
Bapaknya Aryanti pulang waktu sudah sore dan mungkin di Alun alun mulai sepi,dan anak anak sudah pada pulang,Mamanya Aryanti yang lagi nyapu di teras berhenti dan menerima apa yang di sodorkan suaminya.
"Apa ini Pak ?"
"Buah Ma..." dan Mamanya mengangguk.
" Nak Yanti udah pulang ?"
"Lagi mandi berdua" Mamanya tersenyum.
Berdua duduk di kursi terras,mungkin menunggu yang mandi keluar,atau Bapak nya sekedar istirahat dulu sebelum mandi.
"Apa mereka baik baik saja Ma ?"
"Maksud Bapak ?"
"Haaa...Bapak takut mereka sakit seperti Mama dulu"
"Bapak ini ingat aja,anak sekarang beda lagi nggak kayak kita dulu rebutan kamar mandi,kerabat masih di rumah habis hajatan,mandi shubuh shubuh boro boro pake air hangat,ya anak sekarang ? apalagi mampu semua di Hotel mandi kapan saja mau air hangat dingin tinggal pilih,nggak malu bolak balik ke kamar mandi malam malam"
"Ya syukurlah kalau mereka baik baik saja..."
"Tetap mereka mau pergi ke Bali Pak,Nak Adrian kukuh Ingin membawanya"
"Ya biarlah sudah sama suaminya"
Mereka masuk ke dalam dan Mamanya membawa buah ke dapur dan menempatkannya di tempat buah dan membawanya kembali ke meja sofa keluarga.
Adrian keluar kamar duluan dan duduk di sofa lalu menyapa kedua mertuanya.
"Bapak sudah pulang ? gimana Pak rame ?"
"Iya Bapak belum mandi,biasa saja Nak Adrian"
"Bapak mandi dulu nanti di lanjut ngobrolnya ya"
"Oh silakan silakan Pak..."
Bapaknya Bangkit dan Adrian mengambil remote tv dan menyalakannya,Aryanti keluar dari kamar dan duduk di samping Adrian.
__ADS_1
"Mas mau minum ?" Aryanti memegang pundak Adrian
"Boleh air putih saja,tadi kopinya belum ke minum keburu lupa heee..."
Semua aktifitas rehat menunaikan kewajiban maghrib dulu,semua masuk kamar dan itulah kebiasaan di keluarga kecil Aryanti,selalu seperti itu dan mungkin akan terus seperti itu,Aryanti menarik tangan Adrian dan masuk kamar,lalu keluar lagi ke kamar mandi mengambil air wudhu dulu.
Dan semua sudah ngumpul kembali diruang keluarga,bahagianya kedua orangtuanya Aryanti, bertambah anggota keluarga mereka dengan hadirnya Adrian sebagai menantu di rumah itu.
"Nak Adrian apa rencananya dalam waktu dekat ini,maaf Bapak hanya ingin tahu saja"
"Saya sama Yanti menghabiskan waktu liburan dulu,paling nanti pulangnya kembali ke aktivitas sebelumnya di Hotel Pangandaran,untuk rencana kedepannya belum ada Pak"
"Ya ya ya,soal pekerjaan Yanti gimana kira kira ?"
"Tidak berubah selagi dia senang menjalaninya,kecuali nanti sudah berbadan dua pasti saya sedikit ikut campur,atau mungkin istirahat total" Adrian mengusap usap rambut Aryanti yang duduk di sampingnya.
"Ini Bapak menyerahkan mahar nya kembali pada kalian,mau seperti apa Bapak sama Mamamu nggak berhak menggunakannya"
Pak Nurhadi menyimpan satu kotak besar berisi satu sertifikat rumah satu BPKB dan STNK mobil dan juga kuncinya dan 100 gram emas semua menyatu di 1 kota besar.
"Itu Hak Aryanti Pak,tergantung dia mau di apakan,sebenarnya kemarin sebelum akad ada sedikit pertentangan antara Bapak sama Ibu,yang satu mau ada rumahnya yang satu nggak boleh tapi diambil jalan tengahnya saja ada rumahnya,dengan pertimbangan kalau Bapak Ibunya Aryanti mau menggunakannya boleh silahkan,dan takut nanti kita mau mandiri sudah tersedia rumahnya,sedangkan Ibuku ingin saya sama Aryanti tinggal di rumahnya saja mereka kesepian,apalagi Adikku Adelia calonnya saja orang sebrang jauh,di rumah cuma berdua sama orang yang bantu bantu"
Semua terdiam....
"Oh nggak,kita di sini saja setiap harinya,mau kemana ya Ma ? motor tua juga cukup buat Bapak sama Mamanya mah" Mamanya Aryanti hanya tersenyum mengangguk mengiyakan"
"Dan ini Nak mahar lainnya di pakai saja..." Mamanya Aryanti menyodorkan kotak beludru warna merah.
