Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Saling menjaga ya


__ADS_3

Terlalu cape memang di hari persiapan kemarin Aryanti tak ingat apapun tidur dan bangun hampir kesiangan,setelah beres semuanya dan berdandan semaksimal mungkin dengan memakai blazer warna coklat tua di padu dengan dalaman dan syal batik coklat muda semua top levelnya pakai termasuk Adrian.


Aryanti membuka laptopnya dan menghafal teks takut harus menyampaikan sepatah kata nanti,juga mempersiapkan juga buat Adrian.


Waktu menunjukan pukul 07.25 Aryanti menelephon Adrian dengan video call takut masih tidur.


"Hai sayang, wow cantik banget..."


"Hai Mas jangan mulai ya aku takut kamu belum bangun" Aryanti merasa pagi pagi Adrian udah ngajak bercanda dengan memuji nya.


"Sensi banget sayang kenapa,maksudku kostum nya yang kelihatan elegan"


Aryanti merasa malu,mungkin dirinya memang lagi sensitif,dan sensitif juga melihat Adrian lagi berdandan dan belum pakai baju masih dalam keadaan bertelanjang dada dan pakai celana kolor pendek.


Dada Aryanti berdegup kencang dan mengalihkan camera nya ke arah laptop yang berisi teks kata kata nanti buat Adrian.


"Mas lihat begini kata katanya ?"


"Tapi aku nggak bisa baca dengan jelas,di print aja dulu nanti di kantor ya"


"Ya sudah,dah dulu ya..."


"Eh Yan Bapak sama Ibu tidur di bungalo juga Di Tulip no.5" Adrian memberitahu pada Aryanti.


"Oh iya,ya sudah Mas dandan dulu aku ke Office duluan ya..."


Aryanti mematikan semua alat electronik dan saklar lampu dan yang lainnya lalu keluar dan mengunci pintu,melirik sekilas ke bungalo no 2 dan 5 tapi masih pada tutup.


Suara halus sepatu Aryanti bersuara tuk tuk tuk di lantai keras granit bangunan Hotel seakan memantulkan gema suara yang karena kebiasaan mendengarnya orang bisa mengenali iramanya,dengan santai Aryanti berjalan dan berpapasan dengan beberapa orang karyawan yang sudah mulai aktifitasnya semua di sapa nya dengan senyuman.


Di kantor sudah ada Pak Edi,dan Linda belum datang ,setelah bertegur sapa dan saling mengucapkan salam pagi Aryanti mengeluarkan laptop nya dan menyimpan di samping tas di mejanya lalu keluar dan melihat suasana di luar, semua karyawan sudah pada datang,karangan bunga penuh sepanjang pintu gerbang masuk dan Satpam lagi menempatkan karangan karangan bunga dari Hotel lain juga dari The Praja Hotel Group.


Aryanti melihat kesibukan orang orang,tamu Hotel juga tamu undangan acara sudah ada yang hadir dan menepati tempat yang telah di sediakan,Aryanti masuk lagi ke kantor dan sudah ada Linda.


"Linda tolong teks kata kata buat Pak Adrian nanti di print ya biar dia baca dulu sebelum acara di mulai"


" Baik Bu"


"Bu Aryanti di cari Pak Adrian..." Pak Edi bicara dari pintu kantor.

__ADS_1


"Oh iya dimana ?"


"Di cafe"


"Ya Pak terimakasih"


Aryanti bergegas masuk ke cafe tapi langkahnya seakan terhenti di pintu,di situ duduk Adrian dan Ibu Handayani sedang Pak Surapraja berdiri melihat lihat sudut ruangan cafe itu.


Adrian berdiri menyambut Aryanti dengan senyuman juga Ibunya memandangnya dengan tersenyuman juga,Aryanti melangkah mendekati dan menyalami Ibu Handayani dengan membungkuk mencium tangannya,tapi Ibunya Adrian malah menariknya berdiri dan memeluknya sambil berbisik "saling menjaga ya" ,Aryanti hanya mengangguk tak keluar suara terasa Kelu semuanya,punggung Aryanti di usap usapnya sepertinya ia begitu sayang pada Aryanti,Aryanti bingung apa yang harus di lakukan nya ? tangannya masih lurus ke bawah dan Adrian mengangguk sambil berkedip memberi kode pada Aryanti dan tangan Aryanti balik mengusap punggung Ibu Handayani.


