Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Instruksi


__ADS_3

"Hah apa ? di rumah sakit ? katakan sekali lagi apa yang terjadi ? Adrian dan Aryanti terluka ?"


Pak Surapraja terkejut luar biasa sampai-sampai dari duduknya langsung berdiri,Ibu Handayani langsung berhenti langkahnya,mereka sedang di Bali kebetulan tahun baru dan ada keperluan urusan bisnisnya, Pak Surapraja menyuruh duduk istrinya dengan kode tangannya, Ibu Handayani terlihat kaget dan cemas mereka baru mau tidur,waktu menunjukkan pukul 00.45


"Seperti itu Pak bahkan Bu Aryanti sampai sekarang belum siuman dari pingsannya,saya memantau terus lewat Linda yang menemani di rumah sakit,sepertinya Pak Adrian mabuk dari siangnya dia bersama teman-temannya yang datang dari Bandung juga teman perempuannya"


"Astagfirullah Ya ampun ada apa lagi ini, memang kalian semua nggak becus memimpin ngurusin soal yang seperti itu juga, saya menyesalkan Pak Edi dan yang lainnya di mana waktu Adriana kontak fisik sama teman-temannya itu ?"


"Kejadiannya tiba-tiba Pak,saya dikasih tahu Bu Ariyanti sudah malam kalau teman-temannya Pak Adrian ada yang mencurigakan, lalu Bu Aryanti mengajak kami mencari Pak Adrian yang menghilang dari cafe juga teman-temannya yang lain"


"Ya ampun ya Ampuuuuuun...."


"Sebenarnya ini semua menurut pandangan saya lebih ke masalah pribadi Pak Adrian dan teman perempuan yang datang dari Bandung, juga masalahnya Pak Adrian cemburu sama Bu Aryanti, Bu Aryanti juga cemburu sama pak Adrian,tapi saya belum bisa menyimpulkan yang sebenarnya,karena saya melihat juga kemarahan Pak Adrian pada Bu Aryanti terbukti dengan diacak-acak nya meja kerja Bu Aryanti di office sampai komputer segala macam pecah"


"Sudah cukup laporannya, saya sudah bisa ambil kesimpulan nya,sekarang Pak Edi jangan ambil tindakan apapun tunggu sampai Pak Daud datang ke situ ya saya kasih instruksi selanjutnya, kalau polisi datang introgasi kasih tahu aja yang sebenarnya jangan berbelit-belit untuk memudahkan penyelesaian masalah ini,


Malam ini saya langsung pulang dengan penerbangan pertama dan langsung ke Pangandaran"


"Baik Pak"


Pak Surapraja terhenyak di ujung tempat tidurnya pikirannya jauh melayang kepada anaknya Adrian dan calon menantunya Aryanti.


"Ada apa dengan Adrian Pak,apa yang terjadi ?"


"Ibu tenang Adrian sudah ditangani dokter juga Aryanti mereka ada kecelakaan kecil permasalahan anak muda luar dari urusan Hotel, cuma Aryanti sampai sekarang katanya belum siuman"


"Ya ampun Pak ada apa sebenarnya kok Aryanti sampai belum siuman segala, juga kondisi Adrian seperti apa Pak...?"


"Sudah-sudah sekarang Ibu bersiap-siap saja kita langsung pulang pagi ini kalau bisa malam ini kita langsung ke Bandung dan langsung nyambung ke Pangandaran beres-beres semua pakaian"

__ADS_1


Ibu Handayani membereskan pakaian dan semua perlengkapan barang-barangnya ke dalam koper sambil menahan isakan tangisnya.


"Ada apa denganmu Nak, Baru beberapa hari kebelakang kamu dengan senangnya menelepon ibu juga memberikan pesan pada Ibu nanti akan pulang ke Bandung setelah tahun baru bersama Aryanti dan mengajak Ibu untuk mengantar mencari cincin untuk Aryanti"


Pak Surapraja menelepon dan juga membuka-buka ponselnya untuk memesan tiket perjalanan pulang.


"Dasar lagi sial,semua penuh baru dapat yang pagi jadi kita baru pagi ini bisa berangkat pulang Bu, Ibu sabar tenang kalau bisa istirahat dulu kalau memungkinkan tidur dulu biar kita jangan sampai sama-sama sakit"


"Ibu nggak bisa tidur Pak cemas,khawatir pengen tahu kondisi keduanya"


"Berdo'alah tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdo'a semoga keduanya tidak mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan"


Pak Surapraja dan Ibu Handayani berdua di kamar dan saling berdiam diri dengan pikirannya masing-masing, Pak Surapraja seperti berpikir dan menimbang-nimbang ponselnya lalu dia memijit 1 nomor dan bicara.


"Ya Pak Daud.... Pak Daud sekarang langsung bersiap-siap pergi ke Pangandaran ke rumah dulu Bapak dan Ibunya Aryanti dan bawa mereka ke Pangandaran,Aryanti dan Adrian masuk rumah sakit ada kecelakaan kecil di Hotel tadi malam selanjutnya saya akan memberi instruksi dan akan pulang menyusul secepatnya.


