
Adrian turun dari mobil dan pak Edi masih kelihatan ngobrol dan kadang tertawa lalu berjalan berdampingan,sampai di Lobby Hotel ada yang menarik tangannya dan memeluknya seketika,dan Adrian begitu kaget juga terkejut dan berusaha melepaskan pelukannya perlahan,dan Adrian berusaha meyakinkan pandangannya dan...
"Jihan...?"
"Ya Mas Adrian..."
"Kamu kok ada di sini ?"
"Aku telephon kok nggak di angkat,juga pesan nggak di baca baca dari tadi pagi..."
"Ya ampuuuuun aku lupa ponselku entah di mana mungkin di kamarku atau di mobil tadi habis ngantar istri ke pasar"
Jihan tersenyum,suami yang baik fikirnya,pake ke pasar ngantar istri segala.
"Gimana ceritanya ini tahu tahu sudah sampai sini..."
"Haaa...panjang ceritanya aku malah udah booking kamar di atas sana" Jihan menunjuk ke lantai dua kamar kamar Hotel.
"Dasar kamu,seperti jelangkung saja datang nggak di undang..."
"Aku mau minta tolong sama Mas Adrian boleh kan ?"
"Ya tergantung tolong nya apa dulu..."
Pak Edi yang dari tadi nggak jauh dari Adrian juga Jihan melongo saja nggak ngerti,dan Adrian sadar diri lalu memperkenalkan Jihan pada Pak Edi dan Pak Edi meninggalkan keduanya dengan perasaan nggak enak.
"Teman waktu saya di Australia Pak Edi temannya Adelia juga"
Hanya itu yang masih terdengar di telinganya Pak Edi hanya mengangguk dan senyum penuh selidik pada perempuan yang ada di depannya.
Pak Edi bertanya pada resepsionis kalau tadi pagi ada yang menanyakan Pak Adrian tidak ? dan resepsionis tadi membenarkan kalau ada seseorang perempuan dengan potongan Arab menanyakan Pak Adrian,lalu Pak Edi memeriksa Identitas Jihan di buku tamu yang tadi diisinya,Jihan Al Adawiyah Husen Al Rasyid, alamat asli Anyer Banten,status single belum menikah,mengisi kamar no 20 lantai dua.
Pak Edi masuk ke Office dan menelephon Aryanti,karena tadi siang ada panggilan masuk nggak sempat di angkatnya,ponselnya tidak aktif,lalu Pak Edi mencari orang di office dan bertanya semua orang nggak ada yang tahu dan satu lagi Pak Edi mendatangi kamar bungalo nya di belakang,Pak Edi semakin kalut Aryanti tak ada,kamar bungalo nya terkunci,dan bertanya ke post Satpam,Satpam membenarkan kalau Bu Aryanti keluar dengan mobilnya seperti ingin pergi jauh karena ada tas pakaian di jok belakangnya jadi nggak beres ini pikir Pak Edi.
Adrian sama Jihan sudah tak terlihat di depan lobby mungkin mereka melanjutkan ngobrolnya di Cafe atau Restourant dan Pak Edi tak memperdulikannya tapi sibuk mencari informasi tentang Aryanti,karena Pak Edi menangkap keganjilan dari semuanya mungkinkah Aryanti sudah tahu kalau ada seseorang perempuan yang mencari suaminya ? atau Aryanti sudah tahu seorang Jihan ?
Pak Edi mencoba menelepon Linda, Linda malah balik bertanya kenapa mencari Bu Aryanti ? kan Pak Edi hari ini sudah tahu dirinya tidak masuk kerja ? dan Bu Aryanti tidak ke tempatnya saat ini.
__ADS_1
Pak Edi balik lagi ke Cafe juga ke Restourant tapi tak ada Adrian dan Jihan,semakin panik saja Pak Edi jelas ini ada yang nggak beres,harus kemana dirinya mencari informasi,sejenak Pak Edi berfikir dan duduk di office,dan lalu bertanya pada resepsionis Pak Adrian melihatnya tidak ?
Resepsionis melihatnya berjalan menuju kamar Hotel sambil menunjuk ke atas lantai dua bangunan Hotel utama.
Deg ! Pak Edi segera menuju ke lantai dua no 20 dan mengetuk pintunya tapi terkunci,ada apa ini semua ? Adrian menghilang dengan Perempuan yang namanya Jihan,juga Aryanti sejak pagi menjelang siang juga nggak ada dan ini sudah hampir sore Pak Edi harus menemukan salah satunya Adrian atau Aryanti.
Dalam bingung dan kalutnya Pak Edi ,teleponnya berbunyi seperti kesurupan Pak Edi melihat dan menerima panggilan siapa yang manggil "Aryanti memanggil"
"Ya hallo Bu Aryanti di mana ?"
"Ya Pak Edi saya ada di sini,Pak Edi sudah pulang ? gimana melihat lihat rumahnya ada yang cocok nggak ?"
