
"Hai hai hai....sudah malam masih pada anteng aja ngobrolnya nih... ngobrol apaan sih kalian ini ? biarkan pengantin baru melakukan penjelajahan ayo sayang kita juga pulang Alinea sudah tidur dari tadi..."
"Duh ini suami idaman nggak bisa lihat istri tersayangnya di pinjam sebentar kan kita kangen kangenan cerita dan ngerumpi..." Linda menjawab Adrian yang menyodorkan sebelah tangannya di hadapan Aryanti dan Aryanti hanya tersenyum.
"Linda jangan biarkan suamimu menunggu kita sesama lelaki paling nggak suka menunggu juga Adel...Fath sudah pura pura ngantuk dari tadi tuh kalian ini memang benar benar tidak peka dan tidak pengertian jadi orang itu..."Adrian bicara di hadapan tiga perempuan pura pura begitu tegas.
"Halah Kakak aja sendirinya yang sepertinya punya acara lanjutan malam ini ya Kak Linda haaaa..."
"Ya iya lah tiap malam juga ada aja acara Aku mah...pertama ngelonin Anak dan lama lama Anaknya tidur beralih baru ngelonin Mamanya..." Aryanti cemberut dan menyikut dan memandang suaminya.
Semua bubar dan dengan membawa hati masing masing... pertama Adelia dan Fath lalu Linda dan suaminya terakhir Adrian dan Aryanti setelah saling goda mereka pada menghilang menuju kamar masing masing Adrian menggandeng tangan istrinya dan berbisik di telinga istrinya.
"Sayang apa kita juga mau suasana baru barangkali mau nggak kita tidur di kamar Hotel atau di sofa kantor ?"
"Hai Mas enak saja si sofa itu dalam keadaan darurat...ngapain malam malam tidur di sofa ?jangan berlebihan apa di rumah kita dan kamar kita sudah nggak nyaman ? Aku nggak mau mengabaikan dan meninggalkan Anak.
"Iya sayang takutnya kamu mau suasana lain seperti mereka mereka itu...jadi kita rasakan lagi seperti awal awal pernikahan kita,nggak apa apa kalau nggak mau, Aku hanya menawarkan saja" Adrian merengkuh bahu istrinya sambil berjalan menuju rumah mereka.
Bi Ani lagi nonton tv sambil menunggui Alinea yang sudah tidur waktu Aryanti dan Adrian pulang.
"Bibi sudah ngantuk ya maaf ya Bi habis makan jadi kebablasan ngobrolnya..."
"Nggak apa apa Neng nggak tiap malam ini..."
"Ya sudah Bibi istirahat saja biar Alinea Papanya yang pindahin ke kamar"
"Iya Neng"
Aryanti masuk kamar mandi dan Adrian memangku putrinya yang sudah tidur ke kamar mereka, Aryanti masuk kamar dan berganti pakaian dengan gaun tidur,Adrian mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Sabar Mas ganti dulu bajunya sana bersihkan dulu badan Mas gosok gigi dulu apa...Aku nggak mau tidur sama orang yang bajunya bau ikan"
__ADS_1
"Aku memang nggak sabar sayang beri Aku satu ciuman dulu baru aku ganti baju heee..." Aryanti menyodorkan sebelah pipinya dan Adrian menciumnya begitu lama.
"Iiiiiiiiiih Mas suka gitu deh,Aku mau bersihin muka sudah dulu ah..."
Adrian melepaskan ciumannya sambil tertawa dan berlalu keluar kamar dan masuk kamar mandi.
Aryanti duduk di kursi meja riasnya memandangi wajah dirinya dan mengikat rambutnya semua ke atas lalu membersihkan mukanya perlahan.
Adrian masuk dan mendekati istrinya yang entah memakaikan apa lagi di wajah leher dan badannya sampai ujung kaki seperti biasa Adrian sudah berbisik di telinga istrinya.
"Apa kamu rela bunganya di bagi dan di kasih buat Adel"
"Bunga boleh saja di bagi apalagi buat Adik tercinta,tapi Mas dan perasaannya juga cintanya jangan harap untuk bisa di bagi dengan siapapun" Aryanti menunjuk dada suaminya dengan nada tegas setegas Aryanti saat memberikan presentasi setiap keberhasilannya di ruangan rapat.
"Haaaaaaaa...siapa yang mau berbagi ? Aku sudah punya banyak wanita yang begitu Aku sayangi..."
"Maksud Mas ?"
"Ya Aku sekaligus punya empat wanita yang begitu komplit satu Ibuku tercinta,dua Kamu sayang Istriku yang paling mempesona dan selalu menggodaku juga selalu memenuhi setiap kebutuhanku,tiga Adelia Adikku dan empat Alinea tersayang,jadi kurang apa Aku ?"Aryanti tersenyum sempurna.
"Besok Aku ganti yang banyak dan lebih bagus ya sayang..."
