Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Baby Alinea kesayangan


__ADS_3

Suster mengantarkan bayi Alinea pada Aryanti untuk belajar di susui sehabis maghrib dan memberi pengarahan sedikit tata cara menyusui yang baik dan benar,dengan di bimbing Mamanya, Aryanti berusaha mengenalkan pada mulut mungil bayinya walau belum begitu deras asi yang di milikinya tapi menyusui awal itu yang sangat penting.


Kenikmatan sendiri saat bayi mulai bisa berusaha menyusu walau pelan pelan,karena bayi yang baru lahir belum banyak menyusu karena masih bisa bertahan selama 72 jam setelah lahir tanpa menyusu itu karena masih punya cadangan makanan selama di dalam perut dari Ibunya.


Aryanti tahu telah membaca semua tentang Ibu hamil, melahirkan dan sampai tata cara menyusui dan pentingnya semua dan segalanya,yang baik dan buruknya telah di pelajari sampai ***** bengek nya.


"Malam ini saya serahkan Bayi ini di sini bersama Ibu kalau malam malam haus Ibu bisa langsung menyusuinya,di bantu ya Pak Ibunya..."


"Oh tentu suster,terimakasih semoga kami tak menemui kendala apapun"


"Ya Pak kalau perlu bantuan apapun tekan saja bel nya ya kami siap membatu,sebenarnya banyak Ibu yang habis lahiran hanya istirahat beberapa jam dan langsung pulang,tapi karena Bu Aryanti menghadapi malam juga takut Bu Aryanti masih pendarahan dokternya masih memantau jadi menginap satu malam saja besok sudah boleh pulang dengan pemeriksaan dokter dulu tentunya"


"Ya ya ya..."


"Malam malam sebelum lepas dan kering tali ari ari nya mungkin bayi akan rewel tapi setelah itu akan anteng,tapi tak tentu juga setiap bayi beda beda ya Bu Aryanti..."


"Iya suster..."


"Saya permisi "


Ibu Handayani dan Mamanya Aryanti datang habis sholat Maghrib bareng di mushola klinik dan menghampiri Aryanti yang lagi menggendong bayi cantiknya.


"Gimana Nak mau bayinya belajar menyusu ?"


"Iya Ma mau walau cuma beberapa isapan saja..."


"Ya Alhamdulillah...mungkin besok asi nya sudah ada banyak dan bayinya semakin mau menyusu"


Aryanti mengusap dan membelai kepala bayi dan pipinya seraya tersenyum tak henti hentinya memandang wajah mungil satu keajaiban di depan matanya.

__ADS_1


"Sayang tidurkan lagi di box nya ya,biarkan dia tenang dan tidur sini Papa gendong biar Mamamu bisa istirahat..."


Aryanti menyerahkan Bayinya dan di tidurkan kembali di box nya di samping ranjang Mamanya.


"Jadi kita nginep di sini Nak malam ini ?" Bu Handayani bertanya pada Adrian.


"Iya Bu,tapi kalau Ibu mau kembali ke Hotel aku antar sama Mama mau pulang ?" Adrian bertanya juga sama Mamanya Aryanti


"Biarin Ibu mau menemani kalian di sini saja nginep,tapi ke Pak Agum tolong di telephon kirim kasur lipat buat berdua sama Mamanya Dek Aryanti ya kan Mamanya Dek Aryanti juga nginep di sini ?"


Mamanya Aryanti mengangguk sambil senyum.


"Oh iya baik Bu..."


"Mas Aku tidur duluan ya..."


"Sudah nggak begitu sakit kan sayang juga mulai enakan ?"


Aryanti mengernyit kan keningnya menatap Adrian,dan Adrian membisikan sesuatu di telinga Aryanti.


"Kan masih ada empat program Anak lagi sayang heee..."


Aryanti melempar handuk ke dada Adrian dan di sambut Adrian dengan tertawa.


"Emang nggak sakit apa melahirkan itu ?"


"Kan Aku nggak melahirkan..."


"Dasar konyol..."

__ADS_1


Adrian malah tetap tertawa menggoda, senang rasanya Adrian menggoda istrinya dan Aryanti sudah bisa cemberut.


"Ya sudah tidur ya aku jagain... nanti kita bulan madu lagi setiap hari di Bali,sesuatu yang kamu inginkan akan menjadi satu kenyataan heee...."


Adrian menelephon Pak Agum biar Ibu sama Mamanya Aryanti di kirim kasur sama selimut.


Aryanti memejamkan matanya dan Adrian menelephon Pak Agum sambil menghampiri Ibu sama Ibu mertuanya yang lagi ngobrol di kursi depan.


Aryanti memandang box bayi di sampingnya bayi Alinea tidur atau entah memang kalau bayi seperti itu keadaannya,terkadang menggeliat sampai merah semua mukanya,begitu lucu kelihatannya,yang kelihatan hanya kepalanya karena badannya di bungkus kain dengan simpul khas bedong.


