
Paginya Aryanti tak terlalu sibuk karena semua bawaan sudah siap dan di siapkan sedari sore,tapi yang satu ini tetap harus di lakukannya yaitu membangunkan suaminya,dan ini menjadi kesibukan tersendiri setiap pagi dan mungkin hari-hari kedepannya,sudah di peluk,sudah di cium ,sudah di bikin geli ,sudah di tarik selimutnya tetep saja bandel dan malas bangun.
"Hai Mas bangun emang ini di rumah siapa ? ini di rumah mertua mu aku malu kalau kamu bangun siang ayo bangun kan kita mau berangkat pagi ini, nanti deh di Pangandaran kalau kamu mau tidur seharian juga paling nanti kamu kena skors dari Pak Daud"
"Uuuih...enak banget tidurnya, sini sayang ini jam berapa kita pelukan lagi..."
"Iiiiiiiiiih Mas aku udah mandi,masa tidur lagi,bangun ah...mandi Sholat shubuh minum sarapan enak banget,kelihatan Mamaku goreng pisang tuh..."
"Kamar kamu hangat banget,sama seperti kamu hangat banget bikin malas bangun pagi maunya malas malasan..."
"Mas kita udah sepuluh hari loh tidur bareng, ayo dong semangat yang lain jangan semangat yang itu-itu aja..."
"Haaaa... kelihatannya aku bersalah banget, dan juga kamu seperti enggak ikhlas sayang..."
"Bukan begitu Mas sayang... ini kan masalah tanggung jawab yang paling utama kan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan juga orang lain dan tanggungjawab kita yang sekarang ini adalah terhadap pekerjaan kita,kita sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan melimpahkan tanggung jawab terhadap orang lain,ayo doooong bangun.... semangat kita melangkah lagi kan kita sekarang suami istri bersama-sama setiap hari"
"Oke sayang aku bangun,tapi tiduran dulu di sini aku pusing kalau langsung bangun heee..."
"Dasar kolokan... semoga aku cepat punya anak biar Mas agak tersisih sedikit"
Adrian tertawa,dan Aryanti mengelus elus kepala dan punggung suaminya yang tidur di pangkuannya dan Aryanti tetap duduk di pinggir tempat tidur.
"Apa Mas nggak cape cape tiap malam begadangin aku heh ?"
"Kan yang di begadangin nya juga senang,aku masih semangat sayang..."
"Heee...ya sudah bangun mandi,aku juga semangat tapi kasihan Mas nya kelihatan cape banget dan kurang tidur,aku bantuin Mama di dapur ya..."
Adrian bukannya bangun tapi malah meluk perut Aryanti,Aryanti merasa geli.
"Aaah.. Mas geli tahu..."
"Yang geli itu enak sayang..."
"Ssssssssst... ini pagi pagi jangan me mancing lagi ya..."
Aryanti membangunkan kepala dan badan Adrian dari pangkuannya dan Adrian menjadi duduk lalu menarik kedua tangannya untuk turun dari tempat tidur,dan mereka keluar bersama sama.
Mamanya yang lagi di dapur tersenyum melihat anak dan menantunya bangun, Aryanti membantu Mamanya menyiapkan sarapan dan Adrian masuk kamar mandi.
"ini sudah hampir selesai kamu bikin minum saja Nak buat suamimu sama kopi buat Bapakmu"
"Iya Ma..."
"Jam berapa berangkatnya ?"
"Saya sih maunya masih pagi,juga Adiknya Mas Adrian sudah dari kemarin minta berangkat melulu..."
"Gimana khabar temanmu Mita semalam kan kamu bertemu?"
__ADS_1
"Oh iya Ma,Mita sudah lahiran perempuan bayi mungilnya, baru lima hari katanya,Mita kelihatan seneng banget..."
"Kebahagiaan punya anak lebih dari apapun,semoga kamu juga Nak di mudahkan mendapat keturunan"
"Aamiin Ma...aku sih pengennya Anak pertama seperti Mita perempuan jadi bisa di dandani secantik Aira..."
"Aira anak siapa ?"
"Oh Aira anak kepala pimpinan Hotel di Bali kemarin itu Ma,dia suka main sama aku..."
Adrian telah keluar dari kamar dan sudah kelihatan rapi.
"Mas mau sarapan di mana di terras apa di sini saja.sambil nonton tv ?"
"Di terras saja, Bapak mana ?"
"Bapak lagi nyapu di luar tuh..."
Aryanti menyimpan minuman sama makanannya di meja teras dan Adrian mengikuti dari belakang.
"Aku dandan dulu ya Mas,awas jangan ngobrol lagi hal hal lain sama Bapak ya...apalagi resep ramuan lagi..."
"Haaaa...kamu tahu aja..."
Selesai sarapan pagi sambil minum teh hangat Adrian dan Aryanti pamitan,seperti biasa Mama sama Bapaknya mengantar sampai ujung gang depan.
Pak Agum menaikkan koper ke dalam bagasi dan menyalami orangtuanya Aryanti,Adrian pamit sambil menyalami kedua mertuanya dan Aryanti memeluk Mamanya begitu lama,dan Adrian merengkuh bahu istrinya dan membimbingnya naik mobil.
