
Dua hari menjelang tahun baru terasa perbedaannya,atmosfir kemeriahan seperti mau hajatan gede saja,dari tampilan Hotel yang di rubah dengan banyaknya aksesoris ucapan selamat Tahun Baru di sudut sudut ruangan dari sponsor juga Hotel sendiri,juga di pintu masuk terasa sudah kemeriahan menyambut semua tamu yang datang,otomatis Hotel jadi super sibuk lalu lalang orang keluar masuk tamu.
Aryanti tenggelam dengan kesibukan sendiri,memeriksa semua laporan yang masuk ke mejanya,pengajuan kekurangan dari salah satu bagian divisi,pengadaan yang belum lengkap di bagian ini itu,sedang dirinya bertanggungjawab di semua bidang yang ada di bawah nya,menguras energi dan fikiran memang,tapi ini rutinitasnya ini adalah dunianya,di jalani dengan enjoy dan semangat.
Terkadang lagi suntuk penat hati dan perasaannya Aryanti menyendiri di taman belakang terkadang sambil menggali lagi metode di buku buku Perhotelan,bagaimana cara sukses mengelola Perhotelan.
Tapi terkadang nggak pernah santai sekedar meregangkan urat syarafnya karena ponselnya akan selalu bersuara entah itu siapa yang mencari dan membutuhkannya.
Adrian datang ke meja Aryanti sambil terburu buru,seperti ingin mengabarkan sesuatu kegembiraan,dan di office hanya tinggal mereka berdua saat itu,karena orang office lagi pada istirahat rehat makan siang.
"Yan Yan,Si Adit sama Irene mau Tahun baru an sama kita di sini,dia mau datang ke sini,barusan dia nelepon aku" Adrian gembira kelihatannya sumbringah banget dan begitu antusias.
"Wah surprise banget Mas Aku bisa kenalan sama mereka" Aryanti yang lagi memelototi laptopnya berhenti dan tersenyum juga menatap Adrian yang lagi kelihatan senang banget.
"Iya nanti aku kenalin... malah teman yang lain juga aku suruh ajak aja biar kita seru melewatkan malam pergantian tahunnya"
"Sayang ya mas, temanku Mita nggak bisa di hubungi,aku pengen banget ngajak dia ke sini,dia teman baikku sejak SMA" Aryanti seperti bersedih,ingin rasa hatinya ada teman dari dirinya yang bisa bersama sama seperti teman Adrian.
"Oh Mita yang kamu kenalin waktu ketemu pertama kali di latihan taekwondo itu?" Adrian menatap Aryanti.
"Iya Mas..."
"Coba aja kamu cari no telepon temannya yang lain atau di taekwondo kan ada instrukturnya tanya sama dia kayaknya punya nomornya nggak mungkin tak ada yang nyimpan satu dari sekian banyak"
"Udah mas,katanya sudah nggak ngajar les lagi semenjak aku keluar dan kerja di sini"
"Di medsos nya barangkali dia aktif ?"
"Aku udah lebih dulu buka medsosnya,terakhir isi status malah lima bulan lalu,itu juga hanya status masalah yang sedang dialaminya"
"Ya sudah kan kamu udah usaha,mungkin kalau kita pulang nanti kamu bisa menemuinya"
"Iya Mas,semoga dia baik baik saja"
"Kamu kelihatan sedih banget heh...kenapa ?"
"Dia sahabat terbaikku,kami saling curhat segalanya,kami tahu kondisi keluarga masing masing dan dia tak seberuntung aku Mas, sekolah cuma sampai SMA saja karena keadaan kedua orangtuanya,terakhir kami ketemu dia menyampaikan keinginannya,kalau ada yang serius dia memilih menikah saja biar nggak membebani orangtuanya, terlintas di pikiranku untuk mengajak kerja di sini tapi keburu hilang kontak"
__ADS_1
"Mungkin dia jadi kali nikah,atau barangkali dia sudah bahagia sekarang,berharap sesuatu yang baik baik aja"
"Nggak tahu,mungkin juga...Aku memang lupa karena kesibukan juga gara gara kamu Mas"
"Lho kok nyalahin aku,salahku di mana ?" Adrian kaget banget dirinya jadi yang salah,yang padahal nggak tahu menahu soal temannya Aryanti itu,kenal baru,ketemu baru sekali doang.
"Mau tahu salah Mas ? salahnya itu Mas ada di sini" Aryanti menjawab sambil menunjuk dadanya sendiri juga sambil tersenyum memecah keseriusan,Adrian yang tegang dengan muka mengerut.
"Sayang,maksudnya apaan ? Adrian nggak sabar sambil menatap wajah Aryanti dalam dalam.
