"Aaaaaah Ibu..."
"Ini Kakakmu muntah muntah katanya tadi,sekarang lapar Kakakmu lagi cari makanan"
"Kelamaan kali Kak renangnya,jadi masuk angin"
"Hush...kamu ini, orang Kakakmu jelas jelas lagi isi itu bukan masuk angin,itu penyakitnya orang yang lagi hamil muda ya begitu"
Adrian datang dengan tentengan dan mengambil tempat mangkuk di belakang lalu menuang dan memberikannya pada istrinya.
"Nggak usah pakai saus ya kalau mau saus tomat punya kita aja ya sama sambalnya tuh"
Adrian mengambil botol saus tomat di belakang dan menaruhnya di meja depan istrinya.
"Del ayo makan tuh Mas Adri beli dua kan Mas ?"
"Belinya empat malah heeee ...
takut ada yang mau,nih satu lagi yang ini sebentar lagi juga ngidam" Adrian merangkul Adelia dan menepuk pundaknya,Adelia hanya senyum senyum saja juga Ibu Handayani dan Aryanti.
"Mas Adri begitu Kak Aryanti terkadang baik dia,nggak di pinta juga Aku di beliin walau mie ayam ini hanya dari mie ayam gerobak, Aku makan ya Mas terimakasih heee..."
"Mas memang nggak mau ? Ibu juga ? kita jadi makan berdua nih sama Adel"
"Makanlah takut kamu nggak kenyang"
"Aku kenyang satu juga Mas,tapi di awal perasaan nggak kenyang makanya minta dua porsi heee..."
"Ibu sekali kali jadi pengen bikinkan spaghetti yang enak buat kalian,Anak Ibu pada doyan makan mie rupanya"
"Repot repot Bu,tinggal pesan di cafe juga ada,tapi ini kan mintanya mie ayam gerobak" Adrian tak lepas memandang Aryanti yang lagi makan mie ayam sama Adiknya Adelia.
"Fath doyan nggak makan mie tuh masih ada"
"Apa aja dia mah masuk"
"Iya nanti kalau Fath ke sini antar Ibu ke pasar ya Nak kita cari makanan sama buah buat Dek Aryanti,juga kamu Nak Adri jangan biarkan istrimu capek capek, pakaiannya sudah Ibu beresin tuh,mulai lakukan semua pekerjaan perempuan juga jangan semua mengandalkan istri,sudah tahu istri lagi hamil harus punya tanggungjawab yang sama dan rasa kasihan melihat istri itu.
Adelia mendelik ke arah Kakak nya Adrian bermaksud meledek,mendengar Ibunya ngasih ceramah panjang kali lebar di tujukan sama Kakaknya.
"Iya Mas pakaian Mas jadi di beresin Ibu"
"Nggak apa apa kan nggak tiap hari Ibu bisa bantuin"
__ADS_1