
Adrian sama Aryanti kembali ke aktifitasnya di Front office,sesekali Aryanti mengantar tamu yang mau masuk kamar atau melayani tamu yang sekedar bertanya lewat telephon,mulai kelihatan biasa dan luwes mulai membiasakan diri dengan pekerjaannya.
Aryanti tahu dirinya baru masuk dunia kerja yang seperti ini,lain dengan dunia yang di pelajari di bangku kuliahnya,tapi baginya ilmu tak berat membawanya,tak ada salahnya kesempatan ini di manfaatkan sebaik baiknya siapa tahu jadi masa depannya,tak henti hentinya Aryanti menggali memahami detil pekerjaannya,seperti kata Pak Surapraja "fahami semua bidang pekerjaanmu karena siapa tahu suatu saat kamu jadi pimpinannya"
"Yanti sore nanti kamu pulang naik apa ?"
"Ya angkot lah sekali naik,tapi aku mampir dulu pulangnya ke kantor kecamatan di situ di halamannya seminggu tiga kali aku sama temanku ngajar les taekwondo anak anak SD heeee..."
"Oh ya ? sebenarnya saya juga suka olahraga itu tapi nggak pernah terjun"
"Wah ayo atuh bareng aku,banyak pemula juga kok,ntar aku kenalin sama instrukturnya"
"Boleh suatu saat aku lihat lihat aja dulu ya"
"Iya Mas,selain kita cari keringat banyak teman juga untuk tameng diri juga"
"Berarti kamu lumayan sibuk ya?"
"Memang aku suka dengan kesibukan hehehe"
****
Tak terasa seminggu sudah Aryanti telah bekerja di tempat barunya dan untuk pertama kalinya hari Sabtu-Minggu nggak masuk karena ada keringanan dari tempatnya kerja untuk bisa menyelesaikan kuliah di semester terakhirnya,walau dirasa berat tapi semua harus di jalaninya.
Dan Adrian untuk pertama kalinya masuk kerja tanpa temannya yang dari kemarin selalu ada,terasa canggung tanpa Aryanti,terasa ada yang hilang dari hari harinya juga dari kebiasaannya,nggak ada teman makan siangnya,nggak ada yang bisa dibawa diskusi juga nggak ada yang selalu menanyakan pendapatnya.
Sampai usai jam kerja Adrian hanya mondar mandir lalu duduk kembali,lalu ke ruangan bapaknya yang kebetulan lagi sendiri,Pak Surapraja tersenyum melihat anaknya mulai mengikuti irama kerja seperti yang lain.
"Adrian gimana kerjanya ?"
"Biasa aja lebih ke banyak bosannya"
"Haaaaaaaa,cintai semua pekerjaanmu suatu saat kamu akan kangen dengan pekerjaan itu bukan bosan"
"Sebenarnya rencana Bapak itu seperti apa buat Adri Pak ?"
"Adrian sebenarnya Bapak bukan memberi porsi kerja pada kamu itu,tapi hanya pembelajaran,belajar segala sesuatu di mulai dari bawah agar kamu faham dunia kerja itu seperti apa,juga pekerjaan dunia perhotelan perusahaan kita itu seperti apa,apa kamu ngerti maksud Bapak ?"
"Ya Pak Adri mengerti"
"Walaupun kamu Anak Bapak tidak mudah punya jabatan tinggi,mudah banget Bapak memberi jabatan kalau mau,tapi kamu mampu nggak ? kamu perlu belajar banyak untuk bisa memegang jabatan apalagi memimpin keseluruhan,perlu pengalaman dan jam kerja yang lama juga penguasaan pekerjaan itu sendiri belajarlah dan jangan menyerah"
"Iya Pak,semoga Adri bisa bertahap belajar semua yang ada di hotel ini"
"Bagus, belajar tanggung jawab pada diri sendiri,pada orang lain juga pada pekerjaanmu,sengaja Bapak Partner kan kamu sama dek Aryanti agar kamu bisa ikut semangat,apa kamu cocok punya teman kerja seperti dek Aryanti ?"
"Emght oh iya begitulah..."
"Pintar,sopan, belajarlah bersama untuk masa depanmu dan saling menghargai juga satu lagi contohlah semangatnya, Bapak tak melarang tinggalkan teman temanmu tapi mulailah berfikir bergaul dengan teman teman yang memberimu manfaat"
__ADS_1
Dan banyak lagi petuah yang pelan pelan di berikan Pak Surapraja pada anaknya,dan Adrian mulai mengerti jalan fikiran Bapaknya,Adrian menyadari apa yang di lakukan selama ini adalah sia sia semuanya, hanya menghamburkan uang saja dan waktu yang banyak terbuang percuma.
"Pak Adri boleh pake mobil Adri kembali ?"
