
Adelia masih malas bangun pagi walau sudah membuka mata sejak tadi, melirik suaminya masih dengan enaknya tidur terlelap tapi walau masih kasihan tetap saja harus di bangunkan karena sebentar lagi Ibunya pasti membangunkannya gimana caranya mengetuk pintu, dengan suara halusnya akan memanggil dirinya atau menyuruh Bi Ani yang mewakili.
Masih sama dari semenjak dulu dirinya masih kecil masa-masa sekolah dan sampai sekarang berumah tangga Ibunya selalu membangunkan dan mengingatkannya dengan suara lembutnya, ini malam kedua Adelia dan suaminya Fath berada di rumah orang tuanya di Bandung.
Rumah masa kecilnya rumah dengan sejuta kenangan dan kemesraan dengan kedua orangtuanya dan Kakak jahilnya Adrian. Selalu ada senyum di wajah Adelia saat mengingat semuanya.
"Neng Adel siang suruh Ibu Bibi bangunin Neng,subuh dulu katanya nanti tidur lagi"
"Ya Bi, aku sudah bangun" Adelia mendengar kembali suara khas Bi Ani masih seperti itu.
Begitu sedikit perbendaharaan kata kata Bi Ani pikir Adel,dari dulu seperti itu ucapannya tiap kali membangunkannya. Atau memang harus begitu agar selalu mudah di ingatnya dan memang seorang Bi Ani adalah seorang yang begitu taat akan perintah majikannya dan mungkin Ibunya yang memberikan kata kata itu saat pertama kali ia membangunkan dirinya.
Adelia memandang suaminya dan mencolek hidungnya sebenarnya Fath juga sudah bangun tapi karena malas saja untuk bangun malah menaikkan selimutnya hingga menutupi kepalanya.
"Hai bangun yu sudah di SP (surat peringatan maksudnya) sama Ibu tuh, di sini akan ada SP kedua dan selanjutnya nanti kalau kita masih di kamar heee..." Adelia menarik membuka selimut Fath tapi bukannya bangun Fath malah menarik Adelia ke pelukannya dan menguncinya dengan kuat.
"Fath apa apaan sih, aaaaaaw ... sakit tahu sesak lagi,kamu tuh bau ketek lepasin!"
Tapi Fath tak pedulikan Adel yang teriak-teriak sampai kedengaran ke dapur bawah dan Ibunya yang mendengarnya samar-samar hanya tersenyum.
"Iiiiiiiiiih...Fath mau apa sudah siang juga,belum mandinya kamu lama malu tahu keramas tiap pagi"
"Aku nggak malu,malah mungkin orang tuamu merasa senang"
"Akh kamu ngaco aja,kan malam sudah jatahnya, kalau mau dua kali ada syaratnya mau nggak?"
"Apapun syaratnya aku sanggup, katakan!" Fath tak melepaskan Adelia malah menutup mulut Adel yang nyerocos dengan mulutnya dan Adel tak berdaya hanya pasrah pakaian tidur tipisnya kembali jatuh di lantai di bawah tempat tidurnya.
Gairah pagi merasuki keduanya bukannya bangun tapi malah menuntaskan hasratnya kembali, Fath tersenyum memandang wajah cantik Adelia sesaat sesudah pemanasan awal dan Adelia memanyunkan bibirnya.
Fath tersenyum menarik tangan Adelia lalu menenggelamkan muka Adel di dadanya yang telanjang dan mulai melakukan kegiatan intinya.
"Ssssst... jangan terlalu kencang desahannya sayang takut Bi Ani datang dengan SP ke duanya."
"Aku nggak bisa Fath kecuali kamu cium aku lagi."
"Hah heh hoh huh hih...ah" nafas keduanya berpadu dan terputus putus dengan kenikmatan selamat pagi yang panas.
"Fath ah...udah belum? cepat tuntaskan!"
"Bentar lagi sayang,masih enak banget"
"Hah huh sssh...emang kapan kamu bilang nggak enak ah"
__ADS_1
"Tok tok tok...Neng Adel di tunggu Ibu sama Bapak di bawah sarapan katanya"
"Oh sssh...iya Bi tanggung nih lagi beresin dulu"
"Biarin Bibi saja yang beresin seprainya Neng"
Fath membungkam mulut Adel agar tak kedengaran nafasnya ngos ngosan dan mendekapnya saat finish di puncak perpaduannya.Fath mencium kening istrinya masih dengan keringat yang membasahi keningnya.