"Nanti Pak Daud akan tahu sekarang laksanakan dulu langkah pertama"


"Baik Pak Praja"


Ibunya Adrian masih dengan air matanya menyimak pembicaraan suaminya dengan Pak Daud, Pak Praja menghampiri Ibu Handayani mengusap-usap punggung dan memeluknya untuk menenangkan.


Pak Praja lebih banyak diam dan kadang berjalan jalan di ujung tempat tidurnya,juga melongokan kepalanya ke luar kaca kamar Hotelnya berharap pagi segera tiba.


Terbayang sosok anaknya Adrian yang mewarisi dirinya secara karakter,satu yang percis menurun dari dirinya yaitu sifat ingin selalu unggul dari semua orang,selalu jadi pemimpin diantara teman temannya.


Juga sosok Aryanti yang telah menaklukan hati Adrian,mungkin dengan kesabarannya,kelembutannya juga yang pasti dengan kecantikannya,jiwa muda yang terkadang tak terkontrol dan mudah berontak tanpa pertimbangan,tapi Aryanti mampu membawa Adrian ke arah yang lebih baik.


Masih ingat saat dirinya mendengar khabar pertama kali dari Pak Edi soal hubungan anaknya Adrian dan Aryanti, Pak Surapraja nggak kaget itu sudah ada dalam prediksinya dan itu juga memang harapannya,hatinya ingin bersorak dirinya terlalu gembira,dan yang pertama di kasih tahu adalah Pak Daud, karena Pak Daud orang yang tahu perjalanan Adrian dan Aryanti dari mulai di tempatkan bersama belajar bekerja di Hotel.

__ADS_1


"Pak Edi serius melihat mereka seperti layaknya orang pacaran?"


"Bener Pak saya orang dewasa nggak bisa di bohongin,sorot mata keduanya setiap hari jatuh cinta,tapi anehnya kalau lagi kerja ya serius kerja profesional,Bu Aryanti memimpin rapat seperti biasa tapi mungkin nanti pacaran seperti orang orang,pernah satu waktu pak Adrian lupa lagi rapat di hadapan semua orang memanggil Bu Aryanti dengan panggilan Sayang haaaaa.... dia tidak meralatnya cuma Bu Aryanti aja mukanya jadi merah"


"Juga saya pernah ngikutin mereka pada suatu senja seperti yang bapak perintahkan dan saya melihat mereka berdua lagi pelukan di bawah pohon di pinggir pantai,saya jadi malu sendiri sudah itu saya nggak ngikutin mereka lagi lah wong kesimpulannya sudah jelas"


Pak Surapraja juga mendengar laporan istrinya kalau habis tahun baru Adrian mau pulang ke Bandung mau bawa Aryanti dan minta di antar Ibunya mencari cincin yang paling bagus,saat itu hatinya begitu bahagia,Adrian mulai membina hubungan serius apalagi ini dengan Aryanti orang yang begitu di sayang sama pak Surapraja,yang Pak Surapraja tahu karakternya Aryanti begitu sempurna di matanya.


"Pak apa Bapak melamun,melamun apa ? ayo kita sholat subuh dulu lalu kita berangkat ,Ibu rasanya tak sabar ingin segera tahu dan melihat kondisi anak kita"


"Jam 07.00 Bu penerbangannya juga,sabar kita memohon yang terbaik untuk anak kita"


Bu Handayani terdiam waktu begitu lama di rasakannya,sebentar sebentar menggeser kopernya dan begitu berkali kali di lihat sama Pak Surapradja, Pak Praja begitu mengerti kegelisahan istrinya.


Setelah sholat subuh mereka berangkat menuju bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai, pemesanan tiket online sudah dilakukan sejak dari Hotel,di bandara Pak Surapraja masih sempat menelepon Pak Daud.


"Ya Pak Daud sudah di mana perjalanan dan bagaimana ada kendala tidak tadi mengabari kedua orang tua Aryanti ? bisa mereka ikut tidak sekarang ?"


"Keduanya tadi sempat syok tetapi saya menerangkan pelan-pelan bahwa ini kecelakaan biasa tidak terlalu serius, Dan ini juga mungkin untuk mempercepat penyembuhannya jadi saya berusaha mengajak Bapak dan Ibu agar Aryanti merasa terhibur dan tenang di tengah kedua orang tuanya, mereka ikut bersama kami sekarang perjalanan kami sudah hampir setengahnya"


"Bagus langkah selanjutnya urus sampai tuntas urusan dengan kepolisian jangan meninggalkan jejak jelek dan nama jelek seorang Adrian, bila mungkin tutup kasus secepat mungkin terutama yang berhubungan dengan minuman,obat-obatan dan psikotropika lainnya yang mungkin nanti pasti itu yang akan menjadi pemeriksaan polisi"


"Saya faham Pak Praja..."


"Biar nanti Adrian dan Aryanti saya yang urus mungkin untuk sementara kita bawa dulu ke Bandung keduanya dan nanti kita tentukan untuk langkah selanjutnya"


"Ya ya ya..."


"Untuk mengisi sementara kekosongan pimpinan Hotel di efective kan lagi Pak Edi sampai Aryanti bisa kembali bekerja dan sembuh, sementara segitu dulu karena saya sekarang sudah mau take off"

__ADS_1


__ADS_2