Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
KO


__ADS_3

Selang beberapa menit dari insiden Adrian banting ponsel datang Satpam berlari lari dan terengah engah melaporkan pada semua yang ada di office kalau dua mobil yang membawa Bu Aryanti datang...


Seperti di sengat aliran listrik semua orang yang berkumpul di office apalagi Adrian pertama berlari keluar tak mengindahkan apa apa,dan melihat istrinya sedang turun dari mobil dan seseorang yang Adrian kenal dengan baik berdiri di samping pintu mobil yang ada kemudinya, Adrian menarik baju Made Ardika sekuat tenaga dengan amarah yang memuncak Adrian melayangkan tinjunya berkali kali ke wajah Made Ardika ,emosi yang tak terbendung lagi darah mengucur dari hidung Made Ardika yang tanpa perlawanan dan persiapan datangnya serangan yang bertubi tubi,tak sampai di situ saja tendangan kilat Adrian menyungkurkan Made Ardika terkapar berlumuran darah termasuk di pakaian Adrian...


Yang melerai tak bisa berkutik dan tak berdaya semua mental dan merasa ketakutan,semua di singkirkan,Adrian bagai kesurupan melampiaskan emosi yang selama ini memenuhi dadanya,Aryanti menjerit jerit dengan kerasnya seperti lagi kesurupan...


"Astaghfirullahaladzim...Mas Adrian jangan...jangan siksa orang seperti itu... orang bisa meninggal,sabar dulu Mas mereka akan memberi penjelasan... Aku nggak di apa apain sama mereka, Aku pulang dengan baik baik...Mas juga harus dengar penjelasan semua orang...Mas..." dan semua gelap dalam pandangan Aryanti melihat darah di muka Made Ardika kepalanya terasa pusing dan berputar putar lalu bleng nggak ingat apa apa dan Komang Putri segera datang dan sempat menangkap tubuh Aryanti yang limbung tak berdaya...


Aryanti pingsan seketika syok luar biasa melihat Adrian suaminya kalap seperti kerasukan melampiaskan amarah yang sedari empat hari lalu begitu menggunung dan memenuhi dadanya tanpa Tedeng Aling Aling menyiksa Made Ardika dengan pukulan teknik dalam tinju di praktekan Adrian saat ini uppercut juga jab jab,cross, hook, dan juga tendangan tendangan emosi sekuat tenaga...panik yang luar biasa bagi Made Ardika apalagi Made Ardika tanpa persiapan dan perlawanan yang seimbang akhirnya Made Ardika KO telak terkulai bersimbah darah Adrian masih menaruh kakinya yang bersepatu diantara dada dan lehernya Made Ardika sambil menunjuk nunjuk wajah Made Ardika yang meringis kesakitan sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangannya dan Adrian semakin memperlihatkan rasa geramnya.


"Buka matamu brengsek lihat Aku ! bajingan seperti kamu layak mati dengan hina,tak tahu sopan santun dan tata krama,seenaknya saja memperlakukan orang ! bangun brengsek,banguuuuun...!!! Aku mau tahu dari mulutmu apa yang kamu inginkan,jelaskan semua kebusukanmu brengsek,mana nyalinya mana ?" Adrian di tarik dua orang polisi dan satpam dan masih sempat menendang kaki Made Ardika.


Polisi dan semua orang termasuk Pak Surapraja juga Satpam berusaha menarik Adrian yang masih ingin melampiaskan amarahnya dan melepaskan diri dan ingin mencengkram Made Ardika tanpa melepaskannya


Komang Putri juga Ibu Handayani menolong Aryanti yang terkulai pingsan dan di bantu di ditidurkan di pangkuan Ibu Handayani.

__ADS_1


"Papa Papa...hiks hiks hiks...kenapa Papa ku berdarah ? juga kenapa Mamaku pingsan ?"


Aira yang tak dapat di cegah turun dan berlari menghampiri Papanya dan bolak balik memeluk Aryanti dan Made Ardika yang tak henti hentinya meraung raung dengan banjir airmata,datang pengasuhnya Me Nik dan memeluknya.


