
Bangun pagi terasa malas bagi keduanya...Adrian masih membungkus badannya dengan selimut begitu juga Aryanti yang masih memeluk punggung Adrian.
"Mas bangun yu..."
"Hemght..." Adrian balik badan menghadap istrinya dan mengucek kedua matanya dan menarik kembali istrinya ke pelukannya.
"Masih dingin sayang setengah jam lagi..."
Aryanti diam dan sama memeluk suaminya,rasa malas dan capek di rasakannya juga apalagi malam habis bercinta sampai agak larut dan akhirnya berdua tumbang dalam kelelahan dan tertidur pulas sambil pelukan.
Adrian membuka matanya melihat wajah istrinya dalam remang lampu tidur yang masih memejamkan matanya, Adrian mencolek hidungnya dan Aryanti masih memejamkan matanya,tangan Adrian memainkan wajah di depannya,bibirnya,matanya pipinya dan semuanya,karena Aryanti tak bergeming Adrian beralih ke pinggang Aryanti dan memang manjur banget langsung Istrinya menggelinjang.
"Mas bisa nggak diam ?"
"Enggak !"
"Terus maunya apa ? orang masih ngantuk malas banget"
"Katanya mau bangun...buka dong matanya biarin nggak bangun juga kita ngobrol aja"
"Pagi pagi sudah ngajak ngobrol alasan aja itu mah"
"Alasan apa ? serius kita ngobrol... tapi sambil heeee..." Adrian menyelipkan tangan nakalnya ke bagian tubuh istrinya dan Aryanti membuka mata sambil tertawa karena merasa geli dan mendorong tubuh suaminya,tapi namanya Adrian tangannya memang jail.
"Udah ah Mas capek...orang yang mau bulan madu kita yang sibuk nggak mau keduluan"
"Haaaaaaaa...kan kita yang lebih pengalaman...ya iya lah nggak mau keduluan kita lebih dulu halal,lebih dulu jadi suami istri mau apalagi mau pagi siang sore malam nggak apa apa asal sama sama senang..."
"Ya sudah kita bangun dan mandi,semangat hari ini kita kedatangan tamu tamu spesial"
"Boleh tapi karena ini masih pagi boleh dong kita pelukan dulu lima menit aja ?"
Mengikuti keinginan suaminya memang nggak ada habisnya dan selalu Aryanti yang mengingatkan,apalagi putrinya sudah mulai gerak gerak menandakan mulai bangun dan mulai memanggil manggil...
"Mama...Ma.. Dedek mau susu..."
__ADS_1
"Iya sayang tunggu ya bobok aja dulu nanti Mama bikinin cucu nya..."
Adrian yang tahu putrinya bangun langsung berhenti menggoda istrinya dan beralih memeluk Alinea...Alinea nggak mau di peluk dan menghindar ke pojok tempat tidur sambil tertawa tawa...dan Adrian mengejarnya, Aryanti masuk sambil mengocok botol susu lalu menyalakan lampu.
"Wow Dedek cantik jadi kelihatan ciluk baaaa..." Adrian keluar dari selimut dan Alinea tertawa senang..."
Kaki Alinea menendang nendang ke sana kemari dan Adrian menangkapnya sambil tertawa dan Alinea berontak menghampiri Mamanya dan mengambil susu lalu ke pojok lagi menyusu sambil tiduran.
"Mas jagain dulu Dedek Aku mandi duluan ya"
"Heemght..."
Kebahagiaan Adrian serasa komplit saat melihat putri kecilnya menyusu dan begitu sehat,Adrian mengusap usap betis Alinea yang nggak mau diam menendang,dan mengangkat juga menjatuhkannya sendiri dan setelah botol susunya habis Alinea memberikan botolnya pada Papanya dan turun dari tempat tidur lalu keluar langsung mengambil mainan di box mainannya.
Adrian juga bangun dan mengikuti Alinea dengan malas dan duduk di karpet plastik tempat Alinea bermain,Aryanti habis mandi kelihatan segar dengan kepala di bungkus handuk dan memakai piyama mandi,Datang Bi Inah dan memegang sapu mau beres beres.
"Pak Adrian kalau mau ke kamar mandi silahkan biar Neng Alinea sama Bibi sambil beres beres..."
"Oh iya Bi..." Adrian bangkit dan masuk kamar mandi,dan keluar kamar mandi kelihatan istrinya sedang bikin sarapan di dapur.
