Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Aku ingin bercinta di sini


__ADS_3

Sorenya Adrian dan Aryanti pamit kepada kedua orangtuanya Aryanti, semua mesti kebagian nginep,dan sekarang bagian di rumahnya Adrian dan sekalian pamitan mereka pergi agak jauh sedikit memenuhi janjinya mau bawa Aryanti ke Pulau Bali dan Adrian sudah janji dari sebelum mereka menikah.


Aryanti memang belum pernah pergi ke pulau Bali dari sebelum perkawinannya begitu ingin Aryanti pergi ke sana,apalagi di sana ada Hotel The Praja Group mungkin Aryanti ingin perbandingan melihat hotel-hotel yang dikelola orang lain,jadi apa salahnya mereka menyelam sambil minum air sekalian berlibur bulan madunya sekalian melihat Hotel The Praja Group yang ada di pulau Bali yang katanya termasuk Hotel nomor satu yang ada di The Praja Group,jadi ingin Aryanti melihat Hotel yang dikelola oleh Made Ardika itu seperti apa.


Mereka bersalaman,Aryanti mencium tangan Mama dan bapaknya,begitu juga Adrian,mereka diantar Mama dan Bapaknya dengan pandangan penuh harapan semoga langkah mereka penuh dengan kebaikan dan keselamatan.


Adrian menggandeng tangan Aryanti yang hanya membawa tas selempang di bahunya dan Adrian menggendong ransel hanya berisi beberapa potong pakaian mereka.


Dan Pak Agum sudah menunggunya di depan setelah sebelumnya ditelepon.


"Mas Adrian,Neng Aryanti apa khabar...?"


"Baik Pak Agum Alhamdulillah..." Aryanti menjawab


"Apa kita langsung pulang ke rumah ?"


"Iya Pak Agum,kalau bisa langsung masuk kamarku..."


"Haaa...Mas Adrian bisa saja,sabar sedikit ini masih sore,sebentar lagi malam...enggak barangkali mau kemana dulu gitu saya antar..."


"Maunya saya nggak di antar Pak Agum,mau berdua saja,tapi karena kita menghargai apa yang dikatakan orang tua ada kata pamali pengantin baru nggak boleh dulu bawa kendaraan selama tiga hari ya saya nurut aja,memang enaknya nggak kemana mana Pak maunya di kamar aja haaaaa...,makanya langsung aja pulang Pak Agum..."


"Iya Mas..."


Aryanti hanya tersenyum dan menyikut Adrian yang duduk di sampingnya.


Mobil belok memasuki pelataran halaman rumah keluarga Surapraja pertama kali Aryanti menginjakan kaki setelah dirinya resmi menjadi anggota keluarga Surapraja,resmi menjadi menantunya di dalam hatinya masih ada rasa malu ,gugup,dan takut berhadapan dengan anggota keluarga Surapraja,mungkin karena Aryanti belum terbiasa saja barangkali.


Adrian turun dan merengkuh bahu istrinya berjalan masuk dan di sambut Adelia.


"Hai...ada pengantin baru rupanya,Bu Kak Adri sama Kak Aryanti..."


Aryanti hanya tersenyum dan Adelia cipika cipiki dengan Aryanti.


"Fath mana Del ?"


"Masih tidur..."


"Kasihan Amat jauh jauh kesini dari Australia hanya tidur nggak di ajak ke mana mana..."


"Emang maunya gitu Kak"


"Pokoknya nanti pulang gue dari Bali kita ke Pangandaran bareng nginep barang beberapa malam di situ sebelum kamu berangkat lagi"


"Bagus nggak,Pantainya dulu mah sepi banget..."


"Belum tahu kamu Pangandaran sekarang, City Beach di Australia lewat..."


"Pokoknya Kak Aryanti ada kejutan buat semua..." Aryanti menambahkan.


"Wow apaan surprise nya tuh...?"

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti...heee..."


"Oke Adel sama Fath tunggu,pokoknya kita ke Pangandaran bareng nanti"


"Eeeeh... ada Anak Ibu sama menantu Ibu rupanya" Bu Handayani memeluk Aryanti setulus hatinya sambil mengusap usap punggungnya,dan Adrian mencium pipi Ibunya kiri dan kanan sambil tersenyum.


"Ayo makan Ibu sama Bi Ani masak enak hari ini"


Nantikan aja Bu kami habis makan,ya kan sayang ?"


Aryanti mengangguk,mengiyakan...


"Adelia Nak tiket Kakakmu tadi udah di kasih belum ?"


Adelia datang dengan dua tiket pesawat di tangannya,dan menyodorkan pada Kakaknya.


"Jangan telat penerbangan pertama biar cepat sampai pulau Bali dan cepet pulang lagi heee..."


"Pergi aja belum huh..!" Adrian menyemprot Adel.


Dan Adelia hanya tertawa.


"Nak Aryanti kalau mau istirahat sana di atas di kamar Adri,Ibu udah menyuruh membersihkan dan membereskan nya tadi sama Bi Ani"


"Iya Bu terima kasih..."


Adrian bangkit dan menyodorkan tiket pada Aryanti,dan menggandengnya berjalan ke atas.


Adrian masuk duluan disusul dengan Aryanti sambil melihat sekeliling kamar yang begitu rapi dan wangi harum semua tertata pada tempatnya.


