
Akhirnya mobil berhenti di sebuah Restourant yang lumayan megah dengan tempat makan di atas kolam ikan hias yang begitu banyak,
Adrian duduk duluan dan Aryanti masih melihat lihat arsitektur bangunan yang begitu unik dan sangat mewah,padu padan modern dan klasik dengan kayu di plitur yang mengkilat menghadirkan nuansa sejuk para pengunjungnya,Adrian menatap Aryanti yang memakai celana jeans dan jaket senada begitu serasi dengan kerudungnya.
Dulu Adrian tak menyukai gadis berhijab dan sering meledek adiknya Adelia kalau sekolahnya pakai hijab tapi kini kenapa Ia begitu takjub dengan gadis berhijab,seakan nyaman aja di hati dan pandangannya.
"Yan pilih nih menunya sini"
Aryanti menghampiri Adrian dan duduk di sebelahnya.
"Udah Mas aja yang pilih Aku ikutan aja,paling Pak Tono mau beda nggak"
"Paling sama aja,udah nggak ada lagi yang di pesan ?"
"Itu juga udah banyak Mas"
"Nggak mau nyoba yang lainnya ? nih coba lihat lihat menunya" Adrian menggeser buku menu ke hadapan Aryanti.
Dan tak lama Pak Tono sudah bergabung,juga makanan pesanan sudah di depan mereka,dan mereka makan dengan lahapnya,cuma Aryanti yang kelihatan tak begitu banyak makan berkali kali Adrian meliriknya.
"Ini kita sudah sampai mana Mas ? apa masih jauh perjalanannya ?"
"Sudah masuk ke Kabupaten Ciamis Bu sebentar lagi nyampe,dulu sebelum Kabupaten ini di mekar kan Pangandaran itu masuk wilayah Ciamis tapi sekarang pisah Pangandaran sendiri jadi Kabupaten" Pak Tono menjawab panjang pertanyaan Aryanti dan Aryanti manggut manggut.
"Emang belum pernah ke pantai Pangandaran Bu Aryanti ?" Aryanti mendelik di panggil Ibu sama Adrian.
"Belum pernah Pak Adrian"
"Waduh surprise banget dong kita ini,ada banyak objek wisata di Kabupaten ujung ini,ada Batu Hiu,Batu Karas,Grand Canyon dan lain lain selama kita di sini bisa mengeksplore objek objek itu"
Aryanti hanya manggut manggut saja tak bisa membayangkannya.
Makan selesai dan perjalanan di lanjutkan kembali,Aryanti duduk mepet ke samping sisi mobil dan Adrian hanya tersenyum.
__ADS_1
Aryanti merasa malu tidur menyender di bahu Adrian,tapi juga merasa kesal seakan Adrian memanfaatkan kesempatan itu,tapi hatinya begitu tenang dan tak ada penolakan, apalagi saat Adrian menggenggam sebelah tangannya dan mengelusnya cuma hatinya yang berdebar dalam diam.
Dimasukannya kedua tangannya ke saku jaketnya seakan tak mau mengulangi kesalahannya,Aryanti duduk tegak bersender di jok mobil,dan mobil pun melaju di jalanan yang lebar dan mulus,pemandangan nan hijau begitu menyegarkan mata,dalam fikiran Aryanti selalu bertanya akankah dirinya sukses mengendalikan hotel baru milik Bapaknya Adrian ? akankah tamu dan pengunjungnya ramai seperti hotel hotel The Praja Group lainnya ?
"Hai ngelamun aja udah mau nyampe nih" Adrian membuyarkan lamunannya, baru saja Aryanti melamun kan langkah pertama yang akan di lakukan nya keburu Adrian menyadarkannya.
"Lumayan jauh juga perjalanannya"
"Perasaan aja itu mah,kalau sudah terbiasa mungkin nggak ngerasa jauh,kalau di bawa melamun ya lama juga heeeeee..."
"Ya ya ya,karena masih baru pertama kali dan belum terbiasa"
"Pangandaran Bandung lama lama jadi terbiasa"
"Heemght"
"Kamu sih cewek nggak bawa makanan,biasanya cewek rajin bawa bawa cemilan biar nggak ngelamun"
"Heeee lupa Mas saking sibuknya,tadi kenapa nggak ngingetin waktu sehabis makan ?"
"Betul Pak Adrian"
Mobil berbelok ke arah satu bangunan yang begitu megah,mentereng,yang di dalamnya terdiri dari bangunan bangunan lagi selain bangunan utamanya,pintu palang post satpam sudah terbuka tapi Pak Tono membuka kaca dan melapor,sang satpam terburu buru keluar mengetahui siapa yang datang dan mempersilahkan masuk sambil mengejar mobil yang melaju ke dalam dan parkir di dalam area Hotel.
