
"Oh ya Pak Made terima kasih untuk minumnya semoga kita bisa berjumpa lagi saya harus buru-buru pulang karena saya juga meninggalkan anak semoga Aira cepat sehat kembali sampaikan juga salam saya buat Aira ya... semoga cepat sehat dan kembali bisa ceria bersekolah dan lincah seperti dulu lagi"
"Sekali lagi maaf saya harus memotong obrolan kita"
"Nggak apa apa Bu Aryanti terimakasih telan bersedia menemani saya minum dan ngobrol"
Pak Made Ardika tersenyum kecut dan menyalami Aryanti dengan tatapan sopan dan mengangguk,dan Aryanti pamitan meneruskan lagi belanja di antar tatapan pak Made Ardika yang tanpa kedip sampai Aryanti hilang berbaur dengan pengunjung yang begitu ramai berbelanja.
Aryanti seperti kemarin kemarin tidak meneruskan belanja kembali,fikirannya kacau menjadi tidak fokus dan Aryanti menyudahi belanjanya menggiring dan mendorong keranjang belanjaannya ke kasir dan terlihat Komang Putri masih di tempatnya mungkinkah Komang Putri tahu apa yang terjadi atau tidak sama sekali menganggapnya dirinya belanja ke pojok-pojok lain dan memilih barang barang ?
Seperti strategi yang salah, Aryanti tak mengerti jalan pikiran Komang Putri,jugasebenarnya apa yang Aryanti ingin tahu dari Pak Made ? kenapa tak melibatkan Komang Putri dalam pertemuan tadi biar Komang Putri saja yang tanya dan dirinya merasa ada yang membantu sekedar ngomong dan bertanya.
"Duduk dulu.." Aryanti memberi perintah pada Komang Putri yang waktu Aryanti datang langsung berdiri dan membantu mau membawakan belanjaannya.
Apa Komang Putri melihat tadi saya bicara dengan siapa ? dan ngobrol di mana ?"
"Ya saya melihat dengan jelas dan memfotonya saya tidak mau kehilangan Bu Aryanti sedetik juga dari pandangan saya,tetapi saya tidak tahu apa yang di bicarakan dan di obrolkan Bu Aryanti,Bu Aryanti ngobrol di cafe kan ? dan Bli Mengajak Bu Aryanti minum, sudah Bu Aryanti jalan pulang duluan kita mungkin masih dalam pengintaian nanti ngobrol panjangnya sudah sampai di Hotel"
Aryanti agak gemetar rasa takut yang tak beralasan kembali menyergapnya mendengar ketegasan Komang Putri bicara, Aryanti tak bicara lagi Aryanti berjalan terburu buru menuju parkiran dan Komang Putri juga kelihatan hati hati di belakangnya mengawasi dari jauh, Aryanti merasa dirinya ada yang memperhatikan,entah hanya perasaannya saja atau ketakutannya saja.
Sampai mobil Aryanti menarik nafas panjang terasa habis berlari begitu jauh dan capek yang di rasakan Aryanti dan tenggorokannya terasa begitu kering padahal tadi Aryanti habis minum jus jeruk di cafe,sopir memasukan belanjaan Aryanti dan membukakan pintu buat Aryanti dan menutupnya kembali.
Masuk Komang Putri ke mobil dan duduk di sampingnya tanpa melirik Aryanti menyuruh jalan pada Pak Ketut sopir kantornya dan mobil melaju perlahan keluar dari parkiran tanpa ada yang bicara.
Kenapa Komang Putri begitu yakin punya pikiran Made Ardika berniat tidak baik pada keluarga Surapraja dan pada dirinya ? sampai ada kata kata mengintai segala ? terus terang Aryanti belum faham benar permasalahan semua ini,dan menjadi teka teki yang ingin segera tahu dan mengakhirinya dan dirinya juga semua orang menjadi hidup tenang dan tidak dalam rasa dan suasana ketakutan terlebih suaminya Adrian sangat paranoid sekali segala yang mengancam ketenangan keluarganya.
Sampai Hotel Aryanti turun duluan membiarkan Pak Ketut menurunkan belanjaannya dan di bawa ke Office di simpan di dekat meja kerja Aryanti,melongok ruang pimpinan kosong kemana Mas Adrian ?
Aryanti menarik ponsel dari tasnya muncul amplop sejenak Aryanti tertegun sesaat memandang amplop itu dan mendorong kembali amplop ke dalam dan memijit ponselnya menelephon suaminya Adrian.
"Ya sayang sudah pulang ?"
__ADS_1
"Iya Mas,Mas di mana ?"
"Ini di belakang sama Pak Daman dan Pak Bharata lagi melihat pengukuran lahan sesuai gambar rancangan,orang yang mau bangunnya tadi datang"
"Oh ya ? sudah aku di sini dulu ya...sekalian tengok Dedek Mas ya"
"Ya sayang...apa nggak lihat ke sini ?"
