Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Bu Adrian


__ADS_3

Jam sembilan pagi kurang lebih Aryanti mulai aktifitas seperti biasa,dan Adrian juga ke kantor seperti biasa seakan lupa janjinya kemarin kalau dirinya janji nggak masuk kerja hari ini,tapi Aryanti membiarkannya dan memperhatikannya sekilas dari pintu ruangan Adrian yang selalu terbuka Aryanti selalu meliriknya dari luar ruangan,kelihatannya memang benar benar lupa atau mungkin pura pura lupa Aryanti nggak bisa nebak.


Adelia benar benar nggak keluar kamar, benar benar menikmati aktifitasnya di dalam kamar,dari sore kemarin terakhir bertemu saat makan rujak bersama,belum bertemu lagi sampai saat ini,Aryanti hanya tersenyum mengingat dirinya juga sama suaminya seperti itu bahkan mungkin lebih saat baru menjalani hidup bersama dalam ikatan pernikahan.


Aryanti berpesan pada resepsionis kalau ada tamu siapapun yang menanyakan Adelia atau Adrian suaminya di sampaikan dulu pada dirinya,dan benar saja sekitar jam sepuluhan Aryanti menerima pemberitahuan itu dan Aryanti melihat sekilas pada ruangan suaminya,Adrian masih sibuk di mejanya depan komputer dan Aryanti membiarkannya.


Aryanti beranjak ke Lobby Hotel dan mendapati seorang perempuan dan seorang yang sangat di kenal dekat dengan dirinya yaitu Habil Ismail Hasan Al Rasyid sejenak keduanya berpandangan dan Aryanti tersenyum,begitu juga Habil.


"Pak Habil ? hai...apa khabar ?" sekilas Aryanti melihat Perempuan di sampingnya inikah Jihan itu ? Aryanti menyalami Habil begitu hangatnya dan menamprak kan tangannya seraya menaikkan matanya menanyakan siapa wanita di sampingnya itu.


"Oh Bu Aryanti...khabarnya baik Bu,gimana sehat sehat semuanya ? ini saudara saya Jihan temannya Adelia,saya mengantarnya mereka janjian mau bertemu,mereka teman kuliah di Australia"


"Oh ya ?! " Aryanti menyalami Jihan,cantik juga...dengan postur tinggi ideal perempuan,kulit putih berhijab juga, cuma Aryanti sekilas menangkap keseriusan di raut muka Jihan,Jihan agak kikuk dan grogi ternyata Habil kenal baik sama Bu Aryanti,dan ini yang namanya Aryanti...seorang yang punya senyum menawan dengan lesung di pipi kirinya, seorang yang punya kemampuan cukup lumayan di bidang Hotel menurut cerita Adelia,seorang yang berkharisma tinggi dalam memimpin dan memang sangat humble kelihatannya.


Jihan agak kaget Habil kenal baik dengan Aryanti,dan ini yang ingin di lihat Aryanti apalagi nanti saat Adrian dan Jihan bertemu,dan Aryanti hanya butuh pura pura tidak tahu saja,memang kelihatan kalau seseorang yang kenal akrab dengan baik dari ngobrolnya dari bicaranya dari bercandanya apa-apanya pasti kelihatan, seperti Aryanti yang lebih banyak bicara dan dengan di tujukan pada Habil.


"Ini ceritanya saudara serius Pak Habil ? apa saudara saudara an saja,ketemunya saat sudah pada gede ? Pak Habil curang nggak pernah cerita sedikitpun soal ini,eh...tahu tahu menggandeng mengenalkan seseorang" Aryanti bicara seolah tidak tahu apa apa soal Jihan,dan memang Aryanti baru tahu kalau yang di tuju Jihan adalah Habil Ismail Hasan Al Rasyid sahabat nya.


Habil tertawa begitu akrabnya,dan Jihan pasang senyum masih dengan groginya.


"Memang ini saudara saya Bu Aryanti...tapi seandainya nanti berlanjut jadi mungkin lebih saudara lagi heee..." Habil menyentuh tangan Jihan yang hanya tersenyum,Aryanti tersenyum juga menatap Jihan mencari kebenaran dari kata kata Habil tadi,dan Jihan mengangguk,menatap Aryanti sekilas.


Entah harus bahagia atau bersedih,atau juga merasa kasihan bahkan prihatin Aryanti melihat sahabatnya Habil menggandeng Jihan,yang baru beberapa hari ke belakang Aryanti membaca surat Jihan yang di tujukan Buat Adrian suaminya,dengan masih ada kata kata yang menyiratkan 'suka' walau di ujungnya ada kata maaf pada Adrian juga pada dirinya sebagai istri Adrian,ada do'a semoga Jihan ini yang terbaik buat


Ada niat sedikit nakal Aryanti,biar sekalian groginya Jihan kelihatan.


"Pak Habil kita pindah ke Cafe saja sambil saya panggilkan Adelia dulu ya,biar kita sambil minum..."