Adrian turun di susul Aryanti keduanya menampakkan kekaguman dengan bangunan Hotel baru milik The Praja Group,keduanya tak henti henti memandangi setiap sudut pemandangan Hotel dari luar.
Pak Tono dan Satpam sibuk menurunkan koper koper bawaan dan meletakkan di teras lobby Hotel menunggu instruksi selanjutnya,seorang karyawan perempuan menghampirinya menyalami dan memperkenalkan diri,dirinya resepsionis dan mengucapkan selamat datang.
Adrian dan Aryanti berkeliling di area parkiran memandang sekeliling,dan berjalan berdampingan menuju lobby.
"Mas apa kita bisa ?"
"Tenang saja,otak kita masih segar dengan ide ide baru,akan ada perubahan besar di sini"
__ADS_1
"Aamiin semoga"
"Kamu harus yakin Aryanti,ini dunia kita sekarang"
"Kita memang harus mencoba,dan itu pembuktian diri kita"
"Semangat Aryanti,kehidupan baru,suasana baru juga tempat baru"
"Heemght"
Mereka masuk ke dalam melihat lihat semua bagian di Hotel itu sudah ada beberapa staf dan juga karyawan bahkan sudah ada tamu yang mau nginap juga touris,Adrian dan Aryanti diantar Pak Edi sebagai kepala bagian yang tahu seluk beluk bagian Hotel itu dan juga seorang perempuan muda Linda yang sementara jabatannya rangkap rangkap sekretaris iya,keuangan iya kadang resepsionis maklum Hotel baru perlu pembenahan dan tenaga ahli yang bisa mengelola.
Dan akhirnya sampai pada ruangan meeting semua duduk
"Selamat datang Pak Adrian dan Bu Aryanti di Hotel baru The Praja Group,dikarenakan Bapak sama ibu habis perjalanan jauh jadi saya akan memberi penjelasan tentang area Hotel ini besok saja,baik fasilitas kapasitas Hotel dan Restourant ini berikut denah lokasinya,untuk sekarang silahkan Bapak sama Ibu Istirahat dulu dan Linda akan mengantar,dan barang barang sudah duluan diantarkan"
"Baik Pak Edi,terimakasih banyak telah menerima kami,dikarenakan sebentar lagi ashar jadi kami istirahat dulu"
"Silahkan silahkan Pa Adrian"
"Mari Pak Bu lewat sini" Linda memberi jalan agar Adrian sama Aryanti berjalan mengikutinya.
Sampai di tempat yang di tuju sebuah bangunan berupa bungalo cantik yang terdiri dari banyak anjungan dan Aryanti menuju ke salah satu bangunan yang ada koper dirinya di depan pintunya,begitu juga Adrian.
"Sebenarnya Bapak sama Ibu mau yang mana juga terserah selera kami hanya mengantar saja"
"Baik Linda nanti kami fikirkan sementara ini cukup terimakasih ya"
"Sama sama Bu"
Linda pun berlalu pergi, Aryanti masuk dan menarik kopernya satu per satu juga tas tas kecilnya lalu menutup pintu,Aryanti berkeliling melihat lihat ruangan bungalo itu,nyaman banget fikirnya,ruangan tidur sofa kecil kamar mandi dan dapur mini,Aryanti merebahkan badannya di tempat tidur yang super empuk dengan seprai hijau tua serasi dengan cat dinding dan langit langit kamar yang warnanya hijau muda.
Terlintas dalam fikirannya betapa Pak Surapraja memanjakan dirinya,padahal dirinya belum bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaannya,kalau sama Adrian mungkin lain lagi cerita Adrian itu anak laki lakinya pewaris semuanya sudah sewajarnya fasilitas apapun juga,Hotel ini juga Hotel Hotel lain juga akan menjadi miliknya suatu saat nanti.
__ADS_1
Aryanti termenung menatap langit langit kamar,perjalanan panjang dirinya sampai ke tempat ini kadang menggelikan,hanya karena dirinya mengantar Pak Surapraja ke Rumah sakit,hanya karena odong odong milik orangtuanya yang lagi Aryanti tungguin ketabrak Adrian di trotoar waktu itu,semua berawal dari tidak sengaja,Adrian juga terkadang dewasa terkadang seperti anak anak tapi juga terkadang ngangenin,senyumnya yang dingin kadang bikin orang segan apalagi yang belum kenal banget,pasti menilai dirinya angkuh dan sombong.