
Malam yang begitu syahdu dengan cuaca benderang langit terang dengan sinar rembulan yang tak terlalu purnama utuh,api unggun menyala begitu hangat dan Pak Edi juga Linda ikut nimbrung bareng menambah keceriaan suasana,angin atmosfir pantai lumayan agak kencang menambah semakin terasa suasana pantainya,dingin tapi lebih terasa hangatnya suasana,cowok cowok lagi pada ngipasin di tungku pembakaran wanginya menerpa hidung mengundang lapar yang lagi di terpa angin dingin.
Pak Edi yang lebih berpengalaman memberi contoh cara membakar makanan yang baik dan benar,dan semua ikut mencoba dan melihatnya,datang Aryanti sama Linda juga satu waiters Restourant membawa nasi di tempat nasi khusus membuat nasi liwet dan buah juga sambal dan pelengkap lainnya,lalu menggelar karpet di alam terbuka.
Malam yang semakin beranjak menggeser waktu tanpa terasa di tengah redupnya lampu lampion minyak dan kapas meliuk di terpa angin walau di halangi toples kaca.
Adelia yang makan jagung bakar memakai pisau nggak mau mengigit dengan alasan yang tak masuk akal membuat Aryanti tersenyum dan ikut ikutan juga memakai pisau seperti makan kambing guling saja.
Adelia membuat saus oles jagung bakar sendiri yang pasti pedas manis dan yummy banget...
"Aku nggak mau oles mentega aja Kak gini nih caranya haaa..."
Sambal sama saus tomat,di jadiin olesan memang enak juga kelihatannya,mantap pokoknya lain dari yang lain pakai mayonaise sedikit perpaduan Australia sama pedasnya Indonesia begitulah Adelia ngarang sendiri.
"Aku nggak mau gigit sesuatu yang gede seperti bonggol jagung ini,jadi lebih baik begini mari kita coba" Adel mengiris biji jagung yang sudah matang dengan memegang panggangan nya dan di bungkus tissue.
Linda, Aryanti sama Adel memakan jagung di piring yang sudah di iris iris.
"Enak juga Del serius..." Linda kepedasan.
"Ini kan ala ala Australia,kalau Adel lama di sini aku bisa bisa tertular jadi doyan pedas haaa..."
Adel dan Linda tertawa dan Adrian datang Pak Edi sama Fath masih bakar bakar an.
"Makan apaan ini sayang...kok jadi pakai sendok makan jagung bakarnya ?"
"Cobain nih myas resep Adel,enak tahu jagung bakar ala Australia heee..."
Aryanti menyodorkan sendok dan Adrian mencoba satu sendok dan memakannya.
"Sudah kuduga rasanya...haaaa...minum minum..." Adrian merasa pedas.
Semua pada tertawa merasa aneh dan kepedasan tapi membuat ketagihan,lagi dan lagi.
"Itu bukan pedas Kak tapi vitamin C heee..."
"Sudah ya makan cemilannya sekarang ke pinggiran dulu kita makan menu utama nya yaitu nasi liwet cumi bakar dan udang bakar saus tiram,dan pelecing kangkung khas Bali percobaan pertama nyonya Adrian heee ..."
"Wow...rupanya bulan madu di Bali masih punya waktu buat belajar pelecing kangkung haaaa..."
"Iya dong Del...kan sesuatu yang enak bikin kita ketagihan heee...mau dan mau lagi"
__ADS_1
"Pokoknya cewek cewek lupakan diet malam ini apalagi makannya sudah malam nih kita makan sebenarnya haaaa..."
Semua pada tertawa.
"Aku nggak lagi diet Kok Pak Adrian,apalagi Bu Aryanti masih kelihatan langsing begini tapi kalau Adel nggak tahu heee..." Linda melirik Aryanti yang mengangguk.
"Kalau di Indonesia aku jelas nggak bisa diet tapi kalau nanti sudah aktifitas baru diet lagi..."
"Alah diet kok pilih pilih...emangnya mau kayak lidi badannya ?" Adrian duduk di samping Aryanti.
"Iiiiiiiiiih lain lagi Kak kalau di Indonesia makanannya enak enak beda sama di sana,jadi aku nggak bisa diet apalagi lihat yang pedas pedas seperti mau ngeces aja haaa..."
Adrian duluan mengambil makanannya untuk berdua dengan Aryanti
"Ayo Pak Edi berdo'a dulu,pimpin do'a nya"
"Berdo'a masing masing saja lah Bu Aryanti heee..."
"Ya sudah ayo kita ambil posisi masing masing"
Makan malam dalam keadaan sudah lapar,di alam terbuka,angin yang semilir dan melingkar penuh keakraban juga makanan yang mumpuni,semua seakan tak ingin berhenti,sampai makanan habis tak tersisa,baru mereka berhenti.