Aryanti kaku saking gugupnya berdiri mematung dengan senyuman,dirinya di peluk Ibunya Adrian tanpa tahu maksud dan tujuannya, Adrian hanya tersenyum melihat semuanya, tak tega rasanya Adrian melihat wanita yang di cintai dalam kekakuan dan gugup dirinya berusaha mencairkan suasana.


Setelah menyalami Ibunya lalu Aryanti melirik Pak Surapraja dan menghampirinya juga mencium tangannya.


"Eh dek Aryanti gimana sehat, betah di sini ?"


"Alhamdulillah Pak,kami semua baik baik saja juga betah heeee..."


"Ya ya ya syukurlah"


Pak Praja menggandeng bahu Aryanti dan mengajak gabung ke meja Adrian,Aryanti nggak tahu pasti seperti apa perasaannya saat itu, apa ini jebakan Adrian atau Adrian tanpa persetujuannya sudah memberitahu orang tuanya tentang hubungan mereka ? pokoknya awas nanti pasti kena semprot dan introgasi kalau acara sudah usai.


"Oh eh saya nanti aja Pak"


"Nggak usah sungkan, Ibu sudah pesan dimsum empat porsi juga minumannya"


"Iya Bu Aryanti sekalian kita temani Bapak sama Ibu sarapan di sini" Adrian menenangkan hati Aryanti.


Aryanti hanya melirik pada Adrian dengan perasaan hati kesal merasa nggak di beritahu sebelumnya mau bertemu secara pribadi,tapi semua tak di perlihatkannya,dirinya nggak ada persiapan samasekali.


"Dek Aryanti minumnya apa ? oh alah ... Ibu nggak tanya dulu main pesan aja,Ibu pesan susu kacang,kalau tidak cocok minta yang lain saja Adri sayang kamu minumnya apa Nak ?"


"Sudah nggak apa apa samain aja" Adrian menjawab.


"Dek Aryanti Ibu minta maaf nggak nanya dulu maklum sudah tua banyak lupa heeeeee"


"Nggak apa Bu itu juga kita suka kok"


Semua tertawa melihat Bu Handayani menyadari kesalahannya dan semua pada maklum juga pada grogi,semua makan di sela sela ngobrol yang ringan ringan sambil sekali kali Adrian mencuri pandang pada Aryanti yang seakan cuek dan nggak mau tahu,dan itu di saksikan Ibunya berkali kali feeling orang tua nggak perenah meleset sepertinya nggak lama lagi kita punya menantu Pak begitulah kata hati Bu Handayani.

__ADS_1


Sarapan selesai walau di lalui dengan agak kekakuan,tapi semua bisa mencairkan suasana apalagi Pak Surapraja orang berpengalaman banyak makan asam garam dalam berbisnis.


" Bapak sama Ibu mau di sini atau mau lihat jalan jalan keliling sampai acara di mulai ?"


"Bapak sama Ibu mau jalan jalan saja biar turun makanannya,kalian silahkan lanjut dengan tugasnya masing masing"


Aryanti mohon diri juga Adrian dan mereka keluar cafe diiringi pandangan kedua orangtua Adrian,Bapak dan Ibunya berpandangan lalu senyum dan mengangguk.


Adrian dan Aryanti masih aja sibuk dengan ini itu,tak ingin salah atau kurang nanti pada waktunya,di tariknya Adrian masuk ke office sama Aryanti,dan duduk di sofa tamu.


"Nih Mas baca dulu sebentar jangan nanti pada waktunya kurang jelas ntar ke aku yang di salahin"


"Haaaaaaaa,emang kapan aku nyalahin kamu ?


perasaan nggak pernah"


"Tapi soal barusan di cafe jelas salah"


"Salahnya di mana ?" Adrian seakan pura pura biasa aja sambil teks di kertas.


"Aku malu tahu Mas,kamu nggak informasi dulu ke Aku mau ketemu Bapak Ibumu secara pribadi bukan di forum"


"Malu apanya ? nanti juga kita jadi keluarga"


Berarti Mas udah jadi ngomong sama orangtua Mas ?"


"Belum cuma itu yang aku heran,mereka itu sudah tahu sebelum kita memberitahu"


"Hah ??? dari siapa Mas ?"


"Tadi juga aku tanya sama mereka darimana tahu,Bapakku malah ngomong gini katanya dari CCTV"


"Berarti selama ini kita ada yang me mata matain"


"Sepertinya begitu,sudahlah yang penting kamu sudah melihat sikap orangtuaku kan ?"


"Heemght"


"Ayo kita keluar mungkin sudah beres persiapannya biar acaranya cepat selesai""""

__ADS_1


__ADS_2