__ADS_1


"Oh...nggak usah repot Bu Aryanti mungkin Ji juga nggak lama ketemu saja karena mungkin akan lama nggak ketemu sama sahabatnya"


"Justru mau berpisah lama,santai saja dulu kan saya juga sudah lama nggak bertemu dan ngobrol sama Pak Habil heee..."


Mau nggak mau Habil dan Jihan Pindah ke cafe diantar Aryanti.


"Sebentar ya saya matikan dulu Computer sambil manggil Adelia"


"Silahkan silahkan Bu Aryanti..." Aryanti berlalu dan menelephon Adelia dari meja kerjanya,lalu ngobrol pelan pelan dan sepertinya pesan sesuatu sama Linda yang masih di depan komputernya,tak lama Aryanti balik lagi ke cafe.


Aryanti duduk di di depan Habil yang duduk bersebelahan sama Jihan,membiarkan Habil dan Jihan bebas memandang ke arahnya.


Adrian datang masih dengan lupa atau pura pura lupanya setelah tadi di pesan sama Linda kalau Aryanti ada di cafe.


"Rupanya ada tamu ini..." Ada kekagetan juga di wajah Adrian saat tahu Jihan dan Habil juga Istrinya sudah satu meja.


Adrian bersalaman sama Habil juga Jihan.


"Sudah sama Aku Mas..." Aryanti menjawab.


Jihan mengangguk mengiyakan,Adrian duduk di samping Aryanti sambil mengusap usap punggung Aryanti selalu begitu dan menjadi kebiasaan Adrian yang mungkin tanpa sengaja, Aryanti pun begitu menikmati sentuhan itu.


"Nggak sekalian di Restourant sambil makan siang ?" Adrian menatap istrinya.


"Gimana Pak Habil makan siang sekalian ya,mungkin Fath sama Adelia juga mau" Aryanti menawarkan.


"Nggak usah Bu Aryanti terimakasih,ini sudah cukup kami sudah makan tadi" Habil yang menjawab.

__ADS_1


"Gimana Pak Habil bulan depan PHRI jadi di sini nggak ?"


"Dengan senang hati Bu Aryanti kalau tuan rumahnya berkenan,kita atur saja waktunya"


"Mas gimana boleh ? kita kan belum pernah jadi tuan rumah"


"Boleh sayang... biar kita bisa silaturrahim dengan semua anggota,Kita udah mau berjalan tiga tahun di sini"


"Sosialisasi Pak Habil pada sesama pengelola Hotel kita kan punya outbound heee..."


"Iya Bu Aryanti saya juga terimakasih banyak loh kerja sama nya,jadi minat semua konsumen terpenuhi,malah saya setiap marketing yang memasarkan Hotel saya selalu di sertakan outbound nya,kan biar kerjasama kita terus berlanjut dan terjaga"


"Sedikit promosi nih Pak Habil istri saya boleh kan ? secara ilmu marketing paling tajam itu dari mulut ke mulut,kalau sudah mencoba satu orang dan memberitahukan pada orang lain lebih bisa di percaya dan menarik minat orang daripada sejuta kali ajakan atau baca di brosur brosur" Aryanti tertegun mendengar ungkapan Adrian suaminya yang begitu lugas dan sangat real.


"Haaaaaaaa...boleh sangat boleh Pak Adrian memang kita ini pekerja promosi,ada peluang dan kesempatan di situ kita harus ada dan menjadi pemeran utamanya" Habil mengeluarkan jurus marketingnya.


"Wah wah wah...saya jadi rendah diri nih kalau berbicara sama Bapak Bapak yang dua ini,seakan saya tidak ada apa apanya heee.."


"Jangan begitu sayang... aku suamimu yang lebih bangga pada pencapaian dan kecemerlangan mu,tahu nggak Pak Habil ? Hotel kami ini di bawah naungan The Praja Hotel dan Restourant Group memiliki rating teratas sekarang ini menggeser rating yang sebelumnya di pegang The Praja Hotel dan Restourant Bali,Istri saya ini kebanggan Bapa saya haaa..."


"Aaah Mas bisa saja..."


Jihan meneguk minumannya merasa tercekik dan seret tenggorokannya,sekedar ingin bernafas dan leluasa menghirup udara yang bisa melonggarkan dadanya,semua kata kata Adrian begitu terserap semuanya di hatinya.


"Neng Jihan apa anda juga Perhotelan seperti Adelia ?" Aryanti menyapa Jihan dengan melibatkannya dalam obrolannya sebagai tenggang rasa,tak menjadi pendengar dari satu topik obrolan yang tak melibatkannya.


"Saya beda Bu Adrian...Saya Ekonomi saya mencoba beda dari keluarga yang lain walau mungkin pada ujung ujungnya di terapkan di Hotel juga..."

__ADS_1


"Nggak apa...Saya malah lebih beda lagi,harusnya jadi guru TK tapi malah sekarang berkecimpung di Hotel,ya nasib membawa kita hanyut di alirannya,saya nikmati dan di syukuri juga di jalani semuanya..."


Adrian mengusap usap kembali punggung istrinya dan Habil tersenyum sambil manggut manggut.


__ADS_2