"Mas itu ada di hatiku,jadi aku nggak fokus apa apa,nggak ingat teman,semua perasaanku,terobrak abrik terkuras hanya untuk Mas,otakku jadi seakan kurang maksimal berfikir,setiap waktu yang ada hanya Mas, fikiran ku habis selain memikirkan Mas"
"Haaaaaaaa,baru tahu aku,mau tahu nggak perasaanku seperti apa padamu sayang ? berkali kali lipat dari apa yang kamu ucapkan,kamu juga salah besar pada hidupku,kenapa kamu begitu mempesona...!"
"Tapi itu di tambah gombalnya juga berkali lipat ya heeee..."
"Kan yang di gombalinnya juga seneng,buktinya nempel terus kayak perangko"
"Aaaah Mas"
"Mas kalau Mita sudah nikah berarti dia lupa perjanjiannya denganku"
"Ada apa lagi ada perjanjian segala rupanya,perjanjian apa ?" Adrian merasa aneh dan heran.
"Ups ! lupa,nggak nggak hanya perjanjian rahasia cewek heeeee..." Aryanti merasa malu sendiri.
"Pakai rahasia rahasiaan segala,pasti yang jorok jorok itu..."
"Idiiiih...nih orang main tuduh aja nggak jelas banget,udah ah kita cari angin Mas,boleh nggak aku minta hari ini kita jalan jalan,makan dan menikmati angin pantai sampai senja ?"
"Ayo kita berangkat sekarang..." Adrian menarik tangan Aryanti,dan terlihat kata kata Pak Daud waktu itu,punya cewek harus banyak di ajak jalan jalan jangan di suruh kerja melulu.
Aryanti tertawa,merasa dirinya begitu di manja, rasa sayang Adrian terkadang bikin dirinya nggak nyaman,terkadang Adrian memperlakukan dirinya berlebihan menurut pandangan Aryanti,walau pendapat Adrian itu belum seberapa.
"Sampai di mana belajar mobilnya kayaknya belum ada peningkatan, kata Pak Tono baru bisa muter kunci kontak sama pencet klakson... haaaaaaaa..."
"Semua kan perlu proses,masih untung ada waktu buat belajar juga"
__ADS_1
"Sekarang aja belajar sama aku mau ? kita cari lapangan kalau enggak di pesisir pantai aja kan ini masih siang,sekali kali tinggalkan saja pekerjaan nya nggak ada habisnya"
"Nggak Mas lah hari ini aku mau melewatkan bersamamu,hanya berdua saja sebelum besok pergantian tahun"
"Tumben kok romantis banget sayang kedengaran nya,emang setelah habis tahun ini nggak ada tahun lagi ?"
"Nggak tahu Mas aku merasa kadang sedih kadang bingung,kadang cemas juga takut dan khawatir yang tak beralasan,jadi aku jujur selalu tenang saat ada di sisimu"
"Sayang aku kan selalu ada bersamamu" Adrian memegang tangan dan mengusap jari jemari Aryanti.
"Mas apa kita akan bersatu selamanya ?"
Adrian mengerem mobilnya dan berhenti di pinggir jalan,lalu menarik rem tangan dan memandang Aryanti.
"Hai serius amat sih curhatnya emang ada apa sayang ? apa yang ada di fikiranmu ayo keluarkan,gugup mau ketemu calon mertua ? kan sudah pernah bersama sama waktu di sini, apa malu mau bilang sama orangtuamu ? atau ada masalah dengan siapa ? atau ada pekerjaan yang sulit di cari jalan keluarnya ?"
"Aku nggak tahu Mas dengan perasaan ku sendiri" Aryanti sepertinya menangis airmatanya mulai menetes di pipinya dan sesenggukan seperti begitu sakit hati.
Adrian panik nggak tahu apa yang harus di lakukannya,bingung karena nggak tahu persoalannya tiba tiba Aryanti nangis tanpa sebab yang jelas,Adrian hanya memandangi wajahnya yang basah dengan airmata dan bersandar di sandaran jok mobilnya.
Mau ngomong juga ngomong apa Adrian nggak tahu,hanya menggenggam erat sebelah tangan Aryanti,dan memandangi wajah orang yang di cintai nya.
"Menangis lah jika itu membuatmu tenang, keluarkan lah segala beban yang mengganjal mu"
Adrian turun dari mobil dan membuka pintu sebelah Aryanti,di pegangnya kedua tangan Aryanti dan di ajak turun.
"Ayo kita teriak di pantai biar hilang semu beban di hatimu" Adrian menggandeng bahu Aryanti berjalan ke pesisir pantai
"Maafkan aku mas,mungkin aku terlalu cengeng di saat saat tertentu"
"Nggak apa apa semua orang bebas mengekspresikan marah,sedih kecewa suka dan dukanya"
Adrian menggandeng bahu Aryanti dan berjalan ke arah bibir pantai lalu duduk di bawah pohon Ketapang yang rindang, Adrian mengusap usap punggung Aryanti.
"Rupanya lagi kurang mood ya ?"
Aryanti memandang Adrian,mukanya mulai tenang dan tersenyum.
__ADS_1