Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Lagu cemburu


__ADS_3

Begitu pandai nya Aryanti menyembunyikan perasaannya di depan orang lain, atau memang sebenarnya harus begitu sikap seorang pemimpin dan Aryanti kelihatan seperti lebih bisa menempatkan dirinya lebih bisa bersikap, terlebih di hadapan karyawannya.


Tadi menangis dengan perasaan hancur dan kacau tapi setelah itu dia bisa ngobrol dengan sikap seperti biasa bahkan bisa gladi resik nyanyi dengan senyuman.


Sebuah mobil silver dengan isi penumpang banyak masuk pelataran Hotel,setelah di periksa di post Satpam dan palang pintu terbuka mobil melaju dan berhenti di depan teras lobby Hotel.


Wajah yang tak asing bagi Aryanti turun duluan ya itu Adit pernah ketemu di rumah makan dekat kampus Aryanti waktu Adrian makan sama dirinya pulang ngantar Aryanti revisi skripsinya,satu lagi turun mungkin itu yang namanya Irene pacar Adit,lalu turun lagi cewek dengan rambut agak pirang tapi pirangnya hasil salon putih cantik orangnya mungkin yang ini namanya Livia dan satu lagi cewek berambut hitam di bawah bahu pakai baju tangtop merah.


Adrian keluar dari lobby bersalaman dengan Adit salam khas mereka tinju di kepalkan dan di adukan satu sama lain lalu beradu sebelah bahu, Irene meninju Adrian di sambut dengan tawa Adrian,lanjut Livia mau cipika cipiki tapi di tahan Adrian dan terakhir temannya Livia kelihatan hanya bertepuk dua tangan sama Adrian,mereka masuk lobby dan Aryanti menonton sesi pertama Drama Adrian.


Aryanti sama Linda turun dari panggung yang nggak terlalu tinggi,lanjut melihat karyawan yang lagi menata kursi kursi depan panggung sambil memberi instruksi sesuai keinginan Aryanti,terus kontrol ke fasilitas kolam renang yang masih banyak aja yang renang walau hari sudah sore,lanjut ke Restourant dan cafe dan akhirnya Aryanti dan Linda duduk di salah satu pojok yang agak rimbun dengan hiasan dan ucapan selamat tahun baru ,mereka memesan minuman terlalu cape keliling itu belum seberapa,ke fasilitas kamar,bungalo resort belum terkontrol.


"Linda kita ngobrol dulu tapi agak pribadi ya sama aku,aku ada tugas sama kamu"


"Soal apa ya Bu ?"


"Kamu boleh panggil saya Aryanti saja untuk tidak terlalu formal,tapi ya terserah kamu saja enaknya gimana..."


"Heeeeeee sudah terbiasa Bu biarin walau usia kita nggak jauh beda,kadang aku suka kagok gitu"


"Linda bagaimana pendapatmu tentang saya dan Pak Adrian,itu pendapatmu saja tidak mewakili gosip dari orang lain"


Linda diam,bingung tiba tiba di tanya harus menilai orang apalagi mereka ini atasannya,mau jujur salah,mau bohong juga salah,jadi diam saja.


"Linda saya bukan polisi yang lagi menginterogasi pesakitan,saya minta tolong kamu,kamu jawab aja jujur sesuai apa yang kamu tahu" Aryanti memegang tangan Linda meyakinkan ini hanya obrolan biasa.


"Apa pendapatmu tentang saya dan Pak Adrian ?"


"Bu Aryanti punya hubungan istimewa dengan Pak Adrian ?"


"Bagus Linda,pertanyaan mu langsung ke permasalahan saya,saya jawab Ya ! saya punya hubungan istimewa dengan Pak Adrian,punya tujuan ,punya janji, punya kesepakatan seperti yang lain mungkin seperti kamu juga dengan pacar kamu,kami mau serius habis tahun baru kami berencana mau tunangan,satu masalah kami Pak Adrian belum ada kesepakatan putus dengan pacar terdahulunya hanya sudah tak komunikasi berbulan bahkan bertahun tahun dan sudah tak ada kecocokan lagi,dan kendalanya di cari cari cewek itu nggak ada dan nggak pernah ketemu,jadi putus komunikasi"

__ADS_1


Linda menyimak cerita Aryanti dengan seksama,seperti sedang rapat saja agar kesimpulannya bisa dihasilkan.


"Dan hari ini,malam tahun baru ini, di penghujung tahun ini ceweknya datang ke sini sama temannya Pak Adrian yang lain"


"Hah...Bu lalu gimana ?"


"Kamu lihat tadi mobil silver yang datang empat orang waktu kita diatas panggung ? ya itu mereka"


"Saya dan Pak Adrian sepakat nggak sepakat seperti nggak kenal malam ini,kami masing masing dan mungkin Pak Adrian akan menyelesaikan masalahnya dulu"


"Bu Aryanti kok jadi begini ?"