"Sepertinya aku nggak makan dua hari ke depan saking kenyang dan enaknya makan malam ini heee..." Adel mengulurkan tangannya pada Fath minta tolong menariknya untuk berdiri.
"Pokoknya terimakasih banyak Bu Aryanti atas traktirannya heeeee..."
"Iya sama sama...sama Adel dong terimakasihnya soalnya kalau nggak ada Adel sama Fath kita belum tentu punya ide makan begini"
"Iya Teh Linda soalnya kalau soal makanan aku selalu ada ide menarik untuk di explore heee..."
"Kita tunggu lagi liburan liburan tahun depannya ya Adel heee..."
"Ya semoga semoga..."
Semua istirahat sambil makan makanan penutup buah dan puding mangga
"Ya sudah aku pulang jalan duluan ya,Adel sama Linda kalau masih mau di sini silahkan tapi jangan terlalu malam juga kan besok Adel sudah harus pulang ya..." Aryanti mengingatkan.
"Ya Kak"
Aryanti tersenyum penuh arti sambil berlalu menggandeng tangan Adrian,Linda sama Adel melambaikan tangan.
__ADS_1
Dan malam pun semakin beranjak tapi Fath sama Adel masih begitu betahnya,juga Pak Edi dan Linda masih saja ngobrol,mungkin Pak Edi lebih ke menjaga Adelia walau dari jarak agak jauh,semua Anak dan menantunya Pak Surapraja adalah bagian tanggung jawabnya,terutama keselamatannya harus jadi yang utama selain Pak Edi bertanggung jawab pada pekerjaannya.
Memang nungguin orang pacaran begitu membuang waktu tak berarti,tapi Pak Edi harus memastikan mereka masih ada di mana atau sudah istirahat dan masuk kamarnya masing masing,jadi jam berapapun mereka masih di sini Pak Edi terpaksa harus ikut begadang,apalagi ini Adelia Anak perempuannya Pak Surapraja,yang sedari datang ke sini Bu Handayani wanti wanti minta di jaganya.
Lain lagi sekarang Pak Edi sudah tenang Adrian sudah menikah mereka sudah resmi jadi suami istri,sudah tidak menjadi kekhawatiran lagi mau di kamar seharian mau apapun juga,tak seperti waktu mereka pacaran dan Aryanti berpisah dengan Adrian setahun saat Adrian belajar di Australia otomatis Aryanti ada dalam pengawasannya, semua tindakan Adrian bukan dalam pengawasannya lagi kini,karena sudah dewasa dan pilihannya apapun sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri kecuali urusan pekerjaan mungkin ada hal-hal yang berkaitan dengan dirinya, soal Aryanti sekarang sudah lepas dari pundaknya dia menyerahkan sepenuhnya kepada Adrian sebagai suaminya.
"Mas aku nggak mau tidur dulu,perutku rasanya masih kenyang"
"Ya sudah kita nonton tv aja dulu aku juga sama masih kenyang kok..."
"Iya aku ganti baju sama bersih bersih dulu ya"
"Jangan lama lama"
"Eh ayo Mas juga gosok gigi dulu cuci kali sekalian ganti baju bau asap itu...pokoknya aku nggak mau deket kalau Mas masih bau heee..." Aryanti menarik tangan suaminya dan mengajak ke kamar mandi,nih udah aku siapin piyamanya"
Dengan enggan akhirnya Adrian bangkit juga dan mengikuti istrinya ke lamar mandi.
"Mas mau ngopi,atau teh ? kan enak kalau udah santai begini"
"Nggak mau apa apa aku mau kamu deket di sini sayang..."
"Alah alah...kolokan nya lagi kumat ya ? aku cuci muka dulu Mas,Mas nonton tv dulu"
"Jangan lama lama sayang..."
"Lama apa cuma bersihin muka saja"
Aryanti menyandarkan kepalanya di bahu Adrian,mereka menikmati kebersamaan dan privasi mereka, duduk di sofa berdua sambil menonton tv,Adrian mengusap usap kepala Aryanti dan membelai rambutnya sesekali mencium ubun ubun Istrinya dengan penuh perasaan sayang.
"Sayang Apa kamu bahagian menjadi istriku ?"
"Kenapa Mas bertanya begitu ? kan Mas tahu jawabannya,aku bahagia banget Mas"
"Apa aku berlebihan mencintai kamu sayang ?"
"Itu perasaan Mas sendiri yang merasakan,yang pasti aku juga begitu berlebihan mencintai Mas"
Adrian tertawa mendengar kejujuran Aryanti dan memeluknya,mengusap usap punggungnya dan menyelinap kan tangannya ke belakang melepas tali penutup dada di
istrinya,
__ADS_1
"Sayang matiin tv nya kita pindah ke tempat tidur bulan madu kita masih panjang" Adrian mengganti lampu dengan lampu tidur dan membopong tubuh istrinya seperti jagoan di film film super Hero dan Aryanti begitu pasrah dalam rengkuhan suaminya.