"Nggak usah Mas sayang... niat baik Mas sudah Aku terima juga surprise nya begitu kena di hatiku Aku senang banget dan merasa jadi orang yang paling tersanjung...makasih sayang... Aku lupa sudah punya Anak dan suami tapi di kasih bunga hati ini masih berbunga bunga heee..."
Adrian tersenyum belum pernah rasanya dirinya memberi sekedar bunga yang paling sederhana sekalipun pada istrinya dan kemarin kenapa jadi kepikiran waktu melihat toko bunga petik dan rangkaian bunga Adrian jadi teringat Istrinya dan ingin sekali kali ini memberi sesuatu yang begitu romantis,dan istrinya begitu suka sampai berbunga bunga kelihatannya tapi sayang bunganya tak jadi miliknya malah di kasih pada Adiknya karena kesalahan.
"Aku butuh kamu sayang...Aku tak bisa bayangkan jika kamu nggak ada,maafkan Aku yang kurang peka atas kebahagiaan kamu dan kurang perhatian sama kamu...Aku banyak belajar mencintai dari kamu,belajar bagaimana cara membahagiakan...Aku baru sadar seikat bunga yang Aku beri dengan harga tak seberapa begitu membuat kamu bahagia"
Adrian mencium kening istrinya.
"Maafkan Aku juga Mas...begitu banyak kebahagiaan yang Mas berikan kalau di hitung hitung nggak akan terhitung,kita bukan orang yang sempurna tapi mari kita saling menyempurnakan semua anugrah ini, harusnya kitalah orang yang paling bahagia"
__ADS_1
Adrian menaruh kepalanya di pangkuan istrinya dalam posisi jongkok dan Aryanti masih duduk di kursi meja riasnya,dan tangan Aryanti mengelus rambut Adrian dan mengusap usap punggungnya,lalu Aryanti mengangkat kedua lengan Adrian mengajak Adrian berdiri dan mereka berpelukan hangat di samping tempat tidur sambil melihat putri mereka yang sudah pulas tidur.
Tak ada kebahagiaan dan getaran hangat Adrian selain saat istrinya mulai membelai dan mengusap usap dadanya dan satu persatu kancing piyama nya terlepas,dan Adrian juga sama membuat gaun tidur istrinya mulai terbuka di hadapannya dan mengecup belahan dada istrinya.
"Apa kamu betah tinggal di sini sayang hemght...? tak terfikirkan untuk pindah dan menginginkan tinggal di suatu tempat ?"
"Di sini tempat kita Mas...tempat kita memadu kasih,menyemai rasa sayang kita dan memupuk cinta kita juga membesarkan Anak kita,terimakasih atas kebahagiaan tak terhingga ini"
Aryanti tengadah dalam dekapan Adrian yang semakin erat dan Adrian menarik kembali kepala dan muka istrinya ke dalam pelukannya kembali,merasakan dan menikmati kedamaian dalam kebersamaan berdua dan Adrian menenggelamkan muka dan kepala istrinya semakin dalam di dadanya.
"Aku ingin kita ekspresikan kebahagiaan ini sekarang juga sayang..."
"Kapanpun Mas Mau itu bagian dari pengabdian ku padamu Mas"
"Ah sayang... memang Aku bukan orang yang sabar seperti kamu Aku Orang yang emosian dan sangat buru buru terlebih di hadapanmu dan suasana berdua" Aryanti tersenyum di redup nya lampu tidur.
"Mas..."
"Hemght..."
Masih dalam posisi berdiri Adrian memeluk erat pinggang Istrinya seakan tiada bosan mengamati setiap inchi muka dan semua yang ada di depannya.
"Memelukmu adalah satu kebahagiaan buatku sayang,bisa dekat dan menatapmu setiap saat membuat aku lupa bagaimana rasa tersiksanya saat kita berjauhan,dan bisa mencium kamu adalah saat menggetarkan semua perasaanku,setiap saat Aku selalu merindukan saat saat seperti ini dan tak ingin semua ini berubah"
"Semoga Mas..."
"Kamu Adalah segalanya dan kebahagiaan ku sayang..."
Siapapun wanitanya akan meleleh saat kata kata itu keluar dan di ucapkan dengan penuh perasaan,tak ada kata jawaban hanya kepasrahan,begitu juga Aryanti sebegitu angkuh dan tegarnya seseorang tetap akan runtuh dengan perasaan cinta yang memabukkan.
"Kamu Adalah segalanya dan kebahagiaan ku sayang..." kata kata puncak dari seorang yang mencintai dan telah memberi semua nya untuk cintanya.
__ADS_1
"Aku tak mau jauh dan kehilangan kamu sayang..."
"Iya Mas Aku juga sama, Aku tak bisa lepas dan jauh darimu,tak ada kata perpisahan diantara kita berdua dan kita akan tetap bersama selamanya,terimakasih untuk cinta dan sayang yang begitu besar untukku"