"Silahkan kamu berpendapat"


"Bu pantesan tadi waktu kita keluar Bu Aryanti cuek aja ada Pak Adrian di kursi office,sebenarnya kami sudah melihat dari dulu awal awal Bu Aryanti sama pak Adrian kerja di sini juga,terus di kuatkan waktu peresmian Hotel ini,saat Pak Surapraja memberi potongan tumpeng, saya juga denger langsung dari Pak Edi bener kalau Bu Aryanti ada hubungan dengan Pak Adrian bahkan katanya mau tunangan"


"Ya begitulah Linda,dan saya punya tugas buat kamu,tolong ikuti ke mana dengan siapa Pak Adrian pergi ngobrol atau yang lainnya dan infokan pada saya,kamu faham ?"


"Ya Bu"


Dan mungkin Pak Adrian juga melakukan itu semua pada saya mengikuti langkah saya dan me mata matai saya dan saya sudah merasakan itu semenjak tadi"


"Sekarang kamu ke resepsionis,cari di kamar berapa lantai berapa orang yang namanya Livia,Adit dan Irene, info lewat aplikasi ya jangan telepon"


"Baik Bu saya laksanakan semoga sukses, hubungan Bu Aryanti dan Pak Adrian kembali lancar itu harapan kami"


"Aamiin semoga,terimakasih ya Linda"


"Ya Bu sama sama"


Ups ! ada yang masuk ke cafe,Adrian dan Livia,hati Aryanti ber desir hebat,begitu panas hatinya,mukanya panas,tangannya gemetar,tenggorokannya mendadak kering,ludahnya seperti hilang,Adrian memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan Livia memegang sebelah tangan Adrian lalu duduk membelakangi Aryanti dan Aryanti memfoto keduanya yang mulai ngobrol tapi tidak kedengaran apa yang di obrolkannya.

__ADS_1


Ponsel Aryanti berbunyi,notifikasi pesan dari Linda, "Bu mereka di cafe,Ibu masih di situ ?"


Aryanti bergeser duduknya lalu meminum sisa minumannya sampai tandas,menarik nafas panjang dan bangkit beranjak berjalan menuju Adrian yang lagi diam diam an bersama Livia menatap minuman di depan kedua nya.


"Pak Adrian di sini rupanya, saya mencari kemana mana ada yang penting yang harus di selesaikan,saya tunggu di office dua menit lagi ya..."


Seperti tersambar petir di siang bolong Adrian terkejut,kaget gugup gelagapan dan salah tingkah.


"Oh eh iya ,iya Bu Aryanti saya nanti ke sana... Oh ya Via kenalin Manager Umum Hotel ini Bu Aryanti..."


Dengan enggan dan sikap sombongnya Livia menyodorkan sebelah tangannya sambil melirik sebentar, Aryanti tak menerimanya hanya menyatukan tangan di dadanya sambil membungkuk lalu pergi.


"Aku tidak suka kamu seperti itu, hormat terhadap siapapun itu yang terbaik,terlepas sebagai siapa kamu di sini,teman saya atau siapa saja,itu merusak reputasi ku"


"Itu kan bawahan mu, biasa aja lah..."


"Tunggu di sini,di sini ! aku mau bicara serius sama kamu nanti"


Adrian pergi menyusul Aryanti yang lebih dulu masuk ke office,hanya ada Pak Edi di dalam,Adrian sama Aryanti sudah nggak perduli sama mereka atau siapapun dan acting pun di mulai.


"Yan sayang ada apa ?"


"Aku nggak bisa seperti ini,melihat mas berdua di depan mataku apapun itu aku nggak bisa mengerti,bawa dia pergi bicara selesaikan masalahnya,kecuali aku yang akan pergi.


Aryanti bangkit berdiri,tapi Adrian menangkap tangannya,Adrian kelihatan begitu kalut.


"Aku mohon kamu jangan pergi,biar aku yang akan pergi,aku nggak bisa berfikir,aku minta maaf"


"Mas jangan meminta maaf,aku selalu memaafkan Mas,jangan membuat aku tak berdaya dengan semuanya" Air mata Aryanti kembali membasahi pipinya,dan Adrian mematung di sampingnya,Aryanti menelungkup kan wajahnya di atas meja kerjanya,dan punggungnya sesenggukan menahan tangis.


"Aku pergi dulu" Adrian mengusap punggung Aryanti,dan Aryanti menatap Adrian dengan airmata mengembang.

__ADS_1


"Jam delapan harus sudah ada di sini, begitu banyak waktu buat Mas manfaatkanlah"


Pak Edi yang melihat dan mendengar apa yang di bicarakan Adrian sama Aryanti diam di balik komputernya,mau keluar tanggung di dalam juga serba salah,cuma Pak Edi nggak mengerti apa yang mereka ributkan,selama ini mereka baik baik saja nggak ada konflik apa apa seingatnya,tapi ini begitu serius kelihatannya.


__ADS_2