Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Masih suka


__ADS_3

Akhirnya kita sampai juga di tempat kita sayang,Aryanti mengusap perutnya sambil duduk di sofa,Adrian hanya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan istrinya pada perutnya,Adrian datang dengan dua gelas air minum dan di sodorkannya satu pada istrinya.


"Makasih Papa sayang..."


"Iya Mama sayang..."


Aryanti tersenyum sambil menyimpan gelas di meja,dan Adrian mengusap usap tangan istrinya lalu menggenggamnya.


"Sayang nggak terasa kita sampai saat sekarang ini,tak sabar rasanya beberapa bulan lagi kita akan menjadi tiga orang sama buah hati kita"


"Iya Mas...akan ada teman saat aku sendirian di rumah nanti,semoga dede sama Mamanya sehat selalu dan sampai pada waktunya lahir tanpa suatu apapun"


"Iya sayang...aku mau serius lagi mencari rumah yang cocok buat kita,aku ingin leluasa dan kamu bisa bebas bergerak,tidak terbatas seperti sekarang ini"


"Ya aku terserah Mas saja, memang iya kalau nanti aku sudah hamilnya gede pasti Mamaku akan menemani sampai saatnya tiba dan mungkin butuh kamar,dan kita juga pasti akan kedatangan Ibu Bapakmu Mas..."


"Iya makanya,kita cari waktu senggang ya biar kita sama sama jalan jalan lagi melihat lihat rumahnya"


"Terus yang kemarin itu hasilnya gimana ?"


"Yang kemarin kemarin aku lihat sama Pak Edi nggak ada yang cocok pasti kamu juga nggak bakal seneng kita cari di tempat lain lagi masih banyak..."


"Sayang tidur yu perasaanku capek banget,sini aku usap usap perutnya"


"Mas aku tadi tidur di mobil,jadi sekarang aku nggak ngantuk,Mas tidur sendiri ya...nggak apa apa kan ? aku mau ngecek ke office dulu ngobrol sama Linda juga sama staf yang lain aku ingin memberi servis yang baik juga istimewa buat Adelia sama Fath,kan mereka seminggu rencananya di sini kita tuan rumah loh..."


"Oh iya ya sayang...ya sudah aku tidur dulu,hati hati juga jangan jauh jauh ya..."


Aryanti mencium pipi suaminya sambil tertawa 'jangan jauh jauh' emang anak kecil bisa hilang ?


Aryanti keluar dan menutup pintu dan berjalan ke office,melewati Cafe dan Restourant masuk Lobby dan masuk ke Kantor yang pintunya terbuka,ada satu resepsionis menghampiri nya dan memberikan satu sampul surat pada Aryanti.


"Bu waktu beberapa hari yang lalu ada seorang tamu perempuan yang menitipkan surat ini buat Pak Adrian tetapi karena Pak Adrian nya belum kelihatan ya saya titipkan saja kepada Ibu"


Aryanti tertegun memandangi surat itu tetapi akhirnya dia menerima juga,jarang jarang ada surat juga di titipkan,biasanya dari Bank,asuransi dan pelayanan lainnya juga datangnya ke kantor dari post Satpam


"Oh ya terimakasih Pak Adrian nya lagi istirahat dulu" dan Aryanti meneruskan berjalan masuk ke dalam office,tapi tak nampak pak Edi ataupun Linda,lalu duduk di sofa dan menelephon,tapi ponsel Linda berbunyi di mejanya,berarti Linda tidak jauh perginya...


Dan benar saja tak lama Linda masuk sambil bawa minuman dari kantin begitu senangnya bisa melihat Aryanti dan selalu dengan wajah cerianya.


"Hai...Ibu hamil cantik kapan datang ?"


"Ssssssssst...apa apaan sih kamu mau bikin pengumuman apa ?"


"Heeeeeee...Saya penasaran banget Bu serius ini isi...?"


Aryanti mengangguk mengiyakan sambil tersenyum,dan Linda seketika mengusap usap perut Aryanti.


"Akhirnya nyangkut juga Bu haaaaaaaa...,pokoknya selamat deh semoga sehat calon baby sama Mama cantiknya..."


"Aamiin... terimakasih juga ya Linda do'a nya"

__ADS_1


"Pak Adrian mana Bu ?"


"Lagi tidur kecapekan,aku tadi tidur di mobil jadi sekarang nggak ngantuk,ada PR buat kamu sama Pak Edi tolong di teruskan ke yang berkepentingan ya, Saya sama Mas Adrian minta kamar pengantin VIP,pokoknya yang eksklusif deh...buat honeymoon"


"Bu Aryanti sama Pak Adrian mau honeymoon lagi ?"


"Ngaco kamu ! Saya sama Mas Adri mah pengantin basi udah ada isinya,itu buat Adelia Adiknya Mas Adri besok dia mau bulan madu di sini"


"Oh alaaah Neng Adel bulan madunya mau ke sini ?"


