
Lantunan Adzan shubuh membangunkan Adrian dalam lelap dan capeknya,yang pertama di lihat adalah Aryanti di sampingnya,Aryanti kelihatan masih begitu nikmatnya tidur,Adrian mengusap mukanya dan memandang wajah tak berbaju hanya berselimut sedada,di pandangnya wajah istrinya setiap saat,juga saat bangun tidur seperti ini di rasa tak bosan bosannya,Adrian memasukkan kaki ke dalam selimut dan menggesekkan kaki dan betisnya ke betis Aryanti,dan Aryanti menggeliat,Aryanti sekejap kaget dan malu mendapati dirinya dalam sorot pandangan Adrian,lalu dia menyembunyikan seluruh badannya di balik selimut dan Adrian ikut juga dan memaksa masuk dan membukanya.
"Iiiiiiiiiih...Mas aku malu"
"Malu sama siapa,aku kan suamimu aku sudah tahu semuanya"
"Tapi aku nggak enak sana tolong cariin bajuku"
"Tapi aku enaknya kamu nggak pakai baju"
"Idiiiih...Mas cepet ambilkan bajuku"
"Nggak ada sayang..."
"Pokoknya ambilkan yang mana aja,masa aku pakai underwear saja...?"
"Biarin lucu seperti Barbie..."
"Mas...!!! cepetan...Mas umpetin bajuku ya ?"
"Haaaa..."
"Pagi pagi sudah jail dosa loh..."
Adrian hanya tertawa,dan mengambil baju tidur Aryanti dari balik bantal dan menyodorkan ke Aryanti sambil meraih tangan Aryanti dan memeluknya.
"Pagi-pagi gini aku nggak mau dipeluk, Mas aku bau habis bangun tidur" Aryanti duduk dan mengenakan pakaiannya.
"Tetep cantik bangun tidur juga kok"
"Itu mah bagi yang kasmaran,dan candu asmara menahun..."
"Haaaaaaaa..."
"Ayo kita bangun suamiku sayang... ini kan rumah orang tua,bukan rumah sendiri,bukan kita tidur di kamar Hotel,jangan banyak alasan, memakai alasan kita pengantin baru lah...semua orang merasakan lah...,kalau besok di Bali atau sudah di Pangandaran aku masih maklum"
"Oke kita bangun,mandinya bareng ya..."
"Nggak,nggak...Mamaku pasti sudah di dapur nyiapin sarapan pokoknya aku dulu ya..."
"Ya sudah aku ikut keinginan mu"
Aryanti beranjak keluar kamar meninggalkan Adrian yang masih selimutan,dan benar saja Mamanya sudah sibuk di dapur,rasa malu memang tak bisa dihindari,walau semua orang pernah mengalaminya dan merasakan,mandi keramas di hadapan orangtua habis pengantin baru masih menjadi satu hal yang bisa di bilang malu,dan membuat tersenyum orang walau itu satu kelaziman.
Keluar kamar mandi Aryanti,mendapati Adrian sudah bangun dan sudah berpakaian lagi,Aryanti tersenyum dan memberi handuk pada suaminya lalu ia menunaikan shubuh nya,dan Adrian keluar lalu ke kamar mandi.
Terasa seger perasaan Aryanti pagi ini mungkin karena semalam dirinya bisa tidur,walau hanya beberapa jam saja, Aryanti keluar kamar setelah membereskan tempat tidurnya yang begitu berantakan, membuka gorden dan pintu depan.
"Nggak usah nyapu Nak,masih pagi biarin sama Mama nanti,itu bikin minum suamimu biasanya minum apa pagi paginya ?"
__ADS_1
"Iya Ma...biar aku tanya dulu..."
Adrian selesai menunaikan sholat shubuh dan masih duduk di sajadahnya,Aryanti menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang ada apa ?"
"Mas mau minum apa,juga sarapannya mau apa ?" Aryanti berbisik ditelinga Adrian.
"Aku sarapannya mau kamu lagi..."
"Aaaaaah... Mas aku serius,ayo keluar jangan otaknya di tempat tidur melulu"
Aryanti menarik tangan Adrian, dan Adrian tertawa sambil mengikuti Aryanti keluar dari kamar.
Adrian duduk di kursi terras bersama Bapak mertuanya,Aryanti bikin minuman ke dapur...
"Nggak ngopi Nak Adrian ?"
"Jarang jarang Pak,kalau mau ya ngopi juga,mungkin karena nggak ngerokok jadi nggak begitu nyetel..."
"Kalau Bapak dari dulu kopi rokok nggak bisa lepas,mungkin sugesti juga,karena lagi Bapak jadi sopir luar daerah harus di tuntut melek dan stamina kuat,terutama kuat ngantuk ya ngopi ini alternatifnya,tapi sekarang rokoknya sudah jauh berkurang hanya habis makan saja"
"Bapak termasuk kuat juga staminanya,kelihatan masih bugar banget"
Datang Aryanti dengan teh manis di mug dan makanan kecil dan membiarkan Adrian ngobrol sama Bapak nya.
