
Adrian menggandeng Aryanti keluar dari Mall Beachwalk Kuta Bali,sebenarnya Adrian tidak buru buru tapi kenapa harus sampai tersandung segala saat berjalan mengelilingi mobilnya setelah menutupkan pintu dan istrinya masuk.
Adrian mengaduh dan jongkok mengurut kakinya dan Aryanti membuka kembali pintu mobil dan turun.
''Mas kenapa ?''
''Aku kesandung sayang agak sakit jarinya sedikit''
''Sini naik aja dulu ke jok belakang biar Aku lihat dan Aku urut dulu''
Adrian nurut dan menjulurkan kakinya Aryanti membuka sepatu dan kaus kakinya.
''Mana yang sakitnya ini ?''
'' Iya ''
''Aku urut pelan pelan ya...''
''Ya ya ya...''
''Gimana enakan nggak ?''
''Enak banget apalagi kalau sambil tiduran di tempat tidur sayang heee...''
''Yeeee...dasar cuma alasan saja ini mah,huh dasar tukang gombal..."
"Serius sayang sakit,enak banget biar nanti sudah di rumah kamu Aku urut juga ya gantian..."
"Aku nggak mau di urut,lama lama Mas pasti ngurut nya kemana mana lagi"
"Haaa...kamu curiga saja bawaanya"
"Ya iya lah biasnya juga begitu,ya sudah pakai lagi sini kaos kakinya juga sepatunya nih" dan Aryanti memasangkan kaos kaki juga sepatu Adrian, mereka pindah duduknya ke depan dan Adrian masih saja tertawa.
Terkadang kelucuan selalu menghiasi kebersamaan mereka,yang membuat Adrian tak bosan menggoda juga Aryanti selalu menjadi sasaran keusilan suaminya mungkin begitulah seharusnya menyiasati keseriusan dalam bekerja yang membuat pegal pundak dan kepala.
Terkadang tanpa di sadari Adrian begitu romantisnya memeluk Aryanti dengan tiba tiba atau dengan mengagetkannya memeluknya dari belakang, Atau saat Aryanti mulai ngantuk dengan isengnya Adrian mengkilikitik pinggang Aryanti hingga Aryanti cemberut nggak mood,dan begitu banyak kejutan kejutan indah yang Adrian berikan tanpa terduga pada istrinya.
Sampai di Hotel Aryanti menengok dulu Alinea,penasaran rasanya kalau sehari belum ketemu dan mencium pipi merah jambu nya yang mulai bisa memanggil ma ma ma...dan juga mam mam pa pa pa...begitu tak terasa waktu membawa Alinea pada usia sepuluh bulan belum pas,sudah bisa berdiri berpegangan dan merembet tinggal melangkah dan lepas tabgan.
Adrian masuk kembali ke ruangannya dan melihat lihat semua pekerjaannya,mengambil satu map yang akan di tanda tanganinya yaitu diantaranya ada rapat tahunan salah satu instansi pemerintahan Bali,sekian hari kali budget sekian, kali sekian orang lumayan juga banyak...
Dan beralih ke map berikutnya pengajuan pergantian properti dari kepala bagian room divition manager,juga masih dari bagian bagian lain yang mengajukan permohonan pergantian peralatan...Adrian merasa harus diskusi sama istrinya dan Adrian melihat keluar ruangan Istrinya belum kelihatan dan Adrian langsung berdiri keluar ruangan dan berjalan ke rumah huniannya dan bertanya pada satpam yang lagi duduk dan berdiri saat Adrian menghampirinya.
"Ibu masih di rumah ?"
__ADS_1
"Iya Pak kelihatannya belum keluar lagi,tadi Ibu ngasih suguh buah Pak heee..." Satpam yang jaga manggut sama Adrian.
Adrian tersenyum dan masuk ke rumahnya,dan melihat Aryanti tertidur sambil ngelonin Alinea yang sama sama sudah tidur di pelukannya,Adrian tersenyum melihat kedua belahan hatinya sama sama tidur.
Adrian keluar kamar dan mendapati Bi Inah lagi beresin mainan Alinea yang berantakan.
"Bi sudah makan ?"
"Sudah Pak"
"Ngelonin Anak jadi Mamanya yang tidur juga"
"Biasanya juga begitu Pak, apalagi sambil nyusuin,malah suka Mamanya duluan yang tidur heee..."
"Sudah lama tidurnya Bi ?"
"Sudah sejak datang saja langsung masuk kamar Pak,tadi saya suruh ngasih buah sama Satpam saya masuk lagi sudah pada tidur"
Adrian masuk kamar dan membisikan sesuatu di deket telinga Aryanti sambil menggesek-gesekkan dagunya di pipi Aryanti,Aryanti membuka mata dan mengusap wajah suaminya.