Alinea ya itu sebuah nama hasil kesepakatan Adrian sama Aryanti sejak mereka hamil, mereka bergerilya mencari sesuatu nama yang indah menurut mereka,dengan arti yang begitu sarat makna bagi keduanya,maka jadilah nama panjang itu Alinea Aura Senja Pangandarani Surapraja, dengan panggilan Alinea.


Alinea punya arti bagian wacana yang mengungkapkan satu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang mengarah ke dalam atau jarak spasi yang lebih atau baru, juga pengantar pembukaan pada suatu karangan dalan satu cerita.


Aryanti dan Adrian begitu ingin dengan lahirnya Alinea adalah menjadi pengikat cinta kasih mereka kedua orangtuanya, tak akan usai satu cerita selalu ada Alinea baru seperti dalam satu tulisan,juga Aura mereka dalam bercinta selalu hangat dan romantis dengan diawali ungkapan awal cinta mereka di satu Senja di Pantai Pangandaran yang menggambarkan satu keindahan alam saat waktu Senja,begitu lengkap sebuah nama yang memang panjang tapi begitu mudah untuk di ingat,seperti sebuah buku cerita saja atau buku puisi dan di tuangkan ke dalam sebuah nama yang begitu indah bagi mereka.


Menyebut nama Alinea adalah mengingat satu kisah perjalanan cinta kedua orangtuanya,betapa tidak semua ada di nama indah itu,akan menjadi satu cerita yang tak akan pernah habis juga buat keluarga Aryanti terlebih keluarga Pak Surapraja yang begitu di nanti kehadirannya.


Semua kasih sayang akan tertuju dan tercurah pada bayi mungil nan cantik itu dan perhatian keluarga akan tersedot semua,menjadi cucu pertama di dua keluarga adalah anugrah bagi Bayi Alinea,memiliki Papa dan Mama kesayangan orangtua mereka otomatis bayi Alinea menjadi sesuatu yang luar biasa di keluarga mereka.


Adrian memandang bayi mungil di dalam box nya dan beralih memandang istrinya yang sudah tertidur lelap di tempat tidurnya dua bagian belahan hatinya yang tidak akan terlepas dari hidupnya,Adrian kini menjadi seorang Bapak ada sesak di dalam dadanya memandang dua orang terkasihnya,perjalanan hidup baru membentang di depan matanya dan tanggungjawab semakin besar ada di pundaknya dengan lahirnya bayi Alinea putri tercintanya,dan melihat perjuangan saat istrinya melahirkan menjadikan Adrian sadar diri dan lebih mencintai dan mencurahkan kasih sayang dan perhatian bagi istrinya.


Masih teringat kalau Istrinya menginginkan Bali untuk hidup membesarkan Anaknya Adrian sudah mulai merencanakan pembicaraan dengan Bapaknya juga Pak Daud,Adrian ingin semua keinginan istrinya menjadi kado terindah buat kelahiran putrinya.


Sejauh lamunan Adrian saat memandang istri dan bayinya yang di buai dalam lelapnya tidur, Ibunya menepuk nepuk pundaknya dan duduk di dekat ranjang Aryanti dan bayinya,Ibu Handayani ikut memandang menantu dan cucunya yang lagi tidur,rasa sayangnya semakin menjadi saja melihat kesabaran Aryanti menantunya yang boleh di bilang hidup sederhana dan apa adanya,juga dalam melewati masa masa melahirkan,juga tak ingin bermewah-mewahan seperti di rumahsakit elite cukup di klinik daerah saja yang terpenting adalah sehat dan lancar,toh di mama mana juga namanya melahirkan tetap begitu rasanya, walau pada dasarnya segalanya mampu dirinya suaminya juga mertuanya mencukupinya.


Pernah Ibu Handayani menawarkan saat Aryanti hamilnya sudah melewati tujuh bulan kalau kalau mau melahirkan di kota Bandung dengan banyak rumahsakit pilihan dan klinik berkelas bahkan yang standar Internasional juga ada tapi jawaban Adrian dan alasan Aryanti tak masuk di fikiran Ibu Handayani, "Kami punya kenangan indah di Pangandaran dan kami lebih nyaman dan bisa menyempurnakan kenangan kami di sini"


Anak muda sekarang susah di mengerti juga terkadang, pemikirannya banyak tidak sejalan dengan orang tua,orang tua menawarkan yang lebih baik malah milihnya yang biasa biasa saja hanya demi satu kata kenangan,juga kemeja lepas kancingnya saat di pegang istri di moment melahirkan buah cinta mereka saking kencangnya mencengkram berpegangan itu kenangan juga heeee...

__ADS_1


__ADS_2