"Karena kamu sudah memperlihatkan kerja yang baik seminggu ini,jadi pakailah kembali dan ambilah SIM mu,tapi ingat satu hal tanggung jawab,semua ada tanggung jawabnya"
"Baik Pak"
"Kalau kali ini kamu gagal Bapak tak akan memberi kesempatan lagi,terserah mau bagaimana dan seperti apa,tentukan masa depanmu sendiri,kali ini bapak tidak main main"
Adrian keluar ruangan Bapaknya lalu ke Front office dulu ngobrol sebentar lalu meninggalkan ruangan itu berlalu keluar dan naik angkot,Adrian memperhatikan pinggir jalan dan berhenti di kantor kecamatan yang banyak anak anak juga dewasa berseragam taekwondo,Adrian celingukan sendiri lalu duduk di pinggir pembatas tembok sambil memperhatikan aktifitas di halaman yang luas itu,ada group group terpisah bergerombol sesuai usia mengikuti gerakan dan instruksi pembinanya
Dan ada satu instruktur yang dari tadi tak menyadari sedang di perhatikan Adrian ya itu Aryanti kelihatan cantik dengan seragam dobok taekwondo nya badannya yang langsing tak terlalu putih tapi manis dengan kerudung yang di bikin melekat seperti atlit atlit berhijab.
Adrian tersenyum melihatnya, Aryanti memang pintar dalam segala hal walau ia kenal belum lama tapi telah melihat karakternya yang menyenangkan dan baik pada siapapun.
Dengan telatennya ia mengajarkan gerakan-gerakan dasar pada anak anak asuhannya di bantu seorang temannya yang juga perempuan.
"Adek Adek...pandangannya lurus tegak ya, terus kuda kudanya seperti ini ya...coba lihat Kakak nih...tangannya kepal lalu dorong...buka mulutnya senyum..."
"Ayo kita coba lagi dari awalnya semua siap posisi semula ya gerakan dasar."
"Mita coba anak yang itu tuh dampingi dulu."
Adrian asyik memandang Aryanti lagi melatih anak anak dan tiba tiba ponselnya berbunyi Adrian melihat ponselnya "Livia memanggil..."
"Hai Via...halo."
"Lupa apaan?"
"Ya lupa sama aku lah, tiba tiba hilang kayak hantu nggak ada kata nggak ada sapa."
"Loh siapa yang ngambek duluan kan kamu, aku ikuti maunya kamu."
"Terus selama ini kamu kemana ponsel nggak bisa di hubungi orangnya juga nggak muncul muncul."
"Aku mulai kerja aku mau menata hidupku..."
"Hah...kerja? Adrian anak sultan kerja? sejak kapan tuh? serius ini apa hoax haaaaaaa..."
"Ya aku kerja sejak aku nggak punya duit, sejak SIM ku di tahan jadi agunan di restoran itu kenapa tertawa apa ada yang aneh mendengar orang kerja?"
"Oh enggak enggak serius ini? pantesan nggak bisa di hubungi, kapan dong kita ketemu aku kan kangen..."
"Sementara aku nggak bisa aku nggak punya kendaraan, mobilku diambil orangtuaku kalau jalan jalannya jalan kaki ayo kamu mau?"
"Hah...jalan kaki? kok kayak zaman primitif aja say? masa seorang Adrian jalan jalan bawa pacar jalan kaki, terus jajannya juga pinggir jalan apa apaan?"
"Ssssssssst...stop stop kalau kamu mau ayo kalau nggak mau ya sudah."
__ADS_1
"Loh kok gitu say? kan aku cuma nanya?"
"Iya tapi nadanya nggak usah ngegas gitu, udah nanti lagi aku telephon ya..."
"Eh tunggu dulu..."
Klik telepon di putus Adrian, Adrian balik badan dan Aryanti dan seorang perempuan temannya tersenyum di hadapannya. Adrian gelagapan dan tersenyum juga.
"Hai latihannya udah?"
"Udah Mas, sejak kapan di sini?"
"Pulang kerja aja iseng mampir di sini kelihatan ada kamu aku turun heeeeee..."
"Kenalin nih teman aku latihan."
"Oh iya saya Adrian temen kerja Yanti."
"Mita"
Mereka tersenyum dan berjabatan tangan.
"Eh Mas, kita ngobrolnya di situ yu biar sambil minum."
Aryanti berjalan duluan dan Adrian mengikutinya, mereka duduk di bangku bangku taman sambil minum dari tukang minuman gerobak dorong keliling yang mangkal di situ.
Anak anak ada yang masih berlatih ada yang sudah bubar ada yang beres beres, juga ada yang santai sambil minum seperti mereka.
"Jadi nih Mas mau latihan sama kita? nanti aku kenalin sama pembimbingnya."
"Gimana ya paling minggu depan, aku udah lama banget sejak keluar SMA aja nggak pernah ikutan lagi."
"Nggak apa apa olahraga nggak ada batasan yang penting ada kemauan ya jalan."
Dan obrolan pun mengalir seperti air kemana arahnya nggak bisa di tebak tapi satu catatan betapa Adrian menikmati suasana yang berbeda ini, tak seperti dengan teman teman cowoknya yang mulai satu per satu hilang mengejar nasibnya juga teman ceweknya seperti Livia yang gengsi dan penampilan no satu yang lainnya no sekian.
.
.
.
.
.
Penulis sedang merevisi novel ini dari awal dan ingin menyempurnakannya menjadi idealnya bab sebuah novel, jadi untuk itu akan menambah bab tanpa merubah tokoh dan alur cerita.
Terimakasih, Selamat membaca kembali 🙏
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