
Pulang kerja mereka jalan berdampingan,ada rasa kikuk dan malu di hati Aryanti,karena orang yang tahu siapa Adrian pasti merasa hormat dan mengangguk juga menyapanya,Aryanti seperti kerdil di samping Adrian sebagai temannya,lain dengan Adrian sendiri hatinya lebih percaya diri dengan adanya Aryanti.
Kerja melayani orang di Hotel dan Restourant seperti nggak ada habisnya,karyawan di bagi dua sip siang dan malam kecuali bagian tertentu dan top level nya,Adrian dan Aryanti begitu istimewa dari yang lain nggak kenal sip tapi kerja normal seperti biasa,karena Pak Daud tahu Aryanti masih menyelesaikan kuliah akhirnya.
"Yan aku antar pulangnya ya"
"Mas nggak repot ?
"Nggak lah,masa ngantar kamu aja repot,kalau nggak ke rumahku aja ya kamu kan mau lihat lihat perpustakaan keluargaku"
"Aku malu Mas,emang boleh orang lain ke situ ?"
"Haaaaaaaa perpustakaan itu koleksi tapi masa iya nggak boleh ada yang baca,aneh kamu ini"
Akhirnya Adrian benar bawa Aryanti ke perpustakaan di rumahnya,terletak di samping ruang kerja Bapaknya,baru kali ini Aryati memasuki rumah yang begitu luas dan lengkap segala ada,ya termasuk perpustakaan juga ruang fitness dan olahraga yang mungkin semua jarang di gunakan karena kesibukan,Aryanti kayak anak hilang celingukan sendiri sambil lihat lihat segala yang teramat aneh baginya,rumah megah dua lantai yang tak terinjak semua,setiap sudut dan ruangannya penuh dengan segala barang mewah unik dan antik tentunya mahal juga,perawatannya juga perlu beberapa asisten rumah tangga jelas nggak bakal terpegang kalau mengandalkan sedikit orang.
Takjub melihat semua depan matanya berbanding terbalik dengan keluarganya yang hidup di rumah sederhana mungil tapi asri hangat dengan kasih sayang,Aryanti duduk di kursi baca dalam perpustakaan yang mewah itu sambil membalik balikan buku yang di pilihnya,dan Adrian datang dengan dua gelas juice jeruk di tangannya.
"Hai minum dulu nih" Adrian menyodorkan satu gelas minumannya.
"Makasih udah pinter bikin minuman ya heeee walau belum terjun ke bagian kitchen atau Restourant" Aryanti memandang Adrian sambil tersenyum.
"Heeeee bukan aku yang bikin tapi Bi Ani,kalau aku yang bikin takut nggak enak"
"Sama aja kali rasa minuman standar ya begini"
"Heemght mungkin,udah dapat pilih bukunya ?"
"Nih aku baru lihat lihat acak kayaknya ini yang lengkap"
"Ambil aja kalau mau kamu baca beberapa biar nggak usah beli nanti aku yang bilang sama Bapak ku"
"Bener nih boleh ?"
"Ya ampun Yanti masa buku di baca nggak boleh,kan itu untuk di baca diambil ilmunya"
Aku pinjam tiga aja dulu Mas yang ini ini sama ini heee..."
"Ya udah sesukamulah"
__ADS_1
Adrian memandang Aryanti yang lagi mem bolak-balikkan buku seperti meneliti tiap sudut di dirinya,Aryanti melirik sekilas hatinya agak deg degan dan merasa malu,Aryanti nggak tahu harus bagaimana mencairkan suasana seperti ini,apalagi di ruangan setengah dari rumahnya itu mereka cuma berdua.
Aryanti mengambil minumannya dan menghabiskannya biarin cepat pulang fikirnya.
"Mau lagi minumannya ?"
"Oh eh enggak udah makasih"
"Kalau mau aku ambilkan lagi"
"Udah Mas,aku pulang ya" kata Aryanti sambil tersenyum dan Adrian menatapnya.
"Buru buru banget kita duduk duduk dulu di taman mau nggak ?"
"Mas,lain kali aja nih udah sore,lagian aku nggak enak banget berduaan sama Mas maaf ya, Mas juga mengerti kan ?"
"Emang kenapa?" Adrian seperti ada yang salah dengan dirinya.
