Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ups ! salah lagi


__ADS_3

Andrian memasuki kamar dengan perlahan, Aryanti terbaring di tempat tidur dengan posisi membelakangi pintu dan memeluk guling dengan sebelah tangan di jadikan bantal.


Adrian duduk di tepi tempat tidur dan hanya diam,dirinya begitu buntu mencari cara untuk mencairkan suasananya tapi sampai saat ini tak menemukan cara,tak ada yang bisa di lakukannya selain diam se diam diamnya.


Di luar ada yang memberi salam dan di jawab sama Mamanya Aryanti dan di persilahkan masuk Adrian tahu itu Ibunya datang dan hatinya begitu girang semoga kedatangan Ibunya bisa mencairkan suasana hati istrinya tapi dirinya membiarkan saja dan berharap Aryanti yang keluar menemuinya duluan.


Aryanti bangun dan duduk lalu berpandangan dengan Adrian,Aryanti dengan wajah kesalnya dan Adrian mengusap usap bahunya,dan berusaha tersenyum walau Aryanti tetap manyun.


"Itu Ibumu sana temui" Aryanti merenggut tak semangat.


"Nggak mau,paling kesini nya juga nengok kamu sama calon cucunya bukan nengok aku"


"Sana Mas keluar Mas kan Anaknya,aku yang jadi nggak enak.."


"Ya ayo kamu juga kan menantunya kita bareng bareng keluarnya"


"Kita keluar bareng ya tapi bukan berarti aku memaafkan Mas,aku masih sebel sama Mas pokoknya aku masih mau marah,ini karena ada Ibu aja"


"Iya sayang tunda aja dulu sebel sama marahnya nanti pulang Ibu di lanjutkan heeeee..."


"Jangan tertawa !"


"Ups!" Adrian menutup mulutnya dan Aryanti semakin manyun.


Mamanya Aryanti mengetuk pintu dan memanggil juga ngasih tahu kalau Ibunya Adrian datang mau bertemu.


"Nak Adri Ibunya datang,keluar ajak Nak Yanti..."


"Ya Ma..." Aryanti yang jawab.


Adrian membuka pintu dan keluar di susul Aryanti,Ibunya Adrian bangkit dan Adrian menyalaminya juga mencium pipi Ibunya,Aryanti juga sama menyalami ibyu mertuanya dan Bu Handayani memeluknya, Aryanti datang rasa sensitifnya dan berlinang airmata di pelukan Ibunya Adrian.


"Loh loh kenapa ini...? ngapain pagi pagi masih pada di dalam kamar apa maboknya berlebihan ?" Aryanti di bimbingnya dan di dudukkan di kursi.


Aryanti menggelengkan kepalanya.


"Kamu tuh sebagai suami harus pro aktif pada istri,harus lebih sayang, lebih perhatian, perubahan hormon pada istri yang sedang hamil perlu kesabaran sebisa mungkin kamu harus bisa menyenangkan istrimu,pagi pagi ajak jalan jalan menghirup udara segar,jangan malah ikut malas malasan tiduran di kamar"


Adrian menyisir rambutnya dengan sepuluh jarinya dan menarik nafas panjang,lalu mengusap usap punggung istrinya,selalu dirinya jadi orang yang salah nggak di depan Ibunya,Bapaknya,Adiknya dan sekarang di depan mertua dan Istrinya...


"Apa masih masuk makanan ? gimana perasaanmu dek ?"


"Aku belum merasakan ngidam apapun Bu,cuma aku aku merasa sebal dan pengen marah aja bawaannya kalau melihat Mas Adrian itu aja,apalagi seperti ada yang di umpet umpetin,semua seperti nggak berterus-terang sama aku"

__ADS_1


Aryanti begitu mendapat kesempatan menyerang suaminya di depan mertua dan Mamanya.


"Heeee...itu mah terbawa dari keseharian kali Dek,nggak apa apa nanti juga baik lagi,itu hanya perasaan Dek Aryanti aja"


Aryanti hanya tersenyum kecut.


"Nak Adri sayang banget kok sama Dek Aryanti...Semua Ibu hamil itu sensitif karena penuh dengan kecemasan,takut ini takut itu dan beban kecemasan lainnya apalagi di usia kehamilan yang sudah mulai besar,banyak sabar, banyak Do'a dan ikhlas ya semua itu proses..."


Adrian menaikan alisnya dan memandang Aryanti merasa Ibunya membela dirinya,tapi Aryanti melengos dan memalingkan mukanya.


"Ayo ayo sarapan makan bareng ini Ibu bawa makanan kita bareng makan ya semua, minumnya mau apa coba Nak Adri bikin minuman buat istrimu biasanya minum apa kesukaan Dek Aryanti ?"


"Ya siap aku bikin minum sekarang, Ibu mau minum apa ?"


"Teh hangat tawar saja"


"Nak Adri biar Mama saja yang bikin"


"Ssssssssst...duduk saja Bu biarin dia yang bikin" Ibu Handayani menarik tangan Mamanya Aryanti dan Mamanya langsung duduk lagi sambil tersenyum.


"Nikmati kehamilan dan proses awalnya seberat apapun itu,tidak semua perempuan bisa melewati masa masa itu,Nak Adri sama Dek Aryanti harus lebih bersyukur sudah di percaya sama Yang Maha Kuasa,jadi jaga kehamilan ini sebaik mungkin dan semaksimal mungkin, sambut kehamilan ini dengan kebahagiaan,seperti bahagia nya Bapak sama Ibu dan semua orang di sekelilingmu"


Aryanti mengangguk dan tak mau melihat wajah Ibu mertuanya yang memandangnya.