Bi Inah tahu saat majikannya masuk kamar tak berani mengganggunya,Bi Inah sudah mengerti apa yang di lakukan orang dewasa suami istri di dalam kamar saat anaknya tidur, Bi Inah juga pernah berumahtangga dan memiliki anak,asam garam kehidupan berumahtangga telah banyak di cicipi nya,apalagi pasangan muda seperti Pak Adrian sama Neng Aryanti lagi senang senangnya dan lagi doyan doyannya,apalagi anak baru satu belum terlalu repot semua serba ada juga mampu membayar pengasuh seperti dirinya,jadi apalagi selain bermesraan setiap waktu juga nggak menjadi soal,juga pekerjaan bisa di atur sendiri.
"Enak banget tidur siang sambil pelukan nggak ajak ajak"
Aryanti tersenyum dan merangkul suaminya,lalu memeluknya dan menenggelamkan wajah dan kepalanya di di pelukan suaminya,dan merasa tenang.
"Mas lagi banyak kerjaan nggak ?" tersenyum manja.
"Enggak biasa saja paling ada sedikit yang harus di diskusikan dan di pertimbangkan kamu sayang,nanti nanti lagi juga nggak apa apa kok"
"Aku nggak balik lagi ke kantor Mas Aku merasa lelah mau di rumah saja pekerjaanku selesai dan nggak ada yang penting penting,aku kangen Alinea tapi tadi diajak main malah ngantuk aku kelonin jadi ketiduran"
"Nggak apa apa Aku juga malas di kantor kalau nggak ada kamu,mau dong Aku juga di kelonin"
"Hai..kok jadi ikut ikutan ?"
"Aku mau tiduran juga heee..." Adrian membuka dasinya dan kancing kemejanya satu persatu dan Aryanti hanya memperhatikan apa yang di lakukan suaminya.
"Kata orang kalau anak sudah tidur adalah saat orang tua paling tenang mau ngapa ngapain juga"
"Emang Mas mau ngapain ?"
"Ya ikut tidur sama Alinea dan Mamanya"
"Dasar pimpinan nggak disiplin masih jam kerja malah mau tiduran" tapi Aryanti sambil membelai wajah suaminya.
__ADS_1
"Yeee...sama saja kamu juga ngga memberi contoh baik sama bawahan mu malah menggoda Aku dan ngajak tidur"
"Idiiiih siapa yang menggoda, sendirinya yang tergoda"
Benar saja Adrian ikut juga tiduran di samping Aryanti,
asalnya hanya colekan ,dan pegangan,lalu usapan dan akhirnya ciuman dan pelukan dan merambah ke daerah lain.
"Boleh nggak sayang ?"
"Kenapa enggak ? kan bawahan harus nurut sama pimpinan" Aryanti benar benar mulai menggoda sekalian di sengajain dan membiarkan Adrian membuka satu persatu penutup yang melekat di tubuhnya,dan Adrian tertawa mendengar jawaban istrinya, mereka berciuman dengan pelan pelan takut membangunkan anaknya yang tidur di ujung tempat tidur dengan di halangi bantal dan guling.
"Mas..."
"Heemght apa sayang ?"
Aryanti mendesah kecil sambil memejamkan matanya.
Hari terus beranjak dan waktu menggiring jarum jam menuju sore,saat semuanya usai dalam rasa puas berdua terlentang berpeluh berkeringat di balik selimut.
"Siang siang emang saat nikmat bercinta,Apa Alenia sudah saatnya punya adik sayang ?"
"Mas iiiiiiiiiih...masih terasa kemarin sakitnya melahirkan, nggak dulu ah..."
"Kan kasihan Alenia biar ada temannya heeee"
Aryanti meninju tangan suaminya dan memencet hidungnya.
Adrian tertawa sambil memeluk istrinya kembali.
"Sudah Mas sore kita jalan jalan ajak Dedek sama Bi Inah kasihan di rumah melulu..."
"Iya ayo mandi dulu..."
Adrian memeluk Alinea perlahan yang masih tidur.
"Gantian ah... sekarang peluk Dedek,soalnya kalau peluk Mamanya suka capek sediri sampai keringatan segala, Uuuih cantik Papa...sayang Papa...sudah gede sekarang pasti Kakek sama Nenek juga Tante Adel sudah kangen banget padamu sayang..."
"Iya Mas... Apa Bapak sama Ibu nggak ada rencana ke sini main sekalian nengok Dedek ?"
"Sudah malas pergi jauh jauh sepertinya kalau nggak ada perlu perlu amat mah kayaknya,tapi kan kita selalu video call jadi nggak terlalu ingin melihat langsung sudah terobati"
Alinea menggeliat langsung buka mata dan duduk mencari mainannya.
"Sayang Papa sulap ya asalnya nggak ada Papa sekarang jadi ada..."
__ADS_1
Adrian menutup tubuhnya dengan selimut dan Alinea membukanya dengan begitu senangnya...
Senangnya bisa bermain dan menemani belahan hati,Alinea yang lincah merangkak pada Mamanya lalu pada Papanya, sambil teriak teriak kecil saat di goda sama Papanya,Adrian menangkapnya lalu memeluknya dan menciumnya gemas,Alinea meronta dan menangis di pelukan Mamanya.