"Ya Ampun Mas,maaf masa nggak ngerti sih ?
aku ini perempuan,Mas laki laki kita pada dewasa nggak baik berduaan walau kita tak melakukan apa apa juga,untuk menghindari fitnah"
"Masa segitunya Yan ?"
"Ok ok aku antar kamu pulang ya"
"Mas nggak usah aku bisa sendiri, Mas kan udah di rumah tinggal istirahat aku naik angkot saja"
"Nggak nggak aku yang bawa kamu tadi kesini ya aku yang antar kamu pulang"
Aryanti tak mau berdebat panjang hanya sekedar menolak di antar pulang,hatinya tak seperti kenyataannya senang juga walau merasa kasihan Adrian harus bolak-balik mengantar dirinya,padahal siapa dirinya hanya rekan kerja itupun kerja di perusahaan orangtuanya,di perlakukan istimewa bagi sebagian orang seperti Aryanti merasa terbebani banget karena merasa apa yang bisa di berikan kebaikan untuk mereka dari dirinya belum ada kontribusi yang nyata.
Terkadang Aryanti berfikir apa ya kelebihan ku kok orang begitu perhatian dan baik pada dirinya,apa mungkin aku terlalu baik di mata mereka ? semoga saja seperti itu.
"Yan..."
Aryanti melirik Adrian yang duduk di sampingnya di belakang kemudi,hatinya agak deg degan.
"Ya"
__ADS_1
"Apa kamu siap seandainya suatu saat kita keluar kota,seandainya kita sudah bisa mulai menjalankan pekerjaan yang sesungguhnya ?"
"Kenapa enggak,kan semua harus di coba,itu tuntutan pekerjaan,siap nggak siap kita harus bisa"
"Terus apa kamu siap seandainya suatu saat di tempatkan di suatu tempat baru Hotel yang baru buka ?"
"Asal sudah selesai kuliah aku siap saja,biar buat pengalaman,toh pada dasarnya semua orang ingin kerja,dan kuliah sebagai jembatan kelayakan kita"
"Aku senang mendengarnya"
Aryanti mengangguk dan tersenyum"
"Eh eh Mas aku turun di sini"
"Ya ya ya aku lupa"
"Makasih banyak loh Mas semuanya"
"Sama sama Yan"
Adrian memandang Aryanti yang turun dari mobilnya,teringat kata kata Bapaknya. "baik baik sama dia,dia orangnya teramat baik,jujur juga pintar,perusahaan kita butuh orang seperti dia" tadinya Adrian hanya menanggapi ucapan Bapaknya dengan cuek tapi sekarang Adrian mulai melihat sedikit demi sedikit.
Adrian mulai merasa tanggung jawab atas titipan Bapaknya, keselamatan Aryanti dan meyakinkannya dia sampai ke rumahnya.
Sampai rumah Aryanti memeluk dan mencium punggung Mamanya dari belakang yang lagi menyirami anggrek di halamannya.
"Apa apaan sih orang lagi nyiram tanaman juga,pulang sore amat habis dari mana itu nggak biasanya ? mandi dulu sana"
"Jalan jalan heeeeee...Mama aku lagi senang banget,aku sama Mas Adrian di bagian marketing,banyak hal baru pengalaman baru juga"
"Kerja yang jujur dan tanggungjawab modalnya itu di samping kerja keras dan tekun"
"Mama mau apa seandainya aku gajian pertama nanti ?"
"Yanti, Mama nggak mau apa apa asal kamu senang Mama ikut bahagia simpan uangmu buat keperluan yang tak terduga, Mama sama Bapakmu menabung juga buat masa depanmu tak ada yang menjadi fikiran Mama sama Bapakmu kecuali kamu,kami ingin melihat kamu pakai baju toga itu harapan kami Nak"
"Iya Ma,Yanti juga sama ingin cepat selesai biar bisa fokus dalam bekerja,jika suatu saat Yanti kerjanya jauh boleh kan Ma ?"
"Jauhnya di mana,kan kamu sekarang kerjanya di kota ini ?"
__ADS_1
"Ma The Praja Hotel itu banyak jadi kemungkinan Yanti bisa kerja dimana saja yang menurut pengelola dan management di perlukan.
"Mamamu sama Bapakmu hanya bisa mendoakan yang terbaik buatmu nak...