Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Sindrom married


__ADS_3

Aryanti mengantar Pak Surapraja dan Ibu Handayani pulang kembali ke Bandung setelah sebelumnya mereka makan siang bersama sambil banyak ngobrol tentang persoalan Perhotelan,juga mengontrol lahan sisa yang di ajukan Aryanti sebagai tempat Outbound program Hotel selanjutnya.


Aryanti mengantar Pak Surapraja dan Ibu Handayani bersama Pak Edi sampai di halaman parkir pelataran Hotel,Ibu Handayani mengucapkan terima kasih dan Aryanti juga sama-sama saling berterimakasih.


Terasa singkat kebersamaan mereka yang mereka lalui dengan hati yang gembira dan santai sesuatu yang tak disangka bagi Aryanti bisa bertemu dengan Bapak dan Ibunya Adrian mungkin juga ini sebagai obat buat menghibur dirinya atau juga Ibunya mungkin ganti peran buat Adrian, Ibunya sama aja dianggapnya untuk mewakili perasaan anaknya bertemu Aryanti.


"Sepertinya usulan kita ditindaklanjuti Bu Aryanti besar harapan saya seperti itu, biasanya kalau boss besar sampai turun seperti ini ada hal-hal yang dipertimbangkan lebih jauh dan mungkin ini belum ada di Hotel The Praja Group lainnya yang memiliki wahana seperti ini, mungkin karena tempat yang tidak memadai atau juga faktor lingkungan tidak mendukung,atau mungkin nggak ada ide sama sekali dan lain-lain nya"


Semoga saja Pak Edi dan itu harapan terbesar saya"


"Saya hanya mendukung Bu Aryanti dan saya siap menjadi garda terdepan untuk mewujudkan semua ini"


"Semoga ada khabar baik secepatnya buat kita,walau semua itu tidak akan selesai dalam jangka waktu pendek perlu waktu penataan yang begitu panjang sampai terwujud semua seperti angan-angan kita"


"Semoga juga jadi kado pernikahan Bu Aryanti dan Pak Adrian terwujudnya ide Bu Aryanti ini,saya optimis management pusat sedang mempertimbangkannya haaaaaaaa..."


"Aamiin Pak Edi"


"Tapi sepertinya bukan kunjungan biasa Pak Surapraja sama Ibu ke sini ya Bu Aryanti ? kayaknya itu lebih ke kunjungan pribadi buat calon menantu atau keduanya ya ?"


"Saya juga nggak tahu pak Edi heee..."


Mereka berpisah di Lobby Hotel,Pak Edi entah kemana dan Aryanti masuk lagi ke Office meneruskan aktivitasnya, Aryanti jadi berpikir lebih jauh tinggal berapa bulan lagi Adrian akan balik pulang ke sini dan akan mengikat janji suci dengan dirinya,mungkin dirinya juga harus bersiap-siap untuk merubah segalanya dan yang utama adalah merubah statusnya menjadi nyonya Adrian.

__ADS_1


Mengingat kisah cintanya juga perjalanan panjang hidupnya Aryanti tidak berpikir sejauh ini, dirinya sampai di titik ini dan di posisi ini, seorang Aryanti yang kuliah dengan keterbatasan biaya yang kuliah dengan menyambi menunggu odong-odong keluarganya di pertigaan Pasar, Aryanti dengan kegigihannya,dengan kejujurannya, dengan keikhlasannya, semua dijalani dengan bekal pelajaran etika yang baik dari kedua orangtuanya menjadikannya seorang yang mandiri tangguh jujur ikhlas dalam bekerja, seperti mutiara di dalam lumpur seorang Aryanti telah berkilau dengan cemerlang mencuri perhatian seorang Adrian dan mempesona semua orang dan juga kedua orang tua Adrian.


Tak pernah ada firasat apa pun sepanjang hidup Aaryanti bahkan tak ada iseng ramalan apapun atau omongan apapun baik dari orang tuanya atau dari orang lain terhadap nasib dirinya tetapi Aryanti hanya meyakini semua kebaikan akan mendatangkan kebaikan.


Terasa kemarin rasanya Aryanti masih kuliah naik angkot,terasa kemarin rasanya Aryanti masih menunggui odong-odong dengan hati yang senang melihat anak-anak juga gembira naik odong-odongnya sambil menunggu Aryanti membaca buku-buku kesukaannya,juga masih terasa kemarin dia mengajar les taekwondo anak anak SD hanya untuk tambahan uang jajannya, dan sekarang Aryanti telah menjelma menjadi seorang yang sangat disegani pemimpin salah satu Hotel bagian dari The Praja Hotel Group yang sangat terkenal bahkan Aryanti telah mampu mensejajarkan Hotel dan Restourant Pangandaran dengan The Praja Hotel dan Restourant di tempat lainnya,dan satu lagi seorang Aryanti akan menjadi salah satu menantu dari pemilik The Praja Hotel Group.