Dari bahan seadanya yang tersedia di lemari dan kulkasnya Aryanti menciptakan apa saja saat bosan dengan roti oles selai, atau sereal susu,nasi goreng atau goreng pisang juga bakwan semua jadi di tangannya,atau kadang sarapan di kantornya kalau benar benar moodnya lagi kurang atau lagi sibuk nggak sempat sarapan di rumahnya.
Adrian menghampirinya ke dapur dan melihat apa yang di masak istrinya.
"Sepertinya enak sayang..."
"Boleh di coba...heee"
Adrian membuat minuman sendiri dan kelihatan pilihannya kopi mix dan menyeduhnya lalu duduk di meja makan dan Aryanti menghidangkan makanan yang sudah matang di hadapan suaminya,dan Aryanti mengambil air minumnya sendiri dan meminum air mineral.
Aryanti duduk dan mulai makan sendiri Adrian hanya memandangnya,satu kesenangan Adrian saat melihat istrinya makan
"Harus bisa bikin cilok nanti sayang kalau Adelia ke sini dia kan selera nya aneh aneh heeee..."
"Heee...Iya gampang Aku orang Bandung nggak bisa bikin cilok atau bakso aci jangan di bilang orang Bandung,kumpul sama teman yang di bikin apa ? ya cilok pedas, cimol, cireng dan makanan makanan lainnya,makanya seperti Adel seperti nostalgia kalau teringat makanan yang sering mampir ke lidah kita saat masa masa kecil"
__ADS_1
"Terus bisa bikin apalagi ?"
"Bikin suami nyaman dan lengket juga sangat bisa..."
"Haaaaaaaa...itu sudah terbukti dan sangat profesional"
Adrian tertawa selalu jawaban istrinya begitu kena di hatinya.
"Mas nggak makan ?"
"Aku ngopi aja dulu...nanti mau Aku makan,kalau nggak nanti saja di kantor masih pagi banget belum mau perasaanku,kamu makan saja dulu..."
"Mas gimana kalau sudah datang Adel sama Linda makan makannya kan lebih enak sekalian gitu"
"Bagus juga boleh banget..."
"Ya hitung-hitung kita syukuran Mini Zoo kita juga Mas"
"Aku sih ikut gimana baiknya ...atur saja"
"Sepertinya hari ini Aku sibuk Mas,jangan ada drama lagi di sofa kantor ya dan pintu di kunci lagi dari dalam..."
"Ya kita lihat saja nanti ! heee..."
"Mas !"
"Makan habisin katanya lapar dan nanti sibuk..."
Aryanti cemberut sambil mengerlingkan matanya,Adrian tertawa sambil bangkit berdandan dan masuk kamarnya.
Tak terasa siang sudah dan suara burung berkicau bersahutan seakan berlomba menunjukkan suaranya masing masing,begitu senangnya hati Adrian dan Aryati pagi pagi bisa melihat dan mendengar satwa begitu dekat di matanya... serasa hidup di tengah alam terbuka dan di hutan saja setiap pagi di sambut suara suara satwa.
Masih sempat melihat semua satwa kadang pagi pagi atau sore sore sembari santai semua yang ada di kandangnya masing masing di setiap ada kesempatan selalu jalan jalan sama Alinea.
Senang rasa hati Bi Inah dan begitu enak di pandang saat Majikannya Pak Adrian dan Bu Aryanti begitu akur,keluar rumah berangkat kerja dengan begitu mesranya, bergandengan tangan atau ada kalanya Bu Aryanti yang menggandeng tangan suaminya saat berjalan setelah sebelumnya mencium putri mereka yang terkadang Alinea mau ikut kadang anteng saja dengan mainannya...Adrian merengkuh bahu istrinya berjalan santai menuju tempat kerjanya setelah sebelumnya seperti biasa Aryanti menitipkan Anaknya dan menyuruh Bi Inah sarapan dulu.
__ADS_1
"Yang terpenting jaga Alinea Bi ya yang lainnya kalau sempat saja,biarin pekerjaan rumah nggak usah prioritas,apalagi masak nanti beli saja yang sudah matang,soalnya saya sama Mas Adri nggak tentu makannya juga,kalau tidur baru ngerjain apa apa...hati hati di rumah di kunci saja dari dalam kalau nggak lagi main di luar,juga kalau main ke depan nggak apa apa tapi nanti kalau Dedek nya sudah mandi ya dan jangan lupa pintunya di kunci"
Dan seabrek pepatah yang setiap pagi selalu saja ada yang di keluarkannya dan Bi Inah sudah hafal benar dan mengerti apa yang menjadi keinginan majikannya.