Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Rahasia perempuan


__ADS_3

Sampai di pantai Batu Hiu tak seramai di pantai Pangandaran malah kelihatan agak sepi,tapi mungkin juga ini sepi karena hari sudah mulai beranjak senja,Adrian menghentikan mobilnya di pinggir pantai maju mundur di pasir yang begitu bersih,lalu turun diikuti Aryanti.


"Yan kamu tahu kenapa pantai ini di sebut pantai Batu Hiu ?" Adrian bertanya setelah mereka berjalan menginjak pasir yang basah.


"Nggak tahu,mungkin ada batu yang mirip ikan hiu jadi orang gampang mengingatnya seperti itu,tapi batunya tahu di mana"


"Betul banget perkiraan kamu,tapi katanya Batu yang menjorok ke laut itu kelihatan seperti Ikan Hiu kalau di lihat dari kapal atau perahu yang di tengah laut kata para nelayan"


"Mungkin itu ya Mas batu yang di maksudnya,ayo kita lihat pemandangannya dari atas" Aryanti mulai naik di pegangin tangannya sama Adrian dan sampailah di puncak Batu besar itu,dan mereka duduk sebentar di salah satu saung saung kecil.


"Wow wow...Masya Allah menakjubkan banget Mas,tak terbayangkan..."


"Itu yang seperti garis hitam adalah pulau Nusakambangan kamu tahu ceritanya pasti"


"Heemhgt ..."


Setelah puas mengagumi keindahan yang baru di lihatnya Aryanti masih saja berjalan jalan di ujung pagar pembatas pantai yang tingginya begitu dalam,melihat ombak yang begitu ganas menghempas batu karang yang begitu curam,ombak dan angin menghempas ke bibir pantai dan karang karang menghasilkan buih putih kontras dengan air laut yang berwarna biru.


Ada beberapa pasangan muda mudi yang lagi duduk duduk santai lagi menikmati angin pantai,ada juga yang lari lari an dibawah di pasir pantai bersama anak anak kecil.


Adrian memeluk Aryanti dari belakang dan tangannya di tumpang kan di tangan Aryanti yang di lipat di dadanya,Aryanti diam hanya hatinya yang mendadak bergetar dan jantungnya berpacu lebih kencang,perlakuan Adrian sesuatu yang kontra dengan dirinya,tapi hati dan dirinya tak sanggup menolak pelukan dan sentuhan itu,sangat manusiawi memang semua orang juga mengekspresikan perasaan dengan kehangatan cintanya,seperti kata lagu, 'cinta itu tak ada logika'


Yang ada hanya deburan hati,dan asmara yang menggelora,tak ada halang rintang bagi lajunya,tak ada duka dalam perjalanannya,dan satu yang ada hanya kita berdua dengan rasa itu.


"Sayang Apa kamu bahagia ?"


"Heemght"


"Apa kamu siap,seandainya kita serius menata dan merencanakan masa depan kita ?"


Aryanti berbalik menatap Adrian dan Adrian menuntunnya untuk duduk kembali di saung saung kecil itu,di genggamnya tangan Aryanti dengan memainkan cincin putih yang melingkar di jari manisnya.


"Mas serius ?"


"Sayang aku merasa yakin,inilah takdir kita dan kita jalani masa depan bersama,apa kamu melihat ketidakseriusan di diriku ?"


"Enggak Mas,cuma aku mau diantara kita tak ada sisa cinta yang lain,dan kita jalani dengan tanpa beban masa lalu yang belum usai"

__ADS_1


Adrian diam dirinya merasa paling bersalah,ingin rasanya menghapuskan semua masa lalunya, tuntutan Aryanti selalu itu dan itu,walau semuanya berakhir tanpa kata dengan Livia masa lalunya,mungkin masih menyisakan pertanyaan bagi Aryanti,tapi jelas nyata dirinya belum ketemu ataupun bicara sampai sekarang dengan Livia,tapi Aryanti memandang segala kemungkinan jauh kedepan semua harus jelas,dan itu semua bukan tanpa alasan untuk satu tujuan yaitu kenyamanan hubungan.


