
Obrolan semakin seru dan tak terarah merambah ke semua arah,tak perduli Jihan yang sesekali melihat ke pintu cafe berharap Adelia muncul dan bisa mencairkan suasana.
Dasarnya Adelia dan Fath pengantin baru semua memakluminya datang telat setengah jam tak begitu jadi soal bagi si pengantin tapi bagi yang nunggu begitu jemu kelamaan menunggu.
Adelia sama Fath akhirnya datang juga dengan wajah segar kelihatan habis mandi dan kelihatan lapar banget membuat Adrian geleng geleng kepala sembari tersenyum melihat gerak gerik Adiknya itu.
"Surprise banget Ji...di kira kamu sudah pulang ke Anyer, eh...tahunya masih nempel di sini...betah banget ya sama yang satu ini ? heee..." Jihan tertawa kecil.
Adelia berpelukan erat sama Jihan dan saling menepuk nepuk punggung mereka, empat tahun perjalanan bersama di negeri orang melewati suka duka dan pasang surut emosi pertemanan, mereka lalui menjadi seperti layaknya saudara,tak dapat dipungkiri ikatan bathin mereka begitu kuat walau karakter mereka dan pendapat mereka terkadang berbeda,tapi semua mereka lalui dengan bijaksana.
Terkadang permasalahan datang ada saatnya tak bertegur sapa tapi cepat cepat salah-satunya berinisiatif baikan dan bersikap dewasa,mereka saling menitipkan diri,diskusi sesuatu yang serius sampai curhat yang konyol tentang selera pada cowok idaman mereka kadang juga ngobrol sesuatu yang nggak ada manfaatnya hanya menghabiskan malam saja.
Juga Adelia cipika cipiki sama Kakak iparnya Aryanti,Adelia tak menyangka begitu berbesar hati Aryanti bisa duduk semeja dengan Jihan yang notabene telah menjadi kerikil dan percikkan api permasalahan di rumah tangganya,sesuatu yang tak mungkin bisa buat dirinya,tapi Aryanti begitu bisa walau Adelia tahu dan bisa menilai acting Kakak iparnya begitu mulus.
"Ibu hamil cantik yang satu ini sehat terus yaaa..." Aryanti tersenyum dan Adrian mengusap kepala Adiknya juga sambil tersenyum.
"Jadi kapan seriusnya ini Ji ? Jangan lama lama lah,apa sih yang di tunggu ?" Adelia melirik Jihan dan duduk di sebelahnya.
"Ah kamu bisa saja...kalau sudah saatnya ya semua akan ada khabar buatmu,ayo lanjutkan honeymoon nya ke Anyer..."
"Kalau sekalian sama kamu sama sama honeymoon ayo,Aku terlanjur cinta Pangandaran ini Ji...serius jadiin dulu baru nanti lah bisnis 'kebab'nya nomor sekian baru di fikirkan lagi,di ikat dulu hatinya kayak aku nih biar nyaman dulu ya kan Fath sayang ?" Adelia melirik Fath di sebelahnya kirinya.
Semua tertawa,Fath mengusap kepala Adelia sambil menciumnya dan mengangguk mantap.
"Pokoknya bulan madunya Aku tunggu di Malaysia kita rekomendasikan yang terbaik deh...ya kan Fath ?"
Fath mengangguk angguk sambil tersenyum lebar,juga Pak Habil hanya nyengir saja.
"Kak Aryanti kita makan sama sama ya mumpung kita bertemu nih kapan lagi,pokoknya nggak ada yang nolak,ayo kita pindah ngobrolnya di Restourant dapur rujak Ibu Aryanti heee...,makan itu yang terpenting dan utama ngobrolnya nomor dua heeee..."
__ADS_1
Aryanti tertawa.
"Ayo kita ikut saja,kita maklumi dan hargai kalau pengantin baru harus banyak stamina,tiap hari dan malam marathon terus..." Adrian antusias sambil merengkuh bahu Aryanti,dan Aryanti melingkarkan tangannya di pinggang Adrian dan tersenyum manja,Jihan sekilas melihat kemesraan Adrian dan Aryanti,sekali lagi Jihan merasa tenggorokannya kering dan hatinya begitu kosong.
Mau tidak mau untuk kedua kalinya Habil dan Jihan nurut sama tuan rumah,tadi tuan rumahnya Aryanti dan sekarang Adelia yang punya peranan, Aryanti merasa dirinya juga punya peranan sangat penting di hadapan semuanya,jauh di lubuk hatinya selalu ada do'a terbaik untuk sahabatnya Habil,entah karena perasaannya mengatakan Pak Habil itu orang baik semoga Jihan menjadi seseorang yang baik juga buat sahabatnya Habil Ismail.
"Lupakan diet Ji... juga ja'im di depan kekasihmu haaaa..." Adelia memilih menu utama dan yang lainnya lebih ke ikut saja pada apa yang di pesan Adelia nggak mau ribet ribet memilih,hanya Aryanti minta minuman special juice mangga buat suaminya dan juice jeruk buat dirinya.
