
Aryanti masuk kamarnya dan berganti pakaian,dan langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan bersujud Pada Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang... semua terasa hampa di rasakan Aryanti dalam do'a pasrahnya Aryanti memohon keridhaan dan ampunan atas segala dosa dan dosanya juga dosa kedua orangtuanya juga anggota keluarganya dan juga memohon petunjuk atas jalan yang akan dilaluinya,kekuatan lahir bathin atas segala cobaan dan berkah di setiap langkah langkahnya.
Tatapan Made Ardika saat bertemu di kantor polisi tadi yang tanpa ekspresi seakan menjelaskan isi perasaannya yang begitu pasrah dengan keadaan apapun yang akan menimpanya,rasa terimakasih tak terhingga melebihi apapun yang di milikinya pada Aryanti menjadi Beribu ton beban berat bagi Aryanti kebahagiaan Aira tidak mulus sesuai skenario... tapi apa daya semua harus seperti ini kejadian akhirnya.
Pelukan Made Ardika saat terakhir sebelum mereka berpisah yang di rasakan Aryanti begitu berbeda dengan yang biasa di lakukan Adrian suaminya,mengingatnya membuat Aryanti begitu bersalah dan berkhianat pada perasaan dan hati nuraninya,walau yang di lakukannya sebatas drama... Aryanti menjadi merinding sendiri...apa Aku salah ? seumur hidupnya Aryanti tak pernah berpacaran apalagi Gonta ganti pacar...cinta pertama dan terakhirnya adalah suaminya sekarang...yang pertama menyentuhnya adalah suaminya, jadi tak ada perbandingan dalam diri Aryanti,dalam asmara hanya ada Mas Adrian di hati dan hidupnya dan dirinya menyerahkan segalanya untuk cinta sejatinya.
Berkali kali Made Ardika mencium punggung tangannya dengan perasaanya sendiri tak urung membuat jantung Aryanti bergetar juga,dan saat Aryanti marah tak sedikitpun Made Ardika merasa tersinggung hanya permintaan maaf yang keluar dari mulutnya,beri Aku sedikit rasa di hatimu Bu Aryanti,Aku mencintaimu Bu Aryanti...kata kata itu bagai gaung yang mengisi telinganya dan tak ingin di dengarnya lagi,Seorang pria tampan dengan penampilan maskulin masa kini dengan aset dan uang begitu banyak di Pulau Dewata Bali,menghiba mengemis cinta seorang Aryanti yang seorang istri dan ibu dari anaknya,dan berusaha menarik perhatiannya.
Tak adakah wanita lain yang bisa menarik hatimu Made Ardika ?
Aryanti tertidur dengan banyak pertanyaan di hatinya dalam sendirinya...dalam berbagai rasa di dalam benaknya...
Aryanti tak menginginkan sentuhan itu benar benar tak menginginkannya,Aryanti memiliki hati dan perasaan yang tak begitu mudah jatuh hati dalam suasana apapun,juga pada siapapun,hatinya milik suaminya jangan kau tebar pesonamu karena hanya sia sia di hadapanku !
"Kenapa Aku harus jatuh hati pada wanita yang sama seperti istriku ? ini Bali,tempat semua orang berkelana mencari kesenangan apa yang tidak bisa Aku miliki dengan uangku ?kepuasan cinta ? kehangatan cinta ? seorang wanita yang cantik seperti model dan artis ?begitu bertebaran banyak dan bisa aku raih dengan satu jentikan jari tangan... tapi hatiku terpaut padamu Aryanti Aku jatuh cinta pada orang yang salah...dan hatiku tak dapat melepaskan rasa itu,semua benar benar menjeratku sungguh semua ini menyiksaku lebih lebih kehilangan di tinggal untuk selamanya... Aryanti berontak melepaskan diri dari pelukan paksa Made Ardika tapi tak bisa dan pasrah dalam sentuhan dan rengkuhan yang tak nyaman di rasa Aryanti, walau sentuhan itu begitu terasa lembut... sampai datang tangan kekar lain membopongnya dan menidurkannya di atas awan dan tangan kekar itu menghempaskan semua pelukan dan belaian juga ciuman liar tanpa ampun Aryanti berteriak sekeras kerasnya...berteriak dan berteriak sampai suaranya tak ada dan serak....
"Nak...sadarlah..."
