Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Cinta tak terlihat


__ADS_3

Sampai di Hotel hari mulai gelap,tapi terang benderang lampu lampu telah menyala begitu megah dan artistik banget dengan permainan lampu hias di taman tamannya,walau belum dibuka secara resmi menunggu pembenahan lebih lanjut tapi sudah agak banyak kamar kamar terisi lalu lalang orang orang dengan kesibukan masing masing di dalam dan luar Hotel.


Sampai diparkiran Aryanti duluan turun teringat dirinya belum sholat maghrib begitu buru buru nya hingga Aryanti tak menyadari Adrian menghadang di depannya.


"Mas ada apa lagi ?"


"Boleh aku masuk ?" Aryanti mengerutkan dahinya ngapain mau masuk,Aryanti berdiri diam dekat pintu masuk.


"Ssssssssst,aku mau masuk cuma mau memastikan kamar kamu lengkap nggak ? terus apa yang kurang,jangan curiga dulu"


Adrian masuk sambil mencolek tangan Aryanti,diikuti Aryanti dari belakangnya,Aryanti langsung masuk kamar mandi dan keluar dengan muka basah,Aryanti menghindar bersinggungan dengan Adrian yang masih melongok longokkan kepala ke tiap sudut ruangan,dan Adrian duduk di sofa mini menunggu Aryanti selesai sholat di kamarnya,tak lama Aryanti duduk juga di samping Adrian,dan Adrian meliriknya dengan pandangan aneh membuat Aryanti merasa takut,dan tak tenang.


"Kok tegang amat sih kayak menghadapi pimpinan yang sedang mewawancarai,dari tadi nggak kedengaran suaranya,kamu baik baik aja kan ? nggak sakit kan ?"


"Heemght...enggak kok"


"Kamar kamu nggak ada meja rias ya ? besok aja aku sampaikan pada bagian pengadaan ya biar di usahain"


"Biarin semua ini cukup banyak cermin aku juga bawa walau nggak segede cermin meja rias"


"Kamu jangan gitu keperluan mu juga sama pentingnya,aku ingin memberi kamu itu semua kebutuhan dan senyaman mungkin"


"Aku sih terserah cuma aku nggak menuntut biarlah semua apa adanya ini udah lebih dari cukup Mas"


"Nggak kamu kekasih saya dan top level di sini aku pimpinannya aku ingin kamu mendapatkan fasilitas yang pantas"


Aryanti menunduk dan diam entah apa yang di fikirkan nya,yang pasti selalu ada pertanyaan mimpi kah ini,atau khayalan atau halusinasi dan sebagainya,tapi tadi Adrian dengan nyata menyatakan perasaan sayang dan cintanya,dan dirinya juga telah mengatakan hal yang sama tak bisa memungkiri kalau dirinya juga suka,sayang dan mencintai sosok yang sekian lama jadi teman kerjanya.


"Cari makan yu"


Adrian memegang kembali tangan Aryanti,seperti biasa Aryanti diam dan membiarkan tangannya di pegang Adrian,hanya hatinya yang nggak karuan,ketakutan yang tak beralasan dan satu lagi hatinya tak pernah berbunga seperti sekarang tapi tak bisa di ungkapkan,hanya wajahnya bersemu merah dan terasa hangat.


"Kalau kamu diam aku nggak bisa apa apa,saya bukan paranormal yang bisa menebak hati seseorang,tapi saya bisa tahu apa yang tersirat dan terpancar dari hati seseorang yang saya suka"


"Mas,aku takut ini semua satu kesalahan"


"Salahnya di mana ? dan apa salahnya ?"


"Terutama diriku ini dan hatiku,bukan di diri Mas"


"Yanti,aku tulus mencintaimu,dan aku juga tahu sorot matamu mengatakan itu"

__ADS_1


"Apa ini semua tak terlalu dini Mas?"


"Yanti,aku sudah lama punya perasaan ini padamu,aku tahu perasaanku sendiri dan ini bukan perasaan sesaat tapi aku tak mau memaksakan diri,aku mau tahu dulu penerimaan dan signal dari dirimu dan aku menyimpulkan kamu juga punya perasaan yang sama seperti aku"


Aryanti semakin malu memerah mukanya,tapi sayangnya itu malam hari jadi tak begitu kelihatan,dalam hatinya semua itu benar dan diakuinya kalau dirinya mencintai sosok di sampingnya, hanya pantaskah dirinya menyatakannya juga ?


"Mas,Aku..." Adrian menempelkan jari telunjuk di bibir Aryanti


"Ssssssssst,jangan ucapkan apapun,senyum dan diamnya kamu bagiku itu sudah jawaban"


"Yanti,biarkanlah perasaan kita berkembang apa adanya seiring dengan berjalannya waktu"


Adrian tahu Aryanti belum pernah pacaran,dan perasaannya begitu halus,Adrian kembali memeluk Aryanti dan mengusap usap punggungnya dalam keadaan duduk berdampingan dan Aryanti pun berbisik perlahan.