"Jadi gimana Ji... franchise-nya kebab yummy rancangan kamu bisa terealisasi nggak ? atau merealisasikan yang di sebelah mu dulu ?"
"Semua hanya berencana dan bercita cita Del tapi Yang Di Atas yang menentukan,apa yang di lancarkan dan di beri ya kita jalani..."
Aryanti menatap Jihan,ada ketulusan di kata katanya,tapi kenapa semua tindakan di lain pihak di belakangnya seperti menusuk,cukup Aryanti bisa menangkap sikap Jihan dari awal bertemu sampai saat ini,ada kegalauan di dalam hatinya,entah rasa tekanan atau keinginan yang tak sesuai harapan,entah soal asmara atau yang lainnya,itu menurut pandangan Aryanti.
Aryanti sebagai pimpinan cukup tahu dan ber intuisi tinggi dan cukup bisa membaca karakter seseorang terlebih begitu banyaknya bawahan di kepemimpinannya.
Semua di lewatkan dengan perasaan datar Aryanti,dan melihat Jihan tak sedikitpun bicara di khususkan pada suaminya itu cukup membuat Aryanti tahu dan bisa menarik benang merah dari sikap diamnya Jihan,yang Aryanti tahu mungkin sewaktu di Australia keduanya pasti begitu akrab,se akrab pertama kali Adrian dan Jihan bertemu di Pangandaran ini,dan Adrian pun begitu menjaga suasana,Adelia mengerti semua ada drama yang di poles semanis dan se rapi mungkin makanya dirinya mengambil peran yang paling bijaksana untuk semuanya,dan menghidupkan suasana semua menjadi dinamis dan komunikatif.
Adelia dan Fath yang menjadi pusat perhatian dan paling enak untuk di godain selain sebagai pengantin juga badannya yang lebih sedikit montok dari Aryanti dan Jihan.
"Wah jadi makan di sini kita nih hehe..." Pak Habil mendekatkan makanan dan menawarkan nya pada Jihan dan Jihan mengambil apa yang dia sukai.
"Saya walau dari dulu makan sama Fath dari semasa pacaran nggak pernah ada aturan Ji...seperti malu di depan kekasih,atau pura pura nggak suka ini itu tanya aja Fath,soalnya suatu saat kita menikah nggak ada yang di sembunyikan heee..."
"Ya itu Kamu...saya juga tahu kamu suka semuanya,kalau jalan sama kamu pasti selalu gagal diet"
"Haaaaaaaa...jangan buka rahasia Ji...sepertinya itu yang harus di maklumi suamiku" Adelia melirik Fath.
"No problem Ji..."
__ADS_1
"Bumil nih yang harus banyak makan,biar 'mom and baby' nya sehat"
"Iya Del...tapi sayang selera makannya belum terlalu tapi kalau selera rujak wah...menggiurkan"
"Semangat buat sehat Bu Aryanti apa aja yang masuk daripada nggak ada sama sekali,asal merasa enak mungkin nggak apa apa" Habil memotivasi Aryanti.
"Terkadang saya merasa khawatir Pak Habil begitu kurang asupan makanan yang dia konsumsi,tapi kelihatan bugar saja malah menurut pandangan saya yang di makan itu yang tak bergizi" Adrian sedikit menyayangkan pola makan Istrinya.
"Jangan heran Kak itu namanya perubahan hormon yang sangat drastis,dan itu terjadi di trisemester pertama kehamilan"
"Sepertinya kamu sudah menggali pengetahuan tentang kehamilan ya ?"
"Iya lah Kak semua yang menikah mengharapkan ada buah cinta,seperti aku sama Fath nggak di tunda tunda di kasih sekarang ya syukur Alhamdulillah,di kasihnya besok ya di terima"
Jihan dan Habil hanya diam sambil menikmati santapannya dan Aryanti sibuk memilih makanannya,Fath dan Adelia jangan di kata keduanya jago keliling kuliner,semua pernah di icip icip nya,ada yang aneh di buru nya,ada yang viral viral di kejar nya,kata orang enak di carinya dan ujung ujungnya ke Indonesia dan pesannya sama Bi Ani minta di bikinkan cilok pedas.
Adrian melirik Jihan,dan Jihan makannya hanya sedikit masih seperti dulu saat makan bareng dirinya di Australia.
"Ayo Ji...rubah cara makannya seperti Fath sama Adel nih,membuat Aku semangat melihatnya haaa..."
Jihan hanya senyum kecil dan mengangguk tanpa melihat Adrian,Aryanti mengangguk juga mengiyakan kata kata suaminya sambil memandang Adrian.
"Ayo sayang mau apa lagi ?" Adrian mengusap punggung Aryanti sambil memberikan gelas minumnya,dan Aryanti menggeleng.
"Coba aku icip juice mangga nya Mas kelihatannya seger"
"Tinggal sedikit sayang...pesan aja lagi"
"Nggak aku mau itu heee..."
__ADS_1
Adrian memberikannya pada Aryanti dan sekalian mendekatkan ke mulutnya sambil tetap memegang gelasnya,dan Aryanti menyedotnya sambil memegang tangan Adrian.
Jihan melihatnya,apa ini drama atau memang kesehariannya begini ?