Seorang Aryanti yang dulu naik motor saja begitu takut karena mungkin lebih ke izin orang tua yang tidak ada,karena kelewat sayang dan khawatirnya orang tua Aryanti terhadap putri tunggalnya tapi sekarang Aryanti malah bisa membawa kendaraan pribadinya,pencapaian yang luar biasa padahal semua itu berawal dari tulusnya Aryanti menolong Pak Surapraja dan Adrian saat kecelakaan di pertigaan Pasar tempatnya menunggu odong-odong keluarganya.


"Bu Aryanti Ada snacks nih dari pantry lumayan biar nggak ngantuk dan ketiduran lagi seperti waktu itu heeee..." Linda menaruh satu piring dengan beberapa macam kue basah di meja sofa office.


Aryanti kaget juga tersentak dan memandang ke arah Linda, dan berjalan menghampiri Linda dan duduk di sampingnya,Aryanti baru sadar dirinya terlalu lama dan jauh melamun merefresh kembali perjalanan hidupnya.


"Oh iya Linda,kayaknya Enak nih..."


"Bagaimana pesan dan kesannya ditengok calon mertua Bu ?"


"Aku merasa biasa saja cuman awalnya aja kaget karena tidak ada pemberitahuan dulu dari awalnya,karena kami sudah kenal dari awal-awalnya bahkan sebelum saya bekerja di sini juga saya sudah kenal mereka"


"Oh "


"Menurutmu bagaimana Linda ?"


"Aku sih belum pernah didatangi atau pernah datang ke rumahnya tapi walaupun begitu aku tahu orangnya kalau itu orangtua cowok aku"

__ADS_1


"Heemght..."


"Sepertinya Bu Aryanti beruntung banget punya calon mertua yang begitu baik dan kelihatan begitu sayang memperlakukan Bu Aryanti seperti kepada anaknya dan juga layaknya seorang teman"


"Sepertinya mereka bukan baik kepada saya aja tetapi kepada semua orang juga dia memang benar-benar baik sepengetahuan saya"


"Ya ya ya... aku juga bisa melihatnya Bu,cuman akhir akhir ini kelihatan Bu Aryanti jadi banyak melamun saya perhatikan Ada apa lagi Bu ? Apa Ibu cukup lancar komunikasi dengan Pak Adrian atau 'sindrom married' aja karena sudah mau dekatnya saat pak Adrian pulang dan saatnya Bu Aryanti menikah sama Adrian ?"


"Perasaanku biasa saja Linda cuman terkadang ada perasaan mengganggu dan merasa terganggu,mungkin semua orang juga merasakannya sebelum kita menjadi istri seseorang dan menjadi menantu seseorang kita akan dihadapkan kepada diri sendiri, bisakah kita membahagiakan mereka,dan memenuhi harapan mereka ? mungkin hanya perasaan itu yang menggangguku"


Linda menatap Aryanti dan mengangguk angguk.


"Dunia saya dan Mas Adrian memang jauh berbeda Linda tetapi pekerjaan dan cinta telah menyatukan kami, semua itu awalnya jauh dari angan-angan saya,jauh dari mimpi saya tetapi cinta sejati telah membimbing kami dan telah menunjukkan jalannya"


"Keluarga saya hanya keluarga biasa-biasa saja, dengan kedua orang tua saya yang kamu juga pernah bertemu dan bisa melihat mereka, yang membuat saya maju adalah doa-doanya, dan yang membuat saya semakin yakin dengan Mas Adrian itu karena orang tuanya begitu menghargai keluarga saya dan begitu memahaminya, tanpa melihat saya anak siapa,status sosialnya bagaimana juga saya dari mana tetapi yang mereka lihat adalah pribadi saya dan kemampuan saya"


"Semoga Bu Aryanti semakin sukses dan bahagia bersama Pak Adrian..."


"Semoga kamu juga sama sukses dan lancar membina hubungannya,belum ada rencana untuk menikah atau malah sudah siap segalanya heee...?"


"Aku kayaknya masih lama Bu, aku masih punya tanggungan adik laki-laki yang masih SMA pengen memberi sedikit kebahagiaan dulu kepada orang tua dan keluarga sebelum aku juga punya tujuan dan cita-cita dalam rumah tanggaku"


"Harapan yang bagus Linda setidaknya kalau tidak ada keluarga kita semua tidak akan menjadi seperti ini,apalagi aku hanya anak tunggal betapa ingin aku punya Kakak atau adik seperti orang lain, dan nanti kalau sudah berumah tangga Aku ingin memiliki anak yang banyak seperti harapannya Mas Adrian heee..."

__ADS_1


__ADS_2