"Sayang ini kamarku tempat aku mengkhayal kamu,dan kini kamu ada di depanku telah menjadi istriku,aku ingin kamu malam ini dan segalanya di sini"


Aryanti duduk di tepi tempat tidur dan melepaskan tasnya, begitu juga Adrian menaruh ranselnya di bawah dekat lemari.


"Mas aku masih malu di sini"


"Malu sama siapa ? ini rumah orangtua ku juga rumah kita juga,aku juga nggak malu di rumahmu"


"Beri waktu aku untuk bisa menyesuaikan diri di sini"


"Jangan berlebihan sayang... biasa saja,kalau mau apa apa bilang sama aku"


"Aku ingin kita jangan ngapa ngapain malam ini Mas,aku harus membiasakan diri dulu,aku begitu aneh tiba tiba kita ada di sini dengan status aku sekarang..."


"Hah ??? nggak ngapa-ngapain ? jangan gitu dong sayang,jadi percuma aku minum resep yang di bikin kamu tadi itu heeee..."


"Mas kalau di Bali sama nanti di Pangandaran Aku pasrah deh Mas mau ngapa-ngapain juga...mau pagi siang sore malam juga tengah malam,tapi di sini aku malu banget Mas..."


"Lihat nih betapa pengertiannya orang-orang di sekitar kita orangtuamu juga orangtuaku sampai Bi Ani juga memperhatikan kita,Si Adel juga,kamu sugesti apa sih ? Aku juga nggak malu di rumah kamu..."


Aryanti terdiam sulit memang menyampaikan semuanya dan memberi pengertian pada Adrian yang begitu ngotot dan begitu bersemangat.

__ADS_1


"Aku ingin bercinta di sini sayang,aku selalu kangen kamu di sini, aku ingin puas puas in berdua sama kamu di sini,di sini aku bermimpi,memimpikan kamu seandainya menjadi istriku, dan sekarang semua menjadi kenyataan,di sini aku tersiksa rasa rindu,mungkin sama seperti kamu di kamar kamu..."


Memang seperti itu juga dirinya saat di dalam kamar tidak jauh beda dengan Adrian saat menghayal mimpikan masa depan dengan seseorang yang dicintainya kamar adalah menjadi billik khayalan terindah bagi semua orang untuk hal-hal pribadi dan privasi masing-masing


"Aku pertama kali mencium kamu di sini,dan itu semua begitu ingin aku ulangi, Aku ingin benar benar mencurahkan semua rasa dihatiku di sini terhadap orang yang aku sayangi"


Aryanti hanya diam dan tak bicara...


"Sini aku peluk,jangan seperti itu anggap ini juga rumah kamu,apa kamu tak melihat Ibuku begitu senang melihat kita datang"


Aryanti mulai leleh,dan Adrian mengajak keluar lagi dan Adrian berjalan di tangga sambil memeluk bahu Aryanti.


"Apa kamu mau renang ? biasanya kamu melepas beban di hati dengan renang,mau nggak ?"


Aryanti menggeleng dan tersenyum.


"Nanti saja Mas kapan kapan,aku nggak bawa bajunya heee..."


"Ini kan bukan tempat umum,bebas kok..."


"Tapi bukan kostum begini juga kali...! Aryanti menunjuk ke arah baju yang melekat di badannya.


"Haaaaaaaa..." Adrian tertawa


"Kak Aryanti sini kita ngarujak buah nih,mantap banget " Ada Adel,Bi Ani sama Bu Handayani di pinggir kolam renang samping terras di kursi taman.


"Sore sore gini ngarujak ? hemght... " Adrian bergidik.


"Haaaaa...enak tahu Kak,Fath juga mulai doyan rujak sama pedas-pedas soalnya kalau aku makan suka nyicipin"


"Makanan lu nggak ada yang sehat sepertinya,cilok,rujak,cireng ,cimol adaaaaaaa aja..."


"Pulang dari Bali tuh Kak Aryanti ohek ohek... mintanya pasti rujak mangga muda,tahu rasa Kak Adrian nyarinya susah tahu,apalagi mintanya tengah malam haaaaaaaa...." Adel tertawa puas.


Semua tertawa Bi Ani juga Bu Handayani,Aryanti hanya tersenyum.


"Dia mah nggak doyan pedas emang elu ?"


"Nggak juga,aku suka apa aja..." Aryanti ikut nimbrung sambil berdiri mengambil buah dan mencocolkan ke saos sambalnya.


Adrian mengambil satu kursi lagi dari terras disimpan di dekatnya Adelia dan menyuruhnya Aryanti untuk duduk di situ ikut melingkari meja kecil dengan rujak buah dan sambalnya.


Datang Pak Surapraja dan Pak Agum di belakangnya membawakan tasnya.


"Pak makan rujak buah,nih anak anak pada bikin rujak..." Bu Handayani bangkit mengambil tas dari tangan Pak Agum.


"Udah ada yang ngidam rupanya ya,cepet banget haaaaaaaa..." Pak Suraparaja menggoda pengantin baru,semua tertawa.


"Haaaaaaaa..."


Aryanti tersipu,di tatap mertuanya dengan senyuman,Aryanti tahu Pak Praja menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2