"Itu hadiah buat istriku tersayang"
"Kok masih di sebut hadiah?"
"Pagi yang menyenangkan di kamarmu sayang"
"Kamu sepertinya sudah seperti Kakakku saja Fath, romantis tapi menyebalkan"
"Haaa...kan aku banyak belajar dari Kak Adrian,emang kamu nggak tahu?"
"Romantisnya aku suka tapi menyebalkan nya apa?"
"Suka maksa sama nggak kenal waktu juga tempat!"
"Sayang kan ini tempatnya,jadi dimana salahnya?"
"Salahnya kita harusnya sudah ada di meja makan sama Ibu Bapak tapi kita masih bugil di balik selimut"
Fath membelai rambut Adelia dengan perasaan sayang, dan menyelipkan sebagian rambutnya yang menutupi mukanya di kesampingkan di sela telinganya.
"Fath aku butuh kata kata darimu yang lebih bijak"
"Buat?"
"Kalau kalau Ibu menyinggung kenapa aku masih belum isi"
"Bilang saja lagi proses bahkan semalam dua kali ditambah kalau lagi mood plus siang juga"
"Fath iiiiiiiiiih!?"
"Ssssst...jawab apa saja yang ada di fikiran mu sayang"
Adel menatap Fath dan tersenyum mengusap kembali dada kekar suaminya.selalu ada ketenangan dan kedamaian di dada suaminya,saat dirinya takut galau dan cemas akan segala yang tak terpikirkan nya.
"Mandi yu"
__ADS_1
Adel mengangguk sambil merentangkan kedua tangannya manja berharap Fath menariknya perlahan dan memeluknya kembali sebelum mereka pergi membersihkan diri.
"Fath jangan dulu ke Anyer ya aku masih betah di sini dan aku masih kangen suasana rumah ini" Adel bicara sambil duduk mengenakan kembali gaun tidur tipisnya.
"Iya aku ikut apa maunya kamu,di Bali berapa hari aku setuju, sekarang di rumah kamu masih betah ayo aja dan nanti di tempatnya Jihan kamu malah betah ya terserah yang penting jangan nggak ada waktu buat jatahku"
"Jatah jatah saja kamu ngomongnya percis Kak Adrian iiiiiiiiiih dasar!"
"Satu guru satu ilmu lah haaa..."
Fath masuk duluan ke Kamar mandi di susul Adelia. Di kamar mandi masih saja mereka kedengaran ribut.
"Iiiiiiiiiih...Fath isi dulu bathtub nya panasnya yang pas aku mau berendam capek tahu"
"Iya berisik amat sih aku aja yang habis 'mencangkul' nggak bilang capek kok kamu tinggal mendesah seperti makan sambal kepedasan saja bilang capek"
"Huh...dasar gurunya semprul muridnya gemblung"
Adelia sudah berendam dan membenamkan tubuhnya di bathtub dan Fath mandi air dingin di shower, Fath kurang begitu suka mandi di bathtub alasan pemalasan dan susah bersihnya berbanding terbalik dengan Adelia yang kesukaannya mandi berendam.
"Fath sayang sini dong berendam bareng istrimu di sini,kata orang sensasinya lain lho saat berdua ada di dalam sini"
"Maksudnya mau nambah lagi?"
"Ya ampuuuuun Fath kamu kok sedikit sedikit maen apa nggak capek? maksudku relaksasi bareng di sini santai mandi buru-buru amat seperti ada yang mengejar"
"Lain kali aja ya sayang soalnya kalau aku deket kamu takut nggak bisa tahan untuk ronde yang ketiga"
"Oke aku siap untuk ronde selanjutnya!"
"Sorry deh aku bukan cowok murahan yang mudah tergoda aku lagi mau mengejar subuh yang kesiangan,kamu mau ikut ? dah sayang aku sudah mandinya"
"Fath meraih handuknya keluar kamar mandi sambil melambaikan tangan dan tertawa pada Adelia yang masih berendam"
.
.
.
.
Penulis sedang merevisi novel ini dari awal dan ingin menyempurnakannya menjadi idealnya bab sebuah novel, jadi untuk itu akan menambah bab tanpa merubah tokoh dan alur cerita.
__ADS_1
Terimakasih, Selamat membaca kembali 🙏
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