__ADS_1
Astaghfirullahaladzim Aryanti bangun terduduk tersentak begitu takut dan kagetnya mendapati dirinya Bermandi keringat di hadapan Bapak dan Ibu mertuanya juga Bi Inah yang semua menatapnya dengan perasaan cemas...rupanya dirinya bermimpi...
Aryanti begitu ketakutan dengan semua mimpinya yang masih jelas di ingatannya...Aryanti mengusap dadanya dan beberapa kali beristigfar,Ibu mertuanya memeluknya sambil mengusap usap punggungnya...
Ambilkan air minum Bi tolong dan Bi Inah gesit melangkah dan datang dengan segelas air putih dan Aryanti meneguknya.
"Astaghfirullahaladzim...Ya Allah kenapa Ibu sama Bapak juga Bi Inah ada di sini ?"
"Nak kami mendengar kamu tadi teriak teriak dan seperti berontak seperti rasa ketakutan yang luar biasa...kami merasa cemas kamu merasa trauma dengan kejadian kemarin itu..."
"Mungkin Aku bermimpi Bu..."
"Istirahatkan saja lagi tapi Ibu temani,jangan bayangkan yang buruk dan yang jelek jelek bayangkan yang membuat hatimu bahagia" Pak Surapraja ikut prihatin juga melihat menantu kesayangannya begitu histeris sampai kebawa mimpi mimpi.
"Ibu tahu hatimu Nak...pasti banyak fikiran,kamu baru saja lepas dari tekanan,mendapati suamimu di kantor polisi beban yang begitu berat bagimu Nak"
Aryanti memejamkan matanya dan tak menjawab apapun kata kata Ibu Handayani,hanya usapan di tangan yang di rasa Aryanti begitu nyaman di rasakannya,Mas Adri Aku begitu merindukanmu... Aryanti tak sanggup menahan perasaannya dan tak sanggup menahan airmatanya hatinya begitu hampa...
__ADS_1
"Menangis lah jika itu membuat hatimu tenang dan beban di dada mu berkurang,menangis lah karena menangis juga adalah obat buat melepaskan semua ganjalan di hatimu...nggak apa apa menangis lah ,kamu tidak sendirian ada Ibu di sini..."
Yang terbayang di benak Aryanti adalah saat dirinya tidur sendirian di satu ruangan sepi yang begitu dingin,kalaupun saat itu Made Ardika memaksakan keinginannya untuk menyentuh dirinya apalah daya kekuatan dan tenaga seorang wanita ? walau dulu Aryanti jago taekwondo apa bisa di praktekan seketika dalam suasana tegang dan tanpa aba aba sama sekali ? di situ Aryanti merasa bersyukur keberuntungan masih berpihak pada dirinya,toh yang Made Ardika inginkan hanya Drama bukan dirinya itu yang membuat Aryanti begitu tenang kembali.
Aryanti bangun kembali dan menatap Ibu mertuanya sambil berlinang airmata.
"Bu apa Mas Adrian akan percaya sama Aku Bu... ?"
"Apa maksudmu Nak ? percaya apa ?"
"Antara Aku sama Made tak pernah ada apa apa...tak pernah terjadi apa apa yang di inginkan Made dari saya hanya "drama"untuk anaknya Bu...hanya untuk satu senyuman Putrinya Aira"
"Sayang... Ibu tahu siapa yang tak percaya sama kamu Ibu yang pertama kali percaya,sejak kamu pingsan Anaknya Made Ardika bolak balik memeluk Papanya dan memeluk kamu dengan panggilan Mama... Ibu merasa heran awalnya tapi Ibu sudah bisa menarik kesimpulan sendiri...jangan khawatir kalau Anak Ibu nggak percaya sama kamu Ibu akan bantu meyakinkannya,sabar,tenang dan istirahat kalian sama sama saling merindukan,tak akan terjadi apa apa..."
"Ibuuuu...terimakasih untuk kepercayaan Ibu" di peluknya kembali Aryanti sama Ibu mertuanya dengan perasaan sayang yang teramat dalam.
"Prasangka dan dugaan itu manusiawi buktikan kebenaran itu,biarkan semuanya berlalu jangan jadikan salah faham diantara kalian,tapi ketengah kan kebersamaan dan keharmonisan dalam sebuah hubungan"
__ADS_1
Aryanti mengangguk.
"Semoga besok Mas Adri bisa pulang dan kalian bisa bersama sama lagi"