"Bu Aryanti di mana ?"
"Saya di rumah orangtua saya di Bandung,maaf Pak Edi saya nggak pamit pada siapapun juga pada Mas Adrian,saya begitu bahagia Pak Edi...."
"Astaga...!!! Bu Aryanti sama siapa ke sana ?"
"Saya mencoba memberanikan diri membawa mobil sendiri Alhamdulillah ini sudah di rumah"
"Bu Bu...Ada apa ini ? saya nggak ngerti ?
"Bu ! Bu Aryanti ! Saya mencari Bu Aryanti sampai ke kamar bungalo tapi nggak ada,dan sepertinya Pak Adrian juga hilang ini Bu..."
"Jangan katakan apapun pada saya pak Edi ! cari Mas Adrian sampai ketemu, lagi ngapain atau lagi di mana baru penjelasan ke saya !"
"Ya ya ya Bu saya mencarinya..."
Pak Edi sepertinya serba salah dari sana sini di minta pertanggungjawaban semua bermuara di dirinya,Bu Aryanti seperti marah pada dirinya dan Pak Adrian sepertinya meminta pengertiannya juga.
Aryanti mulai panas hatinya,sampai sampai Adrian belum mencari ponselnya boro boro menghubungi dirinya,yang terbayang hanya bayangan jelek soal suaminya yang lagi kangen kangenan ngobrol akrab dengan temannya di Australia.
Sampai waktu menjelang Maghrib malah Adelia yang menelephon dirinya,dengan rasa yang berat Aryanti menerima video call Adelia...
"Hai Kak Aryanti... sehat Kak ?"
"Heeee...ya Del Alhamdulillah,selamat dulu ya dari Kakak..."
__ADS_1
"Iiiiiiiiiih...Kak, kan belum nikahnya juga..."
"Tapi kan sebentar lagi jadi pengantin juga sekalian jadi Tante yang sebenarnya...heee..."
"Hah ??? Kak Aryanti hamil ?Ya Allah Alhamdulillah, Faaaaath... sini Kak Aryanti hamil,ya Ampuuuuun Kak Adrian pasti senang juga Ibu sama Bapak..."
"Ya semua pasti senang Del,tapi Mas Adrian belum tahu ini semua,aku pulang duluan ini sudah di Bandung"
"Kenapa nggak di telephon Kak,apa mau ini jadi surprise ya ?Ibu sama Bapak sudah di kasih tahu belum ?"
"Nggak ada surprise buat orang yang nggak berterus terang Adelia..."
"Kak Aryanti Ada apa ini !?"
"Aku tidak tahu siapa itu Jihan,aku tidak kenal yang namanya Jihan,dan seorang Jihan sekarang ada di lantai dua no 20 The Praja Hotel Pangandaran,dan mencari Kakakmu,aku tidak bisa mengerti pesannya yangb ku baca diposelnya Mas Adrian,seperti pernah ada apa apa,dan mungkin mereka sekarang lagi bertemu,aku nggak mau berselisih paham dengan Mas Adrian,aku lagi menikmati kebahagiaan ku aku begitu lama menunggunya selama dua tahun"
"Astaghfirullahaladzim Jihan ? Dia sudah sampai di Pangandaran ngapain dia ?"
"Kamu kenal kan Del sama dia ?coba jelaskan sama Kakak"
"Kak ini semua tak seperti yang Kak Aryanti bayangkan,aku juga tidak tahu entah darimana harus memulainya sebenarnya Kak Adrian dengan Jihan tidak ada apa-apa Kak,Jihan itu teman saya satu yang aku sayangkan sama dia,Dia suka banget sama Kak Adrian itu saja"
"Ya Del cukup, Kak Aryanti mengerti,sudahlah biarin Mas Adri nanti yang kasih penjelasan, Kak Aryanti nggak apa apa,hanya ingin tenang saja makanya pulang sendiri nggak pamit siapapun Alhamdilillah pelan pelan bawa mobil
nyampe juga"
"Kakak bawa mobil sendiri dari Pangandaran ? ya ampuuuuun Kak Adrian bener bener menyebalkan,biarin aku kasih pelajaran nanti"
"Heeee...jangan Del dia calon bapak anakku kalau apa apa nanti gimana ?Adel kapan ke Indonesia ?"
"Aku mau secepatnya pokoknya Kak, sudah beres persiapan di sini langsung terbang"
"Semoga lancar ya...semuanya"
"Pokoknya Kak Aryanti tenang,mereka nggak ada apa apa hanya si Jihan pernah menolong waktu itu sama kak Adrian waktu mau daftar diantar sama Jihan,dan kak Adrian orangnya selalu begitu,solider nya begitu tinggi sama orang"
"Ya sudah Del cepet pulang semoga selamat dan lancar perjalanannya"
__ADS_1
"Aamiin Kak...jaga tuh yang di dalam perut semoga sehat semuanya ya..."