"Iya biar kamu ngeces heeeeee...dan langsung nyusul"


"Aaaaaah Bu Aryanti suka ngomporin gitu"


"Wah alamat bikin rujak tiap hari ini mah heeeee..."


"Emang Linda...Masya Allah mual sama pusingnya tuh kalau bangun tidur... tapi kalau sudah siangan biasa saja,cuma sepertinya saya kurangi aktifitasnya dulu, aerobicnya juga nggak dulu ya heee..."


"Ya ya ya harus itu Bu...kayaknya ada yang lebih sayang dan lebih cinta nih heee..."


"Oh jangan di tanya soal itu mah,terbukti aku sudah punya dan di belikan cobek sama ulekan buat bikin sambal rujak hmmmmght..."


"Haaaaaaaa..."


"Ya sudah sampaikan kalau ada Pak Edi nanti ya,Pak Edi kemana ini lagi keluar ?"


"Iya Bu nanti saya sampaikan..."


"Pak Edi Ada sayang... ?"


"Pak Edi lagi keluar Mas,ada Linda sama yang lain,sudah aku sampaikan"


"Mas coba sini aku ada sesuatu deh..."


"Apaan ?"


"Bangun sini..."


Adrian bangun dan menghampiri Aryanti yang sedang duduk di sofa,dan Adrian mencium perut istrinya dan tiduran kembali di pangkuannya,dan Aryanti membiarkannya.


"Mas Ada titipan surat dari teman Australia mu nih..."


"Surat apaan ?"


"Ya nggak tahu.."


Adrian bangun dan duduk di samping Aryanti,matanya menatap istrinya yang masih memegang amplop itu.


"Serius ini ?"


"Iya ini mungkin dari sahabatmu yang Mas tinggalkan waktu itu"

__ADS_1


"Baca aja..."


"Kan ini buat Mas"


"Kalau aku baca nggak apa apa kamu sayang ?"


"Baca aja..."


"Oke kita bacanya sama sama gimana ?"


"Kamu nggak marah lagi kan ?"


Aryanti mengambil amplop itu dan membukanya,tulisan tangan setengah halaman dan Aryanti membacanya sampai tamat dan Adrian menunggu dengan melihat reaksi istrinya,tetapi Aryanti datar saja lalu memberikannya pada Adrian masih tanpa reaksi.


Adrian mulai baca,


Mas,aku datang dengan perasaan yang sama,tapi aku datang bukan di waktu yang tepat lagi,dan akhirnya aku sadar semua tak dapat di paksakan,maafkan aku yang mencintaimu,juga maaf kepada istri tercintamu,aku melanjutkan tujuan utamaku ke Pangandaran ini,sekali lagi maaf !


Kita saling do'a kan yang terbaik.


Salam, Jihan -


"Rupanya ada yang diam diam mencuri cinta dan pemuja setia"


"Jangan bicara seperti itu sayang..."


"Cinta ya tetap cinta..."


"Tapi aku kan enggak !"


"Kayak selebritis saja ada penggemar setia juga tetap dengan perasaan cintanya secara terang terangan"


"Sayang,sudah sudah..."


Adrian merobek surat itu menjadi beberapa bagian kecil dan mengepalkan nya lalu melempar nya ke tempat sampah.


"Aku nggak mau Mas..."


"Iya aku tahu itu,orangnya saja sudah pergi ya syukur dengan kesadaran seperti itu..."


"Tapi semua membuat aku nggak tenang,aku mulai nggak betah di sini,aku begitu sensitif aku butuh ketenangan"


Adrian diam dan begitu kagetnya mendengar istrinya ngomong nggak betah,lantas mau seperti apa kalau begini ?


Adrian memeluk istrinya mereka terdiam,dan Aryanti mengusap airmatanya.


"Sayang sudah...siapapun boleh mencintai seseorang itu hak azasi,tapi tak semua rasa itu dapat bersambut,kalau kamu begini aku menjadi dilema apa yang harus aku lakukan ? aku tidak mencintai siapapun selain kamu...kalau kamu sudah bicara nggak betah di sini kita mau ke mana ? siapa yang akan mengurus di sini? stop stop pokoknya stop ada yang lebih penting dari semua itu,pikirkan perasaan kita berdua dan si kecil di dalam perutmu..."


Aryanti diam,apa ucapannya begitu membebaninya ? ataukan sebegitu sensitif perasaannya sekarang ? Jihan akan selalu ada di sini dan menjadi momok kecemasan bagi dirinya, sudah tahu suaminya sudah punya istri, masih terang terangan menyatakan suka dan mencintainya... Aaaaaaah begitu sulitnya menebak perasaan orang.


Aryanti bangkit dan menuju tempat tidurnya,bajunya nyangkut di meja dan menyapu gelas yang ada di atasnya gelas pecah berantakan dan Aryanti tak menghiraukannya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur membiarkan Adrian yang bengong dan memandanginya...

__ADS_1


__ADS_2