"Om jahat Om jahat...hiks hiks bikin Papaku berdarah darah dan Mamaku pingsan waaaaaw...Om jahaaaat sudah pukuli Papaku...


hiks...hiks...hiks.." Aira memukuli Adrian dengan tangan kecilnya yang berdarah,dan Adrian hanya bengong tak mengerti seperti juga semua orang yang ada di situ,semua tak mengerti...


Semua pada bengong dan sangat tak mengerti,dan terjadilah saat yang tak terduga Aira memeluk Aryanti dengan hati yang menyayat dan tangisan pilu...


Komang Putri merangkul keponakannya dan memeluknya dengan airmata dan tanpa kata,rasanya tak tega melihat putri kecil itu meraung raung memanggil Papa dan Mamanya.


Sebelum semuanya sadar Pak Surapraja memerintahkan Bawa Anaknya Adrian dan menantunya Aryanti tenangkan di office juga Aira kasih minum biar tenang, dan Made Ardika bawa ke rumah sakit sekarang juga,semua orang tamu Hotel pada mengerubungi pada bertanya tanya ada apakah ini dan semua tak ada yang mendapatkan jawaban.


Semua kejadian begitu secepat kilat,dan Adrian membabi buta sudah tak mau mendengar apa yang akan di jelaskan Made Ardika,dan bagi Adrian tak perlu lagi penjelasan,untuk apa ? semua terbukti istrinya di culik Made Ardika,dan Adrian jelas tak terima apapun alasan dan penjelasan yang di kemukakan satu kata bagi Adrian Made Ardika salah besar dan harus mendapat ganjaran dari perbuatannya.

__ADS_1


Datang ke Office Jeff dan Ashley Aira menghambur pada pelukan Ashley dan menangis lagi mengungkapkan kesedihannya.


"Om Jeff tolong...Mama pingsan juga Papa berdarah... Aira takut Om Tante..."


Ashley memeluk Aira dengan sayang sambil berkata pelan dengan aksen Australia nya yang belum hilang dan menghibur Aira juga meyakinkan kalau Mamanya hanya syok dan memberi pengertian biar Aira tenang,sabar dan berdo'a.


Aira seperti trauma melihat orang orang asing bagi dirinya selain yang di kenalnya,apalagi melihat Adrian yang lagi memeluk Aryanti yang pingsan di sofa tamu,semua sungguh pemandangan yang tak bisa di mengerti bagi Aira.


Ashley dan Jeff juga belum mengerti benar duduk permasalahan yang sebenarnya terjadi hanya diam tak bicara takut bicara salah tapi kalau ada yang menginterogasinya Jeff dan Ashley begitu siap dengan jawaban mereka,tapi ada satu yang tak di mengerti Jeff dan Ashley di kira Bu Aryanti itu di dapatkan Made dengan menyewanya untuk ber drama ria di hadapan Putrinya Aira... ternyata yang baru di tangkap fikiran Jeff dan Ashley Bu Aryanti adalah hasil menculik dan tipu daya akal akalan Made Ardika,Bu Aryanti adalah Istri orang dan seorang ibu pula...bahkan Manager di Hotel tempat dulu Made Ardika kerja,begitulah... susah di fahami bagi Jeff dan Ashley.


Semua telah terjadi Adrian memuntahkan amarahnya tak ada yang bisa mencegahnya, Aryanti pingsan dan di tidurkan di sofa office,Made Ardika kritis dengan luka memar di mana mana dan darah memenuhi pakaiannya dan di larikan ke klinik terdekat,Aira menangis tersedu sedu dan memanggil manggil Papa Mamanya...


Semua orang kalang kabut,Bu Handayani menangis sambil mengusap usap anak lelakinya yang masih kelihatan emosi,dan duduk menatap wajah istrinya dengan perasaan hancur...


Komang Putri mencium cium kan minyak angin di dekat hidung Aryanti,Adrian menciumi tangan Istrinya dan sesekali mengusap keringat di dahi Aryanti.

__ADS_1


Pak Daud memangku Aira dan di ajaknya keluar office dan di bawa nya ke Restourant bersama Jeff Ashley dan Me Nik,dengan bijaksana Pak Daud mempersilahkan tamunya untuk istirahat dan lesehan sambil menggali keterangan dari orang orang Made Ardika.


__ADS_2