"Nak Adrian mau resep untuk stamina bugar dan sehat ?"
"Nanti Bapak beliin sekilo telor ayam kampung sama madu hitam di pasar"
"Haaaaaaaa...boleh boleh Pak"
"Ini resep dari zaman orangtua dulu,apalagi buat pengantin baru,asli tanpa zat kimia tanpa efek samping"
"Haaaaaaaa... betul itu Pak ?"
"Walau Bapak bukan pengantin baru sekali kali masih minum,bagus untuk daya tahan tubuh kita,dalam berbagai cuaca"
"Wah aku nggak sabar Pak pengen mencobanya haaaaaaaa haaaaaaaa..."
"Haaaaaaaa..."
"Ya sudah,Bapak berangkat dulu sudah siang
Nak Adrian lanjut aja minum sama sarapannya disini"
"Ya ya ya Pak..."
Bapaknya masuk dulu mau pamitan sama Mama nya,dan keluar lagi di ikuti Mamanya Aryanti dan Bapaknya menghidupkan motor nya lalu berangkat dalam tatapan Adrian dan Mamanya.
__ADS_1
Aryanti menggiling cucian di samping kamar mandi dan Mamanya menyapu di halaman depan,Bapaknya sudah berangkat ke pekerjaannya, Adrian melihat dan merasakan betapa damainya hidup di keluarga ini,walaupun sederhana tetapi mereka tahu tugasnya masing-masing dan begitu saling menghargai, dan Aryanti juga walaupun kini telah menjadi istrinya tetap saja tak melupakan tanggung jawabnya mungkin karena sudah menjadi kebiasaan tadinya,sudah terbiasa mungkin tadinya tugas dia menggiling cucian, atau bantu bantu pekerjaan Mamanya yang lain, kewajiban pekerjaan perempuan yang di rumah Adrian bukan satu pekerjaan anggota keluarganya karena ada yang membantunya, tapi di sini menjadi tugas masing-masing dan dikerjakan dengan hati yang tidak terbebani dan semuanya berjalan semestinya.
"Perlu bantuan sayang..."
"Oh nggak,ini hampir selesai kok tinggal keringin heee...Mas udah sarapannya ?"
"Sudah,kamu tuh udah sarapan belum ? pagi pagi sudah kerja"
"Kerja ginian mah bukan kerja Mas,kebiasaan di rumah saja,udah sana di depan aku mau jemur dulu"
"Sini aku bawain keranjangnya biar aku bantu"
"Mas nggak usah ini pekerjaan perempuan"
"Aku pengen kamu cepat selesai,jadi kita bisa berduaan lagi"
"Haaa... dasar nggak sabaran,sana tunggu aja di dalam,tadinya aku mau ke pasar ikut Mamaku,aku kangen ke pasar.
"Nggak boleh,aku sama siapa di rumah ?"
Adrian menunggui Aryanti menjemur semua pakaiannya yang digiling nya tadi,begitu cekatan Aryanti mengerjakan semua pekerjaannya sedangkan Adrian tidak ada yang bisa dilakukannya karena mungkin belum terbiasa juga.
"Ada tugas buat kamu,tanya Mamamu bikin jamu stamina itu gimana,tadi Bapak mau beli bahannya kalau pulang nanti di pasar"
"Apaan itu jamu bukan ?"
"Alah pokoknya ramuan buat stamina"
"Emang sudah merasa nggak mampu,pake harus minum gitu gituan ?"
"Bukan sayang itu untuk daya tahan tubuh"
"Alah alasan,Mas tanya Bapak ya ? bikin malu aja"
"Enak saja Bapakmu itu paling mengerti perasaan menantunya,dia yang ngasih tahu,mungkin dia takut anaknya nggak puas haaaa..."
Aryanti memukul dada Adrian manja,dan Adrian menangkisnya dan memeluknya,mereka berciuman di tengah rumah, Mamanya Aryanti yang mau masuk nggak jadi dan menahan nafas sambil tersenyum,lalu.kembali ke depan dan menyapu kembali terras dan halaman yang sudah bersih.
Selang seperempat jam mamanya masuk mereka berdua sudah tak ada, tapi pintu kamar anaknya tertutup rapat dan suasana rumah begitu sepi.
Mau bilang takut ganggu kalau nggak bilang takut di cariin... ya sudah, Mamanya Aryanti berangkat ke pasar dan menutup pintu.
Lain lagi yang di dalam kamar.
"Mas Aaaaah...apa nggak terlalu kepagian ? perasaan kita baru bangun"
"Ok kita nggak ngapa ngapain sekarang tapi nanti bikinin resep yang dari Bapak mu ya..."
"Ini serius Mas ?"
__ADS_1
"Lihat saja nanti Bapakmu pulang pasti bawa bahannya"