"Mas aku juga menyayangimu,aku titipkan perasaan dan hatiku ini padamu" suara pelan Aryanti hampir tak kedengaran.


"Semoga kita bisa sama sama menjaganya"


Adrian tersenyum lebar dan memandang dalam dalam wajah di depannya,hatinya puas dengan jawaban Aryanti.


"Kita awali semuanya di sini,dan aku ingin merayakannya denganmu malam ini,jadi jangan menolak ayo kita cari tempat makan sekarang"


"Mas aku ingin jalan kaki kita cari tempat makan yang dekat dekat sini aja"


Adrian tertegun dan menutup kembali pintu mobilnya,Aryanti mengangguk sambil tersenyum,tak tega rasanya menolak senyum berlesung pipi itu.


Mereka jalan ke luar pintu gerbang Hotel berdampingan dan berjalan kaki,tapi sepanjang jalan nggak ada yang jualan makanan hanya kendaraan yang berseliweran,dan.mereka melihat di sebrang jalan ada kedai sate, Adrian memegang tangan Aryanti dan menyebrang jalan.


Mereka duduk berdampingan,ada rasa yang berbeda di hati Adrian,betapa semuanya di awali dengan begitu sulit dan keadaan yang darurat dan serba keterbatasan,tapi juga dengan ketulusan hati,dan kesederhanaan tanpa tuntutan apapun dari Aryanti.


Melihat sosok di sampingnya Adrian merasa segan mungkin melebihi rasa kagum dan cintanya,memang benar begitu berharganya seseorang di tentukan oleh sikapnya sendiri,melihat sisi kehidupan Aryanti jauh dari kata glamor dan sikapnya sangat sopan dan sederhana jauh dari kata curang,dan satu lagi cinta telah membimbing dirinya ke arah yang lebih baik itu yang di akui Adrian sejak kenal Aryanti.


"Makan yang banyak,siapkan energi untuk hari esok kerja berat"


"Mas juga"


"Aku mah jangan di ingetin emang makannya banyak,kamu tuh jangan dulu diet diet masih kelihatan kurus banget"


"Heeee,apa aku kelihatan kurus ?"


"Nggak terlalu sih,tapi kebanyakan wanita mungkin takut makan banyak,hanya untuk penampilan"

__ADS_1


"Kasih tahu aku ya kalau aku mulai gendut heeee..."


"Tapi aku sayang kamu apapun adanya dirimu ,bagaimanapun kamu"


"Ah gombal"


"Dan aku juga seneng ngegombal in kamu haaaaaaaa"


Aryanti melirik Adrian sambil cemberut


"Haaaaaaaa,maaf maaf tuh kan kamu tambah cantik kalau lagi cemberut"


"Ayo aku tungguin kalau masih mau gombal"


"Sorry sorry bercanda,ayo makan..."


Selesai makan mereka masih santai duduk duduk di kedai itu.


"Yan boleh aku ada permintaan padamu ?"


Aryanti memandang Adrian dengan perasaan lain,dahinya berkerut dan matanya agak di sipit kan baru aja jadian udah ada permintaan.


"Maksud Mas permintaan apa ?"


"Aku ingin kamu mencatat hari ini adalah hari bersejarah buat kita,ini hari dan tanggal kita jadian,biar suatu saat nanti kita bisa mengenangnya dan membuka juga mengingat saat indah senja tadi"


" Mas romantis juga ya heeeeee,Iya Mas akan aku catat di buku agendaku,di laptop juga di hatiku"


"Dan satu lagi Yan ini nggak kalah pentingnya aku ingin hubungan kita sementara hanya kita berdua yang tahu ini menyangkut profesionalisme kita dalam kerja,apa kamu mengerti maksudku ?"


"Ya Mas Aku mengerti"


"Yan kamu nggak marah nggak apa apa kan kita jalani seperti itu ?,jika sudah tepat waktunya aku akan bicara pertama pada orangtuaku dan juga orangtuamu"


"Heemght"


"Terimakasih Yan,aku nggak mau ada orang lain yang dekat sama kamu,aku nggak mau keduluan orang lain,aku benar benar mencintaimu,aku baru merasakan cinta yang sebenarnya sama kamu,dan kamu harus tahu itu"


"Ayo kita pulang dan istirahat"


Aryanti mengangguk dan merapikan baju bekas duduknya Adrian membayar di kasir lalu bergandengan berdua menuju Hotel kembali.

__ADS_1


__ADS_2