"Sayang,anggap semua sudah usai dan aku juga sudah berusaha mencari informasi,minta tolong pada teman,kan sudah aku bilang beberapa kali biarlah semua berakhir sejak aku pergi ke Bandung waktu itu,orangnya pun hilang entah kemana"


"Aku hanya takut saja Mas,itu terserah Mas tapi jangan libatkan aku jika di masa mendatang masih ada buntut dari permasalahan Mas sendiri"


"Ok stop permasalahan itu,aku hanya ingin memikirkan kamu titik" Adrian menggenggam tangan Aryanti.


Aryanti tersenyum dan mengangguk.


"Kenapa kamu begitu grogi ketemu sama Bapak juga Ibuku heh... ?"


"Mungkin semua orang khususnya cewek begitu kali Mas bukan aku saja heeeee..."


"Sayang aku benar benar nggak tahu sebenarnya siapa yang di sebut cctv-nya Bapakku mungkin orang di sini juga,mungkin Pak Edi,mungkin Pak Tono atau yang lainnya kan semua itu orang orang Bapakku"


"Mas juga sih nggak bisa jaga diri maunya mepet mulu,jadinya meleset dari yang kita rencanakan,berarti kemana mana kita ada yang mengikuti"


"Haaaaaaaa,bisa aja kamu tapi kan hikmahnya begitu besar buat kita,kamu terutama kan jadi tahu betapa sayangnya Ibuku padamu sayang"


"Ibuku bilang apa sama kamu tadi sayang ?"


"Kalau Pak Daud membisiki Mas apa tadi hayo ? sampai Mas tertawa ngakak"


"Itu mah rahasia laki laki"


"Heeee ya sama lah aku juga rahasia perempuan" Aryanti mendelik manja merasa menang.


"Ah kamu itu curang kan aku yang nanya duluan harusnya di jawab bukan malah di beri pertanyaan lagi"


"Oke karena kita sama sama curang jadi kita sekarang jujur jujur an deal nggak ?"


"Deal !!! tapi kamu dulu yang jawab"


"Ibumu bilang pada pelukan pertamanya 'saling menjaga ya' dan pada pelukan kedua 'jaga diri kalian baik baik ya' Itu yang di ucapkannya"


"Terus bagaimana perasaan mu saat Ibuku katakan itu ?"

__ADS_1


"Aku sendiri memaknai kata kata Ibu tadi merasa rasa sayang yang begitu besar,walau di bulak balik artinya sama saja,jaga diri dan saling menjaga"


"Mungkin Ibuku juga melihat besarnya rasa yang kita miliki"


"Orang tua selalu punya insting yang kuat pada anak anaknya"


"Iya"


"Gantian jawab apa kata Pak Daud tadi ?"


"Pak Daud cuma bilang, 'harus selalu di ajak jalan jalan kalau punya cewek jangan di suruh kerja melulu' begitu katanya tadi itu"


"Ah Mas bohong kali ? nggak jujur kayaknya nih...! "


"Haaaaa,iya ...iya...bukan bukan gitu tadi dia membisiki aku gini, 'punya cewek cantik hati hati banyak mata mata harus pandai menjaganya' gitu"


"Maaaaas,sudah aku nggak percaya,dasar gombal ! " Aryanti memukul mukul pangkal lengan Adrian dan Adrian sibuk menangkalnya sambil tertawa tawa.


"Pulang yu udah mau malam" Adrian menarik tangan Aryanti dan mereka berjalan turun dari tempat yang tinggi itu sambil berpegangan tangan.


"Mas boleh kalau aku mau kursus nyetir ?"


"Terus kalau Pak Tono mau ngapain ?"


"Tapi kan apa salahnya bisa bawa kendaraan sendiri,pasti banyak manfaatnya"


"Kamu duduk manis aja,tinggal bilang mau ke mana,mau jalan jalan ke mana aku antar kan ada aku"


"Mas orang itu punya kepentingan sendiri,nggak bisa bergantung sama orang lain setiap waktu,orang ada halangan nya,ada sakitnya"


" Iya aku bercanda boleh banget dan harus itu,tapi aku sarankan nggak usah kursus,belajar aja sama aku gratis kok"


"Alah...nggak mungkin gratis yang ada tuntutannya pasti lebih banyak"


"Haaaaaaaa, negatif thinking aja bawaannya,serius kapan mau mulai ?"


"Ya kita cari senggangnya aja"

__ADS_1


__ADS_2