"Nanti saja aku lagi ada sedikit yang di evaluasi sama Komang Putri lanjutin saja dulu"
"Ya ya ya..."
Aryanti memberi kode pada Komang Putri untuk mengikutinya memasuki ruang pimpinan dan mereka duduk di sofa.
Aryanti memandang Komang Putri dan memberi kesempatan bicara,juga menelisik keseriusan raut mukanya.
"Apa Bu Aryanti tak bertanya pada Bli Ardika soal pekerjaan ?"
"Apa kesimpulan Bu Aryanti dari omongan Bli Ardika apa menangkap kebohongan kerja di situ ?"
"Kebohongan belum terbukti tapi hanya tidak senang saja kelihatannya malah tetap tertarik di Hotel dan malah dia bertanya soal khabar Hotel ini,juga terobosan saya kedepannya"
Komang Putri diam dan mengangguk,sulit menyampaikan apa yang ada di dalam benaknya pada atasannya ini,semua harus real secara logika,Bu Aryanti bukan orang bodoh malah sepertinya dia berotak cemerlang.
''Pak Made mungkin ada kekecewaan pada management pusat yang saya tangkap karena saat dia lagi memimpin di sini mengajukan izin membuka 'night club' tapi di tolak sama management pusat"
"Itu hanya kekecewaan dan alasan kecil saja Bu Aryanti, selebihnya adalah kesalahannya sendiri dan pemikiran salah terhadap Pak Surapraja dan Bu Aryanti itu yang kami keluarga anggap salah"
Aryanti mengerutkan dahinya Komang Putri seakan begitu tak suka pada Bli nya padahal masih saudara sepupunya.
"Bu Aryanti saya melakukan ini sebenarnya ada yang menyuruh setelah saya selalu musyawarah dengan keluarga besar saya juga tetua Adat kami, Bli Ardika yang kami harapkan kembali benar cara berfikir nya, keluarga tak mempermasalahkannya segala yang sudah menjadi bukan hak kami,keluarga kami memang tak semua berpendidikan,Pak Surapraja tak bersalah hanya jual beli saja sama seperti yang lain lainnya tak ada yang di rugikan,malah lingkungan di sini merasa terangkat secara ekonominya karena banyak orang sini yang kerja di Hotel ini"
__ADS_1
Aryanti diam.
"Pak Surapraja kalau datang ka Bali selalu berkunjung ke rumah orangtuanya kami dan bersilaturahmi,katanya kita bertetangga walau saya jarang ke sini,dan keluarga kami menyambut baik"
Aryanti diam menyimak apa yang di sampaikan Komang Putri.
Aryanti menarik amplop dari dalam tasnya dan meletakan di samping Komang Putri.
"Katanya dari Aira untuk saya,coba bacakan untuk saya"
Komang Putri membuka amplop itu dengan perlahan dan mulai membacanya.
Aryanti Saraswati ku,Aku tahu suatu hari kamu akan kembali pada kami, Aku tidak salah lagi dan tak sabar kita hidup bersama lagi,lupakan semua keluarga Surapraja, Aku dan Aira begitu menunggu saat itu tiba,dan Aku yakin kamu adalah obat buat kesembuhan anak kita, Aku telah mempersiapkan segalanya,Aku begitu merindukanmu Aryanti Saraswati ku.
Aryanti melongo dan Komang Putri memandang Aryanti dengan perasaan cemas.
Sesaat mereka bengong dan tak menyangka isi surat seperti itu,Aryanti yakin sekarang Made Ardika sakit ! Aryanti merinding dan Komang Putri memegang tangan Aryanti yang gemetar karena marah dan takut setelah Komang Putri melipat surat dan memasukan kembali ke amplop.
"Hati hati Bu Aryanti,apa sekarang Bu Aryanti percaya ?"
"Simpan surat itu ! sebagai barang bukti suatu saat"
"Apa kita bicara sama Pak Adrian sekarang Bu ?"
"Jangan dulu,hanya memperkeruh suasana,Aku merasa aman di Lingkungan Hotel ini,sekarang kita lagi fokus pada proyek kita yang di rapatkan beberapa minggu lalu jangan sampai semua buyar dan rusak konsentrasi kita hanya karena surat itu"
"Tugas Komang Putri mulai sekarang menempel saya kemanapun saya pergi kecuali kita lagi di office dan saya lagi sama keluarga saya"
"Baik Bu Aryanti,saya begitu ingin Bu Aryanti percaya dari kemarin kemarin sama saya agar menjadi kehati hatian saja"
"Terima kasih Komang Putri,kalau sampai Mas Adrian tahu isi surat itu Aku nggak tahu apa yang akan terjadi,mungkin dia datang ke rumahnya Made Ardika dan mengobrak abrik nya, Aku begitu takut Komang..."
__ADS_1
"Tenang Bu Aryanti saya bersama Ibu dan saya ikuti petunjuk yang menurut Ibu Aryanti baik"