"Saya titip sama Mama aja Yanti nggak enak memakai perhiasan banyak,apalagi di sana dalam suasana kerja, Yanti sudah ada cincin lainnya Ma,nggak apa apa kan Mas ?"
"Ya itu mah hak kamu mau di apa apa in juga,yang penting saya sudah punya kamu sekarang heee..." Bapak Ibunya Aryanti jadi ikut tersenyum.
"Nanti pulang dari Bali sebelum kami berangkat ke Pangandaran kita lihat dulu rumahnya barangkali Bapak sama Ibu mau sekali-kali nginep di sana juga boleh saya sudah melihatnya kemarin sama keluarga sehari sebelum Akad nikah dan saya tidak mau mengontrakkan nya karena saya tidak mau memakai barang bekas orang heee...biarkan saja begitu, kalau mungkin nanti biar saja sekali-kali ditengok dan dibersihkan sama orang dan kita bisa membayarnya"
Bapak sama Ibu mertuanya mengangguk,Adrian begitu akrab dan bisa menghangatkan suasana, paling tidak membuat orang tersenyum.
"Kalau nggak bapak sama Ibu mau juga ikut ke Bali sekalian liburan ayo kita bareng heee..."
"Haaa... enggak lah Bapak sama Mamamu sudah tua nggak bisa pergi jauh jauh,kalian sajalah,hati hati..."
__ADS_1
Setelah Isya semua acara ngobrol santainya selesai Bapaknya yang pertama pamit dan Mamanya,mungkin saking begitu pengertiannya memberi kesempatan pada anak menantunya,untuk kangen kangenan yang baru mau menginjak malam ke dua pernikahan mereka,atau mungkin juga Bapak sama Mamanya Aryanti juga ingin mengulang nostalgia nya dulu karena merasa terusik dengan pernikahan putrinya,mungkin juga ya ?
Yang pasti Adrian telah terlentang di tempat tidur dan memandang Aryanti melipat kain mukenanya,dan menyimpannya di atas meja kecil di samping lemari bajunya.
Aryanti mengganti bajunya dengan gaun tidur hadiah dari oleh oleh Adik iparnya Adelia dengan warna ungu muda,Aryanti begitu suka dengan warna dan modelnya juga begitu senang memakainya.
"Mas bagus nggak ?"
"Apanya yang bagus ?"
"Ya bajunya ngaco !"
"Haaaa...baju yang sangat bagus tapi aku tak tertarik dengan bajunya,semua terlihat biasa saja,tapi kalau di balik semua itu yang bikin aku menggelepar,itu luar biasa sayang..."
"Heemght... ujung ujungnya ke situ juga Mas..."
"Emang apalagi sayang ? yang ada di otak laki laki dewasa setelah menikah nggak ada lagi isinya selain itu aja fikirannya, baju bagus bagus sebentar lagi juga di buka haaaa...."
"Aaaaaah Mas..."
"Sini peluk aku gimana posisi kamu saat mengkhayal di kamar ini,sekarang bukan khayalan lagi aku ada di depanmu halal dan nyata"
"Mas juga sama kali suka mengkhayal di kamarnya..."
"Iya sama saja semua orang juga,dan malam besok kita bunuh khayalanku dan singkirkan semuanya jadi kenyataan di kamarku,sekarang kita di sini dulu puas puas in mau berapa kali malam ini heh... haaaaaa..."
"Mas !" Aryanti menggelitik pinggang Adrian dan Adrian menangkap tangan Aryanti sambil tertawa dan memeluknya.
"Haaa..."pokoknya aku bikin kamu klepek klepek malam ini haaaa..."
Dan akhirnya suasana begitu sunyi dan lampu berganti redup,tak bosan bosannya kemesraan mereka ulang dan ulang lagi sampai mereka merasa capai dan terkulai dalam kenikmatan malam,semua di coba dan di nikmati nya.
"Masa aku capek banget,mau minum tapi malas bangunnya juga bajunya hilang..." Aryanti menutup dadanya dengan selimut.
"Haaa...nggak mungkin hilang sayang...paling jatuh atau ketindihan selimut pasti ada di sekitar sini"
Adrian memakai pakaiannya dan keluar kamar mengambil minum dari dalam kulkas di cup yang paling gede dan masuk kembali ke kamar,lalu mendekatkan gelasnya ke mulut Aryanti dan setelah minum Aryanti tiduran lagi,dan Adrian juga minum di cup yang sama dan menyimpan sisanya di meja kecil.
Adrian mengusap usap Aryanti yang tak bertenaga lagi,tubuh polosnya seperti tak berdaya,dan Adrian membelainya dengan penuh perasaan sayangnya.
__ADS_1
"Boleh tidur istirahat,aku juga tidur,sini aku cium dulu..."
Adrian mengecup kening istrinya,dan menyelimutinya.