"Dari pagi udah duduk duduk saja di terras kelihatannya Mas...mau ikut ya ke Pangandaran ?"
"Iya,dari kemarin udah nggak sabar,padahal kita mah berangkat aja udah gede ini ada temennya lagi daripada nungguin kita yang lagi senang-senang heeee..."
"Haaaaaaaa... Iya ya Mas Adrian,pengantin baru kan nggak mau ada yang ganggu"
"Ya iya lah..."
"Gimana lancar semuanya Mas Adrian ?"
"Lancar Pak Agum nggak usah latihan juga haaaa..."
Sampai halaman rumah Surapraja Adelia memang sudah ada di teras berdiri sama Fath sambil tersenyum dan menyambut Aryanti dan Adrian keluar mobil sambil tersenyum juga.
"Wuiiiiih...pengantin baru betah banget liburannya, sampai lupa pulang"
"Iya laaah...,Ibu sama Bapak mana Del ?"
"Ada di dalam,Kak semua sudah di masukkan ke bagasi mobil baru Kakak tinggal itu aja koper yang baru di keluarin Pak Agum,mobil sudah di panas kan juga sama Fath, biarin Fath yang bawa mobilnya, Kakak takut mah masih capek Fath sanggup katanya..."
"Emang SIM Malaysia bisa di Indonesia,nggak bakalan di tilang ?"
__ADS_1
"Ya bisa Kak,sama aja kali...dasar..."
"Haaaaaaaa....ya sudah kita pamit Bapak sama Ibu dulu"
Adrian menggandeng Aryanti masuk rumah,dan mendapati Bapak sama Ibunya masih di meja makan lagi sarapan.
"Ya ampun sudah datang Nak...sini udah sarapan belum duduk sini Dek Aryanti,Nak Adri sayang tarik kursinya buat istrimu..."
"Kita sudah sarapan Bu..."
"Nggak apa apa sarapan lagi...Bi Ani bikin nasi goreng ayo makan sedikit aja apa mau roti ?mau di panggang atau nggak di oles selai saja ?"
"Emght... aku mau nasi gorengnya ah...sayang mau sedikit aja ya...kasihan yang sudah masaknya" mau tak mau Aryanti makan juga walau sedikit.
Pulang dari Bali malah kelihatan kurus Dek Aryanti ini heeee..." Pak Suraparaja tertawa.
"Padahal makannya banyak Pak haaaa..."
"Jaga istrimu jangan sampai lebih kurus lagi,nanti di kira orang suaminya nggak ngasih makan haaa..."
"Susah Pak cewek itu maunya diet melulu,ada yang bilang gemuk langsung cemberut,di bilang kurus di kira suaminya nggak ngasih makan..."
"Yang penting sehat,kalian saling menjaga dan saling mengingatkan,apalagi nanti sudah kerja jangan sampai lupa waktu,lupa makan dan lupa istirahat" seperti biasa Bu Handayani selalu panjang kalau ngomong.
Aryanti hanya tersenyum.
"Gimana khabar Pak Made Ardika sehat sehat semua ?"
"Baik Pak, Justru itu saya sama Yanti baru tahu kalau istrinya sudah tiada setahun yang lalu,malah anaknya lengket sama Yanti,bahkan kami jalan jalan juga ikut, Yanti senang banget,sampai sampai kami mau pulang ada dramanya segala..."
"Yah...begitulah kehidupan,semua berjalan pada takdirnya...
"Ibu pernah tahu istrinya Pak Made cantik secantik Dek Aryanti ini,pasti anaknya juga cantik...heee"
Aryanti merona mukanya di puji cantik sama Ibu mertuanya,dan Adrian tersenyum melirik istrinya yang tersipu malu.
"Kamu pasti belum tahu Mas Adri inovasi apa yang di lakukan istrimu selama setahun ini di Pangandaran...Dek Aryanti udah di kasih tahu suamimu pencapaian mu belum ?"
Aryanti hanya tersenyum dan menggeleng sambil menatap kepada Pak Surapraja.
"Belum sempat Pak heee..."
"Ya ampuuuuun ngapain aja kalian ini sampai nggak sempat ngobrol,begitu sibuknya siang malam ? haaaa..."
"Ah Bapak jangan menggoda Dek Aryanti terus dia jadi malu tuh..."
"Pasti jadi kejutan buat kamu Mas Adri...tahu nggak sekarang saja nggak ada Dek Aryanti di tinggalin bulan madu semakin meningkat grafik pengunjung Hotel di Pangandaran itu"
"Masa Pak ? Alhamdulillah ya Allah" Aryanti begitu senangnya.
__ADS_1
"Mas semua berjalan sesuai targetku... Aryanti tak sadar memeluk Adrian yang masih bengong... Pak Surapraja dan Ibu Handayani hanya tersenyum.
"Sudah sudah senang senangnya nanti saja sudah sampai situ,sekarang sudah siang Adikmu sama Fath kelamaan menunggu"