Aryanti mengambil teh yang di sodorkan suaminya dan langsung meminumnya.


"Makasih Mas..."


"Iya sayang..."


"Nak Adri sayang,perhatikan kesehatan istrimu,makanan dan nutrisinya,Ibu dan janinnya harus sehat,semua berpangkal dari makanan dan fikiran yang tenang dan bahagia Ibunya,kamu harus sudah menjadi suami siaga dari sekarang,pokoknya Ibu nggak mau dengar kamu melakukan kesalahan lagi apapun itu"


"Iya Bu, Adri mengerti...Adri akan jadi suami yang baik dan calon Bapak yang baik"


"Heeeee...sepertinya anakmu nanti akan mirip kamu Nak Adri,dek Aryanti ngidamnya seperti benci sama kamu Nak,Ibu juga dulu begitu asal denger motor Bapakmu datang Ibu sudah masuk kamar dan benar adanya kamu seperti foto copy Bapakmu"


"Benar seperti itu Bu ? Alhamdulillah... haaaaaaaa"


Adrian begitu senang mendengar kata kata Ibunya dan mengusap usap bahu istrinya,Aryanti hanya tersenyum kecut dan di paksakan.


Bu Handayani tahu anaknya sedang ada dalam masalah, karena Pak Edi sudah memberitahukannya secara tak sengaja,juga Anaknya Adelia marah marah dan mengadu padanya mendengar Kakaknya lebih memperhatikan orang lain dan membiarkan istrinya juga dalam keadaan hamil seperti itu,Bu Handayani hanya menampung semua dan mencari penyelesaian dengan cara yang bijaksana menurut pandangannya.


Adrian duduk di lantai di bawah dan tangannya di pangkuan Aryanti dan menggenggam tangan Aryanti, Ibunya di samping Aryanti duduk di kursi panjang dan Mama mertuanya di sebrang Aryanti di kursi satunya lagi,datang Bapaknya yang baru pulang dari pasar dengan sekantong plastik belanjaan.

__ADS_1


"Eh rupanya Ada tamu Ibunya Mas Adrian...gimana sehat Bu,Bapak juga ?"


"Iya Pak Alhamdulillah,baru pulang ya ?"


"Ya beginilah Bu,kerjanya seperti nggak serius heeee..."


"Bapak bagus malah ada aktifitas sehari hari malah kelihatan sehat"


"Iya Bu Alhamdulillah..."


"Saya nengok anak anak takutnya Dek Aryanti mulai mabok berat,di tunggu di rumah entah kapan datangnya saya nggak sabar kangen pada mereka jadi datang saja ke sini heee..."


"Ya nggak apa apa Bu saya senang jadi kita bertemu di sini,saya belikan buah sama bahan rujak rujakan takutnya yang ngidam mau yang asem asem tadi di pasar"


"Saya ke sini juga mengundang Bapak sama Mamanya Dek Aryanti nanti di Acara resepsi anak saya Adelia harus hadir ya..."


"Wah Alhamdulillah banget Bu saya merasa terhormat,dan InsyaAllah saya sama Mamanya hadir"


"Ya ya ya... semoga kita semua sehat ya dan sampai pada waktunya"


"Aamiin ..."


"Saya pamit sekarang,Nak Adri ajak istrimu jalan jalan,jangan di rumah melulu sumpek fikirannya apalagi di kamar terus,nanti malam nginep di sana,semalam di sini semalam di sana,Ibu juga mau rumahnya rame..."


"Iya Bu..."


Bu Handayani bangkit dan menyalami semuanya,Adrian mencium pipi Ibunya dan Bu Handayani mencium rambut dan kepala Aryanti.


"Nak Adri sini antar Ibu ke depan"


"Oh Iya Bu..."


Sampai di depan di mulut gang Bu Handayani langsung masuk ke mobil yang di depan ada Pak Agum sebagai sopir dan Bu Handayani menyuruh Adrian masuk juga, Waaaah gelagat nggak beres nih pikir Adrian dan benar saja sekarung Omelan pepatah dan petuah seperti dari kran saja menggelontor bebas dari mulut Ibunya,dan Adrian sebagai anak hanya diam dan memahaminya.


"Ibu nggak habis fikir sama kamu Nak,apa yang kamu lakukan itu pada istrimu ? Kapan kamu ini belajar dewasanya heh... ? pokoknya Ibu nggak mau dengar lagi laporan jelek tentang kamu, pantesan Dek Aryanti kesal,sebal sama kamu,kalau semua ini sampai pada Bapakmu pasti Bapakmu marah besar apalagi tahu Dek Aryanti lagi hamil,jalan sendiri ,pulang sendiri,bawa kendaraan sendiri dengan hati marah dan kecewa dalam keadaan hamil kalau celaka gimana ? Ibu tak bisa bayangkan...jangan mengutamakan yang nggak penting,teman sahabat,solider dan lain lain anak istrimu dan keluargamu yang utama itu titik,


Sudah jaga istrimu dan kehamilannya,nanti sore ke rumah nginep di rumah,perbaiki dirimu,bikin istrimu tersenyum kembali"


"Ya Bu..."


"Ya sudah...Ayo jalan pak Agum..."


Adrian membuka pintu mobil dan keluar,memandangi buntut mobil yang membawa Ibunya